Live Streaming
Page 1 of 34

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi meninjau proyek pelebaran jalan dan pembangunan drainase DAM Baloi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan Kantor Wilayah DJP Provinsi Kepri pada Selasa (18/1/2022) Pagi.

Proyek pekerjaan ini menggunakan PNBP BP Batam Tahun Anggaran 2021 - 2022, dengan nilai kontrak Rp 16.585.858.000 adapun waktu pelaksanaan 5 Bulan (150 Hari Kalender) dimulai dari 8 November 2021 s.d 6 April 2022 dan Waktu pemeliharaannya 180 hari kalender.

Pekerjaan ini membangun saluran drainase berupa Box Culvert ukuran 3m x 2m x 1m yang melintasi jalan raya depan Kantor Wilayah DJP Provinsi Kepri. Di proyek ini juga ada pelebaran jalan selebar 7 meter di salah satu jalur dari Fly Over.

Muhammad Rudi menyampaikan, kawasan Baloi juga menjadi salah satu titik banjir di Kota Batam, diharapkan pekerjaan proyek ini dapat mengatasi bajir dan mengurangi kemacetan, karena jalur utama fly over berada pada lokasi ini.

“Hari ini kita berada di Jalan Yos Sudarso tepatnya di depan Kantor Wilayah DJP Provinsi Kepri, saya meninjau pelebaran jalan yakni jalur ketiga, keempat dan kelima serta Pembangunan drainase DAM Baloi. Saya minta dua proyek pekerjaan ini diselesaikan agar dapat mengurangi kemacetan pada jalan utama ini,” kata Muhammad Rudi.

Turut mendampingi dalam peninjauan, Direktur Infrastruktur Kawasan, Imam Bachroni, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Fesly Abadi Paranoan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, dan Pejabat eselon 3 dan 4 terkait di Lingkungan BP Batam.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Akan merancang program SMA Jalur ganda atau double track, Hal ini disampaikan Plt, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dr. Darson, S.Pd.,M.Si dalam kegiatan pisah sambut kepala SMA Negeri 22 Pulau Pecong Kasdianto S,Pd Kepala Sekolah yang lama kepada Selamet Munawar, M.Pd Kepala Sekolah yang baru yang mutasi ke SMA N 21 Batam Sabtu, 15/01/2021.
SMA Jalur ganda ini, maksudnya bukan seperti SMK, jadi anak –anak kita yang tidak bisa melanjutkan keperguruan tinggi ini kita buat program kewirausahaan, menuju siswa berwiraswasta,” terang Darson.

Di tambahkannya Setiap Tahunnya Lulusan SMA, tidak semuanya kuliah, mungkin saja hanya 20 persen, atau 30 persen yang kuliah, mungkin 10 persen yang dapat bekerja, dan masih sisa 40 persen yang tidak diketahui kemana arahnya, terkait dengan itu kedepannya akan dibuat SMA Doble track (Jalur ganda), memiliki ijazah SMA juga memiliki keahlian, dan kemampuan seperti kemampuan mengelas, wira usaha yang mampu juga bekerja di sector swasta.

Program ini akan dirancang terlebih dahulu dan akan disosialisasikan.program ini nantinya tidak hanya bisa menumbuhkan jiwa usaha tapi juga akan menumbuhkan jiwa pemimpin, ia juga menyampaikan beberapa program yang akan diupayakan di SMA N 22 Pulau pecong dan berharap SMA N 22 akan semakin, bagus, rapi dan maju.
Kepada kepala sekolah yang baru Darson mengucapkan selamat bertugas, dan berpesan agar dapat membuat inovasi yang baru, agar sekolah semakin maju, sedangkan terkait dengan pembelajaran tatap muka Darson mengaku masih memantau situasi dan kondisi.

“Kita Disdik masih memantau situasi dan kondisi terkait covid 19, harus berhati-hati, maka diharapkan dan disampaikan kepada kepala sekolah agar jangan terlalu eforia, kita berhati-hati dalam hal melaksanakan PTM 100 persen itu,” terang Darson.

Dinas pendidikan akan merancang, dan mengkaji ulang terkait dengan PTM, juga akan bekerja sama dan berkordinasi dengan Dinas kesehatan dan satgas covid-19 juga dengan daerah-daerah di Kab/Kota dengan harapan dapat melaksanakan PTM 100 persen.

