Live Streaming
Page 1 of 4
29 July 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Tenaga Atom Iran menyatakan mereka akan segera mengoperasikan kembali reaktor nuklir air berat Arak, yang sempat ditutup. Hal ini dilakukan setelah mereka menyatakan secara bertahap akan mengabaikan kewajiban yang disyaratkan dalam perjanjian nuklir 2015, karena kecewa dengan sikap Amerika Serikat yang menarik diri dan menjatuhkan sanksi baru.

Menurut Kepala Badan Tenaga Atom Iran, Ali Akbar Salehi, air berat bisa diolah di reaktor untuk dijadikan plutonium. Zat itu bisa dipakai menjadi hulu ledak nuklir.Seperti dilansir Reuters, Minggu (28/7), pada 3 Juli lalu Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyatakan akan melanjutkan proses pengayaan uranium dan menghidupkan kembali reaktor air berat Arak setelah 7 Juli, jika negara-negara yang meneken pakta nuklir (JCPOA) tidak berupaya melindungi kesepakatan mereka. Penyebabnya adalah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan menarik diri dari perjanjian itu dan memberlakukan sanksi baru kepada Iran.

Iran menyatakan siap menunaikan kewajiban yang disyaratkan dalam perjanjian asalkan para negara yang turut meneken juga membela. Saat ini dilaporkan sejumlah perwakilan negara yang menandatangani JCPOA bertemu di Brussel, Belgia untuk menggelar rapat tertutup terkait kemelut itu. Rapat dipimpin oleh Ketua Hubungan Luar Negeri Sekretaris Jenderal Helga Schmid.

Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) digagas di era Barack Obama. Perjanjian itu menetapkan Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari yang diperlukan untuk mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen. Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.

 

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190728202556-120-416279/iran-bakal-langgar-lagi-perjanjian-nuklir

26 July 2019

TEMPO.COTaiwan – Kapal perang Amerika Serikat berlayar melewati Selat Taiwan beberapa jam setelah pemerintah Cina mengatakan siap berperang jika ada yang mencoba memisahkan Taiwan dari Cina daratan.

Kapal Perang Antietam, yang merupakan Armada Angkatan Laut ke-7, menyelesaikan kegiatan transit rutin di Selat Taiwan pada Rabu, 24 Juli 2019. Juru bicara armada mengatakan ini dilakukan sesuai dengan hukum internasional. USS Antietam merupakan kapal jelajah dengan senjata rudal presisi.

“Kegiatan pelayaran kapal perang ini berlangsung beberapa jam setelah Cina memperingatkan bahwa Beijing siap berperang jika AS memutuskan untuk mengintervensi hubungan Cina dengan pulau itu,” begitu dilansir Daily Mail pada Kamis, 25 Juli 2019.

Pada Juli ini, pemerintah AS menyetujui rencana penjualan senjata ke Taiwan, yang membutuhkan persetujuan Kongres. Nilai penjualan senjata ini mencapai sekitar US$2.2 miliar atau sekitar Rp31 triliun yang meliputi rudal presisi Stinger, tank Abrams dan jet tempur. Cina, seperti dilansir Reuters, mengatakan akan mengenakan sanksi kepada perusahaan AS yang menjual senjata ke Taiwan.

“Jika ada orang-orang yang berani mencoba memisahkan Taiwan dari negara kami, militer Cina akan siap berperang untuk menjaga secara kukuh kedaulatan nasional, persatuan dan integritas teritorial,” kata Wu Qian, juru bicara kementerian Pertahanan Cina.

Soal pelayaran USS Antietam ini, kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal perang AS bebas untuk berlayar melewat selat. “Satgas pengintaian dan pemantauan serta intelijen gabungan Taiwan memonitor perairan sekitar dari awal hingga akhir dan tidak ada yang aneh terjadi,” begitu pernyataan kemenhan Taiwan.

Reuters melansir juru bicara kemenlu Cina mengatakan pemerintah telah mengekspresikan keprihatinan mendalam kepada pemerintah AS.

“Isu Taiwan merupakan isu paling sensitif antara Cina dan AS,” kata Hua Chunying dalam jumpa pers. Menurut dia, Cina mendesak AS mematuhi prinsip Satu Cina dan tiga komunike bersama agar berhati-hati terkait Taiwan. Ini agar tidak melukai hubungan AS dan Cina dan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

 

 

Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1228582/cina-siap-perang-kapal-perang-amerika-sambangi-selat-taiwan

26 July 2019

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Kamis (25/7) pagi Korea Utara (Korut) melepaskan dua tembakan misil atau rudal kendali ke laut. Tembakan yang dilakukan di pantai timur negara itu menjadi uji coba misil pertama sejak Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setuju untuk melanjutkan perundingan denuklirisasi Semananjung Korea. 

