Live Streaming
Monday, 16 April 2018 15:29

Industri elektronik akan kembali giatkan ekonomi Batam  

Sumber: Merdeka.com

Kementerian Perindustrian mendorong Batam menjadi pusat pengembangan klaster industri elektronik bernilai tambah tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mendukung implementasi Making Indonesia 4.0, karena industri elektronik merupakan salah satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan dalam penerapan teknologi di era revolusi industri keempat. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, hingga saat ini yang telah berkembang di Batam adalah industri berbasis perkapalan, yang juga mensuplai marine offshore.

Dengan merosotnya harga minyak mentah dunia beberapa waktu lalu, pertumbuhan sektor industri galangan kapal di Batam sempat mengalami penurunan. Airlangga meyakini industri elektronik memiliki peluang besar karena di kota tersebut terdapat kawasan industri yang 70 persennya diisi oleh produsen elektronik beserta penghasil beragam komponen pendukungnya.

Contohnya, di kawasan industri Batamindo, telah berdiri PT Infineon Technologies sejak tahun 1999 yang memproduksi semikonduktor dan solusi sistem untuk kebutuhan komponen elektronik di sektor otomotif, komunikasi dan energi.Salah satu produk unggulan dari perusahaan asal Jerman ini adalah mikroelektronik yang diaplikasikan pada powertrain kendaraan untuk efisiensi mesin listrik atau hibrida. Secara global, Infineon memiliki 36 pusat R&D dan 18 pabrik. Keuntungan Infineon dari penjualan produk semikonduktor secara global pada tahun 2017 diperkirakan mencapai USD414 miliar atau naik dibanding perolehan tahun sebelumnya sebesar USD339 miliar. Di kawasan Asia Pasifik, Infineon menyerap tenaga kerja sebanyak 18 ribu orang, dengan kontribusi dari Batam sekitar 2.000 karyawan

 

Read 13 times

Tentang Kami