Live Streaming
Page 4 of 20

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Usaha Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam 'melobi' Kementerian Perhubungan untuk penambahan bus trans Batam, berbuah hasil. Dishub dapat tambahan 10 unit bus trans Batam.

"Ya, kita dikasih 10 unit bus," kata Kepala Dishub, Rustam Efendi, Selasa (16/10/2018).

Jumlah ini memang terbilang lebih sedikit dibanding pengajuan awal. Yakni sebanyak 30 unit. Meski begitu, Rustam tetap bersyukur.

"Sekarang busnya belum datang. Paling akhir November atau tidak awal Desember baru sampai," ujarnya.

Bus-bus tersebut lanjutnya akan dioperasionalkan pada 2019. Diperkirakan Januari. Untuk trayek mana saja, Rustam belum bisa memastikannya. Masih melihat kebutuhan di lapangan, daerah mana saja yang banyak menggunakan bus. 

 

"Nanti kita lihat rencananya sesuai daerah yang banyak menggunakan bus. Seperti Sekupang-Batam Center, Sekupang-Jodoh, Batuaji-Batam Center," kata Rustam.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini ada 72 unit bus trans Batam yang beroperasi. Dari segi jumlah memang belum layak untuk melayani trayek seluruh Batam.

Di samping ada beberapa unit di antaranya yang memang harus diremajakan dan diganti.

Adapun trayek yang dilayani saat ini, yakni Nongsa-Jodoh, Nongsa-Punggur, Tembesi-Galang, Sekupang-Batam Center, Tanjunguncang-Batam Center. Kemudian Sekupang-Jodoh, Sagulung-Sekupang, Jodoh-Batam Center, Tanjung Piayu-Batam Center, Nongsa-Batam Center, Punggur-Jodoh.

Rama Shinta - Kebakaran di RT 01 RW 08 Bengkong Al Jabar Kel B Indah Kec Bengkong, Selasa Tanggal 16 Okt 2018 pukul 18.30.wib, terjadi Kebakaran di Asrama Panti Asuhan Al Jabar

Sebanyak 11 hangus total (type deret) dan 3 bangun kerusakan 30 %, tidak ada korban jiwa , 1 orang luka ringan sudah ditangani Tim Medis dari Puskemas sei Panas dan Tg Buntung serta dari Poltabes.


Selanjutnya dilaporkan bahwa ada 12 KK dengan 43 Jiwa yg mendiami rumah tersebut dan 33 Anak Panti.

Anak usia sekolah yang sangat membutuhkan pakai dan kelengkapan Sekolah :

1. TK, laki - laki     =2 anak

        Perempuan   = 1 anak

 

2. SD, laki - laki    = 10 anak

         perempuan  = 3 anak

 

3. SLTP, laki - laki     = 4 anak

            perempuan  = 6 anak.

 

4. SLTA, laki - laki      = 5 anak

             perempuan  = 2 anak

 

Total laki - laki ada 21 dan anak perempuan ada 12 anak. Total keseluruhan ada 33 anak dan saat ini di tampung sementara di Masjid Al Jabar.

 

 

Kerugian diperkirakan senilai skitar Rp.2.5 Miliar ( Taksiran dari RT RW dan Yayasan Al Jabar).


Sampai laporan ini disampaikan sedang berlangsung pendirian Tenda Penampungan sebanyak 3 unit untuk pa/Pi dan Keluarga.

Posko Informasi dan Logistik sdh siap, Mobile Toilet Umum dari DLH dan Tengki Air Bersih dari Perkimtan besok Pagi akan tiba di lokasi.

Untuk Dapur Umum selama 7 Hari juga sudah siap.

Korban kebakaran sementara akan tidur dibawa tenda Tanggap Darurat Dinsos dg.memakai felback 20 dari Dinsos 50 unit dari DANDIM 0316.Batam. 

Untuk Dapur Umum Tim Penggerak PKK Bengkong Akan turun Full .

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menganggarkan Rp 23 miliar untuk pelatihan peningkatan kemampuan tenaga kerja dan pendidikan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Disnaker, Rudi Sakyakirti, Senin (15/10/2018) di aula PIH Hotel.

