Live Streaming
Page 6 of 15
05 September 2018

sumber  : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Asian Games 2018 sudah usai dan kontingen Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan raihan 98 medali.

Rinciannya, 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu dan menempatkan Indonesia pada peringkat 4 Asian Games 2018.

 Para peraih medali emas, perak dan perunggu juga mendapatkan bonus yang tergolong cukup besar dan Presiden Joko Widodo langsung menyerahkan bonus tersebut di hari terakhir Asian Games 2018.

Tidak hanya itu, para atlet menerima bersih seluruh bonus karena pajak pendapatan ditanggung oleh pemerintah.

Bonus yang diterima atlet peraih medali memang menggiurkan, terutama bagi atlet yang gagal menorehkan medali.

Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Puan Maharanimengungkapkan, atlet-atlet Indonesia yang tidak berhasil memenangi medali di Asian Games 2018 juga mendapat uang apresiasi.

Menko PMK bersama TNI, Polri, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan KONI, menggelar konferensi pers pasca perhelatan Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.

Konferensi pers digelar di Kantor Kemenko PMK, Senin (3/9/2018), untuk menyampaikan sejumlah laporan terkait penyelenggaraan Asian Games 2018.

Puan Maharani yang juga Wakil ketua INASGOC menyampaikan ucapan terima kasih atas sumbangsih dari banyak pihak sehingga Asian Games 2018 berlangsung sukses. 

"Semua atlet sudah mendapatkan bonus dalam rekening buku tabungan masing-masing. Semua orang mungkin juga sudah tahu jumlahnya," ujar Puan seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari BolaSport.com.

"Ya, peraih medali emas mendapat Rp 1,5 miliar, peraih medali perak Rp 500 juta, dan peraih medali perunggu Rp 250 juta," katanya.

Puan mengatakan, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang tidak meraih medali, yakni uang saku Rp 20 juta.

Puan menambahkan, bonus-bonus tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memberikan semangat kepada atlet-atlet dalam memperjuangkan nama Indonesia di Asian Games.

Pembagian bonus sebelum penutupan Asian Games 2018 juga terkait dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

04 September 2018

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Indonesia sukses menyelenggarakan Asian Games 2018 dan hal itu juga diakui oleh pimpinan Organisasi Olimpic Asia serta Internasional Olimpic.

Saat bertemua dengan Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah serta Presiden IOC Thomas Bach di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Masuknya Indonesia sebagai kandidat Olimpiade 2032 akan membuat persaingan semakin ketat karena saat ini, ada tiga negara yang sudah mengajukan penawaran.

 Negara tersebut adalah Australia, China dan India, yang sudah mengajukan penawaran. 

Australia pernah menjadi tuan rumah tahun 2000 sementara China juga sudah pernah menjadi Olimpiade 2008.

Bedanya, China kali ini menawarkan tempat di Shanghai, sementara sebelumnya digelar di Beijing sementara Australia menawarkan Brisbane.

Sementara India sama dengan Indonesia, belum sekalipun menjadi tuan rumah Olimpiade sehingga dua negara ini bisa dikatakan akan bersaing ketat.

Masuknya Indonesia sebagai salah satu kandidat membuat media India, The Tribune, ikut mengulasnya.

Media tersebut memuji penyelenggaran Asian Games 2018 yang sukses, bahkan meminta India dan negara-negara lain yang ingin menyelenggarakan acara multi-olahraga untuk belajar ke Indonesia.

Menurut The Tribune, pernyataan Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah pada upacara penutupan Asian Games 2018 adalah isyarat bahwa OCA akan mendukung langkah besar Indonesia sebelumnya.

Meskipun tidak langsung menyebutkan Olimpiade Musim Panas, namun Al-Fahad mengatakan bahwa Indonesia layak untuk menjadi tuan rumah bagi acara olahraga penting di masa depan.

Menurut The Tribune, ada sejumlah hal yang membuat Indonesia begitu luar biasa.

