Live Streaming
Page 1 of 15
30 July 2019

Jakarta, 30 Juli 2019. Otoritas Jasa Keuangan terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya di kalangan kaum muda yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi dan program melek keuangan di masyarakat. 

“Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan kita dorong terus untuk semakin bagus literasi dan inklusi keuangannya. Mereka memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi serta inklusi keuangan,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara saat memberikan sambutan pada acara Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (AKSiMUDA) 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta, Selasa.

Kegiatan AKSiMUDA dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung dan untuk mendukung pencapaian target indeks literasi dan inklusi keuangan sesuai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

“Kegiatan AKSiMUDA diharapkan dapat memberikan manfaat positif khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia serta mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir tahun 2019 sebagaimana tercantum dalam SNKI,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat membuka acara itu.

Menurut Wimboh, OJK bersama Industri Jasa Keuangan berupaya agar target inklusi keuangan dapat tercapai, antara lain melalui peningkatan tabungan dan investasi, melalui program dan produk yang menyasar segmen pemuda, yaitu program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) yang per 30 Juni 2019 telah dibuka 11.052 rekening dengan nominal sebesar Rp12,4 miliar.

Selain itu, OJK juga secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, melakukan investasi pada berbagai produk keuangan, edukasi terkait risiko dan imbal hasil serta edukasi hak-hak konsumen, yang akan terus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya.

Kegiatan AKSiMUDA 2019 dengan tema “Menabung Untuk Semua” dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir dan Country Director Asian Development Bank (ADB) Wilfried F. Wickeiln.

Acara ini juga dihadiri sekitar 1.200 mahasiswa dan pemuda yang menyampaikan ikrar dan pengukuhan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan sebagai simbolisasi komitmen mahasiswa dan pemuda untuk mengimplementasikan budaya menabung.

Sebagai bagian dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif, OJK dan Kementerian/Lembaga terkait telah mengupayakan beberapa inisiatif, di antaranya pencanangan Hari Indonesia Menabung yang akan ditetapkan setiap tanggal 20 Agustus melalui Keputusan Presiden.

OJK bersama dengan industri perbankan juga telah meluncurkan produk tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) yang dilengkapi dengan fitur asuransi dan/atau produk investasi pada 2018 yang lalu.

Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) adalah program tabungan yang diinisiasi oleh OJK untuk kelompok usia 18-30 tahun dengan dilengkapi fitur asuransi dan/atau produk investasi yang ditawarkan oleh perbankan di Indonesia.

29 July 2019

Untuk tahun akademik 2019, sejumlah 200 mahasiswa dan dosen Indonesia berhasil  memperoleh beasiswa dari Uni Eropa melalui Program Erasmus+ (Erasmus Plus). Para penerima beasiswa Erasmus+ ini akan menempuh studi tingkat S-1, S-2, S-3 dan pasca - doktoral di Eropa, baik untuk program gelar maupun non-gelar/ pertukaran. Sebagian dari penerima beasiswa Erasmus+ akan menempuh pendidikan di dua universitas yang terletak di negara Eropa yang berbeda.

Pada upacara penghargaan hari ini (28/7) di Jakarta, Charles-Michel Geurts, Kuasa Usaha ad interim Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Adhrial Refaddin, Kepala Seksi Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, memberikan selamat kepada para penerima beasiswa atas keberhasilan mereka mendapatkan beasiswa Erasmus+.

"Selain memberikan peluang yang sangat berharga bagi para penerima beasiswa untuk menempa profesionalisme dan kepribadian masing-masing, beasiswa Erasmus+ juga dapat meningkatkan wawasan dan memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para Erasmus Alumni untuk dibawa kembali ke negara masing-masing. Telah banyak masyarakat Indonesia yang telah mendapatkan manfaat dari studi di Eropa. Semua penerima beasiswa ini adalah calon-calon pemimpin potensial di masa yang akan datang di bidang keahlian mereka masing-masing dan kami bangga bisa berkontribusi untuk masa depan Indonesia melalui program beasiswa ini," kata Charles-Michel Geurts.