"Anggaran diplot di kita Rp 23 miliar untuk kegiatan ini. Sekarang masih dibahas di KUA/PPAS," kata Rudi, saat kegiatan penutupan sekaligus penyerahan sertifikat kompetensi bagi tenaga kerja dan pencari kerja yang mengikuti pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja 2018 yang diselenggarakan Disnaker.

Ia membenarkan, ada perbedaan plot anggaran jika dibandingkan tahun lalu. Saat itu anggaran di Disnaker lebih kurang Rp 20an miliar.

Namun diperuntukkan untuk semua kegiatan di Disnaker. Termasuklah untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja di dalamnya.

 

"Dulu gelondongan. Kalau sekarang sudah dipilah-pilah. Jadi Rp 23 miliar ini untuk kegiatan pencaker dan peningkatan tenaga kerja saja," ujarnya.

Anggaran Rp 23 miliar lanjutnya, diambil dari dana IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing).

Sebesar 70 persennya, lebih kurang Rp 23 miliar diperuntukkan pelatihan peningkatan kemampuan tenaga kerja dan pendidikan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja.

"Kalau kemarin untuk pelatihan pencaker dan peningkatan tenaga kerja ini anggarannya sekitar Rp 13 miliar," kata Rudi.

Lebih lanjut, untuk kegiatan pelatihan pencaker dan peningkatan kemampuan tenaga kerja yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu tahun ini, diikuti sebanyak 2.320 peserta.

Kebanyakan untuk bidang industri dan pariwisata. Lama pelatihan bervariasi. Ada yang hitungan hari, ada bulanan.

"Kalau Rp 23 miliar tahun depan itu kami perkirakan lebih dari 4.000 pesertanya," ujarnya.

Sementara itu, saat kegiatan penutupan Wali Kota Batam, Rudi menyampaikan ucapan terima kasihnya atas keseriusan peserta mengikuti pelatihan yang digelar Disnaker.

"Kita coba Batam lebih baik dari sumber daya manusianya dan lainnya," kata Rudi.

Dikatakan, hari ini Batam sedang berlomba-lomba untuk mencari perhatian dunia. Bagaimana masyarakat luar mau datang berduyun-duyun ke Batam.

"Kita coba kembangkan dari industri ke pariwisata. Makanya kuota pariwisata lebih banyak," ujarnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Tunjangan untuk menyejahterakan tenaga pendidik agama mendapatkan teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kepri. Pemberian insentif senilai Rp 7,4 miliar yang dianggarkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dari APBD diminta untuk dikembalikan.

Padahal tenaga pendidik agama ini seharusnya di bawah naungan Kemenag (kementerian agama). Hasilnya pengeluaran tersebut menjadi temuan pemeriksa keuangan. Otomatis dana itu dikembalikan ke negara.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Muhammad Yunus mengatakan, guru madrasah yang menerima insentif ini yakni, guru setingkat TK 355 orang, SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) 222 orang dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau SMP 141 orang.

"Otomatis insentif bagi 717 guru madrasah se Kota Batam dipastikan tidak terealisasi di tahun ini dan akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018," ujar Yunus, Minggu (14/10/2018).

 

Mengenai besaran yang akan diterima, kata dia, apabila tidak ada perubahan rencananya mereka akan diberikan Rp1 juta per bulannya. Penerima merupakan mereka yang belum sertifikasi.

"Guru tak boleh terima ganda. Mereka yang telah sertifikasi menerima dari Kemenag," tegasnya.

Ia melanjutkan Pemerintah Kota Batam sudah menyurati BPK terkait mekanisme penyaluran bantuan ini. Apakah diberikan ke Kemenag, selanjutnya Kemenag yang menyalurkan ke rekening guru atau gimana. Tapi untuk tahun ini tidak bisa lagi.

"Terpenting wali kota harus segera menentukan mekanisme penyerahan bantuan bagi guru madrasah tersebut. Apakah harus menyalurkan kepada Kemenag dahulu, baru disalurkan kepada guru yang menerima," tegasnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saifullah melakukan studi tiru ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam, Rabu (10/10/2018).

