Live Streaming
Page 1 of 21

BATAM– Satres Narkoba Polresta Barelang berhasil mengungkap tindak pidana Narkotika jenis Sabu, dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan pada hari Selasa (13/8) pukul 13.30 wib di Polresta Barelang terdapat 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dg ⁰Inisial TI, FS alias JF, JA alias RS dan PES alias PT.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki S.I.K., M.H. menyampaikan hasil penyelidikan yang dilakukan selama lebih dari 2 bulan lamanya berhasil mengungkap jaringan ini, tepat nya pada hari Selasa tanggal (6/8) pukul 05.00 wib di sekitar Pulau Kasem, Telaga Punggur, Kota Batam. Telah diamankan diduga pelaku membawa Narkotika jenis sabu dengan speed boat inisial TI, selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan Narkotika jenis Sabu yang disimpan didalam 1 (satu) buah tas koper merk polo villa warna coklat yang berisikan 24 (dua puluh empat) bungkus besar Narkotika jenis Sabu yang dibungkus dengan plastik transparan dan 1 (satu) buah tas ransel merk eiger warna hijau yang berisikan 13 (tiga belas) bungkus besar Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik transparan. Setelah dilakukan penimbangan total seluruh barang bukti yang diamankan sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) bungkus besar narkotika jenis sabu seberat : 38.660,7 (tiga puluh delapan ribu enam ratus enam puluh kom tujuh) gram.

Dari tersangka pertama yang berhasil diamankan kemudian dilakukan pengembangan penyelidikan dan berhasil mengamankan 3 tersangka lainnya dengan inisial FS alias JF, JA alias RS dan PES alias PT. dan salah satu tersangka PES merupakan warga binaan di Lapas kelas II A Tanjungpinang yang berperan sebagai pengendali dan pengatur strategi dalam meloloskan Narkotika tersebut.

Modus Operandi yang digunakan oleh tersangka bahwa Narkotika jenis sabu dibawa dengan menggunakan Speed Boat melalui perairan dan diduga barang haram tersebut berasal dari Negara Malaysia.

Untuk keselurahan barang bukti adalah :

  • 1 (satu) buah tas koper merk polo villa yang berisikan 24 (dua puluh empat) bungkus besar Narkotika jenis sabu
  • 1 (satu) buah tas ransel merk eiger yang berisikan 13 (tiga belas) bungkus besar narkotika jenis sabu

Total keseluruhan sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) bungkus besar narkotika jenis sabu seberat : 38.660,7 (tiga puluh delapan ribu enam ratus enam puluh kom tujuh) gram.

  • 2 (dua) unit mobil (avanza dan ertiga).
  • 1 (satu) unit kapal speed boat fiber sebagai alat transportasi untuk mengangkut Narkotika jenis sabu tersebut.
  • Uang sejumlah rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

 

Terhadap kasus ini para tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) jo pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dari barang bukti yang diamankan tersebut, Kepolisian telah berhasil menyelamatkan masyarakat terhindar dari Narkotika sebanyak 115.982 s/d 154.642 jiwa dengan asumsi 1 gram digunakan oleh 3 sampai dengan 4 orang pengguna.

Konferensi Pers Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika jenis Sabu tersebut juga dihadiri oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki S.I.K., M.H. dan Kasat Narkoba Polresta Barelang

Untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, pada hari Jumat (9/8) Polda Kepri melaksanakan Karya Bhakti dengan mengerahkan sebanyak 750 personel untuk membersihkan Pantai Payung, Batu Besar, Nongsa dan dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.I.K.

Pantai Payung, Batu Besar sepanjang 500 meter dipenuhi oleh personel Polri menyisir sampah-

sampah plastik, beling dan benda-benda tajam lainnya yang dapat membahayakan masyarakat yang berwisata di Pantai tersebut.

Dalam arahan Wakapolda Kepri menyampaikan "ucapan terima kasih kepada seluruh personel ataspelaksanaan pembersihan Pantai Payung", "dengan kegiatan yang kita laksanakan pada pagi ini dapatmemberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung kepantai payung".

Dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga "bahwa kegiatan Karya BhaktiPolda Kepri ini dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia", "Provinsi Kepulauan Riau 96persen merupakan wilayah perairan, yang harus dijaga bersama, lautan memiliki potensi alam untukdimanfaatkan salah satunya adalah sebagai objek wisata".

Kegiatan Karya Bhakti Polda Kepri yang dimulai pukul 07.00 wib sampai dengan 10.00 wib tersebut dihadiri juga oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.I.K., Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri dan seluruh Personel Polda Kepri.