Pejabat Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan misil tersebut ditembakkan dari  kota pelabuhan Wonsan. Terbang sejauh sekitar 430 kilometer ke arah laut dan naik sampai ketinggian 50 kilomter sebelum akhirnya jatuh tenggelam.

Tembakan misil tersebut membuat rencana dimulainya perundingan denuklirisasi yang sempat terhenti kembali dipertanyakan. Korut dan AS sepakat untuk memecahkan kebuntuan di antara mereka setelah Trump dan Kim bertemu di perbatasan Korsel-Korut pada akhir Juni lalu.      

Gedung Putih, Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS belum menanggapi permintaan komentar tentang hal. Pejabat AS yang menolak disebutkan namanya mengatakan berdasarkan informasi saat ini setidaknya Korut melepaskan satu tembakan rudal jarak pendek.

Pejabat tersebut mengatakan saat ini masih dilakukan analisis tentang tembakan tersebut. Sebelumnya, Kantor Kepresidenan Korsel mengatakan mereka mendekteksi tanda-tanda tembakan.  Korsel menambahkan kini mereka sedang menganalisis tembakan terseut dengan AS. Kantor berita Kyodo melaporkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan negara tidak terkena dampak apa pun dari uji coba misil tersebut. "Kami telah konfirmasi situasi ini tidak memberikan dampak pada keamanan nasional kami, lebih lanjut kami akan bekerja sama dengan Amerika Serikat," kata Abe seperti yang dikutip Kyodo.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton belum mengatakan apa pun tentang ujicoba yang dilakukan Korut ini. Ia sedang mengunjungi Korsel untuk membahas banyak isu internasional dengan pemimpin-pemimpin Negeri Ginseng itu termasuk tentang Korut.   

Bolton salah satu pejabat pemerintah Trump yang kerap mengambil sikap keras terhadap Korut. Di Seoul, ia hanya sempat mencicitkan pertemuannya dengan pemimpin-pemimpin Korsel berjalan produktif. 

 

Sumber : https://www.msn.com/id-id/berita/dunia/korut-diduga-kembali-uji-coba-rudal/ar-AAEPFDh

25 July 2019

TEMPO.CO, Phnom Penh – Pemerintah Kamboja membantah laporan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan rahasia dengan Cina untuk mengizinkan militer negara itu mendirikan pangkalan angkatan laut di sana. Seperti dilansir berbagai media massa pada Senin kemarin, Kamboja telah menyetujui pemberian akses eksklusif kepada Cina untuk mendirikan pangkalan angkatan laut di Ream Naval Base di Teluk Thailand.

Kabar ini dibenarkan oleh sejumlah pejabat AS dan sekutu, yang mengikuti isu ini. “Ini merupakan berita karangan paling paran yang pernah dibuat untuk menyerang Kamboja,” kata Hun Sen lewat situs pro pemerintah Fresh News pada Senin, 22 Juli 2019 seperti dilansir Aljazeera. Kesepakatan ini bisa meningkatkan kemampuan Cina untuk melakukan klaim teritorial dan klaim kepentingan ekonomi di kawasan sengketa Laut Cina Selatan. Ini membuat Cina bisa menantang negara Asia Tenggara lain dan AS. Hun Sen melanjutkan,”Hal seperti itu tidak bisa terjadi karena menampung markas militer lain bertentangan dengan Konstitusi Kamboja.”

Soal isu ini, juru bicara kementerian Pertahanan Kamboja, Chhum Socheat mengatakan kepada Reuters bahwa isu itu merupakan buatan dan tidak berdasar. Selama ini, Cina merupakan sekutu regional Hun Sen di kawasan ini. Cina juga telah menggelontorkan miliaran dolar bantuan pembangunan untuk Kamboja lewat berbagai proyek Belt and Road Initiative dan berbagai skema kerja sama bilateral lainnya.

Inisiatif BRI merupakan proyek global yang digagas Presiden Cina, Xi Jinping, pada 2013. Proyek ini bertujuan mengembangkan jaringan infrastruktur transportasi dan energi dari darat dan laut untuk menghubungkan Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Sejumlah perusahaan dan kasino asal Cina telah bermunculan di Kamboja lewat pendirian kawasan ekonomi khusus dalam beberapa tahun terakhir. Secara terpisah, SCMP melansir pemerintah AS menduga Kamboja menggandeng Cina untuk renovasi pangkalan angkatan laut Ream Naval Base. Ini karena Phnom Penh secara tiba-tiba membatalkan tawaran bantuan renovasi dari AS.