Sebelumnya, ia bersama Wakil Wali Kota Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, Sekda Sidoarjo, Ahmad Zaini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta pimpinan OPD di lingkungan PemkabSidoarjo, berkunjung ke Gedung Wali Kota Batam.

Rombongan diterima Wali Kota Batam, Rudi bersama Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin didampingi pimpinan OPD di lingkungan Pemko Batam. 

"Saya waktu itu diundang Pak Menpan masih Pak Asman Abnur ke Jakarta. Di sana beliau mengatakan Batam itu terbaik se Indonesia pelayanan perizinannya. Makanya saya datang ke sini untuk studi tiru perizinan," kata Saifullah dalam rilis Humas Pemko Batam yang diterima TRIBUNBATAM.id

Atas sambutan hangat dari Pemko Batam, ia menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Wali Kota. Dia memuji pembangunan Kota Batam yang tengah dilakukan Pemko Batam di bawah kepemimpinan Rudi.

"Bahkan tadi di bus sopirnya cerita kalau pak wali sedang membangun jalan. Jalan-jalannya dilebarkan. Sopir itu bilang, kalau dua tahun lagi saya datang kemari Batam sudah jauh lebih bagus," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Rudi berterimakasih atas kunjungan Bupati Sidoarjo beserta rombongan ke Kota Batam. Rudi membenarkan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,1 triliun tengah membangun infrastruktur di Kota Batam.

 

Ia bersyukur pembangunan pelebaran jalan yang telah dilakukan sejak tahun 2016 mendapat dukungan dari jajaran FKPD Kota Batam.

Jalan yang dibangun saat ini pun ke depan akan menjadi yang terbaik untuk daerah tingkat dua, karena satu jalur jalan dibuat enam lajur. Batam juga telah memiliki fly over Laluan Madani yang dibangun pemerintah pusat sebagai salah satu langkah mengatasi kemacetan di Batam.

"Keberhasilan ini karena kompaknya seluruh elemen masyarakat dan dukungan dari forum komunikasi perangkat daerah. Target saya pada tahun 2025 seluruh jalan di Kota Batam selesai dibangun sehingga pariwisata Kota Batam bisa hidup dan kunjunganwisatawan mancanegara bisa mencapai angka 3 juta di tahun 2021 ini," kata Rudi.

Terkait MPP Kota Batam Rudi mengungkapkan belum lama ini diresmikan oleh Menpan-RB, Syafruddin. Pelayanan di MPP mengintegrasikan 430 perizinan yang terdiri dari 30 instansi.

Meski dikatakan sebagai MPP terbaik dan terbesar di Indonesia, namun Rudi mengatakan bahwa MPP Batam belum sempurna. Rudi menceritakan gedung yang ditempati saat ini masih sewa dan layanan baru sebatas perizinan saja.

"Saya maunya di sana itu terpadu, ada mal nya juga tempat orang berbelanja sambil mengurus perizinan. Kalau sekarang kan belum, jadi belum sempurna. KPK juga menjadikan Batam sebagai daerah percontohan pajak online. Jadi untuk mengoptimalkan pajak daerah, kami memasang alat di objek Wajib Pajak,” ucap Rudi.

Sumber : tribunnews.com

 

Rama Shinta -Akademi Sepakbola (AS) Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadi tim kedua yang memastikan diri ikut promosi ke Liga 1 PSSI dibawah 12 tahun, 2019 mendatang.

Kepastian itu didapat setelah mereka melakoni laga final liga Sanford PSSI Kota Batam melawan Bermuda pada Minggu (7/10/2018) pagi.

AS BP Batam U12 menjadi runner up setelah kalah tipis 0-2 atas Bermuda U12 pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Tumenggung Abdul Jamal.

"Prestasi ini menjadi kado indah bagi BP Batam dalam menyambut hari Bakti BP Batam di bulan Bakti BP Batamkepada masyarakat," kata pelatih tim, M Sabri usai menerima piala dari Ketua Askot PSSI Batam Rustam Efendi, dalam rilis Humas BP Batam yang diterima TRIBUNBATAM.id, Rabu (10/10/2018).

Ia menilai raihan yang diraih anak asuhnya merupakan hal yang membanggakan. Menurutnya, tim binaannya dibentuk belum genap 1 tahun dan telah melaksanakan program pelatihan.

