Live Streaming
super me

super me

Page 4 of 74

SP 46/DHMS/OJK/X/2019

SIARAN PERS

PENGEMBANGAN NASABAH KLASTER BATIK BANK WAKAF MIKRO PADA HARI BATIK NASIONAL 2019

Surakarta, 2 Oktober 2019. Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong kemajuan usaha produktif nasabah Bank Wakaf Mikro (BWM) yang hingga September 2019 telah mencapai 53 BWM di 16 Provinsi dan telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 27,7 miliar kepada 21.557 nasabah.

Dalam perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2019 yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Istana Mangkunegaran Surakarta, OJK turut menghadirkan dua BWM yang telah mengembangkan klaster nasabah pembatik, yaitu BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul DIY dan BWM Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo Surakarta sebagai wujud nyata industri jasa keuangan mendukung pelestarian batik sebagai produk Nusantara.

Pada kegiatan HBN 2019, OJK juga menghadirkan 130 nasabah pembatik BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul, 23 nasabah pembatik BWM Bankwakaf Imam Syuhodo, 8 pengurus dan pengelola BWM, serta 8 pimpinan pondok pesantren, dari Pesantren Al Munawwir Krapyak, Pesantren Imam Syuhodo, Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti dan Pesantren Al Manshur Popongan.

Sebagai upaya mengembangkan nasabah klaster batik BWM, dalam HBN 2019 ini OJK telah memfasilitasi diadakannya penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan Batik Indonesia (YBI) dengan BWM Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo dan BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul untuk membangun sinergi dalam pembiayaan dan pengembangan klaster batik BWM.

Nota kesepahaman diinisiasi sebagai landasan antara YBI dan BWM dalam bekerja sama dan bersinergi untuk meningkatkan daya saing dan kompetensi nasabah pembatik binaan BWM dalam kerangka pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, dalam ruang lingkup:

  1. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pembatik,
  2. Penyaluran pembiayaan dari BWM kepada masyarakat pembatik di cakupan wilayah usaha BWM, serta
  3. Penampungan, pemasaran dan pendistribusian produk masyarakat pembatik nasabah binaan BWM.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum YBI, Jultin Ginandjar Kartasasmita dengan Ketua Pengurus BWM Almuna Berkah Mandiri, Eni Kartika Sari dan Ketua Pengurus BWM Bankwakaf Imam Syuhodo, Agus Susilo.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan untuk membangun kerja sama pembinaan dan pengembangan masyarakat perajin batik sehingga menjadi bentuk sinergi pembiayaan dan pengembangan nasabah klaster batik binaan BWM.

“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat memberikan insentif pendapatan bagi para perajin batik agar tetap dapat menjalankan usaha mikro produktif dan turut melestarikan budaya membatik di Tanah Air, dengan membuka akses pembiayaan mikro yang murah melalui skema BWM,” kata Wimboh.

Dalam kesempatan itu, Wimboh secara simbolik menyerahkan dana pembiayaan kepada 3 nasabah Bank Wakaf Mikro, yaitu Suparmi, nasabah BWM Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo, klaster pembatik tulis, pembiayaan Rp2 juta. Siti Yuringah, BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul, Klaster Pembatik Tulis Klasik Nitik, nilai Rp1 juta. Zuni Widiastuti, BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul, Klaster Pembatik Tulis Klasik Jawa, nilai pembiayaan Rp2 juta.

***

 

Informasi lebih lanjut:

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis, Anto Prabowo

Telp. 021.29600000  Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Kuta - Bank Indonesia (BI) menargetkan ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh di kisaran 5,1-5,4%. Namun, di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai kurang kuat.

"Dengan adanya situasi dan kondisi global ini, pertumbuhan Indonesia turut terpengaruh global yang kurang menguntungkan. Pertumbuhan ekonomi kita melandai, masih ada prospek naik tapi tidak begitu kuat. Masih bagus, tapi nggak strong," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko di The Anvaya Beach Resort, Bali, sabtu(28/9/2019).

