Live Streaming
Page 6 of 19
05 November 2018

sumber : detik.com

Rama Shinta - Ribuan warga Boyolali turun ke jalan memprotes pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal 'tampang Boyolali'. Bupati hingga Ketua DPRD Boyolali juga ikut serta dalam aksi tersebut.


Bupati Boyolali Seno Samodro, Wakil Bupati Said Hidayat, Ketua DPRD Boyolali S Paryanto yang hadir dalam aksi demo ikut melakukan orasi menanggapi pidato Prabowo. Seno Samodro menyerukan agar tidak memilih Prabowo dalam Pilpres mendatang. Seruan itu adalah dampak dari pernyataan Prabowo yang dinilai merendahkan warga Boyolali dalam pidatonya.

"Saya tegaskan, karena ini Forum Boyolali Bermartabat, tidak usah menjelek-jelekkan Prabowo. Kita sepakat tidak akan memilih calon presiden yang nyinyir terhadap Boyolali. Setuju?" kata Seno Samodro dalam orasinya di depan ribuan warga Boyolali, di aksi yang berlangsung di gedung Balai Sidang Mahesa, Boyolali Minggu (4/11).

Warga yang berdemo tersebut juga meminta agar Prabowo meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Meski demikian, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, menolak meminta maaf. 

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Sriyanto Saputro, beralasan telah mempelajari video tersebut secara utuh. Menurutnya tidak ada kesalahan atas ucapan Prabowo dalam pidato pembukaan posko relawan Prabowo-Sandi di Boyolali itu.

"Menurut saya (minta maaf itu) terlalu jauh. Apa yang disampaikan Pak Prabowo itu di forum internal para pendukung, para relawan, termasuk partai koalisi. Tidak ada satu pun yang datang itu tersinggung," ujarnya dalam keterangan pers di Solo, Minggu (4/11)

Dia justru menilai aneh jika ada orang lain di luar forum yang ikut terprovokasi. Sebab video yang beredar bukanlah versi lengkap.

"Kalau kemudian pihak lain yang tidak ada di situ, tapi karena terprovokasi oleh potongan video kan jadi aneh. Apa yang disampaikan Pak Prabowo Itu tulus secara utuh," kata dia.

Prabowo juga mengaku bingung segala tindak-tanduknya kini dianggap salah. Dia merasa bingung karena candaanya yang dipersoalkan.

"Saya baru keliling kabupaten-kabupaten Jawa Tengah, Jawa Timur. Mungkin Saudara monitor. Jadi, saya juga bingung, kalau saya bercanda dipersoalkan, kalau saya begini, dipersoalkan, begitu dipersoalkan," ujar Prabowo di acara Tablig Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Kopassandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11).

Prabowo mengaku paham dengan keadaan sekarang. Dia menyebut ini adalah politik. "Saya tahu tapi ini adalah politik, ini adalah musim politik," sebut Prabowo.

Ketum Partai Gerindra itu mengaku merasakan dukungan yang amat besar dari rakyat saat dirinya berkunjung ke beberapa daerah. Dalam pidatonya, Prabowo menceritakan banyak hal, termasuk soal buku yang diterbitkannya.

Prabowo menyebut dia sudah sejak lama mengingatkan akan bahaya stunting atau gangguan pertumbuhan. Lagi-lagi, kata dia, pidatonya mengenai masalah tersebut dan ekonomi dipermasalahkan.

"Ini kan kita warning. Kalau warning, ada yang tersinggung, 'jangan bicara ekonomi'. Loh, ekonomi masalahnya. Nggak boleh bicara ekonomi, nggak boleh bercanda," cerita Prabowo.

Sebelumnya, dalam salah satu cuplikan video pidato, Prabowo membicarakan mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia memberi ilustrasi tentang ketimpangan sosial dengan menyebut 'tampang Boyolali' akan terasing jika memasuki hotel-hotel mewah di Jakarta.

"Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?" kata Prabowo kepada para pendukungnya.

05 November 2018

sumbr : cnnindonesia.com

Rama Shinta - Tim SAR Gabungan kembali membawa 32 kantong jenazah berisi serpihan pesawat dan potongan tubuh korban insiden pesawat Lion Air JT610. Kantong jenazah yang berisi potongan tubuh korban kemudian dikirim ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, RIB (rigit inflatable boat) 03 Lampung merapat ke Posko Taktis JICT II, Tanjung Priok, Minggu (4/11) sekitar pukul 17.21 WIB. Mereka membawa 32 kantong jenazah. Satu kantong berisi serpihan pesawat, sehingga petugas memisahkannya.