Telkomsel dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meluncurkan produk co-branding berupa Kartu Kredit BNI Telkomsel yang telah dibekali banyak keuntungan, dan beragam inovasi produk serta layanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat urban Indonesia yang semakin mobile dan dinamis.  Keuntungan dari Kartu Kredit BNI Telkomsel ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh nasabah BNI maupun pengguna Telkomsel yang menggunakan layanan paska bayar Telkomsel (Kartu Halo).

Peluncuran Kartu Kredit BNI Telkomsel tersebut disampaikan dalam Press Conference yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (2 Agustus 2019). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, dan Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati.

Ririn mengatakan, “Telkomsel menyambut baik kerja sama antara Telkomsel dengan BNI. Hal ini merupakan salah satu upaya transformasi Telkomsel menjadi digital telco company, yang senantiasa mengutamakan produk dan layanan yang customer-centric. Kartu Kredit BNI Telkomsel akan memberikan banyak keuntungan untuk mendukung gaya hidup digital masyarakat yang semakin berkembang dengan pemanfaatan teknologi seluler dan berbagai layanan digital”

Tambok mengatakan, BNI terus berusaha untuk memberikan banyak keuntungan bagi nasabah ataupun mitra yang berkerjasama. “Mulai hari ini, Kartu Kredit BNI Telkomsel sudah dapat dinikmati oleh Pelanggan Setia dan Pegawai Telkomsel Serta Nasabah BNI. Kerja sama antara BNI dan Telkomsel,merupakan salah satu langkah nyata bahwa BUMN hadir untuk memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat dalam hal kemudahan untuk bertransaksi,” ujarnya.

Beberapa fitur yang menguntungkan bagi pemegang Kartu Kredit Telkomsel BNI adalah cash-back untuk pembayaran tagihan Kartu Halo Telkomsel dan Kartu Platinum BNI. Cash-back yang diberikan dapat mencapai Rp 500.000 untuk tagihan Kartu Halo dalam dua bulan pertama penggunaan kartu kredit.

 Pemegang kartu juga bisa mendapatkan paket Kartu Halo Spesial Cobrand BNI Telkomsel dengan berbagai keunggulan mulai dari kuota data hingga 200 GB, telepon hingga 1.500 menit, serta kuota data roaming hingga 1GB setiap bulan.      Selain itu, dengan paket Kartu Halo Spesial Cobrand BNI Telkomsel ini pelanggan akan menjadi pelanggan spesial Telkomsel dengan keuntungan tambahan, berupa Telkomsel POIN lebih banyak hingga 3X, fasilitas akses Airport Lounge dengan menukar 1.000 Telkomsel POIN, serta voucher diskon untuk pembelian smartphone sampai dengan Rp 100.000.

Pemegang kartu BNI Telkomsel juga dapat menikmati berbagai promo menarik di berbagai toko atau merchant yang bekerjasama dengan kartu kredit BNI yang meliputi cicilan 0% hingga 24 bulan, diskon, serta cash-back. Selain itu, tersedia juga reward saldo LinkAja yang akan diberikan setelah pengajuan Kartu Kredit BNI Telkomsel yang disetujui hingga sebesar Rp 750.000.

Kartu Kredit BNI Telkomsel bisa didapatkan oleh nasabah BNI dan pelanggan kartu HaloTelkomsel dengan mudah. Caranya adalah dengan mengunjungi website BNI atau Telkomsel dan melakukan

Tanjung pinang - Legenda Pulau Putri, tarian dari sanggar Wan Sendari mendapat predikat sebagai penyaji terbaik II dalam Parade Tari Daerah 2019 tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Parade Tari Daerah ini digelar di Gedung Daerah di Kota Tanjungpinang, Sabtu (28/7) malam.

Selain Wan Sendari, delegasi Batam lainnya, Givo Dancer juga mendapat gelar juara pada ajang yang sama. Yakni sebagai penyaji terbaik V untuk penampilannya yang berjudul Legenda Batuampar. “Alhamdulillah selain dua gelar dari sisi penyajian tari, Batam juga mendapat gelar untuk penata rias terbaik pertama,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata. Parade Tari Daerah ini merupakan agenda tahunan yang digelar bertingkat dari tingkat kota hingga nasional. Pada tingkat nasional lombanya bertajuk Parade Tari Nusantara.

Parade Tari Daerah 2019 Kepri diikuti 11 sanggar dari enam kabupaten/kota. Hanya Kabupaten Anambas yang tak mengirimkan perwakilan. Dan Kabupaten Natuna hanya kirimkan satu kelompok tari. Sedangkan lima kabupaten/kota lain bertanding dengan dua grup tari.