Menurut Onny, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi seperti yang ditargetkan masih perlu kerja keras. Pasalnya, faktor pendongkrak pertumbuhan ekonominya juga tak terlalu kuat.

"Untuk mencapai target antara 5,1-5,4% itu faktor-faktor untuk mencapai target itu masih terbatas. Misal konsumsi masih di 5% dan investasi menurun. Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi itu tidak kuat," terang Onny.

Selain itu investasi asing,menurut Onny tumbuh melambat atau menurun. Pertumbuhan investasi di triwulan II-2019 diperkirakan belum kuat, khususnya investasi non bangunan.

Onny juga menilai kinerja ekspor belum membaik karena permintaan global dan harga komoditas menurun.

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah mencari upaya baru penggerak ekonomi, salah satunya melalui sektor pariwisata.

Ia membeberkan, rata-rata belanja wisata masyarakat Indonesia per tahun mencapai Rp 19,5 triliun dengan pertumbuhan sebesar 5,08 %. Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional cukup besar.

Sementara itu mengenai melambatnya pertumbuhan ekonomi dan volume perdagangan global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS)-China dan Brexit nampaknya memberi sedikit keuntungan bagi negara berkembang, seperti Indonesia.

 Onny Widjanarko mengatakan modal asing yang ada di negara-negara maju malah akan 'kabur' ke negara berkembang. Hal tersebut ia prediksi dengan adanya ketidakstabilan di negara-negara maju yang terdampak dua fenomena ekonomi global tersebut.

Onny mencontohkan, di Amerika Serikat (AS) ada indeks economy policy yang menunjukkan ketidakpastian sehingga likuiditas global yang tertanam di AS 'bersiap-siap kabur' ke negara berkembang jika terjadi suatu gejolak ekonomi.

Disbudpar, Dato’ Sri Haji Ishak bin Haji Muhamad, Dewan Undangan Negeri Pahang Malaysia menjadi wisatawan mancanegara (wisman) pertama yang mengunjungi masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batu Aji, Batam.

Kehadiran Dato’ bersama istri dan 30 orang rombongan Perkumpulan Kebajikan Anak Yatim (Pekaya) Pahang pada Rabu (11/9) yang dibawa ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Provinsi Kepri, Surya disambut hangat kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata didampingi kepala kantor Kementerian Agama Batam, H. Zulkarnain Umar dan Agus Suyatno, Kabid. Prasarana Bangunan Gedung Dinas Cipta Karya Kota Batam.

Ardi mengajak rombongan berkeliling melihat suasana  ruangan bangunan masjid dilantai satu. Selanjutnya mantan Kabag. Humas itupun membawa rombongan memasuki lift untuk melihat Batam melalui menara pandang.

Dato kagum dan terkesan melihat pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Batam yang terlihat sangat megah. Usai berkeliling mengitari masjid, Dato’ dan istri juga anggota rombongan lainnya melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di ruang VIP lantai 1.

Dato’ menyampaikan kedatangan dirinya bersama rombongan Pekaya Negeri Pahang ke Batam selain  mengunjungi masjid Sultan juga mengunjungi tiga panti asuhan yang ada di Batam, masing-masingnya panti asuhan Permata Barelang Tembesi, Yayasan Himmatun Ayat Batu Aji, dan Rumah Hafidz Al Khair Batam.

Dirinya merasa senang dan bersyukur karena berkesempatan melihat langsung masjid terbesar di Sumatera ini, walaupun pembangunannya masih belum selesai seluruhnya. 

“Petang ini kami berkesempatan meninjau dan melawat masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang terbesar di Batam. Kami bersyukur karena dapat melihat dengan mata kami sendiri betapa cantik dan indahnya masjid ini. Kami yakin masjid ini akan dapat menarik pelancong seluas-luasnya disamping meningkatkan lagi image Islam di Indonesia dan nusantara,” ujarnya.

