Live Streaming
Wednesday, 16 January 2019 14:06

Mentri Keuangan Meminta Rokok Ilegal Ditekan Hingga 3%

BATAMFM : Dalam Konferensi press yang di gelar atas kapal hasil penindakan  Bea dan  Cukai MT Yosoa di Dermaga Pelabuhan Batu Ampar Batam selasa (15/01/2019),  Menkeu Sri Mulyani mengapresiasi atas kerja keras yang dilakukan Bea dan Cukai wilayah Timur Sumatra dan Kepulauan Riau serta Batam dalam rangka untuk melakukan penindakan terhadap para importir beresiko tinggi di bidang kepabeanan dan cukai.  

Sri Mulyani  menyampaikan beberapa pesan untuk terus meningkatkan sinergi antara seluruh lembaga dan menjaga perekonomian indonesia yang telah memberikan dampak positif, sinergi ini telah meningkatkan kepatuhan dari para importir di Indonesia, kenaikan karena adanya kepatuhan sebanyak 62% dan penerimaan perpajakan dan pabean kita naik 42%,  seperti diketahui tahun 2018 bea dan cukai juga telah mencapai penerimaan negara lebih dari 100%,  dan ini salah satunya juga adalah sumbangan dari dukungan TNI & POLRI  terutama di lapangan di dalam rangka melaksanakan Apa yang disebut kepatuhan dan enforcement.

Sri Mulyani menyoroti jumlah kuota rokok harus melalui kajian evaluasi yang tepat agar jumlah yang diberikan tidak melebihi klasifikasi jumlah penduduk yang ada, sehingga tidak adanya kemungkinan terjadinya kebocoran yang yang mengakibatkan adanya peredaran keluar daerah di wilayah Indonesia lainnya.

“ Penurunan dari jumlah rokok ilegal dari 12% menjadi 7% dan saya minta untuk diturunkan lagi  menjadi 3% menjadi sangat penting” Ungkap Sri Mulyani

Ia menjelaskan, keberhasilan penegahan yang dilakukan BC wilayah Batam dan Pesisir Timur Sumatra tersebut tidak terlepas dari hasil dari kolaborasi sinergitas kerjasama antara Bea Cukai, TNI dan Polri serta instansi lainnya, dalam melaksanakan pengamanan dan perputaran perekonomian Negara Indonesia.

Read 250 times

Tentang Kami