Adhrial Refaddin mengatakan, “Atas nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Uni Eropa atas upaya luar biasa yang secara konsisten telah mendukung pengembangan kapasitas akademik universitas di Indonesia melalui program beasiswa Erasmus+ bagi para Mahasiswa dan Dosen kami.

Beasiswa Erasmus+ mendukung Program Mobilitas Internasional yang bertujuan untuk mendorong internasionalisasi Pendidikan Tinggi Indonesia. Melalui Beasiswa Erasmus+, Uni Eropa telah membantu Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan universitas kami dalam menuju internasionalisasi pendidikan tinggi”.

Sejak tahun 2004, sudah lebih dari 1.800 mahasiswa Indonesia memperoleh manfaat dari Program Beasiswa Erasmus+. Beasiswa ini juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan dosen asal Eropa untuk menempuh pendidikan jangka pendek atau mengajar di berbagai universitas di Indonesia pada tahun 2019 dan 2020.

29 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Terpilih Joko Widodo ( Jokowi) mengaku sudah mengantongi sejumlah nama dalam pemilihan Kabinet Menteri Jilid II periode 2019-2024. Jokowi mengatakan dengan masuknya sejumlah nama tersebut, membuatnya lebih mudah untuk memilih. "Soal kabinet, saat ini sudah mulai masuk nama-nama. Kita mengumpulkan pilihan, jadi memilihnya lebih mudah karena banyak alternatif," katanya usai makan siang di Rumah Makan Mbah Karto, Sukoharjo, Minggu (23/7/2019), dikutip dari Tribunnews.com. Namun saat ini, dia masih belum memutuskan nama-nama yang akan masuk dalam kabinet jilid II itu.

Dalam kabinet barunya ini, Jokowi akan memasukan beberapa nama yang masih muda yang menempati jabatan menteri. Hal ini tidak lepas dari keinginannya untuk menjadikan pemuda agar mendapatkan peranan dalam menjadi pemimpin. "Ke depan harus anak-anak muda yang memegang peranan. Karena dunia berubah cepat, banyak ketidakpastian dan ketidakdugaan yang muncul, sehingga anak muda ini yang bisa merespons," lanjutnya.

Menurutnya, menyikapi hal tersebut, di berbagai belahan dunia bahkan sudah menerapkan pemimpin muda. "Soal menteri anak mudah, saya sudah sampaikan berung kali kalau di kabinet kerja jilid II nanti akan ada banyak warna yang muda-muda," terangnya. Saat disinggung soal adanya perampingan kabinet, Jokowi mengaku belum membahas sampai di situ. Ingin Ada Pemimpin Muda Jokowi mengatakan dirinya berkeinginan ada anak muda mulai menjadi pemimpin di Indonesia.

Saat dikaitkan dengan anaknya, Gibran Rakabuming, yang bakal maju sebagai Calon Wali Kota (Cawalkot) Solo, Jokowi mengaku menyerahkan semuanya kepada anaknya. "Saya serahkan ke Gibran, sama waktu dia mau jualan martabak, silakan, mau jualan pisang, silakan. Saya paksa pegang pabrik juga enggak mau, kita demokratis aja," lanjutnya. Jokowi mengaku, saat ini belum ada komunikasi yang mengarah dengan isu anaknya yang maju Cawalkot.

"Belum ketemu Pak Rudy (Wali Kota Solo, red), belum ada pertemuan dengan parpol," imbuhnya. Nama Gibran sendiri muncul meramaikan bursa Cawalkot Solo, setelah namanya menempati top survei yang dirilis Universitas Slamet Riyadi (Unisri). Dia mendapatkan 13 persen pilihan responden yang menempatkannya pada peringkat kedua, di bawah Achmad Purnomo yang mendapat 38 persen.

 

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/29/08260531/jokowi-sudah-kantongi-nama-nama-calon-menteri-tinggal-tunjuk?page=1

26 July 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko buka suara atas langkah Amnesty International membawa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan ke Kongres Amerika Serikat.

Moeldoko menyatakan kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu masih diusut oleh Polri. Ia pun meminta semua pihak bersabar menunggu kepolisian mengungkap pelaku penyiraman.

