Live Streaming
super me

super me

Page 1 of 250

Aston Batam Hotel & Residence menorehkan prestasi Best Neatness pada kompetisi hospitality HOSVAL 2.0 sekaligus menghadirkan booth 60 Seconds to Tokyo

Aston Batam Hotel & Residence kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri perhotelan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui partisipasi dalam HOSVAL 2.0: Discover the World of Hospitality, sebuah kompetisi hospitality yang diselenggarakan oleh BTP Batam Tourism Polytechnic pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Atrium K-Square Mall, Batam.

Dalam ajang tersebut, Aston Batam Hotel & Residence mengirimkan dua perwakilan terbaiknya untuk berkompetisi pada dua kategori berbeda, yaitu Bed Making Competition yang diwakili oleh Salman serta Towel Art Competition yang diwakili oleh Hendra Saputra. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para profesional dan pelaku industri hospitality untuk menunjukkan keterampilan, ketelitian, kreativitas, serta standar pelayanan yang menjadi ciri khas industri perhotelan.

 

 

Aston Batam Raih Penghargaan “Best Neatness”

 

Keikutsertaan Aston Batam Hotel & Residence membuahkan hasil membanggakan dengan diraihnya penghargaan Best Neatness, sebuah apresiasi yang diberikan atas kerapihan, ketelitian, dan kualitas penyelesaian terbaik dalam kompetisi housekeeping. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi Aston Batam Hotel & Residence dalam menerapkan standar operasional dan kualitas pelayanan yang tinggi.

 

 

60 Seconds to Tokyo Turut Hadir Meramaikan Acara

 

Selain mengikuti kompetisi, Aston Batam Hotel & Residence juga menghadirkan booth aktivasi 60 Seconds to Tokyo, restoran Japanese fusion yang menjadi bagian dari kampanye terbaru hotel. Booth ini memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk mengenal lebih dekat

 

konsep, menu unggulan, serta pengalaman kuliner yang ditawarkan 60 Seconds to Tokyo melalui berbagai aktivitas interaktif selama acara berlangsung.

Partisipasi Aston Batam Hotel & Residence dalam HOSVAL 2.0 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan vokasi serta kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan dalam mencetak talenta hospitality yang kompeten dan siap bersaing di industri pariwisata.

 

 

"Kami sangat bangga dapat berpartisipasi dalam HOSVAL 2.0 dan membawa pulang penghargaan Best Neatness. Prestasi ini merupakan hasil dari dedikasi tim Housekeeping Aston Batam Hotel & Residence dalam menjaga kualitas pelayanan. Kehadiran booth 60 Seconds to Tokyo juga menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan pengalaman kuliner khas yang menjadi bagian dari inovasi dan aktivasi brand kami kepada masyarakat Batam," ujar Zen Ulwatun, Executive Housekeeper Aston Batam Hotel & Residence.

Kiri ke kanan: Aston Batam angkat piala, penghargaan Best Neatness, Bed Making dan Towel Art Competition

 

Melalui kegiatan ini, Aston Batam Hotel & Residence berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung pengembangan industri hospitality di Batam sekaligus mempererat hubungan antara dunia pendidikan, pelaku industri, dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang inspiratif dan edukatif.

*BATAM, 18 JULI 2026* – HARRIS Hotel Batam Center sukses menorehkan prestasi membanggakan dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu hotel dengan standar pelayanan serta keterampilan terbaik di Kepulauan Riau. Dalam ajang bergengsi kompetisi Making Bed & Art Towel yang berlangsung pada Jum'at, 17 Juli 2026, HARRIS Hotel Batam Center berhasil keluar sebagai Juara Umum setelah menyapu bersih berbagai penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut.

Acara berskala regional ini diselenggarakan atas kolaborasi strategis antara Indonesian Housekeepers Association (IHKA) BPD Kepulauan Riau, Universitas Batam Tourism Polytechnique (BTP), dan KSquare. Kompetisi yang diadakan di Mall KSquare bertujuan untuk menguji, mengasah, serta mengapresiasi keterampilan para praktisi housekeeping dalam menjaga standar estetika dan kebersihan industri perhotelan di Kepri.

*Persaingan Ketat Antar Akomodasi Papan Atas*

Kompetisi Making Bed & Art Towel tahun ini diikuti oleh 26 hotel dan resor terkemuka yang tersebar di wilayah Kepulauan Riau. Sebagai salah satu destinasi pariwisata utama di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, persaingan di kategori hotel berlangsung sangat ketat. Setiap akomodasi mengirimkan representasi terbaik mereka untuk memperebutkan gelar kehormatan dan menunjukkan dedikasi terhadap profesi housekeeping.