"Akademi ini baru memulai program latihan yang belum genap 1 tahun, dengan kerja keras dan semangat latihan yang tinggi, didukung BP Batam dengan menyediakan fasilitas latihan di Stadion Temenggung Abdul Jamal kami mampu sampai pada titik ini," ujar Bang Abiey sapaan akrab Sabri.

Ia juga mengucapkan apresiasi dan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung atas pencapaian tim.

"Pengurus mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pimpinan dan staf BP Batam, Ketua Sepakbola, Manager Tim, Official Tim, pelatih, serta seluruh pihak yang membantu program pelatihan ini," ujarnya.

Dengan hasil ini, Akademi Sepakbola BP Batam berhak mendapat tiket promosi ke Liga 1 PSSI U12 Batam musim depan tahun 2019.

"Semoga kami terus menghasilkan pemain sepakbola yang berprestasi, baik untuk Batam dan Indonesia dimasa yang akan datang," harap Bang Abiey.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta – Pucuk pimpinan Kejari Negeri Batam kini dipimpin oleh kepala baru Dedie Tri Hariyadi, selepas dari pejabat lama, Roch Adi Wibowo. Sekitar 1 tahun 7 bulan sebagai Kejari Batam.

Roch Adi Wiobowo dipindahkan pada jabatan baru sebagai Kepala Sub Direktorat Laporan dan Pengaduan Masyarakat Pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Perpindahan itu, dibenarkan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Robi Hariyanto. Lalu siapa Dedie Tri Hariyadi? SosokDedie Tri Hariyadi tidak asing lagi di mesin pencarian internet pada google. Sebab, dia menangani beberapa kasus korupsi. 

Sebelum dituliskan singkat rekam jejak, diberitahukan Dedie Tri Hariyadi menjabat sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber di Cirebon.

Dikutip dari Kompas.com, Didie saat menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Sumber, Dedie Tri Hariyadi pernah menangani beberapa kasus besar korupsi. Salah satunya, dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) tahun 2009–2012 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang melibatkan Hj. Darini istri Wakil Bupati Cirebon pada tahun 2014 lalu.

Saat bergulirnya kasus ini, menahan dua tersangka dugaan korupsi dana hibah bansos APBD Kabupaten Cirebon 2009-2012, Emon Purnomo dan Subekti Sunoto.

 

Keduanya ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung kala itu. Dan juga melibatkan Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi alias Gotas pada kasus yang sama.

Saat menjabat di kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kefamenanu juga berhasil menangkap Bambang Irawan (54 tahun) buronan kasus Narkotika, Selasa (26/2/2014).

Seiring perjalanan karirnya, Didie saat menjabat di Jambi juga berhasil menanagkap buronan (DPO) kasus kredit fiktif senilai Rp 10 miliar di BRI Unit Kayu Aro, Edi Warman bin Nasir di Padang, Sumatera Barat, Senin (6/8/2018). DPO Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai penuh ini sudah menjadi buron sejak tahun 2014 lalu.

Baru-baru ini, Didie bersama tim kejaksaan Jambi juga berhasil menangkap Dirut CV. Rahmatia bernama Adnan bin Ugut,. Yang merupakan terpidana kasus korupsi pengadaan dan pemasangan ajir papan pada Dinas Kehutanan, Kabupaten Muaro, Jambi, Senin (5/2/2018) malam. Dan masih sederet prestasi lain.

 

Akankah Dedie Mampu Menangkap AKBP Mindo Tampubolon Buronan Kejaksaan Batam?

Prestasi Didie patut diacungkan jempol. Tentu berharap, kepiawaian Didie di korps Adhyaksa cukup luar biasa. Akan kah ketika di Batam mampu menangani beberapa kasus besar. Seperti buronan kejaksaan Negeri Batam dan beberapa korupsi lainnya?

Seperti diketahui, beberapa buronan kejaksaan Batam hingga saat ini belum ditemukan. Misalnya, terpidana Mantan anggota Polri pembantai istri, AKBP Mindo Tampubolon. Beberapa ganti Kejari, AKBP Mindo Tampubolon juga belum ditemukan.