Sertijab kepala Sekolah SMA Negeri 22 pulau pecong juga dihadiri, Kabid SMA Disdik Provinsi Kepri, Dan Kacabdis Batam. Ketua Komite dan para guru. Tokoh masyarakat, RT/RW dan siswa pulau Pecong.

BATAM - Binda Kepri bekerjasama dengan jajaran FKPD Kepri serta Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Kepri menggelar pelaksanaan vaksinasi booster pada Kamis (13/01/22).

Launching resmi pelaksanaan vaksinasi booster di wilayah Provinsi Kepri digelar di Kompleks Maha Vihara Duta Maitreya Kota Batam.

Kegiatan launching dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Irjen Pol. Aris Budiman, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Danguskamla Koarmada I Laksma TNI Haris Bima Bayuseto, Kepala Zona Kamla Maritim Barat Laksma TNI Hadi Pranoto, Kabinda Kepri Brigjen Pol. R. C. Gumay dan Walikota Batam Muhammad Rudi.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mengapresiasi kegiatan vaksinasi booster yang telah resmi dimulai di Provinsi Kepri pada hari ini, Kamis (13/01/22).

"Kecepatan vaksinasi yang luar biasa dari Kepri betul-betul menimbulkan hasil yang baik, terbukti angka kasus positif turun jauh," terang Tito.

Tito juga mengungkapkan kebanggaannya karena Provinsi Kepri berhasil menduduki peringkat 3 sebagai daerah dengan laju vaksinasi tercepat di Indonesia, setelah Jakarta dan Bali.

"Ini adalah keberhasilan seluruh jajaran Forkopimda di Provinsi/Kab/Kota, baik pemerintah daerah, TNI/Polri, Binda, Kejaksaan dan semua elemen masyarakat yang bahu membahu, menunjukkan kerjasama semua stakeholder baik Provinsi dan Kab/Kota sangat kompak sekali," jelasnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad juga mengakui percepatan vaksinasi dapat terselenggara atas kerjasama seluruh stakeholder, termasuk TNI/Polri dan BIN dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi di wilayah Provinsi Kepri.

"Kami memberikan apresiasi terhadap Ormas dan Stakeholder untuk mempercepat vaksinasi, tidak kalah penting Badan Intelijen Negara ikut serta memprakarsai vaksinasi yang dilaksanakan di Kepri ini, termasuk hari ini adalah kerjasama Pemda, BIN, TNI/Polri serta PSMTI," terang Ansar.

Kabinda Kepri, Brigjen Pol. R. C. Gumay menerangkan jumlah sasaran vaksinasi booster pada kegiatan launching hari ini ditargetkan mencapai 5.000 orang.

"Animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi booster cukup tinggi, pendaftaran baru dibuka pada Rabu (12/01/22) tetapi jumlah peserta yang telah mendaftar vaksin hari ini sudah ribuan," ungkap Gumay.

Ia menerangkan kegiatan launching dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden RI yang telah memulai pelaksanaan vaksinasi booster di Indonesia mulai Rabu (12/01/22).

"Sesuai perintah Presiden RI, maka kita tindaklanjuti dengan melaksanakan launching vaksinasi booster untuk wilayah Provinsi Kepri, dengan prioritas sasaran Lansia dan masyarakat umum," jelasnya.

Vaksin jenis Pfizer diberikan sebagai vaksin booster bagi peserta yang 6 bulan sebelumnya telah mendapat dosis lengkap (primer) vaksin jenis Sinovac dan Astrazeneca.

Ketentuan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor: HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster).

Berdasarkan SE tersebut, sasaran yang telah menerima dosis lengkap (primer) vaksin Sinovac dapat diberikan vaksin booster jenis Pfizer sebanyak separuh dosis atau 0,15 ml. Dosis yang sama juga dapat diberikan kepada sasaran yang telah menerima dosis lengkap (primer) vaksin Astrazeneca.

Binda Kepri juga akan melanjutkan kegiatan vaksinasi pada esok hari, Jumat (14/01/22) dan Sabtu (15/01/22) di Maha Vihara Duta Maitreya.

Kegiatan vaksinasi dosis I terbuka bagi anak dan pelajar usia 6-17 tahun dengan jenis vaksin Sinovac. Sedangkan vaksin Sinovac dosis II terbuka bagi masyarakat usia 6 tahun ke atas, termasuk ibu hamil dan Lansia.

