Live Streaming

Hallo Batam

Info Aktual dari Kota Batam dan sekitarnya
29 Nov 2019

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RUDIANTARA MENERIMA MANFAAT THT DARI TASPEN

Jakarta (28/11/2019) TASPEN memberikan layanan proaktif kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Kerja Rudiantara yaitu berupa penyerahan manfaat Tabungan Hari Tua (THT) yang diserahkan langsung oleh Direktur Operasional TASPEN Ermanza. Penyerahan ini dilakukan pada acara Pelepasan Purnabhakti 2019 Kementerian Komunikasi dan Informatika bertempat di Ruang Serbaguna Kominfo, Jakarta.

Manfaat THT yang diterima adalah sebesar Rp. 15.246.000 pensiun bulanan sebesar Rp 3.404.800. Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada TASPEN karena memberikan layanan yang luar biasa dan proaktif sehingga peserta TASPEN tidak perlu repot dalam pengurusan klaim TASPEN.

TASPEN sebagai BUMN yang mengelola program jaminan sosial bagi ASN dan Pejabat Negara terus berkomitmen kepada pesertanya untuk terus memberikan layanan terbaiknya dengan 4 Program perlindungan yang terdiri dari program Tabungan Hari Tua (THT), Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. TASPEN juga memberikan perlindungan kepada pegawai Non ASN dan Non PPPK yang bertugas pada Instansi Pemerintah sesuai UU ASN No 5 Tahun 2014 dan PP No 49 Tahun 2018.

TASPEN akan selalu memberikan layanan dan inovasi terbaiknya bagi Peserta baik itu ASN, Pejabat Negara dan Non ASN di seluruh Indonesia dimana beberapa Inovasi terbaru TASPEN diantaranya adalah Aplikasi TASPEN Mobile 2.0, Aplikasi Otentikasi Digital, dan Program Wirausaha Pintar juga telah mendapatkan penghargaan dalam TOP 40 Inovasi Layanan Publik Kementerian PAN RB. (Nck)

29 Nov 2019

BP Batam Gelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Hang Nadim Jaya 2019.

Dalam rangka upaya menguji implementasi dokumen airport emergency plan serta memantapkan dan meningkatkan sistem keselamatan penerbangan dalam melakukan penanggulangan keadaan darurat (PKD), Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam menyelenggarakan latihan PKD Hang Nadim Jaya 2019 pada Kamis (28/11) bertempat di Lapangan PKP-PK Bandara Hang Nadim.

Dalam melakukan pendaratan dan lepas landas pesawat mengambil resiko sangat tinggi menimbulkan kecelakaan yang berdampak situasi disebut keadaan darurat sehingga membutuhkan jaminan untuk mengantisipasi keadaan darurat tersebut. Latihan PKD di Bandar Udara merupakan salah satu upaya memberi jaminan keselamatan terhadap operasional pesawat terbang di bandara.

Kegiatan Pelatihan PKD dilakukan guna menguji kesiapan personil, fasilitas, prosedur, serta kordinasi fungsi komunikasi dan komando masing-masing institusi dalam mengambil langkah dan tindakan serta meminimalkan jumlah korban maupun kerugian apabila terjadi kecelakaan di lingkungan bandar udara dengan mengerahkan segala potensi yang ada dalam memberikan pelayanan pertolongan maupun penyelamatan serta cepat dan tepat.

Latihan atau simulasi yang diselenggarakan tersebut, dirancang mendekati keadaan yang sebenarnya (riil) dan secara langsung dipimpin oleh Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso selaku Ketua Komite PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019.

Pada laporannya, Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso selaku Ketua Komite PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019 melaporkan bahwa latihan PKD ini bersifat skala besar yang melibatkan bebagai pihak baik internal maupun eksternal. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan PKD ini diantaranya kelompok keamanan 125 personil, kelompok medis 44 personil, kelompok pertolongan 164 personil, Airnav Indonesia 20 personil, relawan 160 personil, undangan 200 personil, karyawan BUBU Hang Nadim 200 personil.

Ia menambahkan, “Dengan kegiatan ini, bandara ingin menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan standar aspek penting dalam penerapan 3S + 1C (Safety, Security, Services, dan Compliance) pada para pengguna jasa kebandar udaraan melalui kolaborasi yang intensif antara peserta latihan baik internal dan eksternal dalam pelaksanaan PKD”.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto mengungkapkan bahwa, “BP Batam sebagai pengelola Banda Udara Hang Nadim mendukung sepenuhnya serta mendorong upaya-upaya BUBU Hang Nadim dalam menjamin keselamatan penerbangan di bandar udara kita ini.”