Ardi mengatakan pada Parade Tari Daerah tingkat Kota Batam sebelumnya memang mengangkat tema legenda atau sejarah terbentuknya nama suatu daerah di Batam. Tema ini diangkat sekaligus untuk menggali sejarah kota yang memasuki usia 190 tahun tersebut.

“Dan ini bisa jadi materi promosi wisata kita. Misal nanti ketika ada acara di Pulau Putri, bisa ditampilkan tarian legenda Pulau Putri. Sehingga bisa memperkaya informasi wisatawan sambil menikmati gerak tari,” terang mantan Kepala Bagian Humas Setdako Batam itu

Pengembangan tari di Kota Batam, kata Ardi, untuk memenuhi amanat Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah. Terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan berdasarkan perda tersebut. Yaitu tradisi lisan, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan cagar budaya.

Ardi mengaku siap apabila di agenda Parade Tari Daerah berikutnya diadakan di Batam. Karena agenda kebudayaan seperti ini sangat diminati wisatawan khususnya mancanegara. Sehingga diharapkan bisa menambah jumlah kunjungan ke Kota Batam di tahun mendatang

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Secara umum kondisi Minggu (28/07/2019) diprakirakan berawan dan berpotensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kepri.

Kondisi prakiraan cuaca ini disampaikan prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Kota Batam, Provinsi Kepri, Fitri Annisa. Annisa mengatakan, cuaca yang terjadi disebabkan oleh kelembapan udara cukup rendah di wilayah Kepri sehingga mengakibatkan berkurangnya pasokan uap air di udara."Maka peluang pembentukan awan-awan hujan menjadi kecil," sebut Annisa.

Suhu udara di Kepri berkisar mulai dari 24 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembaban udara terendah 60 sampai tertinggi 97 persen.

Sementara kecepatan angin sendiri rata-rata mulai dari 5 sampai 25 kilometer per jam. Sedangkan potensi gelombang tinggi terjadi perairan Bintan, Tanjungpinang dan Lingga mencapai 1,2 meter. Tinggi gelombang di perairan Anambas mencapai 1,0 meter dan perairan Natuna 0,8 meter. Sedangkan tinggi gelombang di perairan Batam dan Karimun hanya sekitar 0,7 meter.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan tinggi gelombang dan potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (28/7/2019).Informasi ini berlaku pada Minggu (28/7/2019) pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Selain itu, sejumlah wilayah juga diprediksi akan mengalami hujan lebat yang disertai petir. Berikut sejumlah wilayah yang berpeluang mengalami gelombang tinggi dan berpotensi hujan lebat disertai petir dikutip TribunAmbon.com dari laman resmi bmkg.go.id.

Tinggi gelombang 0.5 meter- 1.25 meter

Selat Malaka bagian utara

Perairan timur Nias - Sibolga

Perairan timur Kep. Simeulue

Selat Malaka bagian utara

Perairan timur Nias - Sibolga

Perairan timur Kep. Simeulue

Perairan Kotabaru

Laut Jawa

Perairan utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean

Perairan Kalimantan Barat

Perairan utara Jawa Barat hingga Jawa Tengah

Perairan utara Bali hingga Kep. Flores

Laut Bali

Selat Bali - Selat Lombok bagian utara

Laut Sumbawa

Laut Flores

Teluk Bone

Perairan barat Sulawesi Selatan

Perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar

Perairan Baubau

Laut Buru

Perairan selatan Ambon

Selat Makassar bagian utara

Perairan Halmahera

Perairan utara Papua Barat hingga Papua

Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua

Tinggi gelombang 1.25 meter - 2.50 meter

Selat Malaka bagian tengah

Perairan utara Sabang

Perairan Sabang - Banda Aceh

Perairan barat Aceh

Perairan barat Simeulue hingga Kep. Mentawai

Selat Sape bagian selatan

Perairan selatan Flores

Laut Sawu

Perairan selatan P. Sumba - P. Sawu

Perairan Kupang – P. Rote

Laut Timor Selat Makassar bagian selatan

Perairan Manui Kendari

Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud

Laut Maluku Perairan utara Halmahera

Laut Banda

Samudra Pasifik utara Halmahera

Laut Seram

Perairan Fakfak - Kaimana

Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar

Perairan Kep. Kei - Kep. Aru

Laut Arafuru

Tinggi gelombang 2.50 meter - 4.0 meter

Perairan Enggano – Bengkulu

Perairan barat Lampung

Samudra Hindia barat Sumatra

Selat Sunda bagian selatan

Perairan selatan Jawa hingga Sumbawa

Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan

Selat Sumba bagian barat

Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB

Perairan Kepulauan Mentawai

Teluk Tolo

Teluk Bone

Perairan Manui - Kendari

Perairan Amamapere - Agats

Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi berpotensi hujan lebat disertai petir tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

(TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra/Tribunnews.com)

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/28/waspada-bmkg-ingatkan-akan-gelombang-tinggi-di-beberapa-wilayah-kepri-dan-indonesia





TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Batam memprotes pemadaman listrik di sejumlah titik di Batam yang masih dilakukan belakangan ini. Meski durasinya sebentar, hanya beberapa menit tak sampai berjam-jam, tapi hal itu dirasakan sangat mengganggu warga.

