Live Streaming
Page 13 of 23

Sumber: nusantara.medcom.id

Imigrasi-Interpol Pantau Kelompok Radikal di Batam Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Irjen Pol (Purn) Ronny F Sompie saat memberikan keterangan pers di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam. Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, Irjen (Purn) Ronny F. Sompie mengatakan Batam menjadi salah satu atensi karena wilayah ini berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Sehingga kawasan ini rawan dijadikan sebagai pintu masuk-keluar ke negara lain. Terlebih lagi menurutnya Petugas Imigrasi di Batam juga sudah bisa mengakses program atau aplikasi i-24/7. Aplikasi ini merupakan produk Interpol, Ronny mengatakan, aplikasi itu berfungsi untuk mendeteksi data-data berkaitan paspor yang hilang, pemalsuan paspor, paspor yang dicuri, termasuk mendeteksi lalu lintas buron, pelaku kejahatan transnasional crime, maupun pelaku teror atau jaringan kelompok radikal di suatu negara. Ditambahkan Ronny, petugas Imigrasi di wilayah perbatasan, termasuk Batam terus melakukan pengawasan terhadap lalu lintas orang, baik WNI maupun WNA. Bila ada yang dicurigai masuk dalam data Interpol, maka petugas Imigrasi langsung berkoordinasi dengan kepolisian atau dengan BNPT.

Sumber:BATAMNEWS.CO.ID,

Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kreatif menggelar deklarasi penolakan FTZ menjadi KEK. Penolakan ini bersama Kadin Kepri, Kadin Batam serta Dewan Koperasi Indonesia (Dekopindo) Batam. Deklarasi ini ditujukan sebagai bentuk kegundahan pelaku UMKM Batam terkait rencana penerapan KEK oleh pemerintah. Mereka menyampaikan kegundahan terkait status keadaan ekonomi di Batam. Ketua Kadin Kepri, Ahmad Maruf Maulana mengatakan, jika KEK disahkan maka akan berpengaruh ke UMKM. Menurut dia, di luar kawasan KEK itu akan dikenakan segala BNPM dan segala macamnya. Menurutnya juga, pemerintah tidak melihat resiko yang akan terjadi kepada pengusaha, kondisi sosial dan soal kepastian hukum bagaimana membangun Indonesia itu secara berkeadilan.Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mengatakan, dalam penetapan KEK ada 12 fasilitas intensif yang telah disampaikan. 

Namun belum disetujui karena tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.  Mulai dari persyaratan jenis perusahaan, jenis produk, tenaga kerja yang dibutuhkan. Sampai minimal investasi, yakni Rp 500 miliar. Oleh karena itu, para pelaku UMKM ini meminta kepada pemerintah agar jangan ada keberpihakan dan keadilan dalam berusaha. Wakil Ketua Kadin Kepri dan Dewan Koperasi Indonesia Kota Batam, Andi Bola menegaskan bahwa pada hari ini para pelaku usaha sedang berjuang bagaimana mempertahankan FTZ di Batam. Lanjut Andi, sekali lagi dia menegaskan bahwa hari ini UMKM Batam akan membuat penyataan bahwa mereka menginginkan FTZ Plus plus. Persoalan yang ditakutkan oleh pelaku UKM, Andi menyebutkan yaitu adalah, kalau KEK itu hanya khusus daerah di dalamnya hanya pengusaha saja. 

Sumber: Kompas.com

Perekonomian Batam, Kepulauan Riau yang saat ini terpuruk, diyakini mulai membaik. Hal ini seiring dengan mulai banyaknya investor yang menanamkan modalnya di Batam. Salah satunya investor asal Singapura, PT Cipta Adil Industries yang menanamkan investasinya di Batam sebesar Rp 50 miliar. Ketua Kadin Kepulauan Riau (Kepri) Maruf Maulana  mengatakan dengan berinvestasinya salah satu PMA di Batam, hal itu menandakan bahwa Batam masih menjadi pusat industri bagi perusahaan asing.

Selain Cipta Adil, dalam waktu dekat ini juga akan ada investor asal Jepang yang masuk ke Batam, Di bagian lain, Deputi Bidang Pelayanan Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwiyanto Eko Winaryo mengatakan PT Cipta Adil Industries merupakan PMA yang kesekian kalinya melakukan investasi di Batam setelah perekonomian Batam terpuruk. Bahkan untuk memberikan kemudahan PMA asal Singapura tersebut dalam berinvestasi di Batam, BP Batam memberikan proses perijinan melalui program Ijin Investasi 3 Jam (i23J) BP Batam. Perusahaan ini akan memproduksi daur ulang barang bukan logam (KBLI 38302) bijih plastik di Batam dan diolah menjadi jumbo bag, dan diperkirakan akan memperkerjakan sekitar 10 orang karyawan.