"Pemerintah masih berusaha. Unsur-unsur yang memiliki tugas untuk itu bekerja keras. Saya pikir perlu menunggu. Lebih baik menunggu," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/7). Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar kasus air keras Novel ini terungkap dalam kurun waktu tiga bulan, setelah Tim Pencari Fakta memberikan laporan kerja pekan lalu.

"Ini sebuah keseriusan pemerintah bahwa persoalan ini bisa segera diselesaikan," ujar mantan Panglima TNI itu. Amnesty International menyoroti kasus air keras Novel saat menyampaikan pemaparan di Kongres AS, Kamis (25/7).

Paparan disampaikan oleh Manajer Advokasi Asia Pasifik Amnesty International, Francisco Bencosme, dalam forum "Human Rights in Southeast Asia: A Regional Outlook" yang diselenggarakan di Subkomite Asia, Pasifik, dan Non-proliferasi Komite Hubungan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS.

"Di Indonesia, kami mengampanyekan pertanggungjawaban atas serangan terhadap pembela hak asasi manusia, Novel Baswedan, seorang penyidik yang bekerja untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang wajahnya disiram dengan sebotol asam sulfat," ujar Bencosme. 
Bencosme kemudian menjelaskan bahwa saat serangan itu terjadi, Novel sedang memimpin penyelidikan penyalahgunaan dana proyek kartu identitas.

Ia menggarisbawahi bahwa saat diserang, Novel juga menjabat sebagai ketua serikat pekerja KPK, dan sangat vokal menentang upaya-upaya untuk melemahkan komisi anti-rasuah tersebut.

Menurut Bencosme, kasus ini tidak dapat dilihat sebagai kasus tunggal. Ia menyebut penyelidik anti-korupsi dari KPK dan aktivis serta pembela HAM di Indonesia memang kerap menjadi sasaran ancaman dan kekerasan. "Lebih jauh, ini semua menunjukkan kebudayaan impunitas terkait pelanggaran hak asasi manusia yang menimbulkan ancaman terhadap supremasi hukum di Indonesia," katanya.

Sebelum pemaparan ini, Staf Komunikasi dan Media Amnesty International Indonesia, Haeril Halim, mengatakan pihaknya sengaja membahas kasus Novel ini agar Kongres AS menaruh perhatian.

"Kami berharap beberapa anggota Kongres AS yang memiliki perhatian terhadap kasus Novel untuk mengirimkan surat mendorong pemerintah atau parlemen Indonesia untuk segera menyelesaikan kasus penyerangan Novel, salah satunya dengan pembentukan TGPF independen," tutur Haeril melalui siaran pers.

 

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190726140006-12-415769/kasus-novel-dibawa-ke-kongres-as-istana-minta-semua-menunggu

26 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta kehilangan seorang tokoh penting dalam penyusunan sejarah kota yang dulunya bernama Batavia ini. Pater Adolf Heuken, sang penulis sejarah Jakarta meninggal dunia pada Kamis (25/7/2019) malam. Dikutip dari Facebook Keuskupan Agung Jakarta, Heuken menghembuskan napas terakhir pada pukul 20.27 di RS St. Carolus, Jakarta. Jenasah akan disemayamkan di Kapel Kolese Kanisius hari ini, Jumat (26/7/2019) pukul 08.00.

Selanjutnya akan dilakukan misa requiem di Kapel Kolese Kanisius di hari yang sama pada pukul 19.00. Pada pukul 21.30, jenazah akan diberangkatkan ke Girisonta. Misa Pelepasan di Girisonta akan dilakukan pada Sabtu (27/7/2019) pukul 10.00 dilanjutkan Pemakaman.

Kamus Hidup Jakarta

Dikutip dari Kompas, 13 April 2017, Pater Heuken masuk Indonesia tahun 1961. Pria kelahiran Coesfeld, Jerman, tanggal 17 Juli 1929 itu sebelumnya ditahbiskan sebagai pastor dari Ordo Serikat Jesus (SJ) tahun 1961 di Jerman. Dia sempat tiga tahun berkarya di Yogyakarta sebagai dosen, tahun 1963 ia menetap hingga sekarang di Jalan Mohamad Yamin Nomor 37, Jakarta.