“Kami merasa khawatir setiap langkah dari pemerintah Kamboja untuk mengundang kehadiran militer Asing di Kamboja akan mengancam peran sentral ASEAN dalam mengkoordinasi pembangunan dan mengganggu perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara,” begitu pernyataan Kemenlu AS seperti dilansir Aljazeera.

 

Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1228480/kamboja-bantah-bakal-tampung-pangkalan-militer-cina/full&view=ok

25 July 2019

   COLOMBO, KOMPAS.com - Serangan teror bom bunuh diri pada Minggu Paskah di Sri Lanka, April lalu, disebut penyelidik tidak memiliki hubungan langsung dengan kelompok teroris ISIS. Serangkaian serangan bom bunuh diri yang menewaskan hingga 258 orang tersebut dipastikan dilakukan oleh kelompok ekstremis lokal yang terinspirasi ISIS, namun tidak secara langsung berhubungan.

Demikian disampaikan kepala Departemen Investigasi Kriminal (CID) Sri Lanka, Ravi Seneviratne, terkait pelaku pemboman bunuh diri yang menargetkan tiga gereja dan tiga hotel tersebut. "Mereka (para pelaku) mengikuti ideologi ISIS, tetapi hasil investigasi kami belum menunjukkan adanya hubungan langsung di antara mereka," kata Seneviratne di hadapan panel parlemen yang menyelidiki penyimpangan keamanan dan intelijen dalam insiden pemboman 21 April lalu.

Dia mencatat bahwa sisa-sisa kelompok lokal yang diidentifikasi sebagai National Thowheeth Jamaath (NTJ) telah membujuk ISIS untuk mengklaim serangan, dua hari setelah peristiwa mematikan di Sri Lanka itu. Pemimpin NTJ, Zahran Hashim, telah sengaja membuat video dengan para pelaku pembom bunuh diri yang berjanji setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi, yang kemudian dirilis oleh ISIS.

Dalam liha hari setelah serangan, polisi telah menggerebek lokasi di mana NTJ merekam video tersebut, serta menyita bendera ISIS yang mereka gunakan sebagai latar belakang dalam video. NTJ juga diketahui menggunakan jenis bahan peledak yang sama dengan yang digunakan ISIS dalam serangannya. Sri Lanka telah diberi tahu tentang serangan yang akan datang oleh otoritas India berdasarkan informasi dari seorang ekstremis Islam dalam tahanan mereka.

Kepala polisi Sri Lanka Pujith Jayasundara dan birokrat kementerian pertahanan Hemasiri Fernando saat ini menghadapi dakwaan kriminal atas tuduhan kelalaian dalam mencegah serangan. Militer Sri Lanka menyebut, beberapa pelaksana operasi serangan NTJ diketahui sebelumnya telah melakukan perjalanan ke India untuk bertemu dengan sesama ekstrimis di sana. Kelompok NTJ disebut kemungkinan telah mendapat keahlian dalam merakit apa yang dikenal sebagai bom "Bunda Setan" yang mengandung triacetone triperoxide, atau TATP.

Penyelidik lain, Shani Abeysekara, mengatakan kepada panel parlemen yang sama pada Rabu (24/7/2019), bahwa CID telah menemukan 105 kilogram bahan peledak dari tempat persembunyian NTJ awal tahun ini. "Jika bukan karena temuan ini, mereka akan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan," kata Abeysekara menambahkan bahwa mereka sudah menyelidiki NTJ ketika serangan terjadi.


Sumber:https://internasional.kompas.com/read/2019/07/25/13115361/penyelidik-sebut-serangan-bom-paskah-di-sri-lanka-tak-berkaitan

 

25 July 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utaramenembakkan dua Rudal jarak pendek pada Kamis pagi (25/7). Rudal tersebut diarahkan ke laut di dekat Wonsan. Seorang pejabat di kementerian pertahanan Korea Selatan kepada Reutersmengaku bahwa rudal itu terbang sekitar 430 km (267 mil) dan mencapai ketinggian 50 km (30 mil) sebelum jatuh ke Laut Timur. 