Sementara 31 kantong lainnya berisi potongan tubuh korban. Petugas dari DVI Polda Metro Jaya, Basarnas, PMI, dan TNI memeriksa dan mendata 31 kantong tersebut. Usai didata, seluruh kantong dibawa ke RS Polri untuk keperluan identifikasi.

Selain serpihan dan potongan tubuh, hari ini Tim SAR Gabungan juga mengangkut beberapa komponen penting pesawat, seperti roda dan turbin pesawat.

Dengan temuan ini, total kantong jenazah yang dibawa Tim SAR Gabungan mencapai 136 kantong. Sementara tim DVI sudah mengidentifikasi 14 korban kecelakaan Lion Air JT610.

Tujuh jenazah yang sudah diidentifikasi hari ini, Minggu (4/11), yakni Rohmanir Pandi Sagala (23), Dodi Junaidi (40), Muhammad Nasir (29), Janry Efriyanto Sianturi (26), Karmin (68), Harwinoko (54), dan Verian Utama (31).

Sementara tujuh jenazah sudah diidentifikasi sebelumnya, yakni Jannatun Cintya Dewi (24), Candra Kirana (29), Monni (41), Hizkia Jorry Saroinsong (23), Endang Sri Bagusnita (20), Wahyu Susilo (31), dan Fauzan Azima (25).

Hari ini memasuki hari ke tujuh proses evakuasn dan pencarian pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10). Basarnas juga memperpanjang masa evakuasi selama tiga hari terhitung Senin (5/11).

Seperti diketahui, saat hari kecelakaan, pesawat Lion Air JT610 mengangkut 189 orang, terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.

Pesawat Boeing 737-300 MAX 8 itu dipastikan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat setelah dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB atau sekitar 13 usai lepas landas dari Bandara Soetta, Jakarta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung.

02 November 2018

sumber : liputan6.com

Rama SHinta - Black box atau kotak hitam pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang telah tiba di kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Jakarta Pusat. Rencananya kotak hitam tersebut akan langsung dilakukan pemeriksaan.

Investigator KNKT Ony Soerjo Wibowo mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kotak hitam tersebut bagian dari perekam suara kokpit atau perekam data.

 

"Kita akan periksa dulu, verifikasi. Masih banyak cara, kami punya caranya, percayakan kepada kami," kaya Ony di kantor KNKT, Kamis (1/11/2018).

Dia menjelaskan, lebih baik bila kedua kotak hitam Lion Air tersebut dapat ditemukan. Namun, bila hanya satu aja, Ony menyebut pihaknya masih memiliki beberapa cara untuk meneliti penyebab kecelakaan pesawat di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat tersebut.

Kendati begitu, Ony enggan menjelaskan secara gamblang berbagai cara yang akan dilakukan KNKT selama proses penelitan. Sesuai peraturan yang ada, dia mengatakan pihaknya diberikan waktu selama satu tahun untuk menyelesaikan laporan.

 

Data dan Fakta

"Tapi sebelum itu dalam jangka waktu satu bulan (dari hari pertama kecelakaan) kami wajib menerbitkan apa yang disebut preliminary report yang berisi mengenai data dan fakta apa yang terjadi pada pesawat ini tanpa analisis, penjelasan, penyebab. Jadi yang kita ungkap adalah data dan faktanya saja," papar dia.

Selanjutnya, dia beralasan KNKT masih membutuhkan waktu untuk memeriksa lebih lanjut dari kotak hitam itu.

"Kami masih butuh waktu untuk melakukan banyak hal, untuk memeriksa flight data recorder," jelasnya.

01 November 2018

sumber : cnnindonesia.com

Rama Shinta - Pemerintah Presiden Joko Widodo akan memperbesar anggaran subsidi pada 2019 nanti. Peningkatan anggaran subsidi tersebut tertuang dalamAPBN 2019.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang baru saja disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Rabu (31/10) kemarin, anggaran subsidi mencapai Rp224,3 triliun. Anggaran tersebut naik 43,59 persen jika dibandingkan APBN 2018 yang hanya Rp156,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan peningkatan anggaran subsidi murni terjadi karena pengaruh perubahan asumsi nilai tukar rupiah. Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR memutuskan mengubah asumsi kurs dari awalnya Rp14.400 per dolar AS menjadi Rp15.000.

Tekanan perubahan kurs tersebut tidak bisa membuat pemerintah mengurangi alokasi subsidi bagi masyarakat. Subsidi tetap perlu diberikan. Misalnya, subsidi energi perlu diberikan karena pemerintah ingin meningkatkan rasio elektrifikasi.