Di bawah kepemimpinan Ketua Panitia Acara, Pak Dame, beserta seluruh jajaran panitia dari IHKA Kepri, acara ini dikemas secara profesional dan menantang. Peraturan yang diterapkan merujuk pada standar penilaian internasional, mencakup aspek kecepatan, kerapian, ketepatan teknik penataan kasur, serta nilai estetika dan kreativitas dalam pembuatan seni lipat handuk (towel art).

*Sapu Bersih Penghargaan Utama*

HARRIS Hotel Batam Center yang diwakili oleh dua talenta berbakatnya, Ebejener dan Bagas Anggoro, tampil memukau sejak babak awal. Berkat persiapan yang matang dan ketenangan mental yang luar biasa, perwakilan HARRIS Hotel Batam Center berhasil meraih poin tertinggi dan menyabet gelar-gelar utama, di antaranya:

1. *Juara 1 Making Bed Competition*
2. *Juara 1 Towel Art Competition*
3. *Best Performance*

Akumulasi dari kemenangan di seluruh lini kompetisi tersebut secara otomatis menghantarkan HARRIS Hotel Batam Center dinobatkan sebagai *Juara Umum* kompetisi Making Bed & Art Towel 2026.

Dalam kategori Making Bed, setiap peserta ditantang untuk menyelesaikan penataan tempat tidur dengan standar duvet hotel bintang lima dalam waktu yang sangat terbatas, yaitu hanya 8 menit. Ketepatan waktu, kekencangan seprai, simetri bantal, hingga detail terkecil menjadi penentu kelayakan. Ebejener dan Bagas berhasil menyelesaikan tugas tersebut sebelum batas waktu berakhir dengan hasil yang nyaris tanpa cela.

Sementara pada kategori Towel Art, kreativitas tanpa batas yang dipadukan dengan teknik melipat tingkat tinggi berhasil memikat hati para dewan juri. Penampilan memukau mereka sepanjang acara juga berbuah manis dengan diperolehnya penghargaan Best Performance, sebuah pengakuan atas profesionalisme, sikap kerja, dan kepercayaan diri yang ditunjukkan selama berkompetisi.

*Kreativitas Berbasis Keberlanjutan (*Sustainability)**

Salah satu faktor utama yang membuat HARRIS Hotel Batam Center unggul mutlak dari kompetitor lainnya adalah konsep yang mereka usung. Di tengah maraknya penggunaan ornamen buatan, HARRIS Hotel Batam Center memilih jalan yang berbeda dengan mengintegrasikan komitmen ramah lingkungan ke dalam karya mereka.

Kombinasi making bed dan towel art mereka tampil menonjol dengan memberikan kreativitas terbaik yang mengusung tema sustainability (keberlanjutan). Untuk menghias hasil karya seni handuknya, mereka menggunakan bunga-bunga asli yang segar, alih-alih menggunakan bunga plastik atau bahan sintetis sekali pakai lainnya. Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai sejalan dengan tren global pariwisata hijau (green tourism) yang mengedepankan kelestarian lingkungan.

*Dukungan Penuh dan Suasana Meriah*

Kesuksesan ini tidak luput dari riuhnya dukungan yang membakar semangat para peserta. Suasana meriah menyelimuti area kompetisi sejak pagi hari. Hal ini dikarenakan setiap hotel dan resor yang bertanding turut mendatangkan puluhan supporter yang terdiri dari manajemen dan karyawan masing-masing hotel.

Yel-yel, gemuruh tepuk tangan, dan sorak-sorai dari keluarga besar HARRIS Hotel Batam Center yang hadir langsung di lokasi acara menjadi bahan bakar tambahan bagi Ebejener dan Bagas Anggoro untuk memberikan penampilan yang maksimal di atas panggung kompetisi.

General Manager HARRIS Hotel Batam Center, Dodi Putra menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim housekeeping yang dipimpin oleh Bapak Ridwan sebagai Housekeeper yang telah berjuang. "Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan konsistensi tim kami dalam menjaga standar pelayanan tertinggi. Mengusung konsep sustainability dengan bunga asli bukan sekadar strategi kompetisi, melainkan cerminan dari nilai-nilai yang kami terapkan sehari-hari di hotel dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Terima kasih kepada IHKA Kepri, Universitas Batam Tourism Polytechnique, dan KSquare atas terselenggaranya wadah kompetisi yang luar biasa ini."