Link pendaftaran vaksinasi pada Jumat (14/01/22) dan Sabtu (15/01/22) dapat diakses di http://www.vaksinmaitreya.org/.(***)

Tudingan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengabaikan Gamma Ray Container Scanner yang rusak di Pelabuhan Batuampar, dinilai tidak tepat. Dimana, selain dioperasikan petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), Gamma Ray Container Scanner, yang rusak sebelumnya, sudah tidak efisien jika diperbaiki. Terlebih, fungsinya sudah digantikan alat yang lebih canggih HCVM X-Ray Screening System.
Kondisi terbaru di Pelabuhan Batuampar itu diungkap Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Jumat (14/1), menjawab pernyataan terkait alat tersebut. Dimana, pertanyaan yang disampaikan ke BP Batam, dinilai muncul, karena ketidaktahuan atas alat atau kondisi di Pelabuhan Batuampar, yang sebenarnya.
"Tentu kami apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada kami. Namun, di lain sisi BP Batam berharap kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kapasitas pada bidang tertentu untuk tidak mengeluarkan statement yang tidak sesuai tupoksinya. Sehingga, tidak menimbulkan kesalahan persepsi," kata Ariastuty.
Ariastuty mengungkapkan, pengoperasian Gamma Ray Container Scanner dilakukan sepenuhnya oleh petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pelabuhan Batam pada saat itu. Saat ini, Gamma Ray Container Scanner sudah tidak berfungsi dikarenakan rusak.
"Untuk perbaikannya dipandang sudah tidak lagi efisein, mengingat belanja perbaikan alat tersebut cukup besar. Kemudian, peran fungsi Gamma Ray Container Scanner sudah diperbaharui dengan HCVM X-Ray Screening System milik Kantor Bea Dan Cukai Kelas 1 Batam," ungkap pejabat BP Batam yang biasa dipanggil Tuti ini.
Lebih jauh diungkap, informasi bahwa kerusakan awal terjadi di tahun 2017 pada advance communication box dalam VACIS (Vehicle and Cargo Inspection System). Merambat ke Annuncitor pada RPM dalam sistem pemindaian container
"Pada tanggal 23 Agustus tahun 2018 izin operasional untuk pemanfaatan tenaga nuklir (fotofluorografi dengan radioaktif) sudah berakhir dan tidak diperpanjang," imbuhnya.
Disisi lain, Badan Usaha Pelabuhan BP Batam telah mengusulkan proses penghapusan aset Gamma Ray Container Scanner ke Biro Umum BP Batam. Hal itu sudah dikonfirmasi ke Direktorat Infrstruktur Kawasan BP Batam sesuai Nota Dinas Direktur BUP No. 105/A4.5/RT.01/03/2021 pada tanggal 22 Maret 2021.
Gamma Ray Container Scanner diadakan Otorita Batam pada tahun 2005, dan dilaksanakan pengadaannya oleh PT. Mitrabuana Widyasakti. Semenjak diadakan alat scanning tersebut, petugas dari Bea dan Cukai memanfaatkannya dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengidentifikasi pelanggaran kepabeanan lalu lintas ekspor yang melalui pelabuhan Batu Ampar.
"Tapi sekarang sudah digantikan, karena beberapa alasan. Kita gunakan alat yang terbaru dan itu lebih efisien," tegasnya mengakhiri. (ap)
Kepolisian Daerah (Polda) Kepri,Polisi Resor Kota (Polresta) Barelang dan Satuan Brigadir Mobil (Brimob), bersama bright PLN Batam melakukan apel dalam rangka pengamanan pembangunan objek vital nasional, Selasa (11/01/2022). Apel yang berlangsung di samping Perumahan Puri Melati ini untuk mengamankan pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 kV Batu Besar – Nongsa di lima titik yang belum terbangun. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto.