“Marilah kita laksanakan latihan hari ini dengan sungguh-sungguh sebagai salah satu bukti bakti kita buat bangsa dan negara yang kita cintai ini. Majulah Indonesia! Majulah Batam! Majulah BP Batam! Majulah Bandara Hang Nadim BP Batam!”, tutup Wakil Kepala BP Batam.

Usai laksanakan Apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019. Diketahui bahwa dalam kegiatan PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019 ada beberapa tim penilai dari Kementerian Perhubungan dan juga KNKT yang akan dievaluasi pada hari Jumat, 29 November 2019.

Suasana simulasi pun dirancang sedemikian rupa seperti kondisi nyata, sehingga pada skenario latihan tahun ini, BUBU Hang Nadim Batam menutup operasi penerbangan bandar udara mulai dari jam 10.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan segala sesuatunya yang sudah diperhitungkan dengan kordinasi bersama Airnav baik persiapan sampai dengan selesai.

Simulasi penanganan kecelakaan pesawat yang diskenariokan pada pukul 08.55 WIB pesawat Rajawali Air (maskapai fiktif) dengan nomor penerbangan RJ 1411 tipe pesawat Airbus 320 rute Batam – Pekan Baru mengalami trouble landing gear unlock sebelah kanan beberapa saat setelah take off dan pilot meminta kembali ke bandara asal Return to Bus (RTB) untuk melakukan fly pass di atas run way. Setelah ATC memastikan landing gear tidak masuk, pilot meminta untuk dumping fuel selama 45 menit. Hingga tepat pukul 09.45 WIB pada saat touch down landing gear sebelah kanan patah, pesawat swing ke kanan keluar landasan serta engine pesawat terlepas dan terbakar.

Akibat kejadian tersebut dilaporkan 104 orang selamat, 40 orang luka ringan, 8 luka sedang, 5 luka berat dan 3 orang meninggal dunia. Terlihat seluruh korban ditangani sesuai dengan prosedur penanganan korban saat kejadian darurat.

Turut Hadir menyaksikan jalannya kegiatan simulasi PKD Hang Nadim Jaya Tahun 2019 Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar, Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko, GM Airnav Batam Mi'wan Muhammad Bunay, Kepala Dinas Operasi Lanud Hang Nadim Batam Wardoyo, Ketua Jurusan Kespen STPI Curug Wahyu Kurniawan, Kepala Poltekbang Palembang Asep Muhammad Sholeh, Kapolsek Bandara Hang Nadim Nidya Astuty. (cm)

 

Sumber : Humas BP Batam

29 Nov 2019

Kuatkan Pondasi Ekonomi, Antisipasi Peluang Era Digitalisasi.

Jakarta, 28 November 2019. Pemerintah terus berupaya menguatkan pondasi ekonomi Indonesia sembari mengantisipasi peluang dan tantangan dalam menghadapi era digitalisasi. Beberapa langkah baik jangka pendek, menengah, hingga panjang pun disiapkan.

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya pada acara 10th Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta (28/11), memaparkan lima pokok yang akan dikerjakan dalam 5 tahun ke depan, antara lain pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam acara ini sebagai pembicara menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan program jangka pendek. “Di Kemenko Perekonomian, kami punya program prioritas yang kita sebut Quick Wins,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Airlangga menjelaskan, ada 18 Program Prioritas (Quick Wins), antara lain:

1. Perubahan Kebijakan KUR;

2. Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Daerah;

3. Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor;

4. Kemitraan Pertanian Berbasis Teknologi;

5. Pengembangan Asuransi Pertanian;

6. Sinergi BUMN dalam Pelaksanaan Mandatori B30;

7. Restrukturasi TPI/TPPI untuk Pengembangan Usaha Petrokimia;

8. Percepatan Pengembangan Usaha Gasifikasi Batubara;

9. Pengembangan Usaha dan Riset Green Energi serta Katalis;

10. Penerapan Kartu Prakerja;

11. Perbaikan Ekosistem Ketenagakerjaan;

12. Sertifikasi Halal untuk UMK;

13. Pengembangan Litbang Industri Farmasi;

14. Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja;

15. Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang;

16. Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Tanah;

17. Percepatan Penyelesaian dan Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR);

18. Percepatan Penyelesaian Perundingan Perdagangan.

Airlangga pun menyinggung soal RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. RUU ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem investasi serta kemudahan dan perlindungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan 11 klaster yang akan diselesaikan. Sementara mengenai digitalisasi, Airlangga menuturkan bahwa ekonomi digital menjadi kunci peradaban revolusi industri 4.0 yang akan mendisrupsi banyak aktivitas ekonomi dalam proses bisnis industri.

