Print this page
Geng Hacker ShinyHunters Klaim Retas FBI, Curi Data Pribadi Hampir Semua Agen
Wednesday, 23 September 2026 14:23

Geng Hacker ShinyHunters Klaim Retas FBI, Curi Data Pribadi Hampir Semua Agen

Kelompok peretas ternama, ShinyHunters, mengklaim telah berhasil membobol sistem milik Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dan mencuri data sensitif sebesar 3 terabyte. Data tersebut mencakup informasi pribadi milik hampir semua agen aktif, pensiunan, hingga pelamar kerja di lembaga penegak hukum tersebut. Sebagai bukti atas aksinya, mereka menyebarkan tangkapan layar portal lowongan kerja FBI yang tampak telah dirusak beserta sampel data 5.000 agen yang memuat nama, alamat rumah, nomor telepon, Nomor Jaminan Sosial (SSN), hingga data pasangan.

Aksi peretasan ini diawali dengan membobol server Oracle PeopleSoft yang mengelola data pelamar kerja, sebelum akhirnya meretas sistem penyimpanan berbasis cloud milik Amazon yang menyimpan data para agen. Pihak FBI mengonfirmasi telah mengetahui klaim terkait aktivitas ilegal pada situs FBIjobs.gov tersebut dan saat ini sedang melakukan penyelidikan. Meskipun sumber asal data belum dipastikan secara independen, sejumlah pemeriksaan dan pencocokan data sampel—termasuk milik Direktur FBI Kash Patel—menunjukkan adanya kesesuaian dengan catatan resmi.

ShinyHunters menegaskan bahwa peretasan ini bukan bermotif finansial, melainkan bentuk aksi pembalasan atas laporan resmi FBI pada Mei 2026 yang mengulas metode kerja mereka dan mengimbau korban untuk tidak membayar tebusan. Mereka menuntut FBI untuk mencabut laporan tersebut. Pakar keamanan siber pun memperingatkan bahwa kebocoran data penting ini sangat berbahaya, karena informasi agen dapat disalahgunakan secara permanen oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan intimidasi maupun penekanan terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

 

Sumber: KumparanTEKNO