Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan silaturahmi jajaran Rektorat Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kantor Wali Kota Batam, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan IPDN, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Rektor IPDN Bidang Administrasi Arief M. Edie dan Wakil Rektor IPDN Bidang Hukum, Kerja Sama, dan Kepegawaian Bernhard Rondonuwu. Amsakar menyambut baik kunjungan jajaran Rektorat IPDN tersebut. Sebagai alumnus program doktor ilmu pemerintahan IPDN, ia menegaskan keterbukaan Pemko Batam untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan IPDN.
Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk memperkuat kapasitas aparatur sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “IPDN memiliki peran yang sangat vital dalam mencetak calon pemimpin dan pamong praja yang profesional, andal, serta memiliki integritas tinggi,” ujar Amsakar.
Ia mengatakan, sinergi Pemko Batam dan IPDN tidak hanya berkaitan dengan penempatan praja untuk magang atau pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kolaborasi juga dapat dikembangkan melalui riset di bidang pemerintahan, kajian kebijakan publik, serta pengembangan inovasi tata kelola pemerintahan.
Amsakar menegaskan, Pemko Batam siap mendukung berbagai program akademik dan pengabdian kepada masyarakat yang digagas IPDN. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh praja di lingkungan akademik dapat diterapkan secara langsung dalam pelayanan publik.
“Kita ingin pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di kampus dapat memberikan manfaat nyata ketika diterapkan di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, jajaran Rektorat IPDN menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Wali Kota Batam beserta jajaran Pemko Batam. IPDN juga menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam melalui berbagai program, antara lain magang praja, riset kebijakan publik, dan pendampingan inovasi daerah.
Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan diskusi mengenai peluang kerja sama dalam pengembangan kapasitas pamong praja dan penguatan tata kelola pemerintahan daerah. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama.
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam
Diskominfo Batam – Kemenangan Tim Nasional Indonesia atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup disambut meriah ribuan warga Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (5/10/2026) malam. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut larut dalam kegembiraan bersama masyarakat, menyaksikan perjuangan skuad Garuda hingga memastikan Indonesia keluar sebagai juara.
Berbaur bersama warga, Amsakar menyaksikan jalannya pertandingan dengan penuh antusias. Bahkan, ia mengapresiasi konsistensi permainan Timnas Indonesia yang dinilainya menunjukkan kematangan taktik, disiplin, dan semangat juang tinggi.
“Sejak menit awal, saya sangat yakin Indonesia bisa keluar sebagai juara. Tempo permainan timnas kita sangat konsisten, alur bola berjalan rapi, dan stamina pemain terjaga dengan baik,” ujar Amsakar usai merayakan kemenangan bersama warga Batam.
Pertandingan berlangsung sengit. Saat Thailand harus bermain dengan 10 pemain, Timnas Indonesia mampu memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan lawan. Indonesia mampu memberikan perlawanan hingga unggul lebih awal 1-0. Tak berselang lama, Tim Thailand mampu mencetak gol penyeimbang, bahkan mampu membalikkan keadaan menjadi 1-2 atas Indonesia. Timnas Indonesia tak menyerah, dan berhasil membuat skor imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Pertandingan berlanjut adu pinalti dan Indonesia unggul 4-2 di babak pinalti dan mengantarkan Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Sepanjang pertandingan, Amsakar bersama ribuan warga tak henti memberikan dukungan. Chant untuk skuad Garuda terus menggema di Dataran Engku Putri.
Kemenangan Indonesia langsung disambut ledakan kegembiraan. Warga saling bersorak dan merayakan keberhasilan skuad Garuda meraih gelar juara.
Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan tim pelatih yang telah berjuang hingga membawa Indonesia menjadi juara.
“Alhamdulillah, doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang bergema dari Dataran Engku Putri malam ini, dijawab dengan kemenangan manis. Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Ini hasil yang layak diraih berkat perjuangan pantang menyerah di lapangan,” kata Amsakar.
Menurutnya, kemenangan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pencinta sepak bola, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat. Nobar di Dataran Engku Putri menjadi ruang bagi warga dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.
Kemeriahan semakin lengkap dengan pembagian berbagai hadiah atau doorprize kepada warga yang berhasil menjawab pertanyaan dalam kuis seputar sepak bola dan program pembangunan Kota Batam.
Amsakar berharap semangat dan kebersamaan yang tercipta melalui dukungan terhadap Timnas Indonesia dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Batam.
“Ini menunjukkan bahwa ketika kita bersatu dan memberikan dukungan, energi positifnya luar biasa. Malam ini kita merasakan kebahagiaan yang sama karena Indonesia juara,” ujarnya.