Selain melakukan Apel, Kombes Pol Nugroho juga melakukan survey dan meninjau langsung 5 titik lokasi infrastruktur yang akan dibangun.
“Pembangunan infrastruktur kelistrikan berpotensi memberikan kontribusi pada pemulihan ekonomi yang lebih kuat serta sangat penting, terutama saat ini Batam sedang mencoba bangkit setelah dilanda pandemi Covid-19. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita petugas kepolisian untuk mendukung pembangunan infrastruktur objek vital nasional karena akan memberikan dampak ekonomi bagi Batam yang berkelanjutan,” jelas Nugroho.
Secara terpisah pada saat rakor bersama antara Polda dengan bright PLN Batam karo ops Polda Kepri Kombes Syarif menjelaskan bahwa Pembangunan infrastruktur khususnya objek vital nasional merupakan prioritas utama di Batam, Menurutnya, hal ini sangat penting untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan dasar seperti listrik dan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing. Pembangunan dan transformasi infrastruktur di Indonesia bertujuan untuk mempercepat pembangunan di seluruh wilayah terutama di wilayah Batam yang sedang bangkit.
Sementara itu bright PLN Batam menargetkan pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 kV yang akan menghubungkan Gardu Induk Nongsa dengan Gardu Induk Batu Besar dapat segera rampung pada awal tahun 2022 ini.
Excecutive Vice President of Project Management bright PLN Batam, M. Nasir Tadjri mengungkapkan bahwa bright PLN Batam telah bekerja keras membangun jaringan listrik yang handal demi kenyamanan dan terjaganya pasokan listrik untuk pelanggan.
“Peningkatan keandalan merupakan mandat yang diberikan oleh pemerintah serta pemegang saham kami yaitu PT PLN (Persero). Sesuai dengan peran bright PLN Batam sebagai pelayan kebutuhan publik akan energi listrik, kami terus berupaya memenuhi dan meningkatkan pasokan listrik di Kota Batam”, ujar Nasir.
Nasir mengungkapkan bright PLN Batam memiliki tanggung jawab untuk menyediakan listrik setiap waktu dengan kualitas yang baik, meminimalisir pemadaman, sehingga kelancaran pasokan menjadi kunci utama dalam pelayanan dan pembangunan kota Batam. Sementara untuk bergerak maju, bright PLN Batam juga memiliki tanggung jawab untuk membantu mewujudkan rasio elektrifikasi hingga 100% di wilayah Batam.
“Tentunya bright PLN Batam berharap bahwa dukungan personil yang kuat dimiliki Polda, Polres, Brimob dan Satpol PP yang ada di Batam, bisa menjadi modal kuat dalam kolaborasi dan sinergi pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat dan rakyat Batam,” tutup Nasir.
Guna meningkatkan pembangunan dan menjaga keberlangsungan pelayanan listrik bright PLN Batam membangun transmisi SUTT 150 KV untuk memperkuat pasokan listrik dengan membantu penyaluran daya dari GI Batu Besar yang saat ini sudah overload (kelebihan beban). Dampaknya, bright PLN Batam tidak dapat melayani permintaan pelanggan yang ingin naik daya atau bahkan pasang baru.
Selain untuk memperkuat dan meningkatkan keandalan pasokan listrik, pembangumam ini juga sebagai bentuk kesiapan bright PLN Batam dalam menjaga keberlangsungan suplai energi listrik bagi industri dan binsis yang ada di Batam Barelang. Terutama semenjak ditetapkannya Keputusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) pada Juli 2020 lalu.