Keberhasilan meraih predikat Juara Umum ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh staf HARRIS Hotel Batam Center untuk selalu berinovasi, meningkatkan kompetensi diri, serta mempertahankan kualitas layanan prima demi kenyamanan dan kepuasan para tamu yang menginap.

Aston Batam Hotel & Residence welcomed Batam Tourism Polytechnic students through an industry visit program featuring hotel operations experience, sharing sessions, hotel tours, and breakfast experiences.

Aston Batam Hotel & Residence continues to demonstrate its commitment to supporting the development of human resources in the hospitality industry by welcoming sixth-semester students from Batam Tourism Polytechnic (BTP) through an industry visit program on Monday, 13 July 2026. Held at Aston Batam Hotel & Residence, the activity provided students with direct exposure to the operations of an international four-star hotel while allowing them to understand hospitality service standards applied in the industry.

The visit was attended by morning and evening class students from the Food Service Management Study Program, accompanied by the leadership team of Batam Tourism Polytechnic, including Vice Director II Dr. Syafrudin Rais, M.Par, Vice Director III Eva Amalia, M.Si, Head and Secretary of the Food Service Management Study Program Dr. Rezky Al Hamdi, M.Par, Head of Student Affairs Miratia Afriani, M.H, along with lecturers and instructors.

 

Providing Direct Industry Experience

 

The program began with a welcoming session and introduction with the Heads of Department of Aston Batam Hotel & Residence. During this session, students gained insights into hotel operations, workplace culture, and various career opportunities within the hospitality industry.

Students also enjoyed a breakfast experience at Basil Restaurant as part of the introduction to Food & Beverage service standards implemented at Aston Batam Hotel & Residence. Through this experience, participants were able to directly observe service quality, food presentation, and restaurant operational standards at a four-star hotel.

Furthermore, participants joined a guest service simulation guided by Chef Sukma Nurya Dinata, Executive Chef and Hafid Khoirudin, Food & Beverage Manager of Aston Batam Hotel & Residence. This session provided students with an understanding of restaurant service procedures, team coordination, and the importance of creating the best experience for every guest.

 

Sharing Hospitality Insights with Industry Practitioners


In addition to gaining operational experience, students participated in an insightful sharing session with Sukma Wandansari, Director of Human Resources of Aston Batam Hotel & Residence. The session provided valuable knowledge regarding the competencies required in the hospitality industry, career development opportunities, and the importance of building professionalism and a strong service culture.

 

"We are delighted to welcome students from Batam Tourism Polytechnic to Aston Batam Hotel & Residence. Through this industry visit, we hope students not only understand the theories they have learned in the classroom but also gain direct insights into how hotel operations are carried out. We hope this experience will become valuable preparation for their future careers," said Sukma Wandansari, Director of Human Resources of Aston Batam Hotel & Residence.

 

Left to right: BTP student accompanying lecturer, Aston Batam Hotel & Residence restaurant outlet visit, presentation session

 

Hotel Tour Introducing Four-Star Hotel Operations

 

To complete the learning experience, Aston Batam Hotel & Residence invited participants to join a hotel tour covering various operational departments, including Front Office, Food & Beverage, and Kitchen. Through this activity, students were able to observe the workflow of each department directly and understand the importance of teamwork and collaboration in delivering excellent guest service.

 

As a closing activity, Aston Batam Hotel & Residence also presented door prizes in the form of Food & Beverage vouchers and stay vouchers for students who actively participated throughout the program. The interactive and enthusiastic atmosphere added to the memorable learning experience during the industry visit.

Through this activity, Aston Batam Hotel & Residence hopes to continue strengthening collaboration with educational institutions in developing competent, professional, and industry-ready hospitality talents who are prepared to support the growth of the tourism sector.

Diskominfo Batam – Batam terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,76 persen, realisasi investasi di Batam melonjak 72,83 persen menjadi Rp44,01 triliun pada 2025. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa lonjakan tersebut didorong oleh reformasi regulasi, percepatan pelayanan perizinan, penguatan infrastruktur, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program PROFIT di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Menurut Amsakar, selama sekitar satu tahun lima bulan memimpin bersama Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pemerintah terus melakukan pembenahan melalui berbagai regulasi yang berorientasi pada kemudahan investasi.