Sebab, pemadaman itu bisa merusak peralatan elektronik dan alat rumah tangga milik pelanggan PLN. 

Pemadaman listrik yang kerap terjadi, juga dibanding-bandingkan masyarakat dengan kewajiban mesti membayar tagihan listrik tepat waktu.

Sebab, telat sehari, Bright PLN Batam langsung memutus aliran listrik pelanggan tanpa kompromi. "Kemarin saya lupa bayar listrik tanggal 20. Pulang-pulang ke rumah, sudah gelap saja. Langsung diputus," kata Iwan, warga Sekupang kepada Tribun, Jumat (26/7/2019).

Akhirnya, malam itu ia terpaksa tidur dalam suasana gelap. Ditambah lagi banyak nyamuk. Aliran listrik di rumahnya kembali menyala, setelah tagihan listrik dibayarkan.

Kamis (25/7) malam, sejumlah wilayah di Batam terkena dampak pemadaman listrik, meski hanya sebentar.  "Tadi di sini mati lampu juga. Tapi sebentar saja," ujar Ani, warga Bengkong. (tribunbatam.id/dewiharyati)

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/26/bisa-rusak-alat-elektronik-warga-protes-bright-pln-batam-matikan-listrik-tanpa-info




 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah Saksi yang diperiksa oleh KPK di Lantai 3 Polresta Barelang menghindar dari kejaran wartawan. Ketiga orang tersebut merupakan pihak swasta. nformasi yang di himpun Tribunbatam.id, para pengusaha yang dimintain keterangan oleh KPK yakni Kock MengJhon Kenedy dan Hartono.

Ketiga orang ini kabur dari kejaran wartawan dan melewati pintu atas bagian kiri. Sepertinya ia sudah mengetahui awak media menunggu dilobi bawah. Ketika lewat pintu samping, sopirnya sudah menunggu didepan ruangan. Sekejap para saksi ini langsung lari dari kejaran awak media.

Untuk diketahui, ini merupakan hari kedua KPK melakukan pemeriksaan di Polresta Barelang. Beberapa orang pun turut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Tim KPK di Mapolresta Barelang Kota Batam. Satu di antaranya Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Kepri, Syamsuardi. "Kaki saya sakit," ucap Syamsuardi sambil mengeluh. Dia tidak banyak berkomentar dan hanya terus berjalan menuju mobil miliknya.

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Tak hanya Syamsuardi, sosok pengusaha bernama Kock Meng pun terungkap. Menggunakan kemeja lengan panjang dengan motif garis-garis, Kock Meng hanya berlalu begitu saja tanpa memberikan komentar. Dia tampak didampingi kuasa hukumnya, James Sibarani. Menggunakan topi, Kock Meng terus menghindar dari awak media.

Terungkap pula, sosok wanita berkemeja cokelat tadi yang juga mendampingi Kock Meng.Duduk perkara suap dan gratifikasi Gubernur Kepulauan Riau (non aktif) Nurdin Basirun, mulai kasus reklamasi hingga KPK telisik kasus lain

Rabu (24/7/2019), penyidik KPK memeriksa 8 orang saksi terdiri dari pihak Pemprov Kepri dan swasta. Sehari sebelumnya, KPK menggeledah 9 titik di Tanjungpinang, Batam, dan Karimun. KPK sedang mengumpulkan barang bukti terkait gratifikasi terhadap Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Pasalnya, selain uang suap reklamasi Tanjungpiayu, KPK menemukan uang hampir Rp 6 miliar di rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau di Tanjungpinang.

1. Nurdin Basirun ditangkap di rumah dinas 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditangkap di rumah dinas gubernur pada 10 Juli 2019. Sebelumnya KPK menangkap Abu Bakar, pihak swasta yang menyerahkan uang ke Budi Hartono, Kabid Perikanan Tangkap Provinsi Kepri di Pelabuhan Sri Bintanpura, Tanjungpinang. OTT KPK berkaitan dengan suap izin prinsip reklamasi Tanjungpiayu, Batam.