Ia pun berencana akan datang kembali membawa rombongan lainnya untuk membuat kegiataan di Batam dan melihat masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Sebelum rombongan kembali, Kadisbudpar Batam, Ardiwinata berharap agar Dato bersama rombongan bisa hadir di acara tabligh akbar Kemilau Muharram yang akan menghadirkan ustadz Abdul Somad dan Kazim Elias dari Malaysia  pada 20 September nanti. (*)

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, M.H memimpin Konferensi Pers hasil Operasi Antik Seligi 2019 pada hari Rabu tanggal 11 September 2019, dengan didampingi oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Wadirresnarkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede S.IK.

 

Pada kesempatan tersebut Wakapolda Kepri menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Antik Seligi 2019 yang dimulai dari tanggal 21 Agustus 2019 sampai dengan 9 September 2019 atau selama 20 hari, Polda Kepri dan jajaran telah berhasil mengungkap 50 Kasus Tindak Pidana Narkoba, bila dibandingkan dengan Operasi Antik Seligi tahun 2017 yang mengungkap sebanyak 30 kasus, maka terjadi peningkatan/kenaikan sebesar 20 kasus atau (66,67%).

 

Pengungkapan Tindak Pidana Narkoba pada Operasi Antik Seligi 2019, dengan rincian sebagai berikut :

  • 8 (delapan) kasus berhasil diungkap oleh olda kepri.
  • 15 (lima belas) kasus oleh Polresta barelang.
  • 6 (enam) kasus oleh Polres tanjungpinang.
  • 7 (tujuh) kasus oleh Polres Karimun
  • 3 (tiga) kasus oleh Polres Bintan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Lingga.
  • 1 (satu) kasus oleh Polres Natuna dan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Anambas.

 

Pelaku tindak pidana Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019 sebanyak 80 orang tersangka terdiri dari 79 laki-laki dan 1 perempuan, jika dibandingkan dengan Operasi Antik 2017 sebanyak 43 tersangka dan terdapat kenaikan sebesar 37 orang atau (86,05%).

 

Pelaku yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019, sebagai berikut :

  • Polda Kepri mengamankan sebanyak 14 orang tersangka.
  • Polresta Barelang mengamankan sebanyak 23 orang tersangka laki-laki dan 1 tersangka perempuan.
  • Polres Tanjungpinang mengamankan 12 orang tersangka.
  • Polres Karimun mengamankan 10 orang tersangka.
  • Polres Bintan mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Lingga mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Natuna mengamankan 2 orang tersangka.
  • Polres Anambas mengamankan 8 orang tersangka.

 

Sedangkan Barang barang bukti Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik seligi 2019 adalah sebagai berikut:

  • 233,81 gram ganja kering.
  • 70 batang bibit pohon ganja.
  • 71,45 gram bibit biji ganja.
  • 080.76 gram sabu.
  • 889 ¾ butir ekstasi.
  • 93 gram serbuk ekstasi.

 

Disampaikan juga oleh Wakapolda Kepri bahwa wilayah hukum Polda Kepri merupakan wilayah perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan negara lain, menjadikan Kepri rentan dengan peredaran Narkotika. "Kedepan diharapkan agar semua masyarakat dapat menjadi mata dan telinga bagi kepolisian untuk dapat memberikan informasi berbagai bentuk kejahatan Narkotika dan jadikan Narkoba sebagai musuh bersama".

BATAM –Atlit sepeda Downhill binaan Polda Kepri berhasil meraih Podium di Kejuaraan sepeda gunung Enduro Championship (Indurocs) seri 5 di Kayu Kolek, Payakumbuh, Sumatera Barat pada tanggal 24-25 Agustus 2019 yang lalu.

Dua atlit tersebut adalah Dimas Pamungkas peraih juara 1 Nasional Downhill kategori Man Pro dan Erni Erawati peraih juara 3 Nasional kategori Woman Pro yang tergabung di komunitas Kurnia Bike Kota Batam hadir di Polda Kepri dan bersilaturahmi dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK bertempat di ruang kerja Kapolda Kepri. Pada kesempatan tersebut para atlit berfoto bersama dengan menampilkan medali dan piala-piala yang diraihnya.