BATAM - Hasil Tes PCR palsu yang dibawa oleh pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia menambah risiko menyebarnya Covid-19 di Batam menyusul merebaknya Varian Omicron.

Oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 berupaya memperketat pengawasan pintu perbatasan melalui transportasi laut dan memastikan karantina berjalan dengan baik.

“Entry test untuk setiap orang yang datang - sebagian besar PMI - dari Malaysia dan Singapura menjadi keharusan. Selain itu kami juga akan menambah tempat-tempat karantina baru,”tutur Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayen TNI Fajar Setyawan, saat rapat koordinasi bersama Gubernur Kepulauan Riau Anshar Ahmad, Kamis (30/12/2021).

Batam merupakan satu dari dua gerbang kedatangan melalui laut yang dibuka pemerintah dalam situasi pandemi Covid-19. Saat ini rata-rata kedatangan harian mencapai 250 orang berasal dari Singapura dan Johor, Malaysia.

Berdasarkan analisis ketersedianan tempat tidur karantina terpusat pemerintah maupun hotel di Batam diperlukan 2.750 tempat tidur. Sementara ketersedian tempat tidur sebanyak 2.712 sehingga kurang 38 tempat tidur.

Dengan asumsi pemakaian hotel yang maksimum, masih terdapat kekurangan tempat karantina PPLN. “Kenyataan di lapangan, kedatangan PMI lebih banyak dibandingkan non-PMI dan keterpakaian hotel tidak sebanyak fasilitas milik pemerintah. Dengan demikian fasilitas karantina milik pemerintah harus ditambah agar tidak menimbulkan penumpukan,” tutur Fajar.

Saat ini keterisian tempat tidur karantina terpusat untuk PMI, Pelajar dan ASN di Batam mencapai 95 persen. Adapun untuk hotel sebesar 32 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menambahkan, selama periode Desember ditemukan 353 orang positif Covid-19. “Angka ini naik dua kali lipat lebih dari 168 kasus pada November. Sebagian besar positif saat tes PCR kedua. Ini menunjukkan karantina 10 hari efektif untuk melakukan penyaringan, sehingga penularan lebih luas bisa dicegah.”

Dari kasus penularan Covid-19 pelaku perjalanan internasional melalui Batam, hasil whole genome squencing (WGF) belum menemukan satupun Varian Omicron.

Menurut Wiku, prioritas mitigasi transmisi jalur laut Batam saat ini adalah memperketat penjagaan perbatasan mengingat banyak PMI dari Malaysia yang ternyata positif Covid19. “Selain itu, penambahan tempat tidur karantina juga menjadi prioritas pemerintah saat ini demi mengantisipasi peningkatan kedatangan di periode Natal dan Tahun Baru.”

Batam - Dalam rangka optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi. Salah satu dari instansi tersebut adalah kejaksaan negeri yang berfungsi menangani permasalahan hukum terutama di bidang perdata dan tata usaha negara.

Kerja sama yang tertuang dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh masing-masing pimpinan kedua instansi yakni Iwan Adriady selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam dan Polin Octavianus Sitanggang selaku Kepala Kejaksaan Negeri Batam di ruang rapat Kejaksaan Negeri Batam, pada Selasa (21/12).
“BPJS Kesehatan dalam menjalankan program JKN-KIS tidak dapat berdiri sendiri. Dengan kata lain, membutuhkan dukungan semua pihak baik itu pemerintah, stakeholder termasuk kejaksaan,” kata Iwan.
 
Iwan mengatakan bahwa kerjasama yang dijalin antara BPJS Kesehatan dengan Kejaksaan Negeri Batam sudah cukup lama. Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi fungsi kejaksaan dalam hal memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lain kepada BPJS Kesehatan.
Dukungan Kejaksaan Negeri Batam sangat dibutuhkan terutama dalam hal kepatuhan pendaftaran mengingat menjadi peserta JKN-KIS adalah kewajiban bagi seluruh penduduk di Indonesia. Namun sejauh ini Iwan mengatakan dalam hal bantuan hukum, pihaknya fokus pada kepatuhan perusahaan baik dalam mendaftarkan pekerjanya maupun melakukan pembayaran iuran.
 
“Kami perlu memastikan perusahaan yang ada di Batam dapat mendukung program JKN-KIS. Tidak hanya dalam hal pembayaran iuran saja, tapi juga dalam hal pendaftaran pekerja. Jika kami temukan perusahaan yang tidak patuh, akan kami serahkan kepada pihak kejaksaan untuk dilakukan pemanggilan,” kata Iwan.
Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Polin Octavianus Sitanggang di kesempatan yang sama mengatakan bahwa BPJS Kesehatan dan kejaksaan tidak dapat dipisahkan. Selain karena kerjasama yang dijalin sejak dahulu, kedua pihak sama-sama ingin mencapai tujuan yang baik dengan melakukan upaya semaksimal mungkin. Tentunya dengan tetap menjaga rambu masing-masing.
 
“Kerjasama yang terjalin sudah dari dulu, karena memang tidak bisa dipisahkan. Kalau selama ini masih ada yang tersendat, semoga kedepan lebih baik lagi kerjasama yang kita jalin,” kata Polin.
Polin berharap nantinya BPJS Kesehatan dan kejaksaan dapat melakukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan kepatuhan perusahaan. Misalnya dengan melakukan pengecekan secara on the spot kepada perusahaan yang diduga tidak patuh.
“Perlu kita ingatkan bahwa menjadi peserta JKN-KIS itu penting. Program ini dibentuk untuk mengangkat keterpurukan khususnya di bidang kesehatan apalagi di masa pandemi ini,” kata Polin.
Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niat Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) membangun sektor pariwisata.
 