Amsakar Achmad Respons Keluhan Warga Nongsa: BP Batam Percepat Pengerjaan Interkoneksi untuk Perkuat Suplai Air
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons keluhan warga terkait gangguan suplai air di kawasan tersebut, Senin (5/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa saat ini berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.
Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.
Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi debit air yang masuk ke waduk. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.
“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar di lokasi.
Ia menjelaskan, BP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mengantisipasi dampak penurunan TMA Waduk Nongsa sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan debit air sehingga TMA Waduk Nongsa dapat meningkat secara bertahap.
“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” tambahnya.
Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 mm dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.
Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.
“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” tambah Amsakar.
Amsakar menjelaskan bahwa gangguan distribusi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA.
Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.
“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar.
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air di wilayah Nongsa dan sekitarnya.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano mengatakan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa, pihaknya menyiapkan langkah penguatan dengan interkoneksi pipa dari IPA Duriangkang dan pengaturan suplai air, agar pelayanan bagi warga tetap terjaga.
“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” jelasnya.
Denny mengatakan pembangunan interkoneksi pipa 250 mm sepanjang 30 meter di Jl. Hang Lekiu Sambau dikebut dan dijadwalkan rampung pada Senin malam ini (5/10/2026).
Pasca-interkoneksi, normalisasi air ke rumah warga diperkirakan mengalir secara bertahap mulai besok malam. Untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengerjaan, armada tangki air disiagakan di depan Polda (hidran pemadam) dan pendistribusiannya dikawal oleh Polsek Nongsa dan Tim SPAM.
“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” imbuhnya.
Setelah sistem nantinya kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi lebih baik.
Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +3,44 Dasarian I Oktober.
BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.
Bagi Batam, Waduk Nongsa tercatat menjadi salah satu yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026.
“Memang kondisi sekarang ini terjadi tidak hanya di Batam, melainkan juga di sebagian besar wilayah Indonesia, ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis.” jelasnya.
Selain faktor alam, aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat tersimpan dan kemudian dialirkan menuju waduk.
Lebih lanjut, Denny menerangkan pengaturan suplai air juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan menyeluruh.
"PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa." Terang Denny.
Denny menjelaskan, proses penyesuaian suplai tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah lain, khususnya pada jam pemakaian puncak.
Beberapa wilayah berpotensi terdampak di antaranya Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya, serta pada area Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.
“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.
Denny mengimbau masyarakat yang aliran airnya terpenuhi, agar dapat menggunakan air dengan bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya.
"Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak.” kata Denny.
Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi dan menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.
Dengan langkah mitigasi dan penguatan suplai tersebut, BP Batam berharap penyesuaian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batam.(*)
Batam, 5 Oktober 2026
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga
Sthefani Barlian
IRJEN POL SUHENDRI RESMI JADI KAPOLDA KEPRI, KOMJEN POL ASEP SAFRUDIN EMBAN AMANAH BARU SEBAGAI KABARESKRIM
Batam – Serah terima jabatan (Sertijab) Kapolda Kepri telah dilaksanakan di Mabes Polri, Jakarta, dan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. Dalam Sertijab tersebut, Irjen Pol Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., resmi menerima amanah sebagai Kapolda Kepri, menggantikan Komjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., yang selanjutnya dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Sertijab tersebut merupakan bagian dari rangkaian mutasi, rotasi, pelantikan dan kenaikan pangkat sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam. Selain Sertijab, kegiatan juga diisi dengan pelantikan serta Korps Raport kenaikan pangkat perwira tinggi Polri.
Dalam rangkaian tersebut, sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri maupun kewilayahan mengalami pergantian, termasuk jabatan Kapolda Kepri. Pergantian tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
Komjen Pol Asep Safrudin sebelumnya mengemban amanah sebagai Kapolda Kepri. Dalam rangkaian mutasi tersebut, Asep Safrudin mendapat promosi untuk menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri sekaligus mendapat kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Jenderal Bintang Tiga). Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis di lingkungan Mabes Polri yang memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan fungsi reserse kriminal secara nasional.
Penugasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Komjen Pol Asep Safrudin setelah memimpin Polda Kepri. Selanjutnya, estafet kepemimpinan Polda Kepri diteruskan oleh Irjen Pol Suhendri yang dipercaya memimpin jajaran Polda Kepri.
Irjen Pol Suhendri merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993 yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Korps Brigade Mobil (Brimob) dan sejumlah penugasan strategis di tingkat Mabes Polri.
Sebelum dipercaya sebagai Kapolda Kepri, Irjen Pol Suhendri menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama Tingkat I Korbrimob Polri. Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Kepri dan Kapolres Tanjungpinang.