Sumber: batampos.co.id

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menjamin ketersediaan bahan pokok jelang hari raya Idul Fitri mendatang. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam untuk ketersedian bahan kebutuhan ini. Ia mengingatkan kepada distributor dan pedagang jangan bermain harga karena permintaan cenderung meningkat. Tim satgas pangan Batam yang dikepalai Kapolresta Barelang juga telah melakukan inspeksi dan menindak pedagang yang nakal beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan dari Disperindag kebutuhan daging di Batam cukup terpenuhi dari stok daging yang dimiliki distributor. Dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan mengintensifkan operasi pasar guna intervensi harga. Amsakar menyebutkan saat ini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tengah dalam pembahasan bersama distributor dan beberapa instansi terkait mengenai kegiatan pasar murah.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Kota Batam, Zurniati mengakui daging memang menjadi primadona selama pasar murah digelar. Pihaknya menggandeng dua distributor sekaligus guna menyanggupi permintaan warga. Mengenai waktu pelaksanaan pasar murah tahap dua akan digelar palig lambat satu minggu jelang hari raya Idul Fitri 15 Juni mendatang. Selama pasar murah, setiap harinya daging beku laku hingga 500 kilogram. Harga yang murah yang ditawarkan membuat permintaan meningkat.

Sumber: TRIBUNBATAM.id

Untuk memberi rasa aman kepada warga selama Ramadan dan menjelang lebaran Idul Fitri 1439 Hijiriah, Polresta Barelang akan mengerahkan 1.100 personel untuk berjaga di pos-pos selama operasi ketupat.Dalam pengamanan itu, Polresta Barelang juga akan mendapat tambahan bantuan personel sebagai back up dari Polda Kepri.Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan ada 1.100 proseonel yang akan diterjunkan. Mereka ini akan disebarkan di sejumlah pos-pos selama operasi ketupat. Untuk memberi rasa aman, Kapolres tidak mengizinkan seorang pun anggota polisi cuti selama musim mudik, kecuali Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polresta.

Sumber: batampos.co.id

Arus balik banyak dimanfaatkan sebagian orang untuk datang ke Batam membawa turut serta keluarga mereka. Hal ini sudah menjadi tradisi, meskipun belum memiliki pekerjaan yang jelas mereka nekat datang ke Batam untuk mengadu nasib. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Said Khaidar mengakui pasca lebaran jumlah warga pendatang memang mengalami peningkatan.

Pasca lebaran kegiatan pendaftaran penduduk menjadi salah satu pelayanan yang sibuk. Karena pendaftaran pindah masuk ini bisa mencapai ratusan orang per harinya.Menghadapi hal ini, ia mengimbau kepada perangkat RT/RW untuk senantiasa mengecek jika ada pendatang baru yang masuk ke pekarangan mereka. Ia belum bisa memprediksi berapa jumlah pendatang yang akan masuk pasca lebaran nanti. Kendati demikian ia meminta pendatang untuk melengkapi dokumen kependudukan mereka sebelum tiba di Batam.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan permasalahan pendatang baru juga turut mejadi perhatian dinas yang dipimpinnya. Keterbatasan lowongan tidak sebanding dengan pencari kerja yang ada baik lokal maupun pendatang baru.Masuknya tenaga unskill ini dikhawatirkan menambah jumlah penncari kerja yang sudah ada. Kondisi yang belum membaik serta banyaknya pemutusan hubungan kerja membuat persaingan kerja semakin tinggi.

Sumber: KONTAN.CO.ID

Investasi di bidang properti kini menjadi pilihan yang menarik di Batam. Salah satunya adalah apartemen yang memiliki prospek cerah. Menurut Andri Yuliawan Manager Marketing disalah satu Appartment di Batam, salah satu investasi properti terbaik di Batam saat ini adalah apartemen. Sebab, apartemen yang umumnya di inner city (tengah kota) mudah sekali disewakan kepada turis baik domestik maupun mancanegara. Andri mengatakan, masih banyak investor tetap optimistis perekonomian Batam akan segera bangkit. Meski aktualnya kondisi ekonomi Batam saat ini belum sebaik 3 tahun lalu, namun tingkat kunjungan turis asing (Singapura dan Malaysia) dan domestik tetap stabil.