BP Batam optimis setelah virus COVID-19 ini berakhir, wisatawan luar negeri bakal berbondong-bondong kembali datang untuk berwisata, umumnya mereka mencari destinasi baru.
Disaat momen itu tiba, Batam secara umum tentu sudah sangat siap untuk memanjakan turis lokal dan asing dengan sejuta pengalaman wisata yang menarik dan tentunya kekinian.
 
Pada hari Rabu (22/12/21) Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto bersama jajarannya melaksanakan kegiatan "Test Commissioning" atau Uji Fungsi dan Sistem Taman Rusa, Sekupang.
 
Purwiyanto menjelaskan, Taman Rusa, Sekupang merupakan satu dari tiga destinasi wisata yang disiapkan Badan Pengusahaan Batam untuk turis, baik lokal maupun mancanegara.
“Proyek tiga destinasi wisata yang dibangun merupakan terobosan yang dilakukan oleh BP Batam dan Dirjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan,” jelas Purwiyanto.
“Tujuan kegiatan malam ini di Taman Rusa, Sekupang untuk menguji alat mekanikal dan elektrikal berjalan normal sesuai fungsinya,” tambah Purwiyanto.
Ia juga berharap destinasi wisata yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
 
“Saya ingin tempat ini dapat digunakan untuk parade kesenian budaya di Batam, kita juga tidak lupa untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik untuk turis lokal dan mancanegara,” harap Purwiyanto.
Lebih lanjut, Purwiyanto menjelaskan fasilitas di Taman Rusa-Sekupang yang bisa dinikmati nantinya apabila sudah bisa dibuka secara resmi oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
 
“Selain jogging track dan wahana permainan anak, nantinya akan kita bangun tiga objek besar yakni _stonehenge_, kolam ikan dan kolam pemancingan yang dapat digunakan untuk event-event seperti lomba mancing dan lain-lain,”jelas Purwiyanto
“Tidak jauh dari lokasi ini kita telah membangun sebuah Taman Kolam yang dapat digunakan untuk rekreasi masyarakat Batam yang juga masuk dalam Kawasan KEK Kesehatan,” tambah Purwiyanto.
 
“Terobosan pembangunan tiga destinasi wisata yang digesa oleh BP Batam akan pro umkm, pro pendidikan dan pro lingkungan, kita ingin tiga destinasi wisata ini akan menjadi pusat keseniaan, budaya, rekreasi dan ikon wisata baru di Batam,” tutup Purwiyanto.
 
Turut hadir dalam kegiatan “Test Commissioning” ini Imam Bachroni, Direktur Infrastruktur Kawasan, Binsar Oktavidwin Tambunan, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Herawan, GM Unit Usaha Hunian, Gedung, Agribisnis, dan Taman (HGAT), Harry Prasetyo Utomo, Kasubdit. Pembangunan Gedung dan Utilitas, Juhardi, Manager Operasional dan Pemeliharaan Unit Usaha HGAT, Andi Rendra Rangkuti, Kepala Seksi. Pembangunan Taman dan Penghijauan.
Batam-Indonesia, letaknya sangat strategis dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, merupakan destinasi investasi yang memukau bagi para investor. Didukung oleh sinergitas koordinasi manajerial yang positif antara Badan Pengusahaan Batam dan Pemerintah Kota Batam, kini berdampak pada pembangunan yang progresif yang membawa Batam menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.
 
Kota Batam telah menjadi salah satu tujuan investasi utama bagi para investor. Hal ini bisa dilihat dari geliat investasi yang terus menunjukkan tren positif, bahkan di tengah pandemi covid-19.
 
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatat total realisasi investasi pada triwulan I-III (Jan-Sept) 2021 sebesarRp. 434,4 Miliar (meningkat 12,4 % jika dibandingkan tahun sebelumnya).
 
Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyampaikan senantiasa berupaya melakukan perbaikan, dari sisi perizinan dan pelayanan, maupun sector infrastruktur untuk menjadi salah satu focus utama. Pembangunan infrastruktur yang masif dan berkelanjutan menjadi salah satu daya pikat bagi para investor. Harapannya, untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.
 
KPBU Bandar Udara Hang Nadim, Melesatkan Batam sebagai Hub Logistik Internasional
 
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus menggesa kesiapan Batam sebagai hub logistic nternasional.
 
