|
Rabu, 27 Januari 2010 - 12:58 Perampokan kembali beraksi diberbagai tempat posted by : - yuda - dari berbagai tempat dan berbagai modus kembali perampokan menggema Rama shinta, Polsek Lubukbaja membekuk dua pencuri yang membobol ruko kue khas Batam di jalan Imam Bonjol, Nagoya. SN 21, dan Bd, 22, ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda, Senin (11/1), terungkapnya pembobolan ruang bagian operasional oleh2 kas batam tersebut setelah pihak korban melapor. Dari hasil keterangan saksi-saksi, ada yang melihat tersangka masuk ke ruko tersebut.
Taersangka mengaku beraksi bersama sekitar pukul 19.45 WIB, Minggu (10/1). Saat itu karyawan sudah banyak yang pulang sehingga toko sepi. Keduanya berbagi tugas. Sopian bertugas memadamkan listrik. Lantas Budi masuk lewat pintu belakang dan naik ke ruang manajer di lantai dua.
”Lampu dimatikan tersangka supaya CCTv mati,” Setelah di ruang manajer, Budi langsung menyentak laci tempat penyimpanan uang hingga terbuka. Dari laci itu, tersangka mengambil uang Rp1 juta. Setelah itu, tersangka menggunakan sebagian untuk berfoya-foya. Sisanya Rp225 disita polisi sebagai bukti. Tersangka nekat mencuri di tempat kerjanya karena dendam sama manajernya. Karena pernah dipukuli hanya gara-gara meja, dan tersangka mengatakan ada perasaan dendam dengan hal tersebut.
Rama shinta, sementara itu Aksi perampokan kembali terjadi. LL (20) warga Kavling Bagan Seibeduk ini pasrah saja ketika motornya ditabrak dari belakang dan ditendang, hapenya diambil dari saku celananya oleh seorang pria di simpang Masjid Raya Batamcenter, Minggu (10/1)peristiwa itu terjadi sekitar pukul lima sore. Awalnya, sore itu korban dan saudaranya sedang berboncengan mengendarai motor menuju ke arah simpang Frengki hendak pulang ke Seibeduk. Namun, tiba-tiba dari arah belakang motor yang dikendarai korban ditabrak oleh seorang pria yang juga mengendarai motor.
Dalam keadaan takut, korban diminta menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motornya. Setelah membolak-balikkan STNK motor korban, pria itu lalu menggeledah tubuh korban dan mengambil satu hape merk Beyond yang simpan di dalam sakunya. Setelah mengambil hape, pelaku langsung mengembalikan STNK motor dan pergi membawa hape milik korban. Tidak terima, korban pun melaporkan kejadia itu ke Mapolsek Batam Kota. Kapolsekta Batam Kota AKP Hilman Wijaya membenarkan kejadian itu. Dan laporan tersebut sedang ditangani unit Reskrimnya.
Rama shinta, SS (48) warga Perumahan Mediterania tak kuasa menolak saat seorang pria memintanya menyerahkan semua perhiasan yang ada di tubuhnya, Senin (11/1) siang, tak jauh dari rumahnya. Korban dihipnotis. Siang itu, sekitar pukul 13.00 WIB korban baru pulang dari terapi di Puri Legenda. Namun, di jalan setapak itulah peristiwa hipnotis itu bermula, awalnya, saat sedang berjalan tiba-tiba seorang pria muncul. Saat korban berjalan lebih cepat, pria itu pun melangkah cepat. Dan, saat korban berjalan lambat, pria itu pun melambat. Namun, saat rumahnya tak jauh lagi, persis di depan rumah karena melihat pria itu berpakaian rapi dan ramah saat menyapa, kecurigaannya pun sirna.
Obrolan pun terjadi. Pria itu pun menjulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. Namun, usai bersalaman itulah korban mengaku tak bisa mendengar suara-suara lain lagi. Badannya lemas, hanya suara dengungan dan suara pria yang memerintahkan agar ia melepas semua perhiasannya saja yang ia dengar. Setelah berhasil mempreteli kalung dan cincin senilai Rp 1,2 juta miliknya, pria yang seingat korban berbadan kurus dan tinggi, berpakaian rapi dan wajahnya berjerawat itu pun menyuruh korban untuk pulang dan mengambil uang di rumahnya.
Di depan pintu pagar, korban hanya bisa berdiri dan bengong saja sambil membuka pintu. Saat itu, anak perempuannya pun keluar dan bertanya apa yang telah dialami ibunya. Melihat perhiasan ibunya sudah tidak ada lagi, anaknya pun menuju ke arah yang ditunjuk korban. Dan sa'at ini, laporannya sedang ditangani polisi
rama shinta, lain halnya dengan Yn (24) yang dijambret dua pria tak dikenal, Jumat (8/1) sekitar pukul 20.00 WIB, di jalan Raya Tanjungpinang-Tanjunguban kilometer 51. Bukan hanya uang yang hilang, sepeda motor yang ia kendarai pun rusak parah gara-gara terjatuh hendak menghabiskan malam itu di Pantai Sakera Teluk Sebong Bintan, yang kebetulan hari Sabtu mereka libur.
Awalnya mereka berangkat berombongan. Tapi lantaran di tengah perjalanan sepeda motor yang dikendarai korban ban nya kurang angin, shg korban berhenti di sebuah bengkel tambal ban. Dan teman-teman mereka jalan lebih dulu. Usai memompa ban, korban segera menyusul teman-temannya. Tapi tanpa disadari, sejak dari bengkel mereka diikuti dua pria tak dikenal. “ Ketika mereka sampai di sekitar kilometer 50, sepeda motor yang berada di belakang kedua gadis itu mulai mendekat, Dan dalam waktu singkat dua pria tak dikenal langsung merampas tas kecil yang dipegang korban. Korban berusaha mempertahankan tas miliknya, dan sempat terjadi tarik menarik tas, tapi karena jalan sepi jadi nggak ada yang dengar,”
Tanpa pikir panjang satu di antara dua pria itu menendang sepeda motor yang dinaiki korban. Akibatnya sepeda motor mereka oleng dan tidak bisa dikendalikan, saat itulah dua alap-alap jalanan itu merebut tas milik korban, kemudian berbalik arah dan kabur. korban terjatuh, badan mengalami luka lecet sedangkan motor dan sebagian bodi motornya pecah,” Begitu juga dengan nomor polisi kendaraan pelaku. “Plat nomornya dicat hitam semua, mereka menggunakan sepeda motor bebek dua tak, soalnya suara knalpotnya agak nyaring, tubuh dua cowok itu kurus tinggi, mereka mengenakan jaket warna gelap. Usai kejadian korban menelpon teman-temannya dan memberitahukan peristiwa yang dialaminya itu. Akibat kejadian itu korban kehilangan Hape Nokia 1200 dan hape Nokia N 70 miliknya, serta uang tunai Rp200 ribu.
|