"Tim KPK menerima informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan dan diketahui adanya dugaan penyerahan uang, tim KPKmengamankan ABK (Abu Bakar), swasta, di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang sekitar pukul 13.30 WIB," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019) malam.

"Dari tangan BUH (Budi), KPK mengamankan uang sejumlah 6.000 dollar Singapura. Setelah itu, KPK membawa ABK dan BUH ke Kepolisian Resor Tanjungpinang, untuk pemeriksaan lanjutan," kata Basaria.

2. Penetapan tersangka

Setelah diperiksa secara intensif, KPK menetapkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kepri Budi Hartono dan Kepala DKP Kepri Edy Sofyan sebagai tersangka terduga penerima suap. Sementara Abu Bakar selaku pihak swasta juga dijerat sebagai terduga pemberi suap. Suap itu terkait terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, Kepulauan Riau Tahun 2018/2019.

Di luar penerimaan suap, KPK menduga Nurdin menerima gratifikasi terkait jabatannya sebagai Gubernur Kepulauan Riau. Hal itu mengingat temuan uang dalam pecahan mata uang asing di rumah dinas Nurdin. Basaria mengatakan, KPK masih mendalami lebih lanjut soal dugaan penerimaan gratifikasi itu.

3. Uang Suap

KPK menyita uang miliaran rupiah terkait penangkapan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Total uang yang disita sekitar Rp 6,1 miliar. 

Rabu, 10 Juli 2019 
+ 17.30 WIB
DIMANA: Di kapal Ferry sebuah hotel dekat pelabuhan Tanjung Pinang.
SIAPA: Abu Bakar (penyuap, suruhan Kock Meng; pengusaha di Batam), Edy Sofyan (Kadis DKP Kepri) dan Budi Heru (pejabat eselon III DKP Kepri)
BERAPA: TOTAL: Rp 157,8 Juta
+ 11.000 SIN Dolar = Rp 112.8 juta 
+ Rp 45 juta

* 19.20 WIB
DIMANA: Rujab Gubernur Kepri di Tanjung Pinang
SIAPA: Gubernur Kepri Nurdin Basirun
BAGAIMANA: Tim KPK menyita uang dari rujab dan menangkap Nurdin lalu dibawah ke Mapolres Tanjung Pinang
BERAPA: TOTAL : Rp 474,2 juta
+ 43.942 dollar Singapura= Rp450.325.533
+ 5.303 dollar AS = Rp74.104.092
+ 5 euro = Rp 17.000
+ 407 Ringgit Malaysia = Rp1,388 juta
+ 500 Riyal Arab Saudi: = Rp1,8 juta
+ Rp 132, 61 juta

KAPAN: Jumat (12/7/2019) 
SIAPA: Nurdin Basirun
DIMANA: Rujab Gubernur di Tanjung Pinang, Kepri
BAGAIMANA: Nurdin Basiru dan 3 tersangka lain sudah jalani pemeriksaan + 48 jam di Gedung Merah Putih KPK. Tim Penyidik kirim tim lagi ke Tanjung Pinang. KPK temukan 13 wadah tas dan kardus berisi uang 
BERAPA: TOTAL: Rp 5,36 Miliar
+ Rp 3,5 miliar
+ 33.200 USD = Rp 464,251 juta
+ 134.711 SIN Dolar = Rp 1,38 Miliar

 Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7/2019) mengatakan,  jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita penyidik KPK saat menggeledah rumah Nurdin sebanyak dua kali.

"Jadi uang itu kami temukan dan itulah kemudian yang kami duga berasal dari gratifikasi. Persisnya terkait apa saja secara rinci tentu belum dapat kami sampaikan saat ini. Secara umum kami sampaikan gratifikasi itu berhubungan dengan jabatannya," kata Febri.

4. Muncul nama Kock Meng

Muncul nama Kock Meng, seorang pengusaha di Batam terkait izin prinsip pemanfaat wilayah laut di Tanjungpiayu.  Ketua Ketua RT 001 RW 010 Tanjung Piayu, Abdul Rahman mengaku, salinan dokumen “provinsi” itu justru diperoleh dari Kock Meng, bukan Abu Bakar.

Dokumen pertama izin prinsip. Dokumen kedua denah lokasi reklamasi. Satu dokumen berjudul Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut. Selembar surat diregister dengan No 120/0797/DKP/SET” Izin diteken Gubernur Kepri Dr H Nurdin Basirun Sos MSi, Selasa, 7 Mei 2019, atau dua hari setelah Ramadan 1440 Hijriyah. Dokumen kedua adalah denah lokasi lampiran “izin reklamasi’. Judulnya: Peta Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut Saudara Kock Meng.