Awalnya, Heuken membantu menjadi pastor di Paroki Mangga Besar dan mengajar di Atma Jaya. Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai penulis. Heuken menulis buku-buku rohani mulanya. Tetapi kemudian dia justru jatuh cinta menulis tentang sejarah-sejarah kota Jakarta.

Heuken berburu bahan, membacanya, mendatangi beratus-ratus tempat, merajutnya sebagai sejarah, dan menuliskannya dalam puluhan buku. Namun, buku tentang kota lama Jakarta belum lengkap, banyak campur aduk antara fiksi dan fakta. Ia pun mencari bahan dan buku-buku lain di berbagai negara, dari berbagai bahasa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan Portugis.

Berbagai penghargaan diterimanya, antara lain dari Pemerintah Indonesia bersama Pater PJ Zoetmulder SJ (almarhum) memperoleh penghargaan Satya Lencana Kebudayaan.

Karya Heuken Beberapa karya Heuken yang telah terbit yakni sebagai berikut:

1. Sedjarah Gereja Katolik di Indonesia, Jakarta (1971)

2. Kamus Politik Pembangunan, Yogyakarta (1973)

3. Sumber-Sumber Asli Sejarah Jakarta, I-III, Jakarta (1999)

4. Historical Site of Jakarta, Jakarta dan Singapura (2000)

5. Menteng "Kota Taman" Pertama di Indonesia, Jakarta (2001)

6. The Earliest Portuguese Sources for The History of Jakarta, Jakarta (2002)

7. Seri Gedung-Gedung Ibadat yang Tua di Jakarta: Gereja, Masjid, Klenteng, Jakarta (2003)

8. 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta, Jakarta (2007)

9. 150 Tahun Serikat Jesus Berkarya di Indonesia, Jakarta (2009)

10. Kamus Indonesia-Jerman, Jakarta (2012)

11. Atlas Sejarah Jakarta, Jakarta (2014)

12. Sejarah Jakarta Dalam Lukisan dan Foto, Jakarta (2017)


25 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com — Baiq Nuril Maqnun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo setelah DPR menyetujui pertimbangan pemberian amnesti yang ia ajukan. Dalam rapat paripurna, semua perwakilan fraksi menyetujui pemberian amnesti atas surat yang dikirimkan Presiden Jokowi pada 15 Juli 2019. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada DPR dan kuasa hukum yang telah setuju memberikan pertimbangan. Tampak Baiq didampingi oleh anak laki-lakinya, Rafi. "Terima kasih kepada bapak Presiden, terima kasih kepada anggota DPR, terima kasih kepada Ibu Rieke, terima kasih kepada semua kuasa hukum, terima kasih kepada lembaga yang tidak bisa saya sebut satu per satu," ujar Nuril saat ditemui seusai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Dalam rapat paripurna tersebut, semua perwakilan fraksi menyatakan setuju atas laporan pertimbangan pemberian amnesti yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi III Erma Ranik. Pertimbangan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Presiden Joko Widodo terkait permohonan pertimbangan amnesti. Surat itu kemudian dibahas dalam rapat pleno Komisi III. Setelah disetujui DPR, pemberian amnesti berada di tangan Presiden Jokowi. Nuril pun berharap kasus yang ia alami tidak terulang dan menimpa perempuan lain. "Jangan sampai, mulai detik ini, jangan sampai ada yang seperti saya. Itu menyakitkan sekali, Jangan sampai ada. Saya berharap jangan sampai ada," ucap dia. 

Kasus Nuril bermula saat ia menerima telepon dari kepala sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan itu, kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq. Karena merasa dilecehkan, Nuril pun merekam perbincangan tersebut. Pada 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat kepsek M geram.