Pertama, biasanya waktu yang diberikan ke tuan rumah untuk mempersiapkan diri hingga pembukaan Olimpiade adalah tujuh tahun.

Tetapi Indonesia ternyata bisa mempersiapkannya dengan baik hanya dalam waktu tiga tahun saja setelah Vietnam mundur setelah memenangkan tender.

Meskipun ada kendala waktu, panitia penyelenggara Indonesia (INASGOC) dan pemerintah bisa mempersiapkan organisasi Asian Games 2018 dengan baik.

Kedua, pemakaian anggaran yang minimal, tetapi bisa meraih hasil maksimal.

INASGOC sebelumnya mengajukan anggaran AS $ 600 juta untuk menyelenggarakan Asian Games, sama dengan anggaran Asian Games Incheon 2014.

Namun, anggaran itu dipangkas oleh pemerintah menjadi AS$ 300 juta. Setelah negosiasi, pemerintah meningkatkannya menjadi lebih dari $ 350 juta.

Menurut The Tribune, pemerintah dan INASGOC berhasil mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, termasuk BUMN yang all out mendukung suksesnya pesta olahraga terbesar kedua di dunia ini.

Tidak semua bantuan dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk fasilitas. Dicontohkan, Perusahaan Listrik Negara memasok listrik gratis ke semua tempat penyelenggaraan.

Hal lain yang dicatat oleh media tersebut adalah kemampuan Indonesia untuk menyelenggarakan Asian Games 2018 di dua kota dan semuanya terorganisasi dengan baik.

Ini adalah untuk pertamakalinya kejuaraan olahraga multi-event dilaksanakan di dua kota. Sebelum ini baru dilakukan untuk sepakbola seperti Piala Eropa yang digelar di Ukraina-Polandia serta Piala Dunia Korea-Jepang.

Penampilan Super Junior di acara penutupan (closing ceremony) Asian Games 2018
Penampilan Super Junior di acara penutupan (closing ceremony) Asian Games 2018 (screenshot vidio.com)

Menurut Tribune, dibanding Olimpiade Rio, penyenggaraan Asian Games 2018 sebenarnya jauh lebih kompleks. 

Di Rio hanya mempertandingan 26 cabang olahraga sementara di Indonesia mempertandingkan 40 cabang olahraga dan semuanya digelar di tempat yang layak dan representatif.

Selain itu, ada tiga "ancaman" menjelang Asian Games 2018, yakni terorisme, kejahatan serta lalulintasnya yang terkenal buruk.

Namun, tiga masalah tersebut bisa teratasi dengan organisasi yang luar biasa dari semua pihak.

The Tribune juga sempat mewawancarai Ketua INASGOC Erick Thohir tentang suksesnya Asian games 2018.

"Semua orang mendukung, itulah kuncinya. Seluruh Indonesia menjadi satu dan mendukung Asian Games. Kami punya rencana sejak Maret 2016. Sebagai organisasi kami memastikan akan menerapkan rencana itu. Kami juga memiliki talenta terbaik untuk mendukung Olimpiade. Apakah semuanya bekerja? Tidak 100 persen. Tapi kami mencoba menyelesaikan masalah dan tidak lari dari masalah itu," kata Erick Thohir.

Keberhasilan pementasan dari Games, yang terjadi untuk pertama kalinya di Indonesia sejak 1962, juga telah memberi negara kepercayaan untuk menawar untuk Olimpiade 2032.

Besarnya perhatian terhadap Indonesia juga dibandingkan dengan Olimpiade Rio oleh New York Times.

Media Amerika Serikat tersebut mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak pada isu korupsi seperti di Brasil.

Kala itu Brazil mengeluarkan anggaran sekitar A$20 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 295 triliun untuk ajang olahraga terbesar di dunia itu.