Di dokumen pertama, nama Kock Meng dituliskan dua kali. Penyebutan pertama di paragrap awal “Menindaklanjuti Surat Permohonan Saudara Kock Meng Nomor 018/PerLAM/BTM/2018 tanggal 1 Oktober 2018 dan Nomor 019/PerLAM/BTM/2019 tanggal 3 April 2019 permohonan izin prinsip pemanfaatan ruang laut dengan Tujuan untuk Pengembangan Pariwisata dengan membangun rumah kelong di Perairan Pesisir dan Laut Tanjung Piayu Kota Batam,”

Di dokumen itu nama Kock Meng kembali disebut, dalam konteks identitas pemohon reklamasi. Selasa (24/7/2019), tim KPK juga mendatangi ruko Kock Meng di Kompleks Nagoya City Center Blok H No 6, RT 002/003 Kelurahan Lubak Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

5. Geledah 9 lokasi

Petugas KPK akhirnya selesai melakukan penggeledahan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepri. Diketahui selama enam jam petugas KPK melaksanakan penggeledahan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan yang dilakukan setelah melakukan pemeriksaan di kantor Dinas Perhubungan Prov Kepri, Selasa (23/07/2019) malam

Pantauan Tribunbatam.id, sebanyak dua koper berwarna hitam, dan abu-abu dibawa kedalam kendaraan mobil. Sementara itu, dua box berwarna hitam dan kuning juga turut dimasukan kedalam kendaraan mobil.

Dalam penggeledahan KPK di Tanjungpinang, ada tiga lokasi penggeledahan. Diantaranya, Kantor Dishub Kepri, Kantor DLH Kepri, dan Kantor ESDM Kepri. Pengataman Tribunbatam.id, kantor DLH paling lama dilakukan penggeledahan, dibandingkan kantor ESDM Kepri. Usai memasukan seluruh barang barang. Tim KPK ini pun langsung meninggalkan kantor tersebut.

8 Orang diperiksa jadi saksi

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, ada 9 lokasi di 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dilakukan penggeledahan. Disampaikannya, dari sejumlah lokasi tersebut, KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan.

"Penggeledahan masih berlangsung, kami harap pihak2 di lokasi dapat bersikap koperatif, agar proses hukum ini berjalan dengan baik. Perkembangan kondisi di lokasi akan kami sampaikan lagi," ujarnya menyampaikan melalui pesan whatsap, Selasa (23/07/2019). Disebutkannya, penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan dugaan suap terkait perizinan dan dugaan gratifikasi yang diterima oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Selain itu, KPK juga akan meminta keterangan saksi baik dari unsur Pemprov Kepri, dan Swasta. "Besok sekitar 8 orang saksi dari unsur pemerintah provinsi Kepri, dan swasta diagendakan diperiksa dalam perkara ini," ujarnya kembali. Berikut 9 lokasi di 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau yang dilakukan penggeledahan oleh KPK:

1. Kota Batam
   • Rumah pihak swasta, Kock Meng
   • Rumah Pejabat Protokol Gubernur Kepri
   • Dua rumah pihak swasta di Batam yang diduga terkait dengan tersangka;
2. Kota Tanjung Pinang
   • Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepri
   • Rumah Pribadi tersangka BUH (Budi Hartono), Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri
   • Kantor Dinas Lingkungan Hidup
   • Kantor Dinas ESDM
3. Kabupaten Karimun
• Rumah Gubernur Kepri

Dari penggeledahan itu, penyidik KPK mengamankan dokumen.

6. Pemeriksaan di Polresta Barelang

Penyidik KPK melakukan pemeriksaan secara maraton ke pihak pemerintah dan swasta di Polresta Barelang, Batam mulai Rabu (27/7/2019). Delapan pejabat Pemprov Kepri hari ini memenuhi undangan penyidik KPK di Lantai 3 Mapolresta Barelang, Rabu (24/7/2019).

Pemanggilan pejabat di lingkungan pemprov ini masih terkait gratifikasi yang diduga diterima Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Jumhur Ismail dan Kabiro Hukum Provinsi Kepri, Heri Mukrizal serta beberapa pejabat lainnya saat ini sedang memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK. Selama tiga hari ke depan terdapat 14 pejabat yang dijadwalkan akan diperiksa penyidik KPK. "Hari ini, 8 yang diperiksa, besok 3 dan jumat 3 orang itu dari lingkungan pemprov Kepri saja" ujar Hery.

KPK sedang mengumpulkan keterangan saksi. Mungkinkah akan ada tersangka baru dalam pusaran kasus suap Gubernur Kepri Nurdin Basirun?(*)

 (tribunbatam.id/setiawan_koe).

