Print this page
KJRI Johor Bahru fasilitasi pemulangan PMI dari Malaysia ke Batam
Monday, 25 May 2026 15:23

KJRI Johor Bahru fasilitasi pemulangan PMI dari Malaysia ke Batam

Batam, 25/5 - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia memfasilitasi pemulangan 190 warga Negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia lewat Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

“Bagi KJRI Johor Bahru, pelaksanaan fungsi perlindungan bukanlah sekadar pemenuhan aspek prosedural dan administrasi kekonsuleran semata. Lebih dari itu, hal ini merupakan wujud nyata dari kehadiran negara dalam memberikan perlindungan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan bagi setiap warga negara di luar negeri,” ujar Ketua Satgas Perwakilan Pelindungan Terpadu (PPT) KJRI Johor bahru Jati Heri Winarto saat dikonfirmasi di Batam, Senin.

Langkah nyata ini merupakan bagian dari komitmen KJRI Johor Bahru dalam memberikan perlindungan optimal bagi warga negara di luar negeri.

Proses pemulangan para WNI mayoritas berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Bengkulu, terdiri dari 131 laki-laki, 51 perempuan, serta kelompok rentan yang mencakup 4 orang lanjut usia, dan 4 anak-anak.

 

Sebelumnya, mereka sempat ditahan di beberapa Depot Tahanan Imigresen (DTI) di wilayah kerja KJRI Johor Bahru. Yakni di DTI Kemayan, Pahang terdapat 68 orang, DTI Pekan Nenas, Johor terdapat 92 orang, serta di DTI Lenggeng, Negeri Sembilan sebanyak 30 orang.

Terdapat dua tahap pemulangan yang menuju ke Pelabuhan Batam Center, yakni tahap I pada 22 Mei sebanyak 150 WNI/PMI diberangkatkan dari Pelabuhan Pasir Gudang, Johor, dan tahap 2 pada 25 Mei sebanyak 40 WNI/PMI diberangkatkan dari Pelabuhan Stulang Laut, Johor.

Guna memastikan kepulangan berjalan aman, tertib, dan manusiawi, Satgas PPT KJRI Johor Bahru memberikan pendampingan khusus, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Melalui momentum pemulangan ini, Pemerintah RI berharap para WNI/PMI dapat terfasilitasi dengan baik untuk kembali berintegrasi dengan keluarga dan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H di tanah air.

 

Dalam proses ini, sebanyak 117 dari 190 WNI/PMI dipulangkan menggunakan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) karena tidak lagi memiliki dokumen perjalanan yang sah.

KJRI Johor Bahru terus berupaya mempercepat penerbitan dokumen darurat ini di tengah berbagai tantangan birokrasi di lapangan.

Di sisi lain, KJRI Johor Bahru kembali mengimbau dan mengajak seluruh WNI, khususnya calon PMI, untuk selalu mematuhi hukum dan menempuh prosedur resmi jika ingin bekerja di Malaysia agar terhindar dari risiko hukum dan deportasi di kemudian hari.

“Penegakan hukum di hilir harus diimbangi kesadaran di hulu selaras dengan pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman oleh KP2MI pada 18 Mei 2026. Kami kembali mengetuk hati dan mengimbau seluruh masyarakat untuk tegas menolak jalur instan non-prosedural karena beresiko tinggi. Mari pilih jalur resmi demi kepastian hukum, keselamatan diri, dan kehormatan bangsa di negeri jiran,” katanya.

Dengan pemulangan ini, tercatat hingga Mei 2026, KJRI Johor Bahru telah berhasil memfasilitasi pemulangan total 2.497 WNI/PMI.

Keberhasilan ini terwujud berkat sinergi kuat dengan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM), KP2MI, BP3MI, P4MI, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Balai Kekarantinaan Kesehatan serta Kepolisian RI.

"Keberhasilan memfasilitasi pemulangan 2.497 WNI hingga Mei 2026 ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas instansi dan koordinasi erat bersama Jabatan Imigresen Malaysia merupakan pondasi utama perlindungan perbatasan yang solid,” kata Jati.

Sumber : AntaraNews

Read 12 times