Pengalaman Irjen Pol Suhendri di Kepulauan Riau menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum kemudian mendapat berbagai penugasan di sejumlah wilayah dan lingkungan Mabes Polri. Ia pernah dipercaya sebagai Wakasat Brimob Polda Jawa Timur, Kasat Brimob Polda Jambi, Kasat Brimob Polda Bali, Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri, Kakorbintarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri, Kabag SDM Korbrimob Polri hingga Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri.
Pada 2026, Irjen Pol Suhendri mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol). Pengalamannya juga tercatat dalam pelaksanaan kegiatan kenegaraan. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu, 1 Juli 2026, Suhendri dipercaya sebagai Komandan Upacara dalam upacara yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara.
Dengan dilaksanakannya Sertijab tersebut, Irjen Pol Suhendri secara resmi melanjutkan estafet kepemimpinan Polda Kepri dari Komjen Pol Asep Safrudin, yang kini mengemban amanah sebagai Kabareskrim Polri.
Bagi Irjen Pol Suhendri, penugasan sebagai Kapolda Kepri sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengemban tugas di wilayah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Setelah sebelumnya pernah memimpin jajaran Brimob Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang, kini Irjen Pol Suhendri dipercaya memimpin seluruh jajaran Polda Kepri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan kepolisian di wilayah Kepulauan Riau.
Sementara bagi Komjen Pol Asep Safrudin, penugasan sebagai Kabareskrim Polri menjadi amanah baru dalam perjalanan pengabdiannya di tingkat nasional. Pergantian tersebut sekaligus menandai keberlanjutan pelaksanaan tugas dan program Polda Kepri di bawah kepemimpinan Irjen Pol Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM.
CIMB Niaga Hadirkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meluncurkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membantu generasi muda mengelola keuangan secara lebih mudah, praktis, dan relevan dengan gaya hidup digital masa kini. Inisiatif tersebut diperkenalkan pada talkshow “OCTO Go Dompetless, Wear Pocketless” yang menjadi bagian dari rangkaian Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Peluncuran OCTO untuk Pejuang Mimpi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan CIMB Niaga melalui Kejar Mimpi untuk mendukung generasi muda mengembangkan potensi, memperluas kesempatan, dan mengambil langkah nyata menuju masa depan yang mereka impikan. Inisiatif ini juga menegaskan komitmen Bank dalam mewujudkan purpose Advancing Customers & Society, dengan menghadirkan solusi yang relevan bagi generasi muda untuk mengelola keuangan, meraih aspirasi, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Head of Marketing, Brand & Customers Experience CIMB Niaga Amir Widjaya mengatakan, di tengah berbagai peluang yang tersedia saat ini, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu fondasi penting agar generasi muda dapat terus berkembang dan mencapai tujuan hidup mereka.
“Kami melihat generasi muda Indonesia memiliki semangat besar untuk terus maju dan mewujudkan berbagai aspirasi mereka. Namun di balik aspirasi tersebut, mereka juga menghadapi berbagai tantangan finansial, mulai dari mengelola penghasilan pertama, menentukan prioritas antara kebutuhan saat ini dan tujuan masa depan, hingga menghadapi ketidakpastian yang dapat muncul kapan saja. Karena itu, CIMB Niaga ingin hadir sebagai partner yang membantu mereka mengambil langkah finansial yang tepat sejak dini,” ujar Amir.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, CIMB Niaga menghadirkan OCTO melalui pendekatan Jurus O-C-T-O, yaitu Olah Dana, Capai Mimpi, Tangkis Risiko, dan Optimalkan Keseruan. Melalui OCTO, generasi muda dapat mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menabung, berinvestasi, mempersiapkan dana untuk masa depan, serta menikmati berbagai pengalaman hidup secara lebih bijak.
Generasi muda juga dapat membuka rekening secara digital hanya dalam beberapa menit dan menikmati berbagai kemudahan transaksi sehari-hari, mulai dari transfer, pembayaran, dan top up e-wallet hingga akses ke berbagai pilihan tabungan dan investasi. Kemudahan tersebut dihadirkan agar mereka dapat memulai perjalanan finansial dengan lebih praktis dan sesuai kebutuhan.
Adopsi OCTO terus menunjukkan tren positif. Pada semester I 2026, transaksi QRIS melalui OCTO meningkat 65% secara year-on-year (YoY), sementara pembukaan rekening pertama melalui OCTO tumbuh 89% YoY. Selain itu, transaksi reksa dana meningkat 48% YoY dan transaksi obligasi naik 112% YoY, mencerminkan semakin tingginya preferensi nasabah terhadap layanan perbankan digital yang praktis, mudah, dan terintegrasi.
Pada kesempatan yang sama, CIMB Niaga juga memperkenalkan kampanye Go Dompetless, Wear Pocketless yang merefleksikan perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk bertransaksi dan mengelola keuangan.