"Pemberian subsidi ini tetap perlu dilakukan. Ini adalah belanja APBN yang langsung dirasakan masyarakat miskin, seperti halnya belanja sosial," ucap Ani, sapaan akrabnya, di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Rabu (31/10).

Lebih lanjut, ia merinci peningkatan anggaran subsidi dilakukan untuk pos subsidi energi, seperti; Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji  yang mencapai Rp100,7 triliun serta listrik yang sebesar Rp59,3 triliun. Alokasi subsidi untuk kedua pos energi itu masing-masing meningkat sekitar 114,71 persen dan 24,31 persen dari pagu APBN 2018 yang hanya sebesar Rp46,9 triliun dan Rp47,7 triliun.

Selain itu peningkatan anggaran subsidi juga dilakukan untuk pupuk, selisih bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga bunga kredit perumahan. Ketiga subsidi non energi itu dinaikkan jadi Rp64,3 triliun pada APBN 2019 atau naik 4,21 persen dari pagu APBN 2018 yang hanya sebesar Rp61,7 triliun.

Rinciannya, subsidi pupuk sebesar Rp29,5 triliun, subsidi bunga KUR Rp12 triliun, dan subsidi bunga kredit perumahan Rp3,5 triliun. Ani bilang, alokasi subsidi pupuk meningkat demi mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan luasan lahan pertanian. Sementara subsidi bunga KUR naik karena pemerintah telah berkomitmen untuk membantu pembiayaan bagi sektor UMKM dan TKI.

"Sedangkan subsidi kredit perumahan diberikan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah, dengan penerbitan untuk 100 ribu unit perumahan," katanya.

31 October 2018

sumber : liputan6.com

Rama Shinta - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Karawang pada Senin 29 Oktober pagi.

Total kantong jenazah yang telah dikirim ke RS Kramat Jati sampai malam ini mencapai 37 kantong. Sebanyak 13 kantong jenazah merupakan hasil operasi pencarian sejak Selasa pagi sampai malam ini.

"Kalau kemarin sudah kita sampaikan ada 24 kantong jenazah yang sudah kita kirimkan ke DVI Polri, Rumah Sakit Polri, hari ini mendapatkan 13 lagi, sehingga ada 37 kantong jenazah yang sudah kita kirimkan ke RS Polri," ujar Deputi Operasi Basarnas Nugroho Budi W di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018) malam. .

Selain itu, tim juga berhasil mengumpulkan serpihan bagian pesawat Lion Air dan barang milik korban. Termasuk ditemukan 52 kartu identitas.

"Sampai dengan saat ini kita sudah menemukan sekitar 52 kartu identitas dari para korban. Baik KTP, KTA, BPJS maupun Paspor. Terdiri dari yang perempuan 18 dan laki-laki 34," jelasnya. Nugroho tak merincikan nama-nama pemilik kartu identitas tersebut.

 

Pencarian Menyeluruh

Dalam operasi pencarian hari kedua, tim telah mengerahkan empat kapal yang disertai alat multibeam echosounder dan scan sonar. Empat kapal ini bergerak untuk mencari korban dan badan pesawat di area bawah permukaan air.

Sementara untuk pencarian di atas permukaan air dikerahkan 30 kapal baik milik Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan lembaga lainnya. Selain itu tiga unit helikopter juga dikerahkan untuk membantu operasi pencarian.

Sampai saat ini badan utama pesawat yang baru dioperasikan sekitar dua bulan itu belum ditemukan.

29 October 2018

sumber : detik.com

Rama Shinta - Pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan JT 610 mengalami hilang kontak (lost contact). Pihak Airnav Indonesia telah meneruskan informasi ini ke tim pencarian.

"Betul bahwa pesawat Lion JT 610 mengalami lost contact. Kami telah meneruskan infomrasi kepada tim SAR," kata Humas Airnav Indonesia, Yohanes Sirait, kepada detikcom, Senin (29/10/2018).

Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, pesawat ini take off pukul 06.20 WIB dan mengalami hilang kontak pukul 06.33 WIB.

26 October 2018

sumber : kompas.com

Rama Shinta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menekan pentingnya memperkuat posisi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk menekan kejahatan korupsi olehkepala daerah.

Hal itu dinilainya sebagai kebutuhan mendesak melihat banyalnya kepala daerah yang tersandung dalam pusaran korupsi. Selama ini, kata Alexander, APIP cenderung tak berdaya.