Sejalan dengan hal tersebut, hari ini, Selasa (21/12/2021) Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) melakukan penandatanganan kerjasama pengelolaan (desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan) Bandara Hang Nadim Batam dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I - Incheon International Airport Corporation (IIAC) - PT Wijaya KaryaTbk. (Persero) [WIKA] selaku pemenang lelang pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.
 
Penandatangan dilakukan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi dengan Direktur Utama BUP PT Bandara Internasional Batam Pikri Ilham pada Selasa 21 Desember 2021. Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto secara virtual, Wakil Kepala BP Batam dan seluruhDeputi BP Batam, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, President and CEO IIAC Kyung-Wook Kim, dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. [WIKA] Agung Budi Waskito.
 
Penandatanganan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengumuman pemenang seleksi Pengadaaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Maret 2021 lalu, di mana Konsorsium AP I - IIAC - WIKA menjadi pemenang tender seleksi tersebut dan proses seleksi tersebut telah dilakukan secara terbuka sesuai regulasi yang berlaku dan menerapkan prinsip good corporate governance. Sebelumnya, pada Juli 2021 lalu juga telah dilakukan penandatanganan awal atau Heads of Agreement kerjasama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam antara BP Batam dan Konsorsium AP I - IIAC - WIKA.
 
Konsesi dilaksanakan dalam waktu 25 tahun dengan ruang lingkup meliputi renovasi, pengelolaan dan pemeliharaan terminal penumpang existing; Pembangunan, pengelolaan, pemeliharaan terminal penumpang baru (terminal 2); Pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat lainnya, infrastruktur sisi udara, dan Pengelolaan terminal kargo baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, dalam sambutannya mengatakan PKS ini menandakan era baru dalam percepatan pengembangan Bandara Hang Nadim yang kemudian akan menunjang perkembangan Batam Bintan Karimun hingga regional baik di Indonesia dan global dengan pasar Asia hingga Amerika.
 
KPBU Batam dengan investasi 6,9 Triliun dan kerjasama 25 tahun yang diharapkan dapat memberikan langsung multiplier effect secara pendapatan dan jangka panjang bagi pergerakan penumpang dan kargo.
Peluang ini membuka lalu lintas penerbangan domestik dan internasional melalui pasar Korea Selatan,Tiongkok, Bangkok dan negara sekitar. Termasuk mendukung perjalanan Haji Umroh serta mendorong Batam sebagai Logistic Aerocity dan dapat menurunkan biaya logistic sehingga lebih kompetitif.
Sementara itu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi berharap, KPBU Bandara Hang Nadim dapat mengelola bandara secara lebih professional guna mendukung Batam sebagai hub logistic, yang akan memberikan multiplier effect bagi sektor-sektor lain yang nantinya akan terakumulasi memacu daya saing Batam di kancah internasional, termasuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi Batam dan Indonesia.
Lebih lanjut ia berharap dengan adanya kerjasama initer dapat manfaat ekonomi bagi Batamya kni menarik investasi swasta asing maupun domestic untuk pengembangan Bandar Udara HN sebesarRp. 6,9 Triliun, meningkatkan kunjungan wisatawan manca Negara keBatam melalui pembukaan 11 rute internasional baru, efisiensi dalam hal pengelolaan pergerakan barang dan penumpang, transfer of knowledge dari IIAC, menumbuhkan industry, terbukanya lapangan kerja dan menggeliatkan ekonomi Batam, Kepulauan Riau.
Terlebih posisi Bandara Hang Nadim yang sangat strategis berada di jalur lalulintas internasional Selat Malaka dan Asia Tenggara, serta berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri, membuat Bandara Udara Hang Nadim diyakini dapat menjadi Hub Destinasi Penerbangan dan Logistik baik di wilayah domestic maupun internasional.
 
Hal tersebut didukung kuat oleh peran IIAC (Incheon International Airport Corporation) dalam pengembangan Bandara Hang Nadim Batam. Hal ini semakin menguatkan optimism bahwa kolaborasi baru ini akan melesatkan Batam menjadi hub baru yang akan meningkatkan pasar industry aviasi Indonesia. Proye kini juga akan menjadi bagian penting dari hubungan kerjasama kedua negara yang telah terjalin dengan apik antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan.
 
Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo internasional dilakukan dengan upaya menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia. Selain itu, Bandara Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khususk argo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.
 