“Go Dompetless, Wear Pocketless bukan sekadar soal meninggalkan dompet fisik. Ini merupakan simbol gaya hidup yang lebih praktis, fleksibel, dan efisien. Ketika urusan finansial menjadi lebih mudah, anak muda memiliki lebih banyak ruang untuk fokus mengembangkan potensi, mengejar passion, dan mewujudkan mimpi yang ingin mereka capai,” kata Amir.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, CIMB Niaga menghadirkan fashion show bertema Pocketless, sebuah kampanye dengan semangat “The New Fashion Movement in Jakarta” yang mengeksplorasi semangat generasi muda dalam mengekspresikan diri. Untuk semakin mendekatkan pesan kampanye dengan generasi muda, CIMB Niaga juga menggandeng MARBLES, girl group Indonesia yang merepresentasikan semangat anak muda yang kreatif, ekspresif, dan berani mengejar mimpi. Selain berbagi perspektif dalam sesi talkshow, MARBLES juga tampil membawakan sejumlah lagu pada penampilan spesial di panggung Kejar Mimpi FEST 2026.
“Kami percaya setiap generasi memiliki cara sendiri untuk mengejar mimpi. Melalui OCTO, kami ingin membantu generasi muda mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri dan memiliki lebih banyak ruang untuk fokus pada aspirasi yang ingin mereka wujudkan,” tutup Amir.
Swiss-Belhotel International Wilayah Batam Tunjuk Ivan Bakara sebagai General Manager Baru
BATAM, 5 Oktober 2026 - Swiss-Belhotel International, wilayah Batam, tunjuk Ivan Bakara sebagai General Manager baru yang memimpin tiga properti di Kota Batam: Riahi Villas by Swiss-Belhotel, Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, dan Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam. Sebelumnya didatangkan dari Jambi, sebelumnya memimpin Swiss-Belhotel Jambi. Ivan membawa pengalaman internasional serta perjalanan panjang dalam operasional dan kepemimpinan hotel.
Lulusan perhotelan di Bandung ini pernah bekerja di kapal pesiar dan menghabiskan sekitar lima tahun di luar negeri untuk bekerja sekaligus memperdalam pendidikan manajemen restoran dan hotel. Kariernya berkembang dari pencuci piring, busboy, dan pelayan restoran hingga menjadi General Manager.
Pengalaman tersebut membentuk pendekatan kepemimpinannya yang menekankan pemahaman terhadap karyawan, kemanusiaan, dan profesionalisme, bekal penting dalam membangun tim yang berperan langsung dalam pengalaman tamu.
Penugasan Ivan hadir di tengah peluang Batam sebagai destinasi bisnis dan pariwisata yang dekat dengan Singapura. Kepemimpinan multiproperti ini membuka kesempatan untuk membangun sinergi pelayanan bagi tamu bisnis, keluarga, dan wisatawan internasional, sekaligus mempertahankan karakter masing-masing properti.
“Batam adalah kota yang sangat dinamis, dengan tamu yang datang untuk berbagai tujuan, mulai dari bisnis, liburan keluarga, hingga mencari pengalaman beristirahat yang lebih tenang. Saya ingin tiga properti yang kami kelola dapat memberikan pilihan pengalaman yang berbeda, tetapi dengan satu kesamaan: pelayanan yang tulus dan membuat setiap tamu merasa ingin kembali. Bagi saya, hotel bukan hanya tempat untuk menginap, tetapi bagian dari pengalaman mereka selama berada di Batam,” jelas Ivan mengawali kepemimpinannya, Senin, 5 Oktober 2026.
Melalui penugasan ini, ketiga properti memasuki babak baru kepemimpinan, dengan pengalaman Ivan sebagai bekal untuk pengembangan hotel, vila, dan tim.
Ketiga properti yang dipimpin Ivan menawarkan pilihan akomodasi untuk beragam kebutuhan perjalanan ke Batam. Riahi Villas by Swiss-Belhotel menghadirkan pengalaman menginap di vila dengan suasana tenang di Nirup Island; Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam menawarkan kenyamanan hotel bintang lima bagi tamu bisnis dan keluarga; sementara Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam menyediakan akomodasi bintang empat di kawasan Harbour Bay untuk perjalanan bisnis maupun liburan. Ketiganya melengkapi pilihan menginap di Batam, mulai dari liburan di pulau hingga aktivitas bisnis dan wisata di kota.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Vs Thailand, Amsakar-Li Claudia Undang Warga Nobar di Engku Putri
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengundang masyarakat untuk nonton bersama (nobar) laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand di Dataran Engku Putri, Senin (5/10/2026).