"Mereka sepertinya tidak berdaya kalau kepala daerahnya tidak memiliki integritas. Karena inspektur kan bertanggung jawab kepada kepala daerah, melalui sekda. Apapun ceritanya ketika mereka melakukan audit dan menemukan penyimpangan kepala daerah pasti enggak berani, (menindaklanjuti)" kata Alexander dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (26/10/2018).

Ia memaparkan, KPK dan pemerintah sudah membahas lebih lanjut terkait penguatan APIP. Alex menekankan APIP harus independen dari tekanan kepala daerah yang melakukan penyimpangan.

"Nah di dalam draft yang sudah kami bahas kemarin kira-kira kalau inspektorat tingkat dua SK-nya dari gubernur, kemudian tingkat provinsi SK-nya dari Mendagri," katanya.

Dengan demikian, jika inspektorat daerah menemukan dugaan penyimpangan, kepala daerah tak bisa menghentikan atau memutasikan anggota inspektorat. Sehingga APIP bisa menindaklanjuti temuan penyimpangan tersebut dengan leluasa.

"Dari sisi penganggaran, kita bicara dengan Mendagri, nanti ada persentase tertentu dari APBD itu yang dialokasikan untuk anggaran pengawasan inspektorat. Dan tinggal kita tingkatkan kualitas dan jumlah auditornya," papar Alexander.

 

 

Menurut dia, masih banyak auditor inspektorat daerah yang belum tersertifikasi. Selain itu, banyak pula inspektorat daerah yang tak berfungsi.

"Hanya ada organisasinya tapi fungsinya belum ada. Ini yang kami dorong agar APIP diberdayakan," katanya.

Alexander optimistis, apabila posisi APIP independen, didukung personel yang berkualitas serta didukung anggaran yang kuat, potensi kejahatan korupsi bisa ditekan.

"Kami yakin ketika itu terwujud, kemandirian APIP itu, ya mereka akan bisa mengawasi dengan independen, profesional," tegasnya.

Di sisi lain, Alex juga menekankan pentingnya integritas pejabat daerah dalam menjalankan dan mematuhi sistem yang telah dirancang dengan baik. Menurut dia, saat ini tata kelola pemerintahan sudah didukung dengan sistem elektronik.

Dengan sistem itu, seharusnya transparansi tata kelola pemerintahan bisa berjalan. Namun, ia melihat masih ada pihak-pihak di pemerintahan daerah yang bekerja sama dengan pihak tertentu yang berkepentingan untuk mengakali sistem.

"Saya rasa daerah juga menerapkan (sistem elektronik). Tetapi ini hanya sistem, sistem itu sebaik apa pun masih bisa diakali, diterobos. Kalau ada kerjasama membobol sistem itu, dan tidak ada integritas," ungkap dia.

25 October 2018

sumber : kompas.com

Rama Shinta - Pesona seni dan budaya Sumatera Barat hadir saat pelaksanaan Resepsi Diplomatik HUT ke 73 Republik Indonesia, di Roma, Italia, Selasa (23/10/20180 malam -waktu setempat.

Pada awal acara, tari Pasambahan -seni tari tradisional khas Minang yang menjadi simbol ungkapan hormat bagi tamu, menyapa sekitar 250 orang undangan.

Mereka terdiri dari kalangan korps diplomatik, pejabat tinggi kementerian, dan anggota Parlemen Italia, serta mitra kerja KBRI Roma.

Tidak hanya mereka yang tinggal di Roma, undangan datang dari berbagai wilayah di Italia, seperti Genoa, Florence, Napoli, hingga Sicilia.

Sementara itu, tari Piring yang menggambarkan suka cita kala masa panen tiba, menjadi pengantar para tamu menikmati hidangan yang disajikan.

Rendang, menu khas Sumatera Barat, dan juga Soto Kudus menjadi salah satu menu yang paling diminati undangan.

 

Suasana resepsi diplomatik HUT 73 RI di KBRI Roma, Italia, Selasa malam (23/10/2018) waktu setempat.
Suasana resepsi diplomatik HUT 73 RI di KBRI Roma, Italia, Selasa malam (23/10/2018) waktu setempat.(DOKUMENTASI KBRI ROMA)

 

Berbagai tarian dan nyanyian daerah yang dibawakan Tim Sanggar Seni Budaya binaan Pemkab Pasaman, semakin hangat dengan penampilan campur sari dari Ilaria Meloni, Daniele Zappatore, dan Marco.

Mereka adalah warga Italia alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dan program Darmasiswa yang diberikan Pemerintah RI.

Dengan fasih mereka bernyanyi lagu-lagu daerah diiringi instrumen tradisi dipadukan alat musik internasional.