Dalam rapat paripurna tersebut, semua perwakilan fraksi menyatakan setuju atas laporan pertimbangan pemberian amnesti yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi III Erma Ranik. Pertimbangan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Presiden Joko Widodo terkait permohonan pertimbangan amnesti. Surat itu kemudian dibahas dalam rapat pleno Komisi III. Setelah disetujui DPR, pemberian amnesti berada di tangan Presiden Jokowi. Nuril pun berharap kasus yang ia alami tidak terulang dan menimpa perempuan lain. "Jangan sampai, mulai detik ini, jangan sampai ada yang seperti saya. Itu menyakitkan sekali, Jangan sampai ada. Saya berharap jangan sampai ada," ucap dia. 

Kasus Nuril bermula saat ia menerima telepon dari kepala sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan itu, kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq. Karena merasa dilecehkan, Nuril pun merekam perbincangan tersebut. Pada 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat kepsek M geram.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/15145111/amnesti-disetujui-baiq-nuril-bilang-terima-kasih-pak-presiden-terima-kasih

25 July 2019

  JAKARTA, KOMPAS.com - Polri bersama polisi Filipina akan mencocokkan DNA dua WNI terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina, dengan sampel DNA keluarga. Hal itu diutarakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). "Dari sisi scientific Densus 88 sudah bekerja sama dengan Kepolisian Filipina, dari data tes DNA beberapa potongan tubuh yang didapat di TKP, nanti akan dicocokkan dengan pihak keluarga yang ada di Sulawesi," ucap Dedi. Untuk saat ini, polisi telah mengantongi identitas kedua terduga pelaku, yang berinisial RRZ dan UHS.

Keduanya diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Makassar. Mereka adalah pasangan suami-istri yang pernah menjadi deportan Turki pada 2017. Identitas itu didapatkan setelah polisi menangkap terduga teroris berinisial N (39) di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7/2019), dan Y yang diamankan di Malaysia pada awal Juni 2019. Maka dari itu, untuk menguatkan keterangan tersebut, aparat kepolisian melakukan tes DNA. "Setelah dicocokkan, identik DNA ,baru nanti akan ada penyampaian secara resmi bahwa kedua orang suspect suicide bomber," kata Dedi.

Orang-orang tersebut terkoneksi oleh elite JAD Indonesia berinisial S alias Daniel alias Chaniago. Ia merupakan otak atau mastermind yang menggerakkan anggota kelompok JAD Indonesia, sekaligus sebagai penyandang dana. S diduga berada di Khurasan, Afghanistan, bersama militan ISIS lainnya. Polri sudah memasukkan S pada Daftar Pencarian Orang (DPO). Dua bom bunuh diri itu meledak di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019. Ledakan terjadi saat misa berlangsung. Ledakan pertama terjadi di dalam gereja di Jolo. Sementara, bom kedua meledak saat petugas keamanan bergerak ke lokasi ledakan untuk memberi pertolongan terhadap para korban.

Insiden tersebut menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/11535631/cari-identitas-2-wni-terduga-pelaku-bom-bunuh-diri-di-filipina-polisi-akan

25 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum meledakkan diri di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019 lalu, pasangan suami istri RRZ dan UHS rupanya mengikuti program indoktrinasi terlebih dahulu di Indonesia. Hal itu diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). "Rekam jejaknya, kedua orang yang bersangkutan mengikuti indoktrinasi, brain wash, penanaman nilai-nilai dari paham radikal ekstrem tersebut," kata Dedi.

oal siapa yang melakukan brain wash, Dedi belum dapat memastikannya. Namun, yang pasti keduanya terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbasis di Makassar. Dalam momentum brain wash itu, lanjut Dedi, pasutri tersebut juga telah menyatakan kesanggupan untuk meledakkan diri di gereja Filipina. "Ada juga kesanggupan yang bersangkutan untuk menjadi pengantin, suicide bomber," ujar Dedi. Diketahui, pasutri tersebut memasuki Filipina secara ilegal pada Desember 2018. Adapun, aksi meledakkan diri dilakukan sekitar satu bulan setelahnya.

Namun, tim Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami apakah penentuan target pengeboman juga dilakukan di Indonesia atau usai keduanya sudah masuk ke Filipina. Oleh sebab itu, komunikasi keduanya dengan JAD dan komunikasi JAD dengan teroris di Filipina juga akan didalami. "Sebelum dia melakukan ( bom bunuh diri), tentunya kan ada komunikasi dulu, komunikasi dengan pihak sana juga," tutur dia.