Sejumlah kebijakan strategis pemerintah pusat yang menjadi dasar penguatan tata kelola kawasan sekaligus memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi para investor. “Ekonomi Batam berjalan dengan baik dan investasi terus berkembang. Berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing kawasan,” ujar Amsakar.

Amsakar mengungkapkan, Presiden RI memberikan arahan agar seluruh pelayanan kepada dunia usaha disederhanakan sehingga iklim investasi menjadi lebih cepat, mudah, dan kompetitif. Menindaklanjuti arahan tersebut, Batam melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan investasi. Salah satu hasilnya terlihat pada proses persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sebelumnya memerlukan waktu enam bulan hingga dua tahun, kini dapat diselesaikan rata-rata dalam waktu 38 hari.

Sementara itu, proses Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) kini dapat diselesaikan sekitar dua bulan.

Percepatan pelayanan tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya realisasi investasi. Pada 2024, investasi di Batam mencapai Rp25,46 triliun, kemudian melonjak menjadi Rp44,01 triliun pada 2025 atau tumbuh 72,83 persen.

Realisasi tersebut juga melampaui target investasi sebesar Rp36,9 triliun dengan tingkat capaian mencapai 118,87 persen.

“Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam,” katanya.

*Layanan Digital*

Selain mempercepat proses perizinan, Batam juga membangun sistem pemantauan layanan berbasis digital yang memungkinkan setiap permohonan dipantau secara real time.

Melalui sistem tersebut, pimpinan dapat mengetahui perkembangan setiap perizinan sekaligus melakukan evaluasi apabila terdapat permohonan yang belum ditindaklanjuti dalam waktu tertentu.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Batam juga menghadirkan program Duta Investasi yang bertugas mendampingi investor sejak tahap awal hingga seluruh proses investasi berjalan.

“Investor tidak kami biarkan berjalan sendiri. Mereka didampingi sejak awal hingga investasi terealisasi sehingga seluruh proses menjadi lebih mudah dan pasti,” ujar Amsakar.

*Pelabuhan dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi*

Di sektor logistik, aktivitas pelabuhan Batam terus meningkat, termasuk bertambahnya kapal direct call yang melakukan bongkar muat langsung di Batam.

Peningkatan mobilitas tersebut turut mendongkrak sektor pariwisata. Wisatawan nusantara meningkat dari sekitar 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang. Adapun wisatawan mancanegara bertambah dari sekitar 1,2 juta menjadi sekitar 1,5 hingga 1,6 juta orang.

Menurut Amsakar, pertumbuhan sektor logistik, pelabuhan, dan pariwisata saling menguatkan sehingga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner hingga UMKM.

*Batam dan Singapura Adalah Mitra Pertumbuhan*

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga meluruskan anggapan bahwa Batam hanya menjadi lokasi relokasi investasi dari Singapura.

Menurutnya, hubungan Batam dengan Singapura maupun Johor merupakan hubungan growth partner atau mitra pertumbuhan, bukan hubungan persaingan ataupun kawasan penampung investasi.

“Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.

Ia menilai posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka merupakan keunggulan strategis yang menjadi daya tarik utama bagi investor domestik maupun asing.

*Data Center Jadi Mesin Baru Investasi*

Amsakar menyebut sektor data center kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Batam. Hingga pertengahan 2026, investasi yang masuk pada sektor tersebut mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.

Batam juga telah didukung infrastruktur digital berupa sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, seperti Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System.

Menurut Amsakar, keunggulan tersebut menjadikan Batam semakin menarik bagi investor industri digital dan kecerdasan artifisial (AI).

“Kami memiliki lahan, dukungan infrastruktur digital, ketersediaan air bersih, serta pasokan listrik yang terus dipersiapkan bersama PLN. Karena itu, investor memilih Batam berdasarkan daya saing yang kami miliki,” ujarnya.

*Presiden Minta Batam Tetap Jadi Lokomotif Investasi Nasional*

Amsakar juga mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Presiden RI yang berlangsung sekitar satu jam 45 menit.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya menjaga daya saing Batam melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pelayanan, serta pengembangan pelabuhan berstandar internasional agar mampu memanfaatkan potensi Selat Malaka secara optimal.

Selain itu, Presiden meminta Batam tetap mempertahankan perannya sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

Pihaknya juga menyampaikan sejumlah tantangan dalam proses transisi kewenangan perizinan dari kementerian dan lembaga. Pemerintah berharap implementasi berbagai regulasi, termasuk PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, dapat berjalan lebih efektif sehingga pelayanan kepada investor semakin cepat.

“Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam menjadi lebih tinggi. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan kinerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha,” tutup Amsakar.

Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi jangka panjang. Fundamental ekonomi yang solid, besarnya pasar domestik, serta reformasi transparansi di pasar modal menjadi sejumlah faktor yang menopang kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional. 

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan struktural yang menjadi motor pertumbuhan jangka panjang. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 284,4 juta jiwa, bonus demografi, serta kekayaan sumber daya alam strategis seperti nikel, tembaga, emas, gas alam cair (LNG), dan minyak kelapa sawit, Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok global. Di tingkat internasional, Indonesia juga aktif sebagai anggota G20, BRICS, dan salah satu pendiri ASEAN. 

Kinerja ekonomi nasional masih menunjukkan ketahanan. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61%, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, belanja pemerintah yang terjaga, serta peningkatan aktivitas investasi. Berbagai indikator makroekonomi juga mencerminkan kondisi yang positif, antara lain aktivitas manufaktur yang masih berada di zona ekspansif, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, serta realisasi investasi yang terus meningkat. 

Kondisi tersebut turut menjadi menopang pasar modal Indonesia. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali mengalami koreksi sepanjang tahun 2026, aktivitas perdagangan di BEI tetap menunjukkan ketahanan. Aktivitas investor pun tetap terjaga di tengah volatilitas pasar global. 

Di sisi lain, koreksi IHSG juga membuat valuasi pasar saham Indonesia menjadi lebih kompetitif dan menarik. Per 8 Juni 2026, IHSG diperdagangkan pada Price Earnings Ratio (PER) sekitar 12,85 kali. Selain itu, sebanyak 434 saham tercatat memiliki Price to Book Value (PBV) di bawah satu kali. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi investor yang berorientasi pada investasi jangka panjang dan mengedepankan analisis fundamental. 

Fundamental pasar modal juga tercermin dari kinerja perusahaan tercatat. Dari 810 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan per 31 Maret 2026, sebanyak 595 perusahaan atau sekitar 73,46% membukukan laba bersih. Sementara itu, 221 perusahaan tercatat membagikan dividen tunai sepanjang tahun 2026, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan nilai bagi pemegang saham di tengah dinamika pasar. 

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar saat ini perlu dipandang secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional, kinerja perusahaan tercatat, serta berbagai reformasi yang tengah dijalankan regulator dan Self-Regulatory Organizations (SRO). “Berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel. Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujar Jeffrey melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7). 

Optimisme tersebut tercermin dari meningkatnya partisipasi investor domestik. Berdasarkan data  Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026, jumlah investor pasar modal telah mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 9,9 juta SID atau meningkat 15,1% dibandingkan dengan akhir tahun 2025 yang tercatat sebanyak 8,6 juta SID. 

Peran investor domestik juga semakin dominan dalam struktur pasar modal Indonesia. Investor domestik  kini menguasai 61% kepemilikan saham, yang terdiri atas investor institusi domestik sebesar 43,3% dan investor ritel sebesar 17,7%. Sementara itu, investor asing memiliki porsi kepemilikan sebesar 39,1%. 

Dari sisi transaksi, investor domestik berkontribusi sebesar 65,5% terhadap total nilai perdagangan di BEI. Kontribusi tersebut berasal dari investor ritel sebesar 52,5% dan investor institusi domestik sebesar 13%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin ditopang oleh basis investor domestik yang kuat, sehingga turut menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global. 

Untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor, BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mempercepat reformasi pasar modal yang berfokus pada peningkatan transparansi dan kualitas informasi pasar. Berbagai kebijakan yang telah diterapkan sepanjang tahun 2026 antara lain publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan persyaratan minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15%, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, serta implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC). 

Berbagai reformasi tersebut ditujukan untuk memberikan akses informasi yang lebih komprehensif bagi investor sehingga proses analisis dan pengambilan keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih baik. Selain itu, BEI juga terus memperluas keterbukaan informasi melalui penyelenggaraan Public Expose Live, publikasi data free float dan kepemilikan saham terkonsentrasi, serta layanan IDX Hotdesk sebagai kanal komunikasi dan konsultasi bagi pelaku pasar. 

Kombinasi antara fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja Perusahaan Tercatat yang tetap resilien, pertumbuhan investor domestik, serta reformasi transparansi yang terus berjalan secara konsisten, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang semakin kokoh. Di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus menarik investasi jangka panjang sekaligus memperkuat daya saingnya sebagai salah satu pasar berkembang yang penting di dunia.