Tinggi minat investor terhadap apartemen di Batam, kata Andri, dapat dilihat tinggi minat investor terhadap CitraPlaza Nagoya. Selain investor dari Batam dan sekitarnya, ternyata investor di luar Batam juga banyak tertarik berinvestasi di kawasan mega superblock ini. Menurut Andri, ketertarikan konsumen terhadap CitraPlaza Nagoya tidak terlepas dari lokasinya yang sangat strategis di Central Business District (CBD) di Kota Batam. Kawasan Nagoya adalah distrik komersial yang menjadi icon sentra perdagangan modern dan pusat lifestyle, sekaligus kawasan hunian terbeken di Kota Batam. Sekarang ini, harga sewa apartemen di kawasan Nagoya rata-rata Rp 8 juta per bulan. Sementara ekspektasi harga sewa konsumen tadi sangat konservatif yaitu Rp 6 jutaan per bulan, itu sudah bisa menutupi cicilan 2,5 tahun berikutnya setelah serah terima. Diperkiraan dalam 10 tahun, investor sudah balik modal.

Sumber:TRIBUNBATAM.id

Setiap tahun Pemerintah Kota (Pemko) dan DPRD kota Batam menganggarkan gaji ke-13 atau Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai honorer dan tenaga harian lepas. Serupa dengan karyawan lainnya, besaran THR dihitung satu bulan dari gaji pegawai honor. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang, Ia mengatakan penganggaran THR untuk THL dan honorer sejalan dengan undang-undang tenaga kerja. Dimana pegawai honor yang dikontrak di atas satu tahun wajib menerima sebulan dari gaji mereka untuk THR. Biasanya, kata dia, pengajuan THR ini sudah diajukan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) setiap pembahasan APBD murni. Pengajuan ini kemudian dibahas sebelum akhirnya disetujui oleh DPRD Batam. Sama halnya dengan Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho, yang dimana Dirinya mengakui jika tahun-tahun sebelumnya juga ia telah menganggarkan dana untuk membayar THL honor dan THL.

Sumber: batampos.co.id

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara mengatakan, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) di tujuh kabupaten/kota di Kepri tahun 2017. Angka kemiskinan tertinggi di Kepri adalah Kota Batam. Yakni dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 28.674 Kepala Keluarga (KK). Doli Boniara juga mengatakan Yakni 22.555 KK masuk kategori sangat miskin. Sedangkan 6.119 KK dinyatakan miskin. Dijelaskannya, diurutan kedua yakni Tanjungpinang. Jumlah penduduk yang sangat miskin sebanyak 4.624 KK. Kemudian yang dikategorikan miskin 5.163 KK. Diposisi ketiga disandang Kabupaten Lingga. Di Negeri Bunda Tanah Melayu tersebut terdapat 1.608 KK sangat miskin. Sementara yang dinyatakan miskin adalah 2.171 KK.

Ditempat keempat ditempati Kabupaten Karimun, yakni sebanyak 1.173 KK sangat miskin. Adapun jumlah KK yang masuk kelompok miskin sebanyak 2.590. Setelah Karimun adalah Kabupaten Bintan. Di Bintan sebanyak 178 KK dinyatakan sangat miskin. Sedangkan KK yang miskin sebanyak 1.050. Masih kata Doli, pada urutan terakhir Kabupaten Kepulauan Anambas. Di Kabupaten tersebut hanya ada 1 KK yang dinyatakan sangat miskin. Sedangkan penduduk yang miskin sebanyak 26 KK. Mantan Kepala Biro Pemerintah tersebut menegaskan, untuk menekan angka kemiskinan tersebut, ada beberapa upaya yang sedang dilakukan. Yakni melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Bantuan Kesejahteraan Sosial. Menurut Doli, dari beberapa program pengentasan kemiskinan yang sudah dijalankan, pada 2017 lalu pihaknya menargetkan program pengentasan kemiskinan 14.547 KK di seluruh Kepri. Realisasi tersebut tercapai sekitar 99,86 persen atau 14.526 dari 47.690 KK yang dinyatakan sangat miskin dan miskin.

Sumber: batampos.co.id 

Minat wisatawan Singapura atau Malaysia datang ke Batam ternyata masih tinggi meski di bulan ramadan. Hal itu terlihat dari arus penumpang wisatawan yang masuk melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. General Manager Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Nika Astaga mengatakan arus kedatangan penumpang terlihat sejak Jumat lalu , sedangkan kepulangan baru terjadi mulai Minggu siang hingga sore. Dari data sementara, jumlah penumpang yang masuk melalui Pelabuhan belasan ribu orang.Meski cukup padat, pihaknya tak perlu menambah pengawasan. Karena arus penumpang masih bisa dikontrol oleh petugas yang berjaga. Dari pantauan media dilapangan tampak ratusan orang memadati lobi Pelabuhan Batamcenter. Bahkan untuk menunggu keberangkatan, banyak dari penumpang yang menyebrang ke kawasan pusat perbelanjaan Megamal untuk bersantai. Rata-rata wisatawan yang datang itu pun berkelompok atau membawa keluarga

Page 13 of 23

Tentang Kami