“Industri digital harus mampu mendorong UMKM seperti Gojek dan Bukalapak misalnya, sudah bisa berkontribusi mendorong industri UMKM,” terang Airlangga. Indonesia pun sudah mempunyai konsep Making Indonesia 4.0 dengan 5 sektor utama antara lain makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, dan elektronik. Turut hadir dalam acara ini Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya, serta Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Ririek Adriansyah. (Nck)

29 Nov 2019

ATB Raih SNI Platinum Award Yang Kedua Semakin Kokoh Sebagai Perusahaan Air Bersih Terbaik di Indonesia.

BATAM – PT. Adhya Tirta Batam (ATB) kembali mengukir prestasi prestisius. Untuk kedua kalinya, perusahaan air bersih dari Batam ini meraih penghargaan SNI Platinum Award. Penghargaan ini semakin mengokohkan posisi ATB sebagai perusahaan air bersih terbaik di Indonesia. “Ini adalah hadiah untuk Batam. Kami memberikan yang terbaik, dan mendedikasikannya kepada para pelanggan setia kami,” ujar Presiden Direktur ATB Benny Andrianto Antonius usai menerima penghargaan.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Menteri Riset Dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, di Balai Kartini Jakarta, Rabu (20/11) malam. Ada tiga perusahaan yang menerima penghargaan tertinggi dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) ini. Uniknya, ATB adalah satu-satunya perusahaan lokal yang berhasil mendapat apresiasi tertinggi dari negara tersebut. Seperti diketahui, SNI Award merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah Republik Indonesia kepada organisasi yang dinilai telah menjalankan sistem manajemen operasional yang baik dan telah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara konsisten. Secara keseluruhan ada 188 perusahaan dan organisasi yang masuk daftar awal penghargaan SNI Award tahun 2019. Namun, hanya 146 perusahaan dan organisasi yang lolos ferivikasi. Selanjutnya, 93 perusahaan dinyatakan lolos site evaluation.

Dari 93 perusahaan, hanya 69 organisasi dan perusahaan yang mendapat penghargaan dan hanya 3 penerima SNI Award peringkat Platinum. Diantaranya ATB, Pertamina Lubricant dan Petrokimia Gresik. Prestasi ini cukup membanggakan untuk Batam. Karena ATB sebagai perusahaan yang mengelola air bersih di Batam mampu berdiri sama tinggi dengan BUMN raksasa dan perusahaan multinasional lainnya.

“Kita harus mampu menjaga kredibilitas penghargaan ini. SNI Award harus memberikan nilai tambah dan berdampak positif bagi penerimanya. Sehingga Penerima SNI Award menjadi perusahaan atau organisasi yang unggul di level nasional maupun internasional,” Ujar Bambang Brodjonegoro. Keberhasilan ATB meraih apresiasi tertinggi ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. ATB bersinergi dengan BP Batam dan Pemko Batam untuk terus menerus meningkatkan kulitas pelayanan air bersih di Batam.

“Penghargaan ini bisa diraih atas kerja keras bersama. Tidak hanya oleh ATB, tapi juga Pemerintah Kota Batam dan BP Batam,” paparnya.

Tahun ini, ATB mengedepankan Enterprise Resource Planning (ERP) atau Perencanaan sumber daya perusahaan sebagai produk unggulan. ATB membangun sistem ERP nya secara mandiri, dan tentu saja berbeda dengan ERP yang pernah dibangun oleh pihak lainnya.

Menurut Benny, ERP ATB mampu meningkatkan efisiensi karena mendekatkan jarak antara pelaksana lapangan dan Back Office. Koordinasi yang efisien ini membuat ATB mampu meningkatkan performanya menjadi jauh lebih efektif dan efisien.

“Sistem ini mempercepat proses kerja dan jauh lebih sederhana,” jelasnya.