Batam, 16 Juli 2026 – Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert, melakukan kunjungan ke PT PLN Batam untuk melihat secara langsung perkembangan infrastruktur ketenagalistrikan yang menopang pertumbuhan investasi, industri, dan ekonomi digital di Kota Batam.

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Kerja Sama Jual Beli Tenaga Listrik PLTGU Batam-3 dan Batam-4 sebesar 2 x 150 MW antara PT PLN Batam dan PT Dalle Energy Batam. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Danantara Asset Management, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, Medco Power Indonesia, dan Siemens Energy Indonesia.

Dalam sambutannya, Duta Besar Swedia untuk Indonesia menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi Batam, sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan pembangunan ekonomi jangka panjang.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen dalam memperkuat ketahanan energi Batam. Swedia memandang kemitraan dengan Indonesia sebagai hubungan yang sangat penting, khususnya melalui Sweden–Indonesia Sustainability Partnership, yang menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan harus berjalan beriringan,” ujar Daniel.

Ia menjelaskan bahwa Swedia mendukung kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi sebagai solusi nyata dalam mempercepat transisi energi. Salah satu kontribusi tersebut diwujudkan melalui teknologi turbin gas SGT-800 dari Siemens Energy yang diproduksi di Finspång, Swedia.

“Selain mendukung keandalan pasokan listrik saat ini, teknologi tersebut juga memiliki potensi untuk menggunakan bahan bakar rendah emisi, seperti green hydrogen dan green ammonia. Hal ini sejalan dengan visi Batam untuk berkembang sebagai kawasan industri yang kompetitif, tangguh, dan rendah karbon,” tambahnya.

Daniel juga menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Swedia dan Batam yang terus berkembang. Ia berharap kolaborasi di bidang energi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang.

“Swedia berharap dapat terus menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan transformasi energi Batam dan Indonesia. Kami juga mengundang PLN Batam untuk bergabung dalam rangkaian kunjungan resmi Yang Mulia Putri Mahkota Swedia ke Indonesia serta Sweden–Indonesia Sustainability Partnership Conference yang akan diselenggarakan pada September 2026,” tutupnya.

Mewakili Pemerintah Kota Batam, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Swedia atas komitmennya dalam mendukung penguatan sektor energi di Batam. Ia menyambut baik kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia sebagai momentum untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus memperluas peluang kerja sama investasi di Kota Batam.

Firmansyah menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan fondasi utama dalam menjaga iklim investasi dan mendukung pertumbuhan kawasan industri di Batam. Karena itu, penambahan kapasitas pembangkit sebesar 300 MW dinilai akan semakin memperkuat kesiapan Batam dalam mengakomodasi kebutuhan energi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan investasi. Tambahan pasokan listrik akan menjadi pendorong bagi percepatan berbagai agenda pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
|
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa pertumbuhan industri, pusat data, kawasan digital, dan aktivitas ekonomi di Batam harus diimbangi dengan penguatan sistem kelistrikan secara berkelanjutan.
“Batam berada pada posisi yang sangat strategis. Pertumbuhan industri, investasi, kawasan digital, dan data center membutuhkan dukungan pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, PLN Batam terus melakukan penguatan sistem kelistrikan dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujar Kwin Fo.

Menurutnya, pengembangan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 menjadi bagian penting dari upaya PLN Batam dalam memperkuat kecukupan daya sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik di tengah pertumbuhan kebutuhan energi yang semakin tinggi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat industri, investasi, dan ekonomi digital. PLN Batam akan terus mengambil peran penting dalam menyediakan fondasi energi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” pungkas Kwin Fo.

Sementara itu, Direktur Utama Dalle Energy Batam, Imron Gazali, menyampaikan bahwa kerja sama ini melanjutkan kemitraan Medco Power melalui Dalle Energy Batam dengan PLN Batam yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.
“Pengembangan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mendukung kebutuhan energi Batam yang terus bertumbuh, memperkuat keandalan pasokan listrik, serta meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi nasional maupun regional,” ujar Imron.

Dalam rangkaian kunjungan kerja Duta Besar Swedia tersebut, juga mengunjungi PLTGU 120 MW Tanjung Uncang untuk melihat secara langsung operasional pembangkit, ruang kendali (control room), serta sistem pengelolaan pembangkitan. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) PLTGU di Kabil untuk meninjau perkembangan pembangunan PLTGU 150 MW Batam#1 dan 150 MW Batam#2.

