Print this page
BP Batam kawal investasi Rp88 triliun pusat data AI di Batam
Monday, 25 May 2026 11:36

BP Batam kawal investasi Rp88 triliun pusat data AI di Batam

Batam, 25/5  - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengawal investasi strategis pusat data kecerdasan buatan (AI) dengan nilai investasi mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88 triliun dengan luas pengembangan sekitar 30 hektare.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyampaikan bahwa investasi sektor digital menjadi bagian penting dalam arah baru transformasi ekonomi Batam.

“Batam memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta kesiapan kawasan yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan. Kehadiran investasi Artificial Inteligence (AI) Data Centre ini menjadi momentum percepatan transformasi Batam menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin.

BP Batam menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi Batam menjadi pusat industri digital dan AI regional melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam (EGSB).

Penandatanganan ini menjadi upaya penguatan ekosistem digital Batam sekaligus memperlihatkan kesiapan kawasan dalam mendukung investasi hyperscale AI Data Centre berstandar global.

PT EGSB merupakan perusahaan pengembang AI Data Centre yang didukung oleh Range Intelligent Computing Technology Company Limited (RangeIDC), salah satu perusahaan pusat data terbesar di Tiongkok yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.

Batam dipilih sebagai lokasi ekspansi internasional pertama perusahaan di luar Tiongkok dengan fokus pengembangan High-Density AI Data Centre di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menegaskan bahwa BP Batam akan mengawal proyek tersebut melalui pola fast-track execution guna memastikan percepatan realisasi investasi.

Menurutnya, kesiapan energi menjadi faktor fundamental dalam industri AI dan pusat data modern yang membutuhkan suplai listrik besar, stabil, dan berkelanjutan.

“BP Batam menyiapkan kepastian investasi, percepatan layanan, dan kesiapan kawasan. PLN Batam memastikan kesiapan energi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung dengan ekosistem global,” ujar Fary.

Ia menambahkan, proyek EGSB diharapkan menjadi proyek investasi yang mampu menarik masuknya industri strategis lainnya seperti cloud computing, ekosistem semikonduktor, layanan AI, serta berbagai industri digital global.

Selain memperkuat posisi Batam dalam rantai industri digital internasional, investasi ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi luas melalui penciptaan lapangan kerja profesional, transfer teknologi, peningkatan daya saing SDM lokal, serta pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

EGSB diperkirakan akan menyerap sekitar 700-800 tenaga profesional di bidang pusat data dan teknologi digital melalui kolaborasi rekrutmen dan pengembangan talenta bersama perguruan tinggi di Batam.

BP Batam memandang sinergi antara pemerintah, penyedia energi, pelaku industri, dan institusi pendidikan sebagai fondasi penting dalam membangun Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional yang modern, kompetitif, dan berkelas dunia.

“Batam tidak lagi hanya berkembang sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi sedang bertransformasi menjadi Execution Hub of Global Digital Industry,” tutup Fary.


Sumber : AntaraNews

Read 18 times