 

Wakil Direktur Binmas Polda Kepri AKBP Edy Suryanto, S.pd., M.Si menjelaskan dalam rangka mendukung prestasi atlit sepeda di Provinsi Kepri, Polda Kepri sudah melakukan pembinaan salah satu nya dengan melaksanakan MoU atau nota kesepahaman dengan komunitas sepeda sejak tahun 2017 yang lalu.

“Dalam mendukung atlit sepeda, kita Polda Kepri sudah menjalankan kerjasama dalam bentuk Nota Kesempahaman dengan komunitas sepeda dari tahun 2017, Polda Kepri dengan program Polda Kepri peduli atlit berprestasi terus membantu dalam bentuk sponsorship, pembinaan dalam latihan termasuk juga dalam pemberangkatan di ajang-ajang kejuaraan”.

Untuk event kedepan nya yaitu pada kejuaraan Indonesia Enduro Championship di Bali, Polda Kepri akan mengirimkan kembali para atlit-atlit ini untuk ikut berkompetisi dan terus meningkatkan prestasi, tidak hanya di kelas Nasional bahkan hingga dengan tingkat Internasional.

Dalam kesempatan menyampaikan klarifikasi dalam program Hallo Batam di 100.7 Batam FM, pada hari Selasa, 03 September 2019, Walikota Batam menyampaikan peresmian masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah ditunda.

 “Rencana peresmian Masjid Agung 2 akan diresmikan pada tanggal 20 September 2019 ditunda, karena Ada suatu hal yang tidak bisa dilakukan, ada yang belum selesai dan tidak mau ada masalah dikemudian hari, tetapi untuk tanggal 20,21,22 September sudah dibuka untuk masyarakat”.

Selain hal diatas Walikota juga menyampaikan tentang penanganan progress pasar induk Jodoh yang kebetulan pagi ini banyak disoroti oleh masyarakat Kota Batam.

“Untuk masalah pasar induk, harus difikirkan bagaimana penyelesaian dan butuh waktu, sehingga tidak menimbulkan masalah baru, bisa saja dibersihkan, tapi apakah kondusif. Ada beberapa orang yang menguasai terlalu banyak kios disitu dan bukan yang dagang tapi yang bangun sendiri. Pasar Induk akan diselesaikan tapi tidak mengganggu usaha atau masyarakat dalam mencari kehidupan”

Sementara menanggapi usulan salah satu penelpon tentang perlunya diterapkan pajak bagi wisatawan yang menginap di hotel, walikota menjawab “Untuk masalah Pariwisata, tentang pajak menginap di hotel, saat ini tidak mudah mendatangkan wisatawan ke Batam, bahkan sudah disubsidi dengan program pemerintah pusat, maka untuk penerapan pajak PR kita adalah menyempurnakan berbagai fasilitas pariwisata baru dipikirkan tentang pengenaan pajak hotel, biarlah saat ini rakyat yang menikmati dampaknya”.

Namun saat penyiar Batam FM menyampaikan harapan beberapa penelpon pagi itu agar Muhammad Rudi tetap memimpin Batam dan tidak melangkaah ke Kepri, Walikota memilih tidak menjawab pertanyaan ini dan mengajak masyarakat Batam untuk mensuport dan bekerjasama untuk pembangunan dan kemajuan kota Batam

JAKARTA ( KR)—Setelah menolak menjadi Dirut Bank Tabungan Negara ( BTN) akhir Dirut Bank Rakyat Indonesia ( BRI)  Suprajarto juga harus lengser dari jabatannya di BRI.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI yang menjadi Dirut BRI yang baru adalah Sunarso.

“ Hasil RUPSLB BRI menyetujui penunjukan saya sebagai Direktur Utama, menggantikan Suprajarto,” kata Dirut BRI yang baru Sunarso, usai RUPSLB di Jakarta, Senin (2/9).