Kasus di depan mata yang sedang bergulir, yakni terdakwa penipuan The BCC Hotel Tjipta Fudjiarta. Kasus ini, sudah masuk persidangan sejak tujuh bulan lalu. Acara persidangan ‘pembacaan tuntutan JPU’ hingga beberapa kali ditunda.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Proses tender pengelolaan air diDam Tembesi berlanjut. Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto menargetkan, market sounding pengelolaan air itu sudah bisa dibuka pertengahan Oktober ini. Jika tidak, paling lambat akhir Oktober 2018.

"Harapan kita seperti itu. Kalau tak pertengahan, akhir Oktober ini," kata Eko di ruang kerjanya di BP Batam, Senin (8/10/2018).

Di market sounding ini, para calon investor yang sudah menyatakan minatnya, akan dipanggil lagi. Kepada mereka akan disampaikan secara resmi, syarat-syarat yang dibutuhkan untuk ikut tender pengelolaan air di Dam Tembesi.

"Samalah seperti pendaftaran orang mau melamar pekerjaan," ujarnya.

 

Eko melanjutkan, saat ini sudah 24 perusahaan yang menyatakan minatnya. Selain PT Adhya Tirta Batam (ATB), Manila Water Company (MWC), Yokohama Water, juga ada keikutsertaan Moya, Salim Group. Termasuk juga dengan partisipasi dari dua badan usaha milik negara (BUMN) di China.

"Masing-masing menawarkan keunggulannya. Tapi tetap syarat utama wajib dipenuhi. Kalau ada produk unggulan, itu sebagai nilai tambah saja," kata Eko.

Kinerja pelayanan ATB saat ini, menjadi acuan untuk pengelolaan air ke depannya. Pelayanan harus lebih baik lagi, bukan sebaliknya, mundur.

"ATB pelayanannya bagus ke masyarakat. Pelayanan ke masyarakat perlu ditingkatkan lagi. Ini salah satu yang diperhitungkan. Harus lebih bagus dari apa yang ada saat ini," ujarnya.

Sebelumnya, Eko meyakinkan, nantinya mekanisme tenderakan dilakukan secara adil. Ada beberapa aspek yang dinilai. Penilaian akan dilakukan oleh tim tersendiri untuk itu.

"Rumusnya sudah dibahas tim tender. Pola dan metodenya akan kita sampaikan nanti," ujarnya.

Dari beberapa parameter itu, dimungkinkan ada perusahaan yang tidak lulus. Eko membocorkan sedikit terkait aspek penilaian itu, menyangkut pengalaman dan keuangan perusahaan.

"Dari pengalaman. Jangan sampai kita memberikan pekerjaan kepada mereka yang tak berpengalaman. Dari finansialnya juga. Karena investasi di Dam Tembesi ini mahal," kata Eko.

 

Taksiran nilai investasi yang akan dipekerjakan, mencapai Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. Nantinya pemenang tenderakan melakukan paling tidak enam pekerjaan di sana. Di antaranya, perbaikan instalasi dari waduk atau dam, pemasangan pipa dari waduk menuju tempat WTP. Kegiatan di WTP sendiri, dari WTP ke reservoir, sampai ke kegiatan memasukkan air yang selanjutnya akan dimanfaatkan PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke rumah-rumah warga.

Eko memastikan, saat ini kondisi air di Dam Tembesi sudah layak dimanfaatkan untuk mendukung ketersediaan air di Batam. Airnya sudah tidak payau lagi. Kapasitas air di dam itu sebesar 600 liter per detik.

"Kalau air di dam ini bisa termanfaatkan, perkiraan 2021 Batam akan kekurangan air, kita harapkan tidak terjadi," ujarnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Pemberlakuan kenaikan tarif pajakyang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam ternyata masih menjadi keluhan di kalangan pengusaha, walaupun telah berjalan beberapa bulan.

Keluhan ini disampaikan melalui Kamar Dagang Indonesia (Kadin) kota Batam.

"Kami banyak menerima penolakan di kalangan pengusaha. Kadin juga sudah memberikan surat kepada Wali Kota dan DPRD kota Batam," ujar Ketua Kadin Batam, Minggu (7/10/2018). 