Setelah dua kali meraih SNI Platinum Award, ATB berpeluang untuk meraih SNI Grand Platinum Award tahun mendatang. Grand Platinum Award hanya akan diberikan kepada perusahaan atau organisasi yang secara konsisten mempertahankan raihan SNI Platinum Award selama 3 kali berturut-turut.

“Semoga tahun depan ATB dan Batam masih mendapat kesempatan meraih Platinum ketiga, sekaligus mendapatkan Grand Platinum,” ujarnya. (Sarma Haratua/ Corporate Secretary)

Keterangan Foto:
1. Menteri Menteri Riset Dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro memberikan Piala SNI Platinum Award kepada Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto Antonius.
2. Foto bersama penerima penghargaan SNI Platinum Award dengan Menteri Menteri Riset Dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro dan Kepala BSN, Bambang Prasetya. ATB menjadi satu dari tiga perusahaan yang menerima SNI Award kategori Platinum.

28 Nov 2019

Pembersihan Eceng Gondok di Waduk Duriangkang.

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam melaksanakan pembersihan eceng gondok di daerah tangkapan air waduk Duriangkang. Kamis (28/11/2019) pagi. Kegiatan ini melibatkan 500 personel yang dikemas dalam kegiatan gotong royong bersama lintas satuan kerja terdiri dari Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Ditpam BP Batam, Pol PP, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Batam, dan TNI-Polri.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan kegiatan pembersihan tersebut merupakan peran pemerintah dalam menjaga ketersedian air di kota Batam dan ingin menunjukkan kepada masyarakat untuk bersama melestarikan lingkungan terutama waduk di Batam.

“Kegiatan ini adalah bentuk kerja sosial yang akan menyelamatkan seluruh kota batam yaitu menyelamatkan air agar tidak berkurang dan bisa dinikmati, digunakan untuk keperluan masyarakat,” kata Rudi saat memberikan arahan apel pelaksanaan pembersihan eceng gondok di Alun - Alun Engku Putri, Batam Centre. Pesatnya pertumbuhan eceng gondok di perairan waduk Duriangkang saat ini tumbuh dengan luasan 180 hektare di permukaan waduk seluas 2.300 hektare tersebut. Hal ini menurutnya jelas dapat mengkhawatirkan ketersediaan debit air di Kota Batam. Di sisi lain Rudi tidak menampik keterbatasan anggaran untuk merevitalisasi waduk. Untuk itu pihaknya menginisiasi kegiatan pembersihan waduk dengan melibatkan SDM yang dimiliki.

“Saya ingin mengetok hati Bapak Ibu semua bahwa menjaga ketersedian tanggungjawab kita semua, saya berharap kita bekerja bersama mendukung pembangunan untuk masa depan Batam yang kita cintai,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan menyatakan akan terus berupaya menjaga ketersediaan air waduk baik melibatkan masyarakat maupun dukungan penyediaan alat yaitu harvester eceng gondok atau alat pengumpul. Menurutnya dengan hadirnya alat tersebut dapat secara efisien dan efektif memulihkan waduk yang tercemar eceng gondok mengingat waduk Duriangkang menjadi sumber air baku di Batam terbesar dimana 70 persen air baku digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di kota Batam.

“Pagi ini kita lakukan secara manual dan akan disusul masuk dua alat berat yakni Amphibius Excavator dan truck, dilaksanakan selama dua minggu kedepan dan minggu depan akan datang alat apung pemecah eceng gondok yaitu harvester eceng gondok artinya secara berkesinambungan ini mulai kita lakukan,” jelas Binsar.

Ia meyakini dalam enam bulan kedepan akan terlihat hasil yang signifikan atas pembersihan tersebut. “Area 180 Ha cukup luas dengan Harvester hanya mampu membersihkan empat ribu meter persegi per hari artinya hari alat itu akan bekerja selama enam bulan kedepan mulai tahun depan sehingga akan nampak nyata perubahan kedepannya,” ujarnya. Hadir dalam kegitan gotong royong pembersihan eceng gondok Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin, Direktur Pemanfaatan Aset, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Direktur Pengamanan BP Batam dan Kepala Satpol PP Pemerintah Kota Batam.

 

 

Sumber : Humas BP Batam

Batam Links

     

 

Ragam Berita

Jakarta, 21 November 2019. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Jepang sekaligus Ketua Japan Indonesia Association (JAPINDA) Yasuo Fukuda beserta delegasinya hari Kamis (21/11) di Gedung Ali Wardhana Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata antar kedua negara.