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/26/tiga-pengusaha-batam-termasuk-bos-panbil-diperiksa-sebagai-saksi-oleh-kpk-untuk-nurdin-basirun





 







TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan terkait kasus suap dan gratifikasi Gubernur Kepri (non-aktif), H Nurdin Basirun, Kamis (25/7/2019). Beberapa orang pun turut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Tim KPK di Mapolresta Barelang Kota Batam. Satu di antaranya Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Kepri, Syamsuardi.

Setelah dimintai keterangan oleh KPK, tepat pukul 14.50 WIB, Syamsuardi keluar dari ruang pemeriksaan di Lantai 3 Mapolresta Barelang. Keluar dengan membawa sebuah tas, kata pertama yang keluar darinya tidak berkaitan dengan hasil pemberian keterangan kepada KPK. "Kaki saya sakit," ucap Syamsuardi sambil mengeluh. Dia tidak banyak berkomentar dan hanya terus berjalan menuju mobil miliknya.

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

 

 

Sumber :https://batam.tribunnews.com/2019/07/25/usai-diperiksa-kpk-di-mapolresta-barelang-kepala-dpmptsp-kepri-syamsuardi-keluhkan-sakit-kaki

TRIBUNBATAM.id - Bagaimana Prospek Cuaca Hari Ini ya menurut BMKG? Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang gelombang tinggi dan Cuaca Buruk di wilayah Indonesia. Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG ini berlaku pada Kamis (25/7/2019) hari ini.

Selanjutnya untuk cuaca buruk, jika kemunculan awan gelap (Cumulonimbus) ini terjadi di wilayah-wilayah berikut, dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Peta prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Indonesia pada Kamis (25/7/2019).

Tinggi Gelombang 0.5 - 1.25 m (Slight Sea) :

-Selat Malaka bagian utara

-Perairan timur Nias - Sibolga

-Selat Sumba bagian timur

-Selat Ombay

-Perairan Kep. Anambas hingga Kep. Natuna

-Laut Natuna bagian utara

-Perairan timur Bintan hingga Kep. Lingga

-Selat Gelasa

-Perairan Bangka - Belitung

-Perairan Kalimantan Barat

-Perairan utara Jawa Barat hingga Jawa Tengah

-Perairan utara Bali hingga Kep. Flores

-Laut Bali

-Selat Bali - Selat Lombok bagian utara

-Laut Sumbawa

-Laut Flores

-Teluk Bone

-Perairan barat Sulawesi Selatan

-Perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar

-Perairan Baubau

-Laut Buru

-Perairan selatan Ambon

-Selat Makassar bagian utara

-Perairan Halmahera

- Perairan utara Papua Barat hingga Papua

-Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua

-Selat Malaka bagian tengah

-Perairan utara Sabang

-Perairan Sabang - Banda Aceh

-Perairan barat Aceh

-Perairan timur Kep. Simeulue

-Perairan timur Kep. Mentawai - Padang

-Selat Sape bagian selatan

-Perairan selatan Flores

-Laut Sawu

-Perairan selatan P. Sumba - P. Sawu

-Perairan Kupang – P. Rote

-Laut Timor

-Laut Natuna Utara

-Laut Natuna bagian selatan

-Selat Karimata

-Perairan selatan Kalimantan

-Perairan Kotabaru

-Laut Jawa

-Perairan utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean

-Selat Makassar bagian tengah dan selatan

-Perairan Manui Kendari

-Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud

-Laut Maluku Perairan utara Halmahera

-Laut Banda

-Samudra Pasifik utara Halmahera

-Laut Seram

-Perairan Fakfak - Kaimana

-Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar

-Perairan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru

Tinggi Gelombang 2.50 - 4.0 m (Rough Sea) :

-Perairan barat Simeulue hingga Kep. Mentawai

-Perairan Enggano – Bengkulu

-Perairan barat Lampung

-Samudra Hindia barat Sumatra

-Selat Sunda bagian selatan

-Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan

-Selat Sumba bagian barat

-Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT

Wilayah yang Terkena Cuaca Buruk Berupa Hujan Lebat Disertai Petir:

-Perairan Riau

-Perairan Kep. Natuna

-Perairan Kalimantan Utara

-Perairan Biak

(Tribunnews.com/Whiesa)

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/25/waspada-bmkg-peringatan-dini-hari-ini-25-juli-2019-gelombang-tinggi-cuaca-buruk-melanda?

 

  Jakarta, 24 Juli 2019. Stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali. Demikian hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan bulan Juli yang digelar Rabu ini di Jakarta.