Pada sesi seremonial, Ilaria dan Daniele juga menyanyikan lagu kebangsaan Italia, “Fratelli d’Italia” dan Indonesia Raya.

Nuansa persahabatan lintas budaya dua dunia mengisi perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang sederhana namun tetap menarik tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (25/10/2018), disebutkan, Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, sempat mengawali sambutan dengan mengajak hadirin mengheningkan cipta untuk para korban bencana alam di Indonesia.

Selanjutnya, Esti mengungkapkan harapan kerja sama serta hubungan baik yang terjalin selama ini antara Indonesia dan Italia dalam berbagai bidang dapat terus dibina.

 

Ilaria Meloni, Daniele Zappatore, dan Marco, warga Italia alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dan program Darmasiswa yang diberikan Pemerintah RI, tampil dalam resepsi diplomatik HUT ke 73 Ri di Roma.
Ilaria Meloni, Daniele Zappatore, dan Marco, warga Italia alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dan program Darmasiswa yang diberikan Pemerintah RI, tampil dalam resepsi diplomatik HUT ke 73 Ri di Roma. (DOKUMENTASI KBRI ROMA)

 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berharap pementasan seni tari dan lagu Sumatera Barat dapat memperkenalkan potensi pariwisata daerah tersebut kepada para tamu undangan.

Irwan datang ke Roma bersama Wali Kota Payakumbuh Riza Pahlevi, Bupati Agam Indra Catri, dan Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama.

Hadir pula Wakil Menteri Luar Negeri Italia Manlio Di Stefano. Saat berbincang dengan Esti di sela-sela resepsi, Stefano turut menyampaikan kekagumannya terhadap seni budaya Indonesia.

Dia mengaku amat menikmati makanan Indonesia yang disajikan malam itu.

25 October 2018

sumber : liputan6.com

Rama Shinta - Rentetan pembangunan begitu nyata terlihat pada PemerintahanJokowi-JK. Di usia empat tahun pemerintahannya, Jokowi-JK tidak hanya melakukan pembangunan infrastruktur di darat, tapi juga laut dan udara.

Tidak hanya pembangunan fisik, mental pun terlihat dipoles Jokowi-JK. Buktinya, sepanjang 2014 hingga 2018, Indonesia menorehkan sederetan penghargaan dalam bidang sains dan teknologi.

Satu yang membuat derajat ekonomi bangsa naik adalah Indonesia menempati peringkat pertama untuk Trust and Confidence in National Government, atau tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah berdasarkan Gallup Data.

Lantas, bagaimana tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi serta kemiskinan selama 4 tahun Jokowi-JK. Simak dalam Infografis berikut ini:

24 October 2018

sumber : tempo.co

Rama Shinta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bendera yang dibakar dalam insiden bertuliskan lafadz Tauhid bukan merupakan bendera HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia-organisasi yang telah dilarang di negeri ini.

 

"Memang itu tidak ada HTI-nya, jadi itu kalimat tauhid. Kami melihat yang dibakar kalimat tauhid karena tidak ada simbol HTI," kata Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas di gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, pada Selasa, 23 Oktober 2018.

Dalam penyelidikan awal Polri dari keterangan tiga orang yang diamankan, bendera Tauhid itu dibakar lantaran pelaku mengira bendera tersebut adalah bendera HTI.

Terkait hal tersebut, Yunahar menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut motif pembakaran. Motif tersebutlah yang menentukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Secara agama, Yunahar menegaskan, pembakaran bendera Tauhid itu harus dilihat niatnya. Apalagi, pembakaran itu terjadi di muka umum. Karena itu, pembakaran ini tidak bisa disimplifikasi diperbolehkan atau tidak diperbolehkan.

"Ini ada latar belakang sosial yang tidak bisa kita sederhanakan. Faktanya memang ada bendera kalimat tauhid dibakar, tapi kalau niat (sengaja bakar tauhid) rasanya tidak mungkin," ujar dia.

Dalam video yang beredar dengan durasi 02.05 menit itu, memperlihatkan ada seorang anggota berbaju Banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Belasan orang berbaju Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api.

Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab itu. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

 

Sementara itu, Polri menyatakan bahwa bendera yang dibakar oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) di Garut, Jawa Barat adalah bendera HTI. Hal itu diutarakan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto usai mendapatkan keterangan dari hasil pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

"Keterangan sementara dari tiga orang diamankan Polres Garut bahwa mereka membakar bendera HTI yang telah dinyatakan terlarang oleh UU," kata Setyo.

Page 6 of 19

Tentang Kami