Menurut media tersebut, masalah korupsi juga dikhawatirkan akan terjadi di Indonesia jika menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Jaga momentum

Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas bach berfoto bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara bersama sejumlah menteri, usai membahas Asiasn games 2018
Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas bach berfoto bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara bersama sejumlah menteri, usai membahas Asiasn games 2018 (Dok Sekretariat kabinet RI)

Selain OCA, Presiden IOC juga memberikan sinyal yang baik bagi Indonesia.

Presiden IOC Thomas Bach, selain bertemu dengan Presiden Jokowi, juga menyaksikan glamornya acara penutupan Asian Games 2018.

Bach mengatakan, Indonesia memiliki sarana yang tepat untuk menjadi tuan rumah acara multi-olahraga terbesar di dunia.

“Dengan keberhasilan Asian Games ini, Indonesia telah meletakkan fondasi yang sangat kuat untuk pencalonan tersebut,” kata Bach seperti dilansir AFP.

“Anda dapat melihat bahan-bahannya di sana, Anda melihat bangsa muda yang antusias. Bergairah tentang olahraga, bekerja dengan efisiensi tinggi dalam organisasi ... Jadi, saya pikir, ini akan menjadi pencalonan yang sangat kuat. ”

“Saya pikir, apa yang penting sekarang bagi Indonesia adalah menjaga momentum Olimpiade ini dan tidak jatuh ke lubang hitam setelah semua orang pergi,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Federasi Atletik Internasional (IAAF) Lord Sebastian Coe memuji kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Coe juga hadir di Jakarta dan mengaku terpukau dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta, yang menjadi venue atletik.

Pria peraih emas Olimpiade Moskow 1980 dan Los Angeles 1984 itu juga memuji area latihan dan pemanasan di Stadion Madya, Senayan.

"Indonesia memiliki fasilitas kelas dunia dan fasilitas yang dimiliki sama dengan yang dimiliki negara-negara lain di dunia yang telah menggelar ajang-ajang internasional," kata Lord Coe seperti dilansir BolaSport.com.

Pria yang juga anggota parlemen Inggris ini menyebutkan bahwa posisi Indonesia di peta atletik Asia dan dunia memang masuk dalam sorotan IAAF.

"Indonesia telah melakukan perkembangan yang baik dalam atletik dan kami tentu memberikan dukungan," tutur pria berusia 61 tahun itu.

Kantor AFP menyebut, Indonesia telah melebihi ekspektasi sebagai tuan rumah Asian Games karena mampu menjadi tuan rumah bagi 17.000 atlet dan ofisial dengan baik.

Sebelumnya, menurut AFP, Indonesia pernah menjadi tuan rumah SEA Games 2011 namun diwarnai dengan skandal korupsi, penundaan serta banyaknya properti yang dibangun sia-sia.

03 September 2018

sumber : tribunnews.com

Seperti rencana sebelumnya, pesta penutupan acara Asian Games 2018 akan digelar hari ini, Minggu (2/9).

Seperti saat pesta pembukaan, acara penutupan ini juga dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Berbeda dengan pembukaan yang bernuansa megah, kali ini acara penutupan akan bernuansa persahabatan dan kebahagiaan.

Pada pembukaan acara Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018 kemarin, Presiden Joko Widodo menyempatkan dirinya untuk datang dan menonton acara ini hingga acara berakhir.

Bahkan, Jokowi merupakan salah satu 'pengisi acara' tersebut.

Dengan mengendarai motor gede, aksi Jokowi tidak hanya mengejutkan masyarakat Indonesia saja, namun juga luar negeri.

Namun sayangnya, pada kesempatan kali ini Jokowi tidak dapat hadir ke penutupan Asian Games 2018.

Ternyata, alasannya adalah karena sang Presiden memiliki tugas mengunjungi salah satu daerah yang sedang terkena musibah, yaitu Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Saya besok (hari ini) akan ke Lombok, NTB, pagi," kata Jokowi di Jakarta, Sabtu (1/9/2018) malam.

Di sana Jokowi akan melakukan peninjauan proses rehabilitasi pascagempa, seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Meski begitu, Jokowi memastikan tidak akan ketinggalan untuk menonton acara yang ditungu-tunggu tersebut.