Beberapa indikator terkini ekonomi global masih mengindikasikan perlambatan. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan pertumbuhan ekspor negara-negara ekonomi utama dunia terpantau masih melambat. Kondisi tersebut semakin meningkatkan ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter global yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan, sehingga berdampak pada berkurangnya tekanan likuiditas di pasar keuangan global dan mendorong kembali masuknya arus modal ke pasar emerging markets.

Sejalan dengan perkembangan global tersebut, pasar keuangan domestik mencatatkan kinerja yang positif di semester I-2019. IHSG ditutup pada level 6.358,63 meningkat sebesar 2,65% di paruh pertama 2019 (23 Juli 2019: 6.403,81) (Q2-2019: -1,70% qtq, Juni’19: 2,41% mtm), dengan net buy investor nonresiden sebesar Rp68,80 triliun (Q2-2019 qtq: Rp56,67 triliun, Juni’19: Rp10,96 triliun mtm).

Penguatan juga terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), tercermin dari turunnya rata-rata yield SBN sebesar 57,64 bps (Q2-2019: turun 19,67 bps qtq, Juni’19: turun 44,69 bps mtm), dengan investor nonresiden yang mencatatkan net buy sebesar Rp95,50 triliun (Q2-2019: Rp21,63 triliun qtq, Juni’19: Rp39,19 triliun mtm).

Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan juga meningkat di semester I -2019. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan meningkat sebesar 7,42% yoy, tertinggi dalam delapan bulan terakhir, didorong oleh meningkatnya pertumbuhan deposito dan giro perbankan.

Pada periode yang sama, asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp85,65 triliun dan Rp50,93 triliun. Di pasar modal, korporasi berhasil menghimpun dana sebesar Rp96,25 triliun (Q2-2019: Rp68,28 triliun qtq, Juni 2019: Rp41,48 triliun mtm), dengan jumlah emiten baru sebanyak 29, dengan 18 (per 22 Juli 2019) rencana penawaran umum di pipeline.

Sektor jasa keuangan juga meneruskan kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Kredit perbankan tumbuh stabil pada level 9,92% yoy, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan. Sementara itu, piutang pembiayaan tumbuh sebesar 4,29% yoy, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan pada sektor industri pengolahan, pertambangan, dan rumah tangga.

Dengan adanya penurunan giro wajib minimum dan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia serta masuknya arus modal di pasar keuangan domestik akan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit ke depan.

Profil risiko lembaga jasa keuangan juga terjaga pada level yang terkendali. Perbankan mampu menjaga risiko kredit stabil pada level yang rendah, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,50%, terendah pada posisi akhir Semester-I dalam lima tahun terakhir. 

Sementara itu, rasio Non-Performing Financing (NPF) Perusahaan Pembiayaan stabil pada level 2,82%. Perbankan juga mampu menjaga risiko pasarnya berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 2,2%, stabil pada level di bawah ambang batas ketentuan.

Kinerja intermediasi perbankan tersebut didukung dengan likuiditas dan permodalan yang memadai. Indikator likuiditas perbankan masih berada di atas ambang batas ketentuan dengan rasio AL/NCD sebesar 90,09%. Sementara itu, permodalan lembaga jasa keuangan terjaga  stabil pada level yang tinggi. Capital Adequacy Ratio perbankan sebesar 23,18%, dengan Risk-Based Capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 313,5% dan 662,9%, jauh di atas ambang batas ketentuan.

Pada semester I-2019, OJK fokus meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembiayaan ekonomi nasional dengan telah menerbitkan serangkaian kebijakan untuk meningkatkan potensi pembiayaan dari lembaga jasa keuangan dan memperluas akses investor di pasar keuangan domestik. Dalam rangka menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, kebijakan OJK difokuskan untuk menjaga profil risiko lembaga jasa keuangan terjaga pada level yang rendah, antara lain melalui penguatan pengawasan perbankan berbasis teknologi informasi.

Pada paruh kedua tahun 2019, OJK akan meneruskan kebijakan dan inisiatif strategis untuk terus mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. OJK juga senantiasa mendorong pemberdayaan UMKM dan masyarakat kecil, inovasi teknologi informasi industri jasa keuangan serta reformasi internal dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan.

Di tengah belum turunnya ketidakpastian ekonomi global dan tensi perang dagang, OJK senantiasa terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi dan juga mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan.

OJK juga mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia yang terus mendukung penguatan fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan, antara lain melalui pelonggaran kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) dan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.

OJK senantiasa mengharapkan sinergi yang telah tercipta dapat terus ditingkatkan, baik pada kebijakan yang mendukung kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan, maupun untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional.

Page 1 of 21

Tentang Kami