Nobar tersebut dijadwalkan berlangsung di depan Museum Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, mulai pukul 17.30 WIB. Kegiatan ini menjadi ajakan bagi masyarakat Batam untuk memberikan dukungan kepada Tim Nasional Indonesia yang akan menghadapi Thailand pada partai puncak.
Amsakar mengajak masyarakat memanfaatkan momentum pertandingan tersebut untuk berkumpul dan memberikan dukungan kepada para pemain Timnas Indonesia.
“Mari kita ramaikan dan dukung Timnas Indonesia bersama-sama. Kita tunjukkan semangat dan kebanggaan sebagai warga Indonesia melalui dukungan yang positif,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, nobar tidak sekadar menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat Batam.
Ia berharap warga yang hadir dapat menjaga suasana tetap tertib, aman, dan nyaman sehingga nobar dapat berlangsung meriah tanpa mengurangi semangat persaudaraan.
Pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand diperkirakan menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Amsakar mengajak warga Batam hadir dan memberikan dukungan bersama bagi perjuangan Timnas Indonesia.
“Mari kita doakan dan dukung bersama agar Indonesia menjadi juara. Sampai bertemu di Dataran Engku Putri,” katanya.
Nobar final FIFA ASEAN Cup 2026 di Dataran Engku Putri terbuka bagi masyarakat. Warga Batam dapat hadir bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas untuk menyaksikan pertandingan sekaligus merasakan atmosfer dukungan bagi Timnas Indonesia.
OJK KEPRI PERLUAS AKSES PEMBIAYAAN DAN PERKUAT LITERASI KEUANGAN SEKTOR PERIKANAN DI NATUNA
Natuna, 1 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat akses pembiayaan dan literasi keuangan pelaku sektor perikanan di Kabupaten Natuna melalui kegiatan Literasi dan Business Matching Produk Keuangan Sektor Perikanan. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha perikanan dengan industri jasa keuangan untuk mendorong akses terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Natuna, Rabu (30/9), dihadiri Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Natuna Khaidir, serta Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Dedy Damhudy. Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri atas offtaker, pengepul, nelayan tangkap, nelayan budidaya, pelaku pengolahan hasil perikanan, dan penyuluh perikanan.
Kegiatan juga melibatkan perwakilan perbankan dan lembaga jasa keuangan nonbank yang beroperasi di Kabupaten Natuna. Perkuat Ekosistem Keuangan Sektor Perikanan Sinar Danandjaya menyampaikan bahwa penguatan sektor perikanan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, pelaku usaha, dan industri jasa keuangan agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara berkelanjutan. “Potensi sektor perikanan Natuna perlu didukung dengan literasi keuangan yang baik dan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan industri jasa keuangan menjadi penting untuk memperkuat ekosistem perikanan Natuna,” ujar Sinar Danandjaya. Sinar menambahkan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan perluasan akses keuangan. Pelaku usaha perlu memahami kemampuan keuangannya, manfaat dan biaya produk keuangan, risiko, serta kewajiban sebelum memilih dan memanfaatkan produk atau layanan keuangan.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha sektor perikanan agar semakin bankable sehingga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengakses pembiayaan formal untuk modal kerja maupun pengembangan usaha. Tingkatkan Literasi dan Kewaspadaan Keuangan Dalam kegiatan literasi keuangan, OJK memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kegiatan usaha. Materi mencakup pengaturan alokasi pendapatan, persiapan dana darurat, pengelolaan utang secara bijak, investasi, serta persiapan keuangan untuk masa depan. OJK juga mengingatkan peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan berbagai modus penipuan di sektor keuangan. Masyarakat perlu memastikan legalitas produk dan layanan keuangan melalui kanal resmi serta menjaga data pribadi dan informasi rahasia agar tidak disalahgunakan. Perluas Akses Pembiayaan melalui Business Matching Kegiatan juga dirangkaikan dengan business matching yang mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan perbankan dan lembaga jasa keuangan nonbank di Kabupaten Natuna.
Melalui forum tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan kebutuhan pembiayaan sekaligus memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan yang tersedia. Pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan formal yang sesuai, baik untuk modal kerja maupun pengembangan usaha. Peserta juga memperoleh informasi mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program pembiayaan subsidi margin nol persen yang diberikan Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Bank Pembangunan Daerah. Potensi Perikanan Natuna Berorientasi Pasar Ekspor Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Dedy Damhudy menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan industri jasa keuangan. “Dinas Perikanan Kabupaten Natuna menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah menginisiasi kegiatan ini.
Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dilanjutkan karena sektor perikanan memiliki potensi besar dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha,” ujar Dedy. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Natuna memiliki sekitar 10.347 nelayan dengan produksi perikanan mencapai 72.394 ton. Produksi perikanan budidaya tercatat sebesar 1.264 ton, sedangkan hasil olahan perikanan mencapai 446,97 ton. Sejumlah komoditas perikanan Natuna juga telah berorientasi pada pasar ekspor, antara lain ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan sektor perikanan Natuna, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun memperluas pasar produk perikanan. OJK Tinjau Langsung Potensi Usaha Perikanan Natuna Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, OJK Provinsi Kepulauan Riau melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi usaha sektor perikanan di Kabupaten Natuna. Kunjungan mencakup lokasi budidaya ikan laut, budidaya ikan tawar, serta lokasi offtaker nelayan tangkap.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada OJK mengenai karakteristik usaha, proses bisnis, kebutuhan pembiayaan, dan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku sektor perikanan. Informasi dari lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan industri jasa keuangan untuk mengembangkan akses pembiayaan yang semakin sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelaku usaha sektor perikanan. Perkuat Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Natuna Kegiatan literasi keuangan dan business matching sektor perikanan menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat ekosistem keuangan untuk mendukung sektor produktif di Kabupaten Natuna. OJK akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, Dinas Perikanan, industri perbankan dan nonbank, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendukung pengembangan sektor perikanan. Melalui kolaborasi tersebut, OJK mendorong pelaku sektor perikanan Natuna agar semakin siap memanfaatkan layanan keuangan formal secara tepat, sehingga kapasitas usaha dan daya saing sektor perikanan dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Siang itu udara tampak redup , partikel asap masih menyelimuti kota Batam, dari luar Worshop Perrio Batik tampak sepi,pintu dan jendelanya tertutup rapat. Tiba – tiba muncul sosok perempuan membukakan pintu, dia adalah bu Ida istri pak Toto langsung mempersilakan saya masuk (Rabu 30/September/2026). Saat memasuki ruang workshop Perrio batik untuk pertama kalinya seketika pandangan saya terpesona dengan koleksi puluhan kain batik yang tersusun rapih dengan warna warna yang indah berada sebelah kanan ruangan , di tengah ada lemari kecil tempat menyimpan aneka mini poch, tas wanita yang semuanya dikombinasikan dengan aneka perca batik , paling bawah terdapat canting cap yaitu cetakan atau alat stempel yang digunakan untuk membuat motif dalam membatik , terbuat dari lempengan tembaga atau kuningan tipis yang dibentuk menjadi pola atau motif tertentu. Fungsinya Sebagai pengganti canting tulis untuk mencetak cairan malam (lilin batik) ke permukaan kain secara berulang dan cepat, lalu sebelah kiri tergantung kain polos yang siap disulap menjadi kain batik cantik dan paling pojok ada meja kecil untuk alas pembuatan batik cap.
Nampak lelaki paruh baya tengah bersiap – siap akan membuat batik cap, kain berwarna biru polos sudah dibentang diatas meja, dengan gesitnya tangannya mulai bekerja. ”Proses pembuatan batik cap hanya membutuhkan waktu sebentar saja,berbeda dengan pembuatan batik tulis , semakin rumit motifnya otomatis akan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengerjaanya, bisa satu bahkan dua mingguan, apabila menggunakan canting tulis kecil, motifnya rumit sehingga membuat gerakan tangan kita semakin pelan dan harus teliti,”pak Sudianto yang akrab dipanggil Toto membuka obrolan siang itu.
Berada dikawasan komplek perumahan Taman Marchelia Blok C No. 124, Kelurahan Taman Baloi, lokasinya mudah dijangkau . Perrio Batik adalah usaha batik asal Batam Kepulauan Riau, yang didirikan oleh pak Sudianto pada tahun 2019. Pria satu putra kelahiran Jepara Jawa Tengah 54 tahun lalu ini lulusan ISI – Institut Seni Indonesia tahun1999 . “Waktu itu modal saya hanya Rp10.000.000,- sudah bisa membeli perlengkapan untuk membatik”,lanjut pak Toto.
Usaha ini mengangkat kearifan lokal budaya Kepulauan Riau menjadi karya batik modern yang elegan dan bernilai seni tinggi. Ada motif Gonggong yang terinspirasi dari siput laut khas Kepulauan Riau, motif Ikan Marlin dan juga motif yang paling banyak peminatnya yaitu Jembatan Barelang & Rumput Laut menampilkan ikon kebanggaan Kota Batam. ” Seperti kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, ujar pak Toto saat ditanya kenapa memilih motif Melayu. Saya akan terus menggali potensi – potensi yang ada di Bumi Melayu dan kepulauan Riau.
Perrio Batik adalah salah satu UMKM binaan BI Kepri sejak berdiri thn 2019, ini adalah program pemberdayaan Bank Indonesia untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah naik kelas, go digital, dan go ekspor. Dukungan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau (BI Kepri) kemudian menjadi salah satu bagian dalam pengembangan kapasitas usaha.