Salah satu yang disasar Densus demi mencari titik terang kasus ini adalah menangkap Andi Baso. Ia adalah anggota JAD Makassar yang membantu memasukkan RRZ dan UHS ke Filipina. Andi Baso saat ini juga sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atas perannya dalam peledakan di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada 2016 silam.  Berdasarkan informasi sementara, Andi Baso saat ini sedang berada di Filipina. Polri bekerja sama dengan kepolisian Filipina untuk mengejar Andi.  

 

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/25/08281771/sebelum-ledakkan-gereja-filipina-pasutri-rrz-uhs-diindoktrinasi-di-indonesia

24 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengajak Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan melihat kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Hal itu dilakukan usai Jokowi menyambut Zayed di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (24/7/2019). Usai penyambutan, Jokowi dan Zayed masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan untuk menuju Istana Bogor. "Sebelum menuju Bogor, rombongan terbatas Presiden dan Pangeran keluar dari jalan tol menuju bundaran HI," kata Deputi Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin, Rabu.

Presiden Jokowi ingin menunjukkan pesatnya pembangunan di Indonesia karena kunjungan kenegaraan Presiden Uni Emirat Arab Khalifah bin Zayid al-Nahyan dilakukan pada 29 tahun yang lalu atau pada tahun 1990.

Menurut Bey, Presiden ingin menunjukkan pesatnya pembangunan di Indonesia dengan melewati kawasan yang menjadi ikon Ibu kota Indonesia. "Karena di sini (Bundaran HI) terdapat juga MRT," kata dia. Setelah melihat kawasan Bundaran HI, Jokowi dan Zayed baru bertolak ke Istana Bogor.

Di Istana Kepresidenan akan dilakukan upacara penyambutan kenegaraan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, penandatanganan buku tamu, penanaman pohon, tete-a-tete, pertemuan bilateral, dan penandatanganan kerja sama.


Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/24/10373571/jokowi-ajak-pangeran-abu-dhabi-ke-bundaran-hi-tunjukkan-pesatnya-pembangunan

24 July 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah daerah (Pemda) proaktif menyelesaikan permasalahan keamanan di Nduga, Papua. Kalla meminta pemda setempat aktif berinteraksi dengan TNI dan Polri di sana untuk menangani masalah keamanan dan pengungsi akibat konflik di Nduga.

Hal itu disampaikan Kalla menanggapi penangan pengungsi di Nduga yang hingga saat ini terus bertambah lantaran konflik tak kunjung padam. "Yang harus mengevaluasi itu justru pemerintah daerah setempat, bupati. Tidak perlu pusat, cukup bupati dan gubernur yang periksa berapa. Masa semua memeriksa jumlah pengungsi harus pusat yang menghitung, itu kelewatan," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (23/2019). Ia pun meminta pemda melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan informasi terkait kemanan kepada aparat TNI dan Polri. Kalla mengatakan, yang terjadi di Nduga bukan sekadar konflik, tetapi penyerangan.

Bahkan penyerangan sudah menyasar ke aparat TNI dan Polri. Hal itu terlihat dengan banyaknya penyerangan kepada anggota TNI yang tengah mengamankan pembangunan jalan Trans Papua. Kalla mengatakan, sedianya pemerintah menginginkan proses penyelesaian secara damai melalui dialog. Akan tetapi, upaya tersebut selalau ditolak sehingga cara yang digunakan ialah melalui penjagaan ketat oleh TNI dan Polri.

"Itu separatis namanya kalau begitu. Tentu kita akan berpegang kepada TNI ya, semua itu pemerintah pusat tidak bisa menerima seperti itu," ucap Kalla. "Tentu yang terbaik iyalah suatu penyelesaian yang damai. Tapi kalau tidak mau damai hanya menyerang tentara, tentara kan harus mesti membalas, kan gitu," ucap dia.


 

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2019/07/24/08084071/wapres-kalla-minta-pemda-proaktif-tangani-masalah-di-nduga-papua

Page 1 of 15

Tentang Kami