Bahkan, kata Jadi, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, ada juga yang sampai menutup usahanya akibat kenaikan pajak ditengah perekonomian Batam yang tergolong masih menurun saat ini.

Sebab itu, kalangan pengusaha meminta kepada pemerintah, penundaan kenaikan pajak tersebut hingga keadaan ekonomi Batam kembali stabil.

"Kami meminta ditunda sampai perekonomian kembali," tutur Jadi.

Jadi mengakui memang yang membayar pajak tersebut berasal dari uang masyarakat. Walaupun demikian, akibat kenaikan pajak tersebut, otomatis tarif biasanya juga semakin mahal di bandingkan harga biasa, efeknya customer menjadi berkurang.

"Misalnya karaoke, massage, dan hiburan lainnya mengalami kenaikkan 35 persen. Memang yang bayar pajak adalah masyarakat. Biasanya sejam Rp 100 ribu misalnya, efek kenaikan pajak, pasti harganya naik. Membuat yang datang menjadi berkurang," paparnya.

 

Sayangnya, surat permohonan penundaan kenaikan pajak tersebut belum mendapat balasan dari Wali Kota dan DPRD kota Batam. Jadi berharap Pemerintah Kota Batam memiliki perhatian terhadap kalangan pengusaha.

"Tak ada yang tak bisa ditunda. Kalau soal perda kan bisa diubah," tutur Jadi.

Ia menambahkan surat tersebut berisikan meminta perubahan melalui eksekutif rasio. Namun jika cara tersebut tidak digubris, maka pengusaha akan melakukan yudikatif rasio.

"Kalau yudikatif rasio berarti melalui gugatan," katanya.

Jika memang kenaikan pajak ini bertujuan untuk meningkatkan PAD, kata Jadi, harusnya Pemko Batam melakukan cara lainnya. Seperti menerapkan sistem pembayaran pajak secara online dengan menggunakan tapping box.

"Seperti yang direkomendasikan pihak KPK kemarin. Buat tapping box sebanyak-banyaknya biar tak terjadi kebocoran pendapatan. Kita sepakat dan kita dorong ketimbang menaikkan pajak," tegasnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Tiga siswa/i SMAN 5 Batam kembali berhasil menjuarai cerdas cermat dalam rangka pekan bahasa yang diselenggarakan di Kantor Bahasa Kepulauan Riau.

Lomba cerdas cermat diselenggarakan Selasa (02/10/2018) di hotel Comforta, Tanjung Pinang. SMAN 5 Batam berhasil mengalahkan SMAN 3 Batam,SMA YKPP Tanjung Uban, MAN Tanjung Pinang dan SMK Maitreyawira Tanjung Pinang dalam meraih persaingan gelar juara.

Ketiga Siswa/i SMAN 5 Batam yang berhasil menjuarai lomba cerdas cermat tersebut bernama Marchenko Svesda, Rahma Dona dan Frendo Brilian Putra. 

"Kami bertiga ditunjuk oleh guru bahasa Indonesia SMAN 5 Batam yaitu ibu Roselina untuk mewakili sekolah dalam kegiatan cerdas cermat tersebut,"kata Marchenko Svesda kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (04/10/2018).

 

Salah satu Siswa SMAN 5 Batam, Marchenko Svesda mengungkapkan rasa senang dan bersyukur dapat menjuarai lomba cerdas cermat di kantor bahasa Kepulauan Riau.

"Rasanya senang dan bersyukur dapat menjadi juara dalam lomba cerdas cermat bahasa hingga ke Provinsi Kepri," ujarnya.

Marchenko menambahkan berkat kerja sama team, sehingga membuat SMAN 5 Batam dapat kembali meraih juara dalam lomba cerdas cermat di kantor bahasa Kepualauan Riau.

"Karena kerja sama team, sehingga kami bertiga berhasil mewakili SMAN 5 Batam dalam menjuarai cerdas cermat ini,"tuturnya.

Machenko menambahkan persiapan yang dilakukan teamnya terbilang cukup singkat ditengah kesibukan kegiatan belajar di sekolahnya.

"Persiapan cukup singkat kurang lebih dua mingguan saja, pokoknya cukup singkat," katanya.

Page 4 of 20

Tentang Kami