“Menjadi bagian dari binaan BI Kepri, tentunya bangga sekali, diajak serta dalam berbagai pelatihan dengan mendatangkan mentor dari Jakarta, diikutsertakan dalam berbagai event BI Kepri”,jelas pak Toto. Seperti beberapa Minggu yang lalu Perrio Batak juga ikut meramaikan gelaran GMP – Gebyar Melayu pesisir yang sukses digelar di K-Square Mall dari tanggal 14-20 September 2026 lalu dengan tema : “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, dengan adanya binaan dari Bank Indonesia Kepulauan Kepri
“ Tahun ini GMP 2026 Bank Indonesia Kepulauan Riau membawa konsep sustainability (berkelanjutan), kita bisa melihat dunia wastra saat ini arahnya sudah ke berlanjutan pelan – pelan kita bisa memenuhi kebutuhan wastra sampai ke luar negeri. Sehingga lambat laun UMKM kita khususnya wastra akan naik kelas/Go Internasional”, ujar Adik Afrinaldi kepala tim implementasi kekda Bank Indonesia kepulauan Riau pada hari Minggu 20/September/2026 di sela – sela acara Fun Charity GMP 2026 Bank Indonesia Kepulauan Riau.
Seiring perkembangan teknologi dan informasi, efisiensi dan kecepatan menjadi hal yang utama. Seperti dengan hadirnya sistem atau alat pembayaran non tunai. Kemajuan teknologi memungkinkan transaksi keuangan tak lagi dilakukan secara cash alias menggunakan alat pembayaran non tunai. ” Menurut saya dengan adanya pembayaran non tunai dan menggunakan QRIS sangat menguntungkan lebih cepat,simple dan mudah diakses”ujar pak Toto. Berbelanja dimananpun kita tidak perlu lagi membawa uang cash,cukup scan barcode.
Hari semakin sore, tetapi obrolan kami semakin menarik . Apalagi melihat pak Toto yang mulai memegang canting tulis , mulai menorehkan cairan lilin malam panas menggunakan canting pada garis pola luar kain dengan tahapan tradisional yang panjang dan teliti. Hasilnya terlihat rapih dan ada rasa puas dari raut muka pak Toto. “Sampai sekarang belum ada yang pandai membuat batik tulis yang memenuhi standarnya Perrio Batik,kami belum menemukan penerusnya, ”ujarnya.
Harga kain Perrio batik sangat bervariasi dengan ukuran 2 meter – 2,5 meter dipatok mulai Rp180.000,- Rp2.500.000.000,- tergantung motif. Semakin rumit motifnya semakin tinggi juga harganya. Bagi para pengrajin, cara kerja manual tersebut menjadi bagian dari karakter produk. Semakin detail prosesnya, semakin besar pula keterampilan yang dibutuhkan. “Strategi pemasarannya pun sepenuhnya memanfaatkan media social, dan ada juga di beberapa galeri dan Dekranasda,”jelas bu Ida.
Melalui goresan tangan pak Toto semoga karya –karya Periio Batik semakin bersinar di Kota Batam ,kepulauan Riau dan mendunia.
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Kantor Penghubung Jakarta kembali menghadirkan kegiatan Coaching Clinic Perizinan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam bertajuk “BP Batam Terus Menyapa”, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta, tersebut diikuti lebih dari 100 pelaku usaha dari Jakarta yang menjalankan kegiatan usaha di Batam, yang dibuka langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.
Dalam sambutannya, Ariastuty menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
“Ini merupakan tahun ketiga Coaching Clinic dilaksanakan. Kami ingin Kantor Penghubung Jakarta tidak hanya menjadi representasi BP Batam, tetapi juga menjadi fasilitator yang aktif bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Coaching Clinic masih menjadi program andalan dan merupakan bagian dari upaya BP Batam, khususnya Kantor Penghubung Jakarta, untuk mendekatkan layanan kepada pelaku usaha.
Upaya-upaya ini terus didorong untuk mendukung implementasi peraturan-peraturan kemudahan berinvestasi yang telah diamanatkan pemerintah pusat kepada BP Batam, seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025 yang memperkuat kewenangan BP Batam dalam penyelenggaraan perizinan terpadu dan pengelolaan KPBPB Batam.
Pada kesempatan ini pula, Ariastuty menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang telah menyentuh angka 7,28 persen pada Semester 1 Tahun 2026 dan realisasi investasi sebesar 38,97 triliun pada Semester 1 Tahun 2026 yang telah dihitung menggunakan dengan metode Bottom Up.