Menko Airlangga mengapresiasi upaya-upaya JAPINDA dalam mempererat hubungan persahabatan serta kerja sama Indonesia-Jepang. “Jepang merupakan mitra strategis Indonesia di berbagai bidang, khususnya dalam hal kerjasama ekonomi,” imbuhnya.

Tercatat pada tahun 2018, Jepang menjadi negara penyumbang investasi terbesar kedua di Indonesia. Nilai investasinya mencapai USD4,9 miliar dengan total 3.166 proyek. Pada kuartal kedua tahun 2019, nilai investasi Jepang menyentuh angka senilai USD2,36 miliar. Angka ini meningkat 15,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018.“Tentu saya mengapresiasi upaya JAPINDA dalam proyek-proyek infrastruktur di Indonesia,” ujar Airlangga.

Selanjutnya, Airlangga berharap agar Pemerintah dan pengusaha Jepang dapat terlibat dalam proyek infrastruktur lain selain Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Pelabuhan Patimban, MRT Jakarta Fase 2, dan Pengembangan Lapangan Gas Masela. Selain keterlibatan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, Jepang juga turut terlibat dalam PSN lain seperti PLTU Batang, PLTU Indramayu, dan Pembangunan Tangguh LNG.

Airlangga juga berharap agar JAPINDA dapat mendorong dan berpartisipasi dalam prioritas pembangunan ekonomi Indonesia. Terutama dalam investasi dan pembangunan infrastruktur di luar Jawa dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Pemerintah pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran Yasuo Fukuda serta sejumlah delegasi pengusaha dalam jumlah yang banyak. “Terima kasih kepada delegasi yang telah berinvestasi dan akan melakukan ekspansi abisnisnya di Indonesia. Pemerintah siap mendengar apabila ada hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan investasi di Indonesia.” Tutur Airlangga.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Special Advisor to the Prime Minister Izumi Hiroto, Vice President JAPINDA Kuroda Naoki, Ambassador Embassy of Japan Ishii Masafumi, Former Ambassador to the Republic of Indonesia Vice President JAPINDA Shiojiri Kojiro, Director Chairman of the Board Tokyo Gas Hirose Michiaki, Chairman Member of the Board Taisei Corporation Yamauchi Takashi, Chairman of the Board Mitsubishi Motors Corporation Masuko Osamu, President Daihatsu Motor Okudaira Soichiro serta beberapa delegasi pengusaha lainnya. (Nck)

Jakarta, 11 November 2019. PT MD Pictures Tbk (IDX: FILM) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di MD Place, Jakarta. RUPSLB yang dipimpin oleh Komisaris MD Pictures, Sanjeva Advani, antara lain menyetujui perubahan susunan direksi dan menghapus jabatan direktur independen menjadi direktur, penggunaan dana penawaran umum saham perdana, serta persetujuan perubahan pasal 3 anggaran dasar.

“Sehubungan dengan makin berkembangnya era digital, dengan ini kami memutuskan untuk penambahan anggota direksi.” ujar Manoj Punjabi, Presiden Direktur FILM.

RUPSLB menyetujui pengangkatan David Elliot Ulmer Jr sebagai direksi dengan periode 2019-2023. David Elliot Ulmer Jr memiliki banyak pengalaman di industri hiburan digital setelah bekerja di berbagai perusahaan global sepanjang karirnya. Sebelum diangkat sebagai direktur untuk FILM, beliau menjabat sebagai Chief MD Digital dan antara lain bertanggung jawab atas kemitraan OTT (over-the-top) dan broadband termasuk hubungan distribusi dan produksi.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan jabatan Sajan Lachmandas Mulani yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Independen menjadi Direktur.

Untuk menghemat waktu dan biaya mobilitas, RUPSLB menyetujui investasi di PT Barakuda Film Galeri Indonesia dengan menggunakan dana penawaran umum saham (IPO) perdana. PT Barakuda Film Galeri Indonesia akan menjadi penyedia kebutuhan peralatan shooting One Stop Shop di area Jakarta Film Studio yang dimiliki Perseroan saat ini sehingga proses produksi film dapat didukung dengan peralatan dan perlengkapan secara maksimal.