Kyodo News Jepang yang mengutip sumber pemerintah menyebut rudal itu tidak mencapai zona ekonomi eksklusif Jepang dan tidak berdampak pada keamanan nasional Jepang. Militer Korea Selatan mengatakan itu merupakan uji coba rudal pertama sejak pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump sepakat melanjutkan pembicaraan denuklirisasi saat mereka bertemu di zona demiliterisasi (DMZ) pada akhir Juni. Penembakan rudal balistik pun kini menimbulkan keraguan pada upaya perundingan denuklirisasi tersebut.

Sementara itu, Gedung Putih, Pentagon, dan Departemen Luar Negeri AS tidak mau berkomentar. Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan: "Kami mengetahui laporan proyektil jarak pendek yang diluncurkan dari Korea Utara. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut." Amerika Serikat dan Korea Utara telah berjanji untuk segera mengadakan putaran baru perundingan, namun Pyongyang meradang setelah militer AS dan pasukan Korea Selatan melakukan latihan bersama.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara awal bulan ini mengatakan bahwa Washington "mengingkari komitmennya secara sepihak" dengan mengadakan latihan militer dengan Korea Selatan. Hal tersebut membuat Pyongyang mempertimbangkan kembali komitmennya sendiri untuk menghentikan tes senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua. "Korea Utara jelas kesal karena AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer bersama," kata Harry Kazianis dari peneliti Pusat Kepentingan Nasional Washington. Korea Utara terakhir kali melakukan Fuji coba nuklir pada Mei lalu termasuk rudal jarak pendek serta roket kecil. Saat itu Kim mengawasi langsung penerbangan pertama uji coba.

Kemudian pada Selasa, kantor berita KCNA melaporkan Kim memeriksa kapal selam baru, salah satu sistem persenjataan perang tercanggihnya. Ini bisa menjadi sinyal kelanjutan pengembangan program rudal balistik (SLBM) yang diluncurkan kapal selam. (dea)

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190725082658-113-415290/korut-tembakkan-dua-rudal-jarak-pendek

24 July 2019

TEMPO.COHong Kong – Pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong memblokade pintu kereta api dan mengganggu pengoperasian layanan  Mass Transit Railway. Ini terjadi pada Rabu pagi antara 7.47 – 9.15 pagi saat transportasi massa ini sedang sibuk-sibuknya. Ini membuat para pengguna kereta komuter terlantar di stasiun.

“Layanan kereta di Island Line tertunda pada pagi ini karena terjadi sejumlah insiden perusakan pintu kereta api dan penyalaan alarm penumpang,” kata pengelola MTR lewat email kepada para penumpang seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu, 24 Juli 2019. “Tolong terima permohonan maaf kami atas ketidaknyamanan ini,” kata pengelola MTR. Media Hong Kong Free Press melaporkan sekelompok massa mengenakan masker memblokade pintu kereta api tujuan Chai Wan di stasiun Admiralty selama 15 menit pada sekitar pukul delapan pagi. Pemrotes berteriak bahwa,”Polisi Hong Kong melanggar hukum secara terang-terangan.” Sejumlah pengunjuk rasa juga memaki polisi seperti terlihat dalam rekaman video yang beredar di media sosial. Sebuah video juga menunjukkan seorang lelaki mengeluh terhadap sikap diam polisi setelah dia merasa didorong seseorang.

“Kalian sudah berada di sini sejak lama. Anda dan semua kolega Anda mengepung saya. Anda membantu dia,” kata dia. Seorang perempuan Hong Kong mengatakan kepada Radio Television Hong Kong bahwa para pemrotes sedang berupaya menyampaikan pesan. “Mereka hanya ingin melakukan sesuatu. Saya akan telat masuk kantor tapi itu bukan hal yang besar,” kata perempuan itu. Seorang lelaki mengatakan pemrotes tidak melukai siapapun meski membuat keberangkatan kereta jadi telat.

Menurut, pengelola MTR mengatakan waktu perjalanan diperpanjang 10-15 menit karena ada gangguan pintu. Pemrotes ini merupakan bagian dari pengunjuk rasa yang menolak amandemen legislasi ekstradisi. Mereka juga menuntut agar Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, agar mundur karena dinilai berpihak pada pemerintah Cina.

Seperti dilansir Reuters, Hong Kong dilanda gangguan stabilitas sejak Juni 2019 karena warga berunjuk rasa menolak legislasi ekstradisi yang memungkinkan ekstradisi ke Cina daratan.