Dalam RUPSLB  BRI selain mengganti Dirut juga ada penggantian 4 direksi BRI.  Adapun yang diberhentikan adalah Apik Wijayanto, Osbal Saragi Rumahorbo, R.Sophia Alizsa dan Mohammad Irfan sebagai Direksi Bank BRI. A

Sedangkan direksi yang baru adalahb Catur Budi Harto, Herdy Rosady Harman, Agus Sudiarto, Agus Noorsanto dan Azizatun Azhimah serta Loeke Larasati Agustina sebagai Komisaris Bank BRI.

Menurut Sunarso, tugas direksi yang baru menjaga kinerja BRI tetap selalu baik serta masih ada ruang untuk penyempurnaan.

“Sejauh ini kinerja BRI baik dan tugas direksi yang baru menjaga agar semakin membaik. Jadi jangan kita menganggap bahwa kita paling top.  Tetap masih ada ruang untuk penyempurnaan,” tegasnya.

Sementara itu  Komisaris Utama/Komisaris Independen,  Andrinof A. Chaniago mengatakan, banyaknya pergantian Direksi BRI merupakan hal biasa  karena masa waktu kerjanya sudah lama dan perlu penyegaran.

“ Pada waktunya akan datang dan pergi, kalau soal banyaknya direksi yang diganti, karena pemegang saham punya tujuan dan itu tentu hal yang biasa karena masa waktu jabatannya sudah lama dan perlu pertukaran dan  perlu penyegaran,” tegasnya ketika ditanya tentang banyaknya direksi yang diganti.

Fokus UMKM

Dirut BRI yang baru Sunarso juga mengatakan, sebagai bank yang memiliki DNA dari mikro, maka BRI terus berkomitmen dan konsisten untuk dominan ke UMKM.

Dengan sasaran fokus kepada UMKM, BRI akan go smallker dan go sollter. Dimana BRI akan menyasar pasar yang selama ini tidak dijamah bank lain.

Bahkan misi BRI harus melayani rakyat sebanyak mungkin dan semurah mungkin dengan biaya yang lebih efisien dan proses cepat. Untuk mencapai hal tersebut kuncinya adalah digitalisasi.

“Kuncinya adalah digitalisasi. Dengan sasaran fokus ke UMKM BRI akan go smallker dan go sollter. Dimana BRI akan menyasar pasar yang selama ini tidak dijamah bank lain,” tegasnya.

BATAM – Untuk memulihkan situasi kamtibmas yang kondusif pasca aksi unjuk rasa di beberapa daerah di Papua, Brimob Polda Kepri turun langsung ditengah masyarakat Sentani, Papua (2/9) dengan melakukan aktivitas Patroli Dialogis dengan Besembang Bercerite Kamtibmas.

Dibawah pimpinan Dansat Brimob Polda Kepri Kombes Pol Guruh Arif Darmawan, S.IK., M.H. yang mengarahkan kepada seluruh Personel Brimob untuk mengutamakan pendekatan dan pemulihan psikologis masyarakat pasca terjadinya aksi unjuk rasa yang menyebabkan kerusakan diberbagai fasilitas umum.

 

Personil Brimob Polda Kepri menghibur anak-anak Sentani dan terlihat tawa canda diantara mereka, hal ini sejalan dengan langkah kepolisian untuk menciptakan rasa aman dan nyaman ditengah masyarakat. Besembang Becerite Kamtibmas ala Polda Kepri disambut antusias oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan juga himbauan kepada masyarakat untuk bersama membantu tugas Kepolisian demi terwujudkan wilayah Papua, Khususnya diwilayah Sentani agar tetap kondusif.