Bahkan Ia berencana melakukan nobar (nonton bareng) bersama warga Lombok.

"Ya, besok (nobar) di sana," sambungnya.

Acara ini tentu dapat dijadikan 'media' untuk menghibur masyarakat Lombok yang saat ini sedang dirundung musibah.

Rencananya, Jokowi akan berada di Lombok selama dua hari.

Sebelumnya, kakek dari Jan Ethes ini sempat bertemu dengan pendiri  sekaligus  Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma, di Istana Kepresidenan Bogor, pada Sabtu (1/9).

Dalam pertemuan itu, Jokowi sempat bercanda dengan Jack Ma mengenai aksinya saat mengendarai motor di pembukaan acara Asian Games 2018 lalu.

"Saya berharap dapat melihat penampilan Anda pada upacara penutupan karena seperti yang Anda tahu, saya harus melompat dari sepeda motor untuk melakukan bagian saya dalam upacara (pembukaan) Asian Games," kata Presiden dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Selain bertemu dengan Presiden, Jack Ma juga dipastikan akan datang menikmati pertunjukan di penutupan Asian Games 2018.

Bahkan, orang terkaya di dunia ini disebut-sebut akan menampilkan sesuatu.

Meski sempat dibantah oleh pihak Alibaba, namun seseorang yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyebutkan Jack Ma sebelumnya bertemu dengan President Olympic Council of Asia, Sheikh Ahmed Al-Fahad Al Sabah.

03 September 2018

sumber : kompas.com

Presiden RI Joko Widodo memperingatkan para pejabat di Nusa Tenggara Barat dan mereka yang terlibat dalam pemulihan bencana agar dana bantuan sampai ke tangan korban gempa bumi tanpa potongan apapun.

Peringatan itu disampaikan Jokowi di depan pengungsi dan pejabat yang hadir di lapangan Masjid Jami di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Minggu (2/9/2018).

“Saya ingatkan, jangan ada potongan apapun untuk bantuan. Hati-hati bekerja dengan saya, hati-hati, saya cek. Saya tidak ingin ada serupiah pun dipotong di tabungan ini. Semuanya harus masuk ke masyarakat dan itu untuk membangun rumah masing-masing,“ tegas Jokowi.

Sejumlah warga pengungsi terlihat lega dengan pernyataan Jokowi tersebut.

Jokowi lalu mengingatkan bahwa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertanggung jawab jika ada penyimpangan yang muncul.

Jokowi mengingatkan warga pengungsi pula bahwa dana yang diberikan pemerintah harus digunakan untuk membangun rumah, bukan untuk keperluan lain.

“Jangan dananya digunakan untuk keperluan lainnya ini difokuskan ke pembangunan rumah, dan proses pembangunannya akan didampingi. Harus membangun rumah tahan gempa, mengingat Indonesia ini berada di posisi cincin api. Karena itu kami ingin mengingatkan bahwa pembangunan rumah harus mengikuti sesuai instruksi Menteri PUPR,” tutur Jokowi.

Dia juga mempersilakan warga yang ingin mengadopsi penggunaan bedek atau bambu untuk dinding rumah mereka. Hanya saja, konstruksinya harus sesuai dengan rumah Risha yang telah diuji coba ketahanannya pada gempa.

Hal itu sesuai dengan pertanyaan Kadri, warga asal Lombok Timur yang mengaku trauma dengan rumah beton dan batu. Dia berharap, presiden mengizinkan dia dan warganya membangun rumah dengan dinding bedek atau anyaman bambu.

Kedatangan Jokowi ke Lombok adalah ketiga kalinya pasca-gempa 29 Juli lalu. Pada kunjungan kali ini, Jokowi memberikan secara simbolis bantuan tabungan untuk pembangunan rumah warga yang rusak, masing-masing Rp 50 juta untuk yang rusak parah, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta.