Unjuk rasa pada Ahad pekan lalu di Hong Kong juga berujung kekerasan oleh sekelompok pria berkaos putih dan bermasker, yang diduga merupakan kelompok preman triad. 45 orang penumpang kereta dipukuli hingga terluka. Para pelaku terekam melarikan diri ke Cina daratan menggunakan mobil berpelat nomor dari sana.

 

Sumber ; https://dunia.tempo.co/read/1228075/pemrotes-hambat-pintu-kereta-di-stasiun-hong-kong/full&view=ok

24 July 2019

TEMPO.COJakarta - Pemerintah Sri Lanka menuduh Inggris mengirim kontainer berisi potongan tubuh manusia yang disamarkan dengan limbah logam daur ulang. Pemerintah Inggris telah meluncurkan penyelidikan setelah pemerintah Sri Lanka bersumpah akan mengirim kembali seratus lebih kontainer. The Telegraph melaporkan, 24 Juli 2019, para pejabat di pelabuhan Kolombo menyelidiki temuan beraroma kuat yang berasal dari 111 kontainer yang telah tiba di dermaga selama dua tahun terakhir. Di dalam peti, petugas bea cukai menemukan material berbahaya bercampur dengan kasur, plastik, dan limbah klinis.

Departemen Urusan Lingkungan, Pangan dan Pedesaan Inggris (DEFRA) pada Selasa malam menyelidiki laporan bahwa organ-organ manusia dan bagian-bagian tubuh berada di dalam kontainer, tetapi mengatakan kontainer itu masih harus diselidiki oleh otoritas Sri Lanka."Kami berkomitmen untuk menangani ekspor limbah ilegal, itulah sebabnya orang-orang yang ditemukan mengekspor limbah dengan cara yang tidak benar dapat menghadapi hukuman penjara dua tahun atau denda yang tidak terbatas," kata seorang juru bicara.

"Kami belum menerima permintaan resmi dari otoritas Sri Lanka, tetapi DEFRA telah menghubungi mereka secara langsung untuk mencari tahu informasi lebih lanjut." "Ini adalah jaringan yang terorganisir dengan baik yang telah berlangsung sejak 2017," kata seorang pejabat di kementerian keuangan Sri Lanka. Sri Lanka adalah negara terbaru yang berjuang melawan kelompok-kelompok kriminal yang mengekspor bahan limbah. Cina, Vietnam, Malaysia, dan Thailand juga telah mengumumkan tindakan keras terhadap impor plastik dari negara-negara Eropa yang tidak mampu atau tidak mau membuangnya sendiri.

Seorang juru bicara untuk Otoritas Lingkungan Pusat Sri Lanka mengatakan, "bahan limbah yang dibawa ke negara itu dengan kedok kasur dari Inggris sangat berbahaya." Seorang juru bicara Asosiasi Daur Ulang Logam Inggris mengatakan pihaknya benar-benar mengecam ekspor ilegal limbah berbahaya, yang dilakukan pada sebagian kecil pedagang dan penjahat. Jika temuan potongan tubuh manusia Inggris di dalam kontainer dikonfirmasi, dikhawatirkan kemungkinan berasal dari rumah sakit NHS yang sedang berupaya untuk membuang limbah tubuh manusia.

Tahun lalu, Health Service Journa mengungkapkan bahwa kontraktor swasta Inggris Healthcare Environment Services Ltd (HES) telah menimbun limbah potongan tubuh manusia dari 50 trust NHS, termasuk anggota badan yang diamputasi, organ manusia dan cairan infeksius.

 

Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1228020/sri-lanka-temukan-potongan-tubuh-manusia-di-ratusan-kontainer/full&view=ok

24 July 2019

RIYADH - Arab Saudi menyerukan aksi komunitas internasional untuk menghentikan pembajakan kapal tanker minyak dan kapal kargo lainnya oleh Iran di Teluk Persia. "Setiap gangguan kebebasan lalu lintas maritim internasional merupakan pelanggaran hukum internasional dan komunitas internasional harus melakukan apa yang diperlukan untuk menolak dan mencegahnya," kata Kabinet Arab Saudi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Arab News, Rabu (24/7/2019). Pernyataan Kabinet Saudi itu sebagai respons atas penyitaan kapal tanker minyak Stena Impero Inggris oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran di Selat Hormuz pada Jumat pekan lalu. Pasukan IRGC dilaporkan secara ilegal menaiki kapal Stena Impero dan memerintahkan awak kapal untuk mengalihkan ke pelabuhan Iran.