“Hal ini menunjukkan bahwa Batam memiliki rekam jejak resiliensi ekonomi sebagai modal besar bagi kemajuan perekonomian regional maupun nasional” jelas Ariastuty.
Ia kemudian melanjutkan, total permohonan perizinan yang tercatat dalam OSS BP Batam periode 1 s.d. 20 September 2026 sejumlah 1.182 permohonan, yang terdiri dari Perizinan Berusaha (PB), Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU), Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), dan Persetujuan Lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperoleh informasi yang jelas dan memahami berbagai ketentuan terbaru melalui pendampingan langsung, sehingga proses perizinan maupun kegiatan usaha di Batam dapat berjalan lebih mudah, efektif, dan memberikan kepastian,” ujar Ariastuty.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Direktur Sistem Perizinan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Purwo Wiyatmanto, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam Rully Syah Rizal, serta Kepala Seksi Fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Khusus Lainnya Fadli Rahman Kinasih.
Sejumlah materi yang dibahas mencakup perkembangan regulasi terkait lalu lintas barang, implementasi perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, serta ketentuan mengenai keluar-masuk barang di KPBPB Batam.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi one-on-one coaching dan konsultasi, yang memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk menyampaikan secara langsung berbagai kendala serta memperoleh penjelasan terkait perizinan dan kegiatan usaha di KPBPB Batam.
Bengkong Swadebi Jadi Perhatian, Amsakar-Li Claudia Siapkan Langkah Konkret Tangani Banjir
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pemerintah serius menangani persoalan banjir di Kota Batam. BP Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengalokasikan anggaran penanganan banjir untuk 167 titik prioritas pada Tahun Anggaran 2026 dan 2027.
“Kami betul-betul memberikan atensi terhadap persoalan banjir. Penanganannya harus konkret dan terukur sehingga penyelesaiannya secara menyeluruh,” kata Amsakar saat memimpin rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Pemeritah Kota Batam, Kamis (1/10).
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir tengah ditangani. Ia mencontohkan empat pekerjaan penanganan banjir telah mencapai progres sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Pekerjaan itu meliputi normalisasi dan peningkatan drainase Simpang Kepri Mall, drainase Sei Beduk, drainase Jalan R. Suprapto Kawasan Sawang Permai Batu Aji dan drainase Makam Pahlawan–RS Graha Hermine Batu Aji.
Keempat pengerjaan di kawasan ini, Amsakar menyebut pekerjaannya telah memberikan dampak positif. Saat hujan pada 22 September lalu dengan intensitas tinggi selama sekitar dua jam, kawasan tersebut tidak mengalami luapan seperti yang dikhawatirkan sebelumnya
“Ini menunjukkan pekerjaan yang kita lakukan mulai memberikan dampak. Tetapi pekerjaan harus tetap dituntaskan dan titik-titik lainnya juga harus terus ditangani,” ujarnya.
Sementara, untuk kawasan Bengkong Indah Swadebi, tak kalah menjadi perhatian Amsakar-Li Claudia. Pihaknya kemudian merumuskan penanganan melalui tiga pekerjaan utama, yakni pembangunan kolam retensi di Cahaya Garden, 2 segmen kanal banjir dan rumah pompa Bengkong di bagian hilir. Pekerjaan ini akan masuk pada tahun anggaran 2027 dan menjadi prioritas untuk dikebut bersama Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam.
“Untuk Bengkong, kita siapkan penanganannya secara lebih menyeluruh. Saya minta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Sinergi (Pemko Batam) dengan Deputi Infrastruktur (BP Batam) menyiapkan ini dengan baik dan matang. Dengan solusi kolam retensi, kanal banjir dan rumah pompa, persoalan genangan di kawasan tersebut diharapkan dapat tertangani dengan optimal.,” jelas Amsakar.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan, pihaknya akan terus melakukan identifikasi terhadap titik-titik rawan banjir dan menentukan penanganan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing kawasan.
“Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya, sementara titik lain yang membutuhkan penanganan harus segera ditindaklanjuti. Tujuannya sederhana, yaitu mengurangi genangan dan memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Li Claudia mengajak seluruh perangkat di wilayah masing-masing untuk bekerja sama melaporkan setiap titik banjir yang krusial, sehingga penanganannya dapat dilakukan sesuai dengan tingkat klasifikasi kerentanan. Setiap perkembangan penanganan juga perlu dievaluasi secara konsisten untuk memastikan langkah yang diambil berjalan efektif.
Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan dalam menjaga fungsi sistem drainase, termasuk tidak membuang sampah ke saluran air dan segera menyampaikan informasi apabila ditemukan saluran tersumbat atau kondisi lain yang berpotensi menyebabkan genangan.
“Tentu dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga drainase dan lingkungan, agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal,” ucap Li Claudia.