 
03 September 2018

sumber : kompas.com

Presiden Joko Widodo berbaur dengan anak-anak di tenda pengungsian korban terdampak gempa Lombok di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Minggu (2/9/2018) malam.

Presiden mencoba untuk menghibur anak-anak agar tak larut dalam kesedihan.

Dikutip dari Antara, sekitar 200 anak tampak riang saat kedatangan Kepala Negara pukul 19.20 Wita. Mereka berkumpul untuk mendengar apa yang akan dikatakan Presiden.

Presiden kemudian meminta salah seorang dari mereka maju ke depan. Jokowiternyata menggelar kuis berhadiah.

Seorang anak kelas 5 dan 6 SD bernama Habi dan Izna memberanikan diri maju ke hadapan Presiden. Jokowi lantas bertanya seputar perjumlahan dan perkalian.

Keduanya sukses menjawab pertanyaan Presiden. Habi dan Izna mendapat tas.

Melihat temannya membawa pulang tas, anak-anak yang lain berebut agar ditunjuk Jokowi untuk maju ke depan.

Seorang siswa kelas 1 SD bernama Rifki lah yang akhirnya beruntung untuk menjawab pertanyaan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Rifki, coba satu ditambah satu ditambah satu ditambah satu berapa?" tanya Presiden.

Rifki berhasil menjawab. Presiden kemudian mengajukan pertanyaan yang lebih sulit. Namun, Rifki kembali sukses menjawab.

"Ini pintar banget, ini diberi tas," kata Presiden.

Dalam kunjungannya kali ini, Jokowi menginap di lokasi pengungsian. Hari ini, rencananya Presiden meninjau proses penanganan pascagempa secara langsung.

Dalam kunjungannya ini, Presiden didampingi di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Lalu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

03 September 2018

sumber : detik.com

Upacara penutupan Asian Games 2018 tak cuma digelar di Jakarta. Di Jakabaring, Palembang, penutupan digelar dengan konsep party dan lebih rileks.

Asian Games 2018 resmi ditutup Minggu (2/9/2018) malam WIB. Indonesia telah menyerahkan tongkat estafet tuan rumah kepada China, yang akan menggelar ajang multievent ini di kota Hangzhou pada 2022.

Upacara penutupan Asian Games 2018 digelar di dua tempat, Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Jakabaring di Palembang. Di Jakabaring, sekitar lima ribu orang datang menyaksikan momen bersejarah ini.


"Sangat puas. Saya sangat bangga karena adanya acara penutupan Asian Games di Jakabaring malam ini ya. Suasana di sini terasa begitu bersahabat," kata Willdanu, salah seorang penonton saat berbincang dengan detikSport, Minggu (2/9/2018).

Pria yang lebih akrab disapa Wildan itu datang jauh-jauh dari Sumatra Barat. Dia bersama keempat temannya sudah tiba di Palembang sejak dua hari lalu dan menyaksikan lomba Triathlon.

Tak ingin membuang kesempatan dan waktu, dia lanjut menonton penutupan Asian Games di Jakabaring dan berencana kembali ke Sumbar pada Senin (3/9).

"Dari pagi sudah di sini, karena katanya kalau masuk harus pakai undangan, ya kami dari pagi disini. Nggak ada keluar," kata Wildan sambil tertawa.

Kemeriahan penutupan Asian Games di pelataran Jakabaring Sport City malam ini tidak kalah dengan Jakarta. Ribuan penonton tumpah ruah menyaksikan penampilan artis dan band papan atas.

Asisten Deputi Promosi dan Industri Olahraga Kemenpora Sandi Suwardi Hasan mengatakan gelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang merupakan pencapaian yang luar biasa. Antusiasme warga bisa dilihat dari pembukaan hingga penutupan.

Di Jakabaring, kendati konsepnya lebih santai ketimbang di Jakarta dan cenderung bernuansa party, tak menyurutkan animo masyarakat.