Kapal tanker Inggris itu sedang menuju pelabuhan di Arab Saudi, tapi tiba-tiba berubah arah setelah melewati Selat Hormuz di mulut Teluk Persia. Inggris menyebut penyitaan kapal tanker minyak itu sebagai tindakan pembajakan oleh negara Iran. Sementara itu, Iran pada hari Selasa memperingatkan dengan nada ancaman bahwa seluruh kapal pengiriman yang berada di kawasan Teluk Persia berada dalam pantauan. "Kami mengamati semua kapal musuh, terutama Amerika, poin demi poin dari asal mereka sampai saat mereka memasuki wilayah ini," kata Laksamana Muda Hossein Khanzadi, Kepala Angkatan Laut Iran. "Drone merekam gambar," katanya lagi. "Kami memiliki gambar lengkap dan arsip besar lalu lintas harian dan waktu demi waktu dari pasukan koalisi dan Amerika," imbuh dia. Prancis, Italia, Belanda dan Denmark mendukung rencana Inggris untuk misi gabungan Angkatan Laut Eropa untuk melindungi kapal-kapal pengiriman di Selat Hormuz.

Spanyol, Swedia, Polandia dan Jerman juga menyatakan minat mereka. Inggris mengatakan misi itu dapat dijalankan oleh komando gabungan Perancis-Inggris dan tidak akan secara langsung melibatkan Uni Eropa, NATO atau pun Amerika Serikat. Irak, yang menganggap Iran dan AS sama-sama sebagai sekutunya, mengatakan pada hari Selasa bahwa Teheran telah meyakinkan Baghdad bahwa akan ada kebebasan navigasi di laut internasional di kawasan Teluk Persia.

Menurut Kementerian Perminyakan Irak, Iran telah mengomunikasikan hal itu kepada Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi selama kunjungannya ke Teheran pada hari Senin."Presiden Iran Hassan Rouhani (memberi) jaminan kepada delegasi Irak...soal jaminan kebebasan navigasi di Teluk dan Selat Hormuz dan penghormatan terhadap hukum internasional yang menjamin itu," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Irak telah mengupayakan peran mediasi untuk meredakan ketegangan AS-Iran di kawasan Teluk Persia. Baghdad khawatir akan terkena dampak dari meningkatnya eskalasi antara Washington dan Republik Islam Iran, karena Irak menjadi tempat milisi pro-Iran sekaligus pasukan AS.

 

Sumber : https://international.sindonews.com/read/1423176/43/arab-saudi-serukan-dunia-beraksi-atas-pembajakan-kapal-oleh-iran-1563925674

23 July 2019

SINGAPURA: Singapura melakukan rampasan gading seludup terbesar, apabila menyita hampir sembilan tan barangan haram itu yang diperoleh daripada anggaran 300 ekor gajah. Kargo haram itu, ditemui semalam dalam kontena dari Republik Demokratik Congo yang dihantar ke Vietnam menerusi Singapura, yang turut mengandungi kulit tenggiling, dan ia adalah rampasan ketiga seumpama itu dalam masa beberapa bulan. Pegawai berkata, gading dan kulit tenggiling itu disembunyikan dalam kontena yang diisytiharkan dipenuhi kayu untuk dihantar ke Vietnam, menerusi Singapura, iaitu hab perkapalan besar bagi perdagangan global,

“Hasil pemeriksaan, pihak berkuasa berjaya menemui 8.8 tan gading. “Gading dianggar bernilai AS$12.9 juta (RM53 juta) dan setakat ini, adalah rampasan gading terbesar di Singapura,” kata Lembaga Taman Negara, Kastam dan Imigresen dan Pihak Berkuasa Pusat Pemeriksaan, dalam satu kenyataan bersama. Mereka berkata, gading dianggarkan diambil daripada 300 ekor gajah Afrika. Yang turut ditemui, adalah 11.9 tan kulit tenggiling yang dianggarkan bernilai AS$35.7 juta (RM146 juta) dan dipercayai diambil daripada 2,000 ekor mamalia itu.

 

Ia adalah rampasan ketiga bagi kulit tenggiling yang cuba diseludup menerusi Singapura sejak April lalu, sekali gus menjadikan jumlah keseluruhan dalam masa tiga bulan kepada 37.5 tan atau bernilai AS$112.5 juta (RM463 juta). Singapura berkata, barangan yang dirampas itu akan dimusnahkan. —AFP

 

Sumber : https://www.bharian.com.my/dunia/asean/2019/07/588251/singapura-rampas-88-tan-gading-bernilai-rm53-juta

Page 1 of 4

Tentang Kami