Sementara itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha untuk menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik serta menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan sehubungan dengan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Hadir juga dalam RUPSLB Komisaris Independen, Bachtiar Effendi; Direktur, Sanjay L. Mulani, Direktur; Shania Punjabi dan Direktur, Soundararajan Venkatachari. (Nck)

Jakarta, 12 November 2019. Pemerintah kembali menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat menjadi 6% per tahun, dari semula 7%. Selain itu, total plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020, dan akan terus meningkat secara bertahap hingga Rp325 triliun pada 2024. Plafon maksimum KUR Mikro pun dilipatgandakan, dari semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kebijakan ini diambil dalam rangka mempercepat pengembangan UMKM. Selain itu juga sejalan dengan akan diterbitkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja. Hal ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (12/11).

Menko Airlangga menuturkan, kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6% akan memperbanyak jumlah UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan di sektor formal dengan suku bunga rendah. “Selain perubahan plafon KUR Mikro, total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan pun mengalami perubahan, dari semula sebesar Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Sedangkan, untuk KUR Mikro sektor produksi tidak dibatasi,” ujarnya.

Perubahan kebijakan KUR ini diharapkan mendorong percepatan pertumbuhan UMKM di Indonesia, mengingat begitu penting dan strategisnya peran UMKM bagi perekonomian Indonesia. Data BPS 2017 menunjukkan total unit usaha UMKM mencapai 99,9% dari total unit usaha. Selain itu, penyerapan tenaga kerjanya sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jika ditinjau dari kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pun, UMKM menyumbang hingga sebesar 60,34%.

“KUR ini didorong untuk semua sektor, tapi kita akan fokus membangun KUR berbasis kelompok atau klaster, karena akan lebih efisien untuk perekonomian,” kata Menko Airlangga.

Kinerja Kredit Usaha Rakyat

Sejak 2015 Pemerintah memang merubah beberapa kebijakan KUR secara signifikan. Hasilnya pun positif. Perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan outstanding sejumlah Rp158,1 triliun.

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terjaga di kisaran 1,23%. Total debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 mencapai 18 juta debitur dengan 12 Juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak berulang.

Per 30 September 2019, penyaluran KUR sudah mencapai Rp115,9 triliun atau 82,79% dari target tahun ini yang sebesar Rp140 triliun, dengan total debitur KUR sebanyak 4,1 juta. Penyaluran KUR sektor produksi sampai 30 September 2019 mencapai 50,4% dari target minimal 60%.

“Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya. Hal ini terlihat dari komposisi penyaluran KUR Mikro sebesar 64,6%, KUR Kecil sebesar 35% dan KUR TKI sebesar 0,4%,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir. (Nck)

Jakarta, 23 Oktober 2019 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 14,7% pada Kuartal III – 2019 menjadi senilai Rp 558,7 triliun, sekaligus menandai stabilnya percepatan fungsi intermediasi ditengah kondisi perekonomian yang menantang. Penyaluran kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 5,9% yang mengantarkan BNI untuk mencatatkan perbaikan pada net interest income (NII). Penyaluran kredit yang tetap dijaga ini menunjukkan BNI menjalankan peran dan fungsi utama sebagai bank yang juga menjalankan fungsinya sebagai agent of development, serta sebagai strategi optimalisasi pengelolaan portofolio aset dan liabilitas.
Pertumbuhan kredit BNI didorong oleh pembiayaan pada segmen korporasi yang tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun 2018 menjadi Rp 291,7 triliun yang terdistribusi ke Segmen Korporasi Swasta sebesar Rp 181,1 triliun, atau tumbuh 24,8% dibanding Kuartal III - 2018, dan pada BUMN senilai Rp 110,7 triliun, atau mengalami pertumbuhan 8,6% dibanding Kuartal III – 2018. Selain segmen Korporasi, segmen Usaha Kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2% dibandingkan Kuartal III - 2018, menjadi Rp 75 triliun.
Kredit pada segmen korporasi terutama disalurkan pada sektor manufaktur, perdagangan restoran dan hotel, jasa dunia usaha, konstruksi dan kelistrikan. Agar kualitas kredit tersebut tetap terjaga, BNI menerapkan berbagai kebijakan antara lain pemberian kredit kepada high quality corporates, dan pembiayaan kepada corporates cash flow generator. Hal ini menunjukkan komitmen BNI untuk terus melakukan pembiayaan secara selektif kepada sektor-sektor industri yang memiliki risiko terukur untuk menjaga kualitas aset. Pertumbuhan kredit di segmen Menengah yang dijaga di level moderat sebesar 3,8% dibanding Kuartal-III tahun lalu, juga menunjukkan komitmen perbaikan kualitas aset dimaksud.
Adapun pada Segmen Konsumer, BNI mencatatkan Kredit Payroll masih sebagai kontributor utama pertumbuhan bisnis konsumer, dengan tumbuh 13,1% YoY. Perluasan kredit payroll dilakukan BNI dengan memokuskan diri pada pemberian kredit pada karyawan institusi pemerintah dan BUMN, dimana hingga September 2019, kredit payroll kepada karyawan BUMN dan pemerintahan memberikan kontribusi sekitar 64,4% dari total kredit payroll.