"Ini pencapaian fantastis. Konsep party malam ini merupakan bagian dari kami panitia. Maunya sih ya di dalam stadion, tapi pasti biayanya lebih mahal, dengan begini saja ternyata antusias warga di Palembang cukup tinggi," kata Hasan.

"Cukup di luar aja dengan konsep santai, party dan bisa kita lihat ada sekitar lima ribu masyarakat yang hadir malam ini. Ini dari awal memang begini, tidak ada kursi dan tidak ada tribun, beda dengan di Jakarta," sambung Hasan.

31 August 2018

sumber : detik.com

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi berupa rumah antigempa untuk warga Lombok, NTB. Rumah antigempa ini merupakan karya anak bangsa atau buatan dalam negeri.

"Rumah ini disusun per panel. Kalaupun roboh, tidak mencelakai penghuni. Karena material ringan yang terbuat dari komposit sandwich. Kalaupun ada yang jatuh menimpa, berat panel hanya 2 kilogram. Jadi tidak begitu berbahaya," ucap Direktur Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT Mahendra Anggaravidya dalam siaran pers kepada detikcom, Kamis (30/8/2018).

Dia menjelaskan posisi rumah ini disambung dalam ikatan yang utuh. Ketika terkena beban gempa, sambungan tersebut tidak patah.

"Bahannya sandwich panel buatan BPPT yang bermitra dengan industri lokal. Dalam hal ini, BPPT berperan dalam memformulasikan bahan komposit, lalu menyusun desain dan diproduksi massal oleh industri lokal. Jadi ya hampir 80 persen TKDN," ujarnya.

Saat diuji simulasi beban gempa, setelah Simulasi Percepatan 2,28 G dalam frekuensi 0,1-10 Hz dengan metode (spektrum) serta kombinasi beban mati, hidup, dan angin, hasil simulasi dan analisis struktur menggunakan SAP2000, menunjukkan struktur tetap aman dengan kombinasi frame dan sandwich. Meski ini sifatnya simulasi, PTM BPPT tengah membuat permodelan bertipe 21 dan 36, yang rencananya akan dibawa ke Lombok. Pembangunan rumah komposit ini membutuhkan waktu 1 minggu per unit.

"Selain itu, kami inginkan ada dukungan khusus yang sifatnya pendanaan, khususnya untuk memperbanyak jumlah unit yang akan dijadikan bantuan," ungkapnya.

Satu unit rumah membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 juta untuk rumah komposit tipe 21. Sedangkan tipe 36 akan menghabiskan dana Rp 70 jutaan per unitnya.

"Selain kedua tipe tersebut, kami bisa membuat ukuran yang di kustom. Biaya per meternya Rp 2 jutaan. Bisa untuk ukuran besar untuk pembuatan fasilitas umum, seperti puskesmas atau tempat ibadah," urainya.

Sebagai informasi, unit rumah komposit inovasi BPPT ini sudah dipasang dan diserahterimakan di Pemkot Bogor, di Kelurahan Pasir Jaya. Sebagai mitra adalah BPBD Kota Bogor, yang bertujuan memiliki wilayah tanggap bencana dalam bentuk hunian sementara, yakni dua unit rumah tipe 3x4 dan 5x6. Saat ini rumah tersebut masih kokoh dan difungsikan sebagai fasilitas umum oleh pemerintah setempat.

31 August 2018

sumber : tribunnews.com

Akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bonus untuk para atlet peraih medali emas, perak maupun perunggu di Asian Games 2018 segera cair.

"Kini mantap bertengger di posisi keempat perolehan medali sementara Asian Games 2018 dengan 30 medali emas, 22 perak, dan 37 perunggu.

Atas pencapaian dan prestasi para atlet itu, pemerintah sudah menyiapkan bonus.
 
Saya ingin agar bonus diberikan kepada para pahlawan olahraga ini sesegera mungkin,

 kalau bisa sebelum keringat mereka mengering," tulis akun@Jokowi seperti TribunStyle.com lansir dari Instagram presiden, Kamis 30 Agustus 2018. 
Postingan akun Instagram @jokowi
Postingan akun Instagram @jokowi (INSTAGRAM)

Berapa bonus para atlet?