Kebutuhan edukasi tentang pentingnya berinvestasi selama beberapa tahun terakhir tidak hanya dialami masyarakat yang ada di daerah, akan tetapi juga menyentuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri. Para WNI yang mendapatkan penghasilan sebagai pekerja migran atau PMI kerap memiliki pengetahuan terbatas dalam hal pengelolaan uangnya. 
       Alih-alih menginvestasikan uangnya, para PMI hanya mengetahui cara menarik uang, bersikap konsumtif, tanpa memahami pentingnya menyimpan uangnya pada tabungan atau produk deposito. Padahal menabung pada tabungan atau deposito itu penting agar uang mereka tetap utuh sekembalinya pulang ke Indonesia. 
       Untuk itulah BNI bekerjasama dengan Bank Indonesia menggelar _Workshop Literasi Remitansi Nontunai dan Investasi di Era Digital untuk PMI_. Ada sekitar 300 PMI yang hadir pada event literasi keuangan Digital yang diselengarakan di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), Minggu (1 September 2019). Hadir pada kesempatan ini Direktur Keuangan BNI Ario Bimo yang akrab disapa Bimo. 
      Pengetahuan tentang berinvestasi ini menjadi krusial karena bekerja di luar negeri bukanlah pekerjaan yang selamanya, sehingga pendapatan yang diperoleh bisa saja habis dengan cepat.  Inisiatif untuk menabung perlu tertanam dalam benak WNI di luar negeri. 
      Melalui workshop ini BI dan BNI memperluas akses informasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama untuk mengetahui cara berinvestasi yang aman. 
         Tahap awalnya, WNI perlu mengetahui implementasi remitansi oleh BI dengan kampanye Dana Berakhir di Rekening, sehingga WNI di luar negeri dan keluarganya dapat semakin mudah mengelola keuangannya, termasuk melakukan investasi untuk perencanaan masa depan.
      Bimo menyampaikan bahwa keikutsertaan BNI dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen BNI sebagai _agent of development_ untuk meningkatkan _awareness_ WNI di Jepang akan pentingnya pengelolaan keuangan dan Investasi. Sebelum teknologi digital berkembang seperti sekarang, investasi masih dilakukan dengan cara yang tradisional. Namun seiring berjalannya waktu, dunia pasar modal pun ikut beralih ke metode digital atau yang dikenal dengan istilah _scripless_. Maka dari itu, pada kesempatan ini BNI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara turut mendukung program Bank Indonesia ini dengan memberikan produk dan layanan perbankan terbaik bagi diaspora dan PMI di Jepang.
      Semakin mudahnya WNI di Jepang dalam memperoleh fasilitas perbankan Indonesia di Jepang, diharapkan dapat mendorong masyarakat Indonesia di Jepang untuk menjadikan BNI sebagai _bank of choice_ dalam menampung dana simpanannya. 
       Selain itu dengan semakin lengkapnya fasilitas pengiriman uang ke Indonesia tersebut maka proses tranfer dana menjadi yang lebih mudah, cepat, aman, dan dapat dilakukan dari seluruh penjuru Jepang. 
        "Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong para PMI untuk menjadikan BNI sebagai bank Indonesia yang dapat memfasilitasi seluruh kebutuhan transaksi perbankannya," ujar Bimo.
          Bimo menyampaikan bahwa saat ini, lebih dari 45.000 pekerja asal Indonesia saat ini bekerja di berbagai sektor seperti pertanian, manufaktur, dan perikanan di Jepang. Sampai dengan bulan Juni 2019, kinerja pembukaan rekening tabungan BNI di Jepang mengalami pertumbuhan sebesar 33% secara _year on year_ (yoy).

Jakarta, 29 Agustus 2019.  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan persetujuan perseroan untuk melakukan aksi korporasi akuisisi Perusahaan Modal Ventura (PMV) guna mendukung core business BTN. Manajemen BTN selanjutnya akan meminta persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merealisasi rencana tersebut.

Menurut Achmad Chaerul Corporate Secretary Bank BTN, pengelolaan PMV akan tetap fokus untuk mendukung core business Bank BTN di bidang pembiayaan perumahan dan meningkatkan pendapatan non bunga, sehingga dapat memperkuat pertumbuhan kredit dan laba perseroan. 