BATAM – Peta jalan menuju kemandirian energi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam memasuki fase strategis.

Sinergi antara PT PLN (Persero) UID WRKR dengan PT Panbil Utilitas Sentosa melalui Pembangunan low carbon PLTU Tanjung Sauh menjadi langkah penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan Batam-Bintan guna mendukung pertumbuhan kawasan sebagai pusat industri AI berdaya saing global.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) Layanan Khusus di Batam. Melalui perjanjian itu, PLN memasok listrik tegangan tinggi berkapasitas 33 MVA untuk kebutuhan power backfeeding.

Pasokan listrik tersebut akan dimanfaatkan sebagai sumber daya eksternal pada proses commissioning serta penyelesaian konstruksi PLTU Tanjung Sauh Unit 1 dan Unit 2 yang memiliki kapasitas total 2 x 150 MW.

Seiring semangat mendorong Batam menjadi pusat pertumbuhan industri strategis, ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kebutuhan terhadap pasokan listrik yang andal, stabil, dan kompetitif menjadi faktor utama.

Infrastruktur energi yang kuat diyakini akan meningkatkan daya saing Batam dalam menarik investasi pada sektor pusat data, semikonduktor, manufaktur berteknologi tinggi, hingga industri digital.

Beroperasinya PLTU Tanjung Sauh nantinya akan menambah pasokan listrik lokal sebesar 300 MW yang terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan Batam-Bintan. Penambahan kapasitas tersebut diproyeksikan membuat sistem kelistrikan kawasan menjadi lebih andal, sekaligus memperkuat cadangan daya untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.

Bagi sektor manufaktur, keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi operasional karena mampu meminimalkan risiko gangguan produksi akibat fluktuasi tegangan maupun pemadaman yang tidak terduga.

Managing Director PT Panbil Utilitas Sentosa, Frans Richard Leonard, mengatakan dukungan kelistrikan dari PLN menjadi fondasi penting bagi kelancaran proses pengujian hingga pembangkit beroperasi secara komersial.

Menurutnya, kolaborasi tersebut memperkuat optimisme bahwa proyek strategis ini dapat selesai sesuai target dan menghadirkan pasokan energi yang andal bagi kawasan industri terpadu di Batam.

Sementara itu, General Manager PLN UID WRKR, Didik Wicaksono, menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing investasi daerah.

"Keandalan pasokan listrik adalah salah satu faktor penentu utama keberhasilan setiap proyek strategis nasional maupun daerah. Melalui solusi kelistrikan yang adaptif ini, PLN berkomitmen mendukung penuh tumbuhnya kemandirian energi lokal yang mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar Didik.

Ia menambahkan, penguatan sistem kelistrikan Batam-Bintan juga menjadi bagian dari upaya PLN mendukung transformasi Batam sebagai kawasan industri masa depan yang mampu menarik investasi bernilai tambah tinggi.

Melalui sinergi penyediaan energi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Batam-Bintan semakin mengukuhkan posisinya sebagai Hub Energy sekaligus pusat pertumbuhan industri strategis nasional yang siap menopang ekspansi investasi manufaktur, pusat data, dan ekosistem AI di kawasan Asia Tenggara.

Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) agar memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan aset Kawasan Wisata Dendang Melayu dengan PT Vendoor Mebelia Indonesia (VMI) di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (16/7/2026).

Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PT Vendoor Mebelia Indonesia, Meddy.

Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diabudpar) Kota Batam Ardiwinata, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam Abdul Malik, Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Kristijanindyati Puspitasari, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Batam, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun).

Firmansyah mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Pemko Batam dalam mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal agar menjadi aset produktif dan bernilai ekonomi.

“Harapan kami, kerja sama ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Batam sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan penerimaan daerah,” ujarnya.

Firmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada LMAN yang telah memberikan pendampingan kepada Pemko Batam selama proses penyusunan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua aset milik Pemko Batam yang berhasil dioptimalkan melalui skema kerja sama pemanfaatan, yakni Kawasan Wisata Dendang Melayu dan Pasar Induk.

Menurutnya, sebelum penandatanganan perjanjian dilakukan, PT Vendoor Mebelia Indonesia telah memenuhi kewajiban penyetoran awal kepada kas daerah sebesar Rp598 juta.

“Ke depan kami berharap kerja sama ini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus menghadirkan kawasan wisata yang lebih produktif dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam,” katanya.

