Senin, 6 September 2010
 
 


Rabu, 27 Januari 2010 - 12:35
Mendorong investasi di Indonesia, terutama di kawasan Free Trade Zone (FTZ)
posted by : - yuda -

Empat Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Jumat (15/1) melakukan pertemuan dengan pengusaha asal Batam,

BATAM –,Bintan dan Karimun (BBK). Ke Lima Menteri itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekuin) RI Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan, Marie Eka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar dan Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan memperkuat semangat para pengusaha di batam untuk memajukan perekonomian khususnya di kawasan FTZ BBK.


Dalam kesempatan itu, Hatta Rajasa menyampaikan, Presiden dan pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk mendorong kawasan FFTZ di BBK menjadi kompetitif dan tujuan investasi. Salah satu yang sangat penting untuk memajukan perekonomian Indonesia adalah mendorong investasi. Dan yang paling penting adalah menghilangkan ketidak pastian. Oleh sebab itu menanggapi masukkan-masukkan pengusaha terutama master list, pemerintah sudah merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 45, 46 ,47 dan sudah ditandatangani oleh Menkeu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa diperlukan kesamaan visi dan misi dalam mendefenisikan FTZ. Apabila ada perbedaan akan selalu ada distorsi persepsi dari apa yang hendak dicapai. Yang paling diharapkan bagaimana kawasan ini dapat memberikan efek positif bagi daerah lain di Indonesia.BATAM – Mendorong investasi di Indonesia, terutama di kawasan Free Trade Zone (FTZ), empat Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Jumat (15/1) melakukan pertemuan dengan pengusaha asal Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Ke Lima Menteri itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekuin) RI Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan, Marie Eka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar dan Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan memperkuat semangat para pengusaha di batam untuk memajukan perekonomian khususnya di kawasan FTZ BBK.


Dalam kesempatan itu, Hatta Rajasa menyampaikan, Presiden dan pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk mendorong kawasan FFTZ di BBK menjadi kompetitif dan tujuan investasi. Salah satu yang sangat penting untuk memajukan perekonomian Indonesia adalah mendorong investasi. Dan yang paling penting adalah menghilangkan ketidak pastian. Oleh sebab itu menanggapi masukkan-masukkan pengusaha terutama master list, pemerintah sudah merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 45, 46 ,47 dan sudah ditandatangani oleh Menkeu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa diperlukan kesamaan visi dan misi dalam mendefenisikan FTZ. Apabila ada perbedaan akan selalu ada distorsi persepsi dari apa yang hendak dicapai. Yang paling diharapkan bagaimana kawasan ini dapat memberikan efek positif bagi daerah lain di Indonesia.

Berita Lainnya :

hubungan Indonesia - Malaysia memanas (Kembali)
Aparat polis di raja malaysia menuduh petugas DKP kepri memeras nelayan malaysia.
---------------------------------------------

KKP Batam siap melayani kepulangan Tki
KKP (kantor kesehatan batam) siap melayani gelombang kepulangan para Tki
---------------------------------------------

Merdeka,, Merdeka,, Merdeka…!!!
Wawako Puji Perayaan HUT RI di Baloi Kebun
---------------------------------------------
Radio Ramako Group © 2006 - Webmaster