Print this page
Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Mei 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali.
Saturday, 27 June 2026 12:23

Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Mei 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro disela-sela Bincang Bareng Media (BBM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (25/6/2026) mengatakan, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Kepri berada di angka 3,92 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 3,08 persen.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Kepri sebesar 0,38 persen, lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai 0,43 persen.

Kota Batam mencatat inflasi mtm sebesar 0,33 persen dengan inflasi tahunan 3,99 persen. Tanjungpinang mengalami inflasi bulanan lebih tinggi, yakni 0,59 persen dengan yoy mencapai 4,30 persen.

Sementara Kabupaten Karimun mencatat inflasi mtm tertinggi sebesar 0,63 persen, namun inflasi tahunannya relatif lebih rendah di angka 2,76 persen.

"Tekanan inflasi di Kepri pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Di antaranya cabai merah, tomat, sawi hijau, ketimun, serta daging ayam ras. Kenaikan harga ini sejalan dengan berakhirnya masa panen di sejumlah daerah pemasok utama dari Sumatera," tegasnya lagi.

Rony Widijarto Purubaskoro menambahkan, faktor distribusi turut berperan, mengingat sebagian besar kebutuhan pangan Kepri masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, termasuk Pulau Jawa. Biaya logistik yang relatif tinggi turut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi atau penahan inflasi, seperti emas perhiasan, angkutan udara, serta beberapa hasil laut seperti udang basah.

Kenaikan harga bensin nonsubsidi juga menjadi salah satu faktor pendorong inflasi. Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada awal Mei 2026 turut memberi dampak pada biaya transportasi dan distribusi barang.

Bank Indonesia menilai, stabilitas inflasi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Kepri. Meski demikian, pemerintah daerah dan otoritas terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi pangan dan stabilitas harga ke depan.

Read 30 times