Sementara itu, untuk hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia seperti Balik papan, Makassar, dan lainnya.
Kolaborasi yang apik dari Konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya diyakini akan memiliki kekuatan mendorong pemasaran rute internasional, baik penumpang maupun kargo, dari Asia dan Eropa.
 
Sementara itu, President and CEO Incheon International Airport Corporation (IIAC) Kyung-Wook Kim mengatakan, Penandatanganan perjanjian kerjasama hari ini merupakan proyek kerjasama Pemerintah-Swasta jangka panjang pertama Korea di luar negeri. Oleh karena itu hal ini menandai tonggak penting dalam kerjasama masa depan antara Korea dan Indonesia di sector penerbangan. Bandara Incheon hingga saat ini telah mengukuhkan posisinya sebagai bandara hub utama yang menghubungkan dua pasar penerbangan terbesar di dunia, Asia dan Amerika Utara.
Direktur Utama PT. Bandara Internasional Batam Pikri Ilham K. mengatakan dengan kolaborasi dan keahlian masing-masing anggota konsorsium akan memberikan nilai tambah dan kontribus lebih terhadap perekonomian wilayah Batam dan sekitarnya.
 
Dalam pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, anggota Konsorsium Angkasa Pura I memiliki perannya masing-masing. Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industry pendukungnya memiliki tanggungjawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.
 
Turut hadir dalam kegiatan, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, yang diwakili oleh KonsulerTransportasi dan Infrastruktur, Mr. Kim Dongjin; Gubernur Kepri dalamhal ini diwakili oleh Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum; Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Bapak Pikri Ilham Kurniansyah beserta jajaran; CEO of Incheon International Airport Corporation, Mr. Kim Kyung Wook; Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Bapak Faik Fahmi dan jajarannya; Direktur Utama PT Wijaya Karya, Bapak Agung Budi Waskito bersama jajarannya; Wakil Kepala dan Para Anggota beserta seluruh jajaran BP Batam serta Pimpinan Kementerian/Lembaga juga FKPD Tk I dan II yang hadir secara langsung maupun virtual.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
182
Orang Dijangkau
2
Interaksi
Promosikan Postingan
 
22
 
Badan Usaha Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (BU RSBP Batam) meresmikan lima layanan kesehatan terkini, pada Rabu (8/12/2021) di Ruang Pertemuan RSBP Batam, Sekupang.
 
Kelima layanan yang diresmikan tersebut antara lain, Studi Elektrofisiologi dan Ablasi Jantung untuk mengatasi intervensi aritmia pada jantung, Endourologi, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) dan Retrogade Intra Renal Surgery (RIRS) untuk menghancurkan batu ginjal pada saluran kemih, Mammograpy untuk pemindaian kelenjar payudara pada penderita kanker payudara dan Paviliun Alamanda di Klinik Kesehatan Jiwa.
 
Direktur RSBP Batam, dr. Afdhalun A. Hakim dalam sambutannya mengatakan, kelima layanan ini merupakan upaya RSBP Batam dalam melengkapi sarana dan prasarana medis guna mempersiapkan diri menuju terbentuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sekupang (KIS).
 
“Hari ini kita meresmikan lima layanan kesehatan, baik untuk prosedur penanganan penyakit jantung, saluran kemih, kanker payudara dan kejiwaan. Ini merupakan bentuk komitmen BP Batam untuk mempersiapkan diri menuju terbentuknya KEK KIS,” ujar Afdhalun.
Ia berharap, hadirnya kelima layanan kesehatan ini mampu mendorong masyarakat Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau untuk melakukan pengobatan di RSBP Batam, tanpa harus melakukan pengobatan ke luar negeri.
 
Berdasarkan data yang diperoleh dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), masyarakat Indonesia telah menghabiskan Rp 160 triliun per tahun atas biaya perawatan yang dilakukan di luar negeri, terutama di Singapura dan Malaysia.
“Tidak perlu jauh-jauh lagi berobat ke Singapura atau Malaysia, karena Batam kini memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap untuk mengakomodir kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkas Afdhalun.
 
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita di masing-masing ruang pelayanan kesehatan, sebagai simbol peresmian lima layanan kesehatan terbaru di RSBP Batam.
 
 
Peresmian ini turut dihadiri oleh Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, dr. Ibrahim; perwakilan Dinas Kesehatan Kota Batam, Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin), BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Batam.
(rud)
Page 1 of 34

Tentang Kami