Sementara itu, Plt Direktur PT Vendoor Mebelia Indonesia, Meddy, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Batam kepada perusahaan sebagai mitra pengelola Barang Milik Daerah di Kawasan Dendang Melayu selama 30 tahun.

Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk mengembangkan potensi Kawasan Dendang Melayu menjadi destinasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai aset daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Batam. Kami berkomitmen mengembangkan potensi Dendang Melayu agar menjadi kawasan yang semakin maju, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan nilai aset milik Pemerintah Kota Batam,” ujarnya.

Berdasarkan perjanjian tersebut, objek kerja sama berupa aset tetap tanah milik Pemerintah Kota Batam yang berada di Kawasan Wisata Dendang Melayu dengan luas sekitar 43.109,47 meter persegi atau 4,31 hektare. Pemanfaatan aset diperuntukkan bagi pembangunan dan pengelolaan kawasan pariwisata beserta sarana dan prasarana penunjangnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret Pemko Batam dalam mengubah aset yang sebelumnya belum produktif menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan kontribusi terhadap PAD Kota Batam. 

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, memaparkan capaian kinerja di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam serta Laporan Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (16/7).

Amsakar hadir didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra beserta jajaran Deputi BP Batam.

Dalam paparannya, Amsakar menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Batam sepanjang 2025 menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal, realisasi investasi Batam tahun 2025 mencapai Rp44,01 triliun, meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target sebesar 118,97 persen.

Dari kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak juga tetap terjaga. Sepanjang tahun 2025, BP Batam berhasil merealisasikan PNBP sebesar Rp1,93 triliun.

Pihaknya kemudian optimis kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Apabila terealisasi, capaian tersebut akan menjadi opini WTP ke-10 secara berturut-turut sejak tahun 2016.

“Capaian investasi yang terus tumbuh dan proyeksi opini WTP ke-10 menunjukkan bahwa Batam tidak hanya mampu menjaga daya saing sebagai tujuan investasi, tetapi juga terus memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel,” kata Amsakar.

Amsakar menyatakan, BP Batam akan terus memperkuat tata kelola lembaga melalui digitalisasi dan inovasi layanan investasi.

“Ke depan, BP Batam akan mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan, mengoptimalkan penerimaan negara, memperkuat pengendalian intern, agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan KPBPB Batam,” tegas Amsakar.

Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mengapresiasi capaian BP Batam tersebut. Menurutnya, Batam telah menunjukkan kinerja yang baik dan diharapkan terus menjadi contoh dalam pengembangan investasi nasional melalui peningkatan kualitas pelayanan, kepastian berusaha, dan tata kelola lembaga yang semakin baik.

Diskominfo Batam – Ribuan warga memadati Pelataran Museum Raja Ali Haji, Batam Centre, Rabu (15/7/2026) dini hari, untuk mengikuti nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis vs Spanyol bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Sejak pukul 01.00 WIB, masyarakat dari berbagai kalangan telah berdatangan dengan mengenakan atribut tim nasional favorit masing-masing. Sorak sorai dan yel-yel para suporter menciptakan suasana meriah yang menghadirkan atmosfer layaknya berada di stadion.

Di tengah antusiasme warga, Amsakar tampak berbaur dengan masyarakat. Ia menyapa pengunjung, melayani permintaan foto bersama, sekaligus menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung sengit.

Suasana semakin semarak ketika Spanyol berhasil mencetak dua gol tanpa balas ke gawang Prancis. Kemenangan 2-0 tersebut memastikan La Roja melaju ke partai final Piala Dunia FIFA 2026 setelah tampil dominan sepanjang pertandingan.

Amsakar mengatakan kegiatan nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan semua kalangan. Malam ini kita menyaksikan bagaimana masyarakat Batam berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan, menjaga kebersamaan, dan menikmati hiburan secara tertib. Semangat seperti ini harus terus kita pelihara,” ujar Amsakar.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang tetap memadati lokasi nobar hingga pertandingan usai. Menurutnya, besarnya partisipasi warga menunjukkan bahwa ruang-ruang publik di Kota Batam dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul yang nyaman, aman, sekaligus memperkuat interaksi sosial.

“Kami ingin ruang publik tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.

Kegiatan nobar berlangsung kondusif hingga akhir pertandingan. Antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap ajang Piala Dunia sekaligus menunjukkan bahwa ruang publik di Batam mampu menjadi pusat aktivitas bersama yang menghadirkan hiburan, kebersamaan, dan semangat persatuan. 

Page 1 of 250

Instagram

Tentang Kami