Print this page
Kemdiktisaintek minta kampus perkuat kurasi pengetahuan pada era AI
Friday, 28 August 2026 11:10

Kemdiktisaintek minta kampus perkuat kurasi pengetahuan pada era AI

Jakarta, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta perguruan tinggi untuk memperkuat perannya sebagai pusat penciptaan pengetahuan, penyebarluasan pengetahuan, sekaligus pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berlangsung semakin pesat.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyampaikan kemajuan AI telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi.

"Kemampuan AI dalam memperoleh, mengolah, dan menyajikan informasi dengan cepat, mendorong perguruan tinggi untuk kembali meninjau dan merefleksikan fungsi utamanya dalam membangun manusia dan mengembangkan ilmu pengetahuan," kata Wamendikdasmen Stella.

Pakar psikologi kognitif itu menilai tantangan perguruan tinggi pada masa mendatang tidak lagi sebatas bagaimana menyampaikan informasi atau fakta kepada mahasiswa.

 

Lebih dari itu perguruan tinggi perlu membentuk manusia yang memiliki kemampuan untuk menciptakan pengetahuan, sekaligus menentukan nilai dan makna dari pengetahuan tersebut.

Sejalan dengan perkembangan tersebut Wamendiktisiantek Stella mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyikapi kemajuan AI secara kritis.

"Kecenderungan untuk menggunakan solusi berbasis AI dalam menjawab hampir setiap persoalan perlu dicermati secara bijak agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pihak yang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu memahami tujuan serta konsekuensi dari pemanfaatannya," ujarnya.

Di sisi lain ia mengakui pemanfaatan AI membuka berbagai peluang yang besar baik dalam bidang riset, matematika, dunia usaha, maupun pendidikan.

Namun demikian pemanfaatan teknologi tersebut tetap perlu disertai kemampuan untuk menentukan tujuan, menilai relevansi, serta melakukan kurasi terhadap jawaban yang dihasilkan agar benar-benar mampu menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat bagi manusia.

 

Dalam lingkungan perguruan tinggi, Wamendiktisiantek Stella menegaskan manusia tetap memegang peranan sentral dalam proses penciptaan pengetahuan. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu memproses informasi, menganalisis data, maupun menemukan pola tertentu.

Namun, lanjutnya, perguruan tinggi perlu memastikan manusia tetap memiliki kemampuan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan fundamental dan melahirkan pengetahuan baru. Selain itu perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam proses transmisi atau penyebarluasan pengetahuan.

Menurutnya, proses tersebut tidak berlangsung secara satu arah yakni hanya dari guru besar kepada mahasiswa, tetapi juga dapat berkembang dari mahasiswa kepada mahasiswa lainnya serta dari lingkungan akademik kepada masyarakat.

"Perguruan tinggi adalah tempat kita menyampaikan pengetahuan. Mulai dari para guru besar ke mahasiswa, dari mahasiswa ke sesama mahasiswa, dari mahasiswa ke masyarakat," tutur Wamendiktisaintek Stella Christie.