Adapun PMV yang dipilih perseroan adalah PT Sarana Papua Ventura (SPV),  anak usaha PT Bahana Artha Ventura, yang merupakan anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Pemilihan SPV ini sekaligus diharapkan menjadi  sinergi BUMN yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN.

“Bank BTN telah menyiapkan anggaran untuk mengambilalih saham SPV. Dana yang sudah disiapkan tersebut akan digunakan sebagai penyertaan modal dan pengembangan bisnis PMV dalam jumlah sebanyak-banyaknya 90% yang akan dilaksanakan secara bertahap,” kata Chaerul.

Penyertaan modal pada SPV sebagai aksi korporasi BTN tersebut merupakan salah satu agenda dalam RUPSLB BTN. Agenda lainnya dalam RUPSLB adalah evaluasi kinerja perseroan Semester I 2019 dan langkah strategis manajemen BTN untuk mengawal kinerja bisnis on track sampai dengan akhir tahun 2019. Termasuk dalam hal ini pelaksanaan PSAK 71 dan PSAK 73 yang sudah disiapkan secara baik oleh perseroan. 

Chaerul memastikan BTN telah siap untuk menerapkan PSAK 71 dan PSAK 73 pada tahun 2020 dengan segala antisipasi yang sudah dilakukan termasuk perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB) dan fokus bisnis yang bertujuan untuk menjaga kinerja bisnis berjalan dengan baik. Oleh karena itu BTN optimis kinerja perseroan sampai dengan akhir tahun 2019 akan tumbuh sesuai dengan RBB.

PERUBAHAN SUSUNAN PENGURUS BANK

RUPSLB BTN memutuskan mengubah susunan pengurus Bank BTN menjadi sebagai berikut : 

 Susunan Direksi BTN :

Direktur Utama                                                       : Suprajarto

Direktur Commercial Banking                                     : Oni Febriarto Rahardjo

Direktur Consumer Banking                                       : Budi Satria

Direktur Compliance                                                 : R. Mahelan Prabantarikso

 

Direktur Distribution & Network                               : Dasuki Amsir

Direktur Strategic & Human Capital                          : Yossi Istanto

Direktur IT & Operation                                         : Andi Nirwoto

Direktur Finance, Treasury & Strategy                      : Nixon L.P Napitupulu

 

Susunan Komisaris BTN:

Komisaris Utama                                                           : Asmawi Syam

Komisaris                                                                    : Iman Sugema

Komisaris                                                                    : Eko Djoeli Heripoerwanto

Komisaris                                                                    : Marwanto Harjowiryono

Komisaris Independen                                                  : Garuda Wiko

Komisaris Independen                                                  : Lucky Fathul Aziz Hadibrata

Komisaris Independen                                                  : Kamaruddin Sjam

Komisaris Independen                                                  : Arie Coerniadi

“Susunan pengurus bank sesuai hasil RUPSLB ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perseroan dalam memenuhi target bisnis sekaligus menjawab tantangan masa depan. Kami optimis menjadikan soliditas pengurus bank sebagai modal dan semangat untuk menjadikan kinerja bisnis BTN menjadi lebih baik,” kata Chaerul.

Menurut Chaerul, ke depan BTN akan mempunyai peluang untuk tumbuh lebih baik. Perseroan telah menyesuaikan sejumlah target bisnis dengan dinamika perekonomian yang terjadi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kebutuhan rumah yang sangat besar adalah peluang yang tidak akan pernah berhenti dan terus membutuhkan inovasi.

Sementara itu Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Suprajarto menyatakan mengundurkan diri dari jabatan barunya sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Alasannya, dia tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut.

Suprajarto secara tegas menolak keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN yang mengangkatnya menjadi direktur utama.

"Saya tidak dapat menerima keputusan itu, saya memutuskan mengundurkan diri dari hasil RUPSLB BTN," kata Suprajarto saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Page 4 of 74

Tentang Kami