Contohnya Jonatan Christie alias Jojo.

 

Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, sudah ditunggu guyuran bonus melimpah usai tampil gemilang pada Asian Games 2018.

Jonatan Christie sukses meraih medali emas setelah menjadi juara cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda putra Asian Games 2018.

Pada pertandingan yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu berhasil mengatasi perlawanan Chou Tien Chen (Taiwan) dengan skor 21-18, 20-22, 21-15.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Dispora DKI Jakarta, Ratiyono, mengungkapkan bahwa Jojo akan dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta ataupun di lingkungan Kemenpora.

Tak hanya dijadikan PNS, ternyata Jonatan Christie sudah ditunggu bonus senilai Rp300 juta dari Pemprov DKI Jakarta.

"Dari Pemprov iya (mendapat uang Rp300 Juta -red). Dari Kemenpora Rp1,5 M. Dari sponsor dia pasti ada. Kalo mau jadi PNS sudah pasti," kata Ratiyono yang dilansir BolaSport.com dariTribunnews.

Lebih lanjut, Ratiyono pun mengungkapkan tentang detail bonus yang sudah disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk para atlet berprestasi di Asian Games 2018.

"Kalo emas Rp300 juta, perak Rp150 jutat, sedangkan perunggu Rp90 jutat. Makanya jangan mau perak sama perunggu. Emas saja," ucap Ratiyono.

31 August 2018

sumber : tribunnews.com

Presiden Joko Widodo menceritakan proses di balik pembuatan video di Pembukaan Asian Games 2018 yang sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Video tersebut menunjukkan aksi Jokowi yang ahli mengendarai motor gede (moge).

Bak pengendara profesional, Jokowi meliuk-liuk di gang kecil.

Jokowi juga memamerkan aksi terbang melewati truk dan aksistoppie saat bajaj menghadangnya.

Video pembukaan Asian Games 2018 tersebut langsung viral dan dibicarakan publik.

Banyak tokoh maupun publik menyoroti sosok stunman yang dipakai Jokowi.

Mengetahui videonya viral, Jokowi angkat bicara.

Jokowi menceritakan proses pembuatan video pembukaan Asian Games tersebut saat menghadiri pembukaan Kongres Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Hotel The Rich, Yogyakarta, Rabu (29/8/2018).

Pidato penjelasan Jokowi itu terekam dalam video yang diunggah Wishnutama selaku Creative Director Pembukaan Asian Games 2018 dalam Instagramnya, @wishnutama, Kamis (30/8/2018).

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa video viralnya di pembukaan Asian Games bertujuan sebagai hiburan.

Awalnya, video tersebut sudah direncanakan sekitar satu setengah tahun yang lalu.

Wishnutama langsung mendatangi Jokowi dan menawarkan untuk bermain di acara pembukaan Asian Games 2018.

Tawaran itu langsung disetujui oleh Jokowi.

"Saya diberi alternatif saat itu, yang biasa, agak ekstrem, dan ekstrem. Saya terus pilih yang ekstrem. Nah, dirancang dan jadinya seperti itu," cerita Jokowi.

"Ya, sekali lagi presiden disuruh akrobat seperti itu, ya gila bro," tambahnya.

Dalam pidato itu, Jokowi juga merasa heran dengan hal yang dibicarakan publik, terutama tentang aksinya tentang stuntman.

"Kan ditampilkan warna-warni budaya yang kita miliki, di video itu diselipkan saya naik sepeda motor. Problemnya sebetulnya bukan di naik sepeda motornya, yang diurus kok yang sebetulnya enggak perlu diurus, masalah stuntman," tegasnya.

"Ya, masak saya suruh main sendiri seperti itu, logikanya Presiden suruh jumping seperti itu, yang bener aja lah," ucapnya disambut riuh tepuk tangan semua hadirin yang hadir.