Dukungan DPK
Penyaluran Kredit BNI yang solid ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,9% secara YoY, menjadi Rp 581 triliun pada Kuartal III – 2019. BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA yang mencapai 64,3% dari total DPK, terutama karena pertumbuhan Giro sebesar 13% dan tabungan 7,5% YoY.
Dalam upaya menghimpun dana murah, BNI terus mengembangkan layanan digital banking, meningkatkan sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mengembangkan layanan bagi lembaga-lembaga pemerintahan.
Keberhasilan dalam upaya menghimpun dana murah juga tercermin dari penambahan jumlah rekening individu menjadi sebanyak 46,5 juta. Selain itu, BNI juga terus meningkatkan jumlah branchless banking dari 111.836 pada akhir tahun 2018 menjadi 130.803 Agen46 pada Kuartal III - 2019. Perluasan Agen46 ini semakin mendekatkan layanan perbankan yang biasa diberikan di outlet BNI, kepada para nasabah, sehingga memberikan kontribusi pendapatan berbasis komisi.

Profitabilitas
Penyaluran kredit BNI tersebut mendukung pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) menjadi Rp 26,9 triliun pada Kuartal III – 2019. Begitu juga dengan Non Interest Income atau fee based income (FBI), yang pada Kuartal III – 2019 tumbuh sebesar 13% YoY, menjadi Rp 8,1 triliun. Dengan dukungan pertumbuhan NII dan FBI, BNI mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp 12 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.
Pendapatan Fee BNI ditopang oleh pertumbuhan recurring fee sebesar 17,1% YoY menjadi Rp 7,9 triliun. Kenaikan FBI pada Kuartal III - 2019 ini didorong oleh kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 9,4% dan fee sindikasi yang tumbuh 81,6%. Adapun, sumber fee dari bisnis konsumer antara lain berasal fee pengelolaan kartu debit yang tumbuh 57,5% dan fee transaksi melalui ATM yang tumbuh 16,5%.
Dari sisi kualitas aset, NPL BNI tercatat membaik menjadi 1,8% pada Kuartal III - 2019 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan, yaitu turun dari 1,4% pada Kuartal III – 2018 menjadi 1,3% pada Kuartal III - 2019, sementara coverage ratio terus meningkat dari 152% di Kuartal III – 2018 menjadi 159% pada Kuartal III - 2019.

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan secara resmi menteri-menteri yang akan membantunya di kabinet. Kabinet ini diberi nama Kabinet Indonesia Maju. Perkenalan ini berlangsung di tangga veranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Jokowi dan para calon menteri duduk lesehan.

Jokowi lalu memanggil satu per satu nama calon menteri dan mereka berdiri. Dia juga menjelaskan tugas yang akan diemban para menterinya

Berikut ini nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024:

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Mahfud Md
2. Menteri Koordinator Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
5. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
6. Menteri Dalam Negeri: Muhammad Tito Karnavian
7. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
8. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
9. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly
10. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
12. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
14. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
15. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar
16. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
17. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
18. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziyah
19. Menteri Desa dan PDTT: Abdul Halim Iskandar
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menteri Kesehatan: dr Terawan
22. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
23. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
24. Menteri Sosial: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate
28. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali

Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia

 

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-4756478/ini-susunan-lengkap-kabinet-indonesia-maju-jokowi-maruf?mpnews&_ga=2.221534552.1514794067.1571804699-1212255335.1571804699&_gac=1.180286806.1571804735.Cj0KCQjw0brtBRDOARIsANMDykaDLaGM9hTYRHqL0lBjoGzGz7wgk3MxmkdCpFrFln7tN3TOjY8QGEoaAs7cEALw_wcB

BatamFM Crew

Tentang Kami