Live Streaming

Tanpa disadari, plastik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup manusia. Di setiap sudut rumah, Anda bisa dengan mudah menemukan benda yang terbuat dari plastik. Mulai dari botol minuman, kemasan makanan, barang elektronik hingga perlengkapan medis di rumah sakit pun banyak yang terbuat dari plastik.

Sejak kecil hingga dewasa, Anda kerap menyikat gigi dengan sikat gigi yang terbuat dari plastik. Bahkan sejak bayi, semua orang tua akan memberikan botol susu, piring, gelas, sendok, garpu, dan mainan yang terbuat dari plastik. Lantas apa jadinya bila plastik tiba-tiba menghilang dari bumi ini? Pastinya sungguh sulit untuk dibayangkan.

Lalu kenapa harus plastik? Plastik didesain lebih ekonomis, tahan lama, dapat diproduksi secara massal, ringan, tahan gas dan uap air, serta mudah didaur ulang.

Namun pastikan Anda mengetahui arti dari kode-kode penting (kode daur ulang) yang selalu dicantumkan di kemasan plastik yang Anda gunakan. Cermatilah setiap plastik yang Anda gunakan, nantinya Anda akan menemukan gambar segitiga dengan nomor-nomor yang berbeda.

Yuk, Biasakan Buang Sampah pada Tempatnya!

Kode bernomor 1,2,4, dan 5 merupakan jenis plastik yang aman digunakan sebagai wadah makanan. Biasanya Anda bisa menemukan kode tersebut di botol minuman, kemasan susu, kotak makanan, dan kemasan makanan yang dijual di pasaran. Sementara kode bernomor 3 bisa Anda temukan bubble foil, nomor 6 di mainan anak, dan nomor 7 di handphone case.

Kebanyakan plastik yang beredar di masyarakat, seperti Polypropylene (PP), Polyethylene (PE) maupun Polyethylene Terephtalate (PET) tergolong dalam jenis termoplastik yang sangat mudah dapat didaur ulang.

Tidak hanya awam dengan kode-kode tersebut, setelah menggunakan plastik sejak bayi hingga dewasa, masih banyak dari orang Indonesia yang belum tahu bahan dasar pembuat plastik. Mungkin Anda termasuk salah satu di antaranya!

Sekadar informasi, plastik terbuat dari minyak bumi yang merupakan material terbanyak di muka bumi. Tahukah Anda, bila plastik jauh lebih 'hijau' dibanding material lain seperti logam dan kertas? Hal ini terbukti dari asal bahan mentahnya, proses pembuatan biji plastik, hingga proses daur ulangnya yang memerlukan energi dan air jauh lebih sedikit daripada material lainnya.

Bila material lain meningkatkan pencemaran air dan udara, maka hal itu tidak akan terjadi pada plastik. Polusi yang mungkin ditinggalkan dari plastik berupa sampah padat yang dapat dikelola lebih lanjut untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Bahkan karena bernilai ekonomis, plastik bekas pakai justru bisa dijual kembali kepada para penadah atau bank sampah sehingga menambah lahan pekerjaan dan sumber penghasilan berkelanjutan.

Proses daur ulang plastik bisa dilakukan siapa saja. Cara termudahnya dengan melakukan proses sorting (pemilahan) dari skala rumahan. Masyarakat diharapkan memisahkan pembuangan plastik bekas pakai dengan sampah lainnya sehingga memudahkan para kolektor untuk mengumpulkannya sebagai bahan baku daur ulang.

Dalam kondisi ini, pemerintah daerah (pemda) memiliki peran krusial untuk mengurangi sampah yang terbawa ke TPA atau terbuang sia-sia ke sungai atau laut. Saat ini, Pemda Jakarta Barat telah merilis Bank Sampah Induk Satu Hati yang hasil penjualan sampahnya akan ditransfer ke rekening si penjual.

Jadi mulai sekarang, jangan merasa bersalah untuk menggunakan plastik. Sudah saatnya untuk mengelola sampah plastik dengan cara yang tepat. Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, rumah kita, serta ajaklah orang-orang di sekeliling kita.

Gunakanlah plastik dengan lebih bijak, baik dalam jumlah yang digunakan atau perlakuan setelah pemakaiannya.

Hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Tanggal ini memiliki sejarah panjang di awal masa kemerdekaan.

Sebelum kemerdekaan, ada nama Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) dan juga Pembela Tanah Air (PETA). KNIL merupakan tentara kerajaan Hindia-Belanda yang dibentuk ketika Perang Diponegoro berlangsung. Sementara PETA dibentuk pemerintahan Jepang yang dibentuk untuk melawan tentara sekutu pada tahun 1943.

Pada 14 Februari 1945, Komandan Pleton (Sodancho) PETA Supriyadi (Soeprijadi) memimpin pemberontakan untuk melawan tentara Jepang di Blitar. Supriyadi sempat meminta pendapat Sukarno sebelum melakukan pemberontakan.

"Apa yang tidak diketahui orang sampai sekarang ialah bahwa Sukarno sendiri tersangkut dalam pemberontakan ini. Bagi orang Jepang, maka pemberontakan PETA merupakan suatu peristiwa yang tidak diduga sama sekali. Akan tetapi bagi Sukarno tidak. Aku telah mengetahui sebelumnya. Ingatlah bahwa rumahku di Blitar," kata Sukarno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams. 

Sukarno kala itu merupakan pemimpin dari Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Namun waktu itu Sukarno meminta Supriyadi dkk untuk mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi. Tetapi Supriyadi tetap memimpin pemberontakan yang berujung pada penangkapan sejumlah pimpinan PETA oleh tentara Jepang.

Supriyadi menghilang setelah pemberontakan itu. Hingga kini nasib Supriyadi masih menjadi misteri.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945. Setelah itu secara bertahap dibentuklah BKR Darat, BKR Laut, dan BKR Udara.

BKR memiliki kepengurusan di pusat dan sejumlah daerah. Tetapi ada pula daerah yang menolak dibentuk BKR dan akhirnya membuat lembaga serupa dengan penamaan sendiri.

Akhirnya pada 5 Oktober 1945, Maklumat Pemerintah mengubah BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang juga memasukkan para mantan anggota PETA. BKR Darat, Laut, dan Udara secara bertahap juga menyesuaikan penamannya.

Nama TKR sempat diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Tetapi kemudian mengalami perubahan lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada tahun 1946.

Presiden Sukarno kemudian mengubah lagi nama TRI menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947. TNI merupakan gabungan dari TRI dan tentara elemen-elemen rakyat lainnya.

Jenderal Soedirman kemudian ditunjuk menjadi Panglima Besar pertama TNI. Meski nama TNI baru diberikan pada tanggal 3 Juni 1947, namun hari lahir kesatuan tersebut tetap diperingati setiap 5 Oktober.

Bank Indonesia (BI) telah kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat segera tertransmisi dengan penurunan suku bunga perbankan. Bank sentral pun menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen. Adapun suku bunga lending facility turun 25 basis poin menjadi 5 persen. Terkait penurunan suku bunga acuan tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bakal menurunkan suku bunga deposito secara serentak. Kebijakan ini akan diterapkan dalam waktu dekat. "Kami sepakat akan taruh (suku bunga deposito) di kisaran 6,35 persen dari sekarang 6,75 persen," kata Kartika di Menara Mandiri, Senin (25/9/2017). Pemangkasan suku bunga deposito tersebut, imbuh Kartika, berlaku untuk special rate. Sekedar informasi, special rate adalah suku bunga yang khusus diberikan kepada nasabah dan biasanya lebih tinggi dari suku bunga normal. Suku bunga deposito bank-bank besar yang masuk dalam kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV adalah 6,75 persen. Kartika mengaku, special rate Bank Mandiri untuk deposito saat ini mencapai 80 persen.

Pionir internet Yahoo menutup operasinya selama dua dekade sebagai perusahaan independen pada Selasa (13/6) dengan merampungkan penjualan aset online inti mereka kepada raksasa telekomunikasi Verizon.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah meminta Facebook untuk turut serta memberantas peredaran hoax atau berita bohong. Rencananya, orang nomor satu Facebook, Mark Zuckerberg, yang bakal datang khusus untuk membicarakan permintaan tersebut.

Tentang Kami