Jokowi juga mengatakan bahwa orang-orang politik terlalu mempermasalahkan video yang dianggapnya sebagai hiburan itu.

Presiden ketujuh RI itu juga membicarakan tentang aksi goyang dayung yang dilakukan saat pembukaan Asian Games.

Jokowi mengatakan bahwa publik terlalu mempermasalahkan hal yang tidak perlu.

Dalam keterangan unggahannya itu, Wishnutama mengutip perkataan Jokowi dan mengucapkan terima kasih.

Wishnutama sangat terkesan dengan apresiasi yang diberikan presiden ketujuh RI itu.

Selain itu, Wishnutama juga mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan prestasi para atlet yang sedang berjuang di Asian Games 2018.

" "YA GILA BRO!”

Terima kasih banyak pak @jokowi atas apresiasinya untuk kerja keras tim #openingceremonyasiangames2018.

Sangat bangga juga dengan prestasi atlit2 Indonesia yang jauh melampaui target," tulis Wishnutama dalam keterangan videonya

30 August 2018

sumber : detik.com

Berselancar di media sosial kini bagai melihat perang panas dua kubu pendukung capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.Ada saja hal yang diperdebatkan masing-masing pendukung dan saling melempar opini.

Namun final pertandingan pencak silat di Asian Games tampaknya bisa menjadi 'air' yang meredam panasnya perang di media sosial. Jokowi danPrabowo justru menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak ada apa-apa di antara mereka. Itu terlihat dari momen pelukan keduanya. Olahraga tradisional Indonesia yang menyatukan mereka berdua.

Momen itu tercipta saat Pesilat Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas. Setelah menang, sebagai selebrasi, Hanif naik ke tempatJokowi dan Prabowo duduk. Dia langsung memeluk keduanya bersamaan dalam selubung bendera merah-putih. Jokowi dan Prabowo tersenyum bersama dalam pelukan Hanif.

"Biar tahu masyarakat Indonesia, Prabowo dan Jokowi tidak ada apa-apa. Hanya itu orang-orang yang sirik karena kesuksesan mereka. Saya sebagai insan silat Indonesia bahwa silat itu artinya silaturahmi. Jadi kita harus jaga menjaga hati kita sama-sama. Kita satu bangsa, satu negara, masa kita harus terpecah belah karena hal tidak penting," ungkap Hanifan usai pertandingan.

Percikan keakraban Jokowi dan Prabowo sebenarnya terlihat sejak Jokowi datang ke Padepokan Pencak Silat TMII. Jokowi disambut langsung oleh Ketum Partai Gerindra itu begitu tiba. Setelah itu, Jokowi diantar menuju kursi VIP. Di barisan VIP, sudah ada Wapres Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, dan Menko PMK Puan Maharani.

Saat duduk bersama, keduanya saling ngobrol dan tertawa. Momen keakraban juga tercipta saat penyerahan medali emas ke pesilat Wewey Wita. Jokowi tak sungkan mengajak Prabowo ngevlog. Prabowo sendiri tampak bersemangat berbicara, termasuk Wewey.

Bahkan, keduanya kompak memposting keakraban dan pelukan itu di akun media sosial masing-masing. Baik Jokowi dan Prabowo sepakat, bahwa untuk kepentingan nasional semuanya harus bersatu.

"Pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kami bertiga -- Hanifan, saya dan Pak Prabowo -- pun berpelukan dalam selubung merah putih," tulis Jokowi di Instagram.

"Kita boleh berbeda pendapat diantara kita, tapi satu, kalau menyangkut kepentingan nasional kita harus bersatu," kata Prabowo di Instagram.

Masyarakat langsung menyambut baik momen pelukan kedua tokoh itu. Keriuhan juga menggelegar di media sosial yang semula jadi 'medan perang' kubu pendukung. Banyak netizen yang sepakat bahwa foto pelukan Jokowi-Prabowo menjadi penanda bahwa pendukung keduanya harus bersatu untuk bangsa.

Page 6 of 15

Tentang Kami