BATAM — Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 yang digelar Bank Indonesia menjadi ajang promosi sekaligus penguatan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kepulauan Riau (Kepri).
Kegiatan yang berlangsung di K-Square Batam pada 14-20 September 2026 tersebut menghadirkan beragam agenda, mulai dari GMP Expo, bazar kuliner Nusantara, fashion show, business matching, kompetisi, workshop, talkshow UMKM ,pertunjukan musik hingga fun run.
Salah satu area yang menjadi perhatian adalah Gebyar Pesisir Melayu Mart yang menghadirkan produk UMKM dari berbagai wilayah di Kepri. Produk yang dipasarkan berasal dari sejumlah daerah, termasuk Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas, Tanjungpinang, Batam, dan Karimun.
Salah seorang pelaku UMKM binaan Bank Indonesia kepri, Azzuri saat ditemui awak media pada Selasa (15/9/2026), mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan produk unggulan UMKM binaan Bank Indonesia di wilayah Kepulauan Riau.
"Jadi semua produk UMKM unggulan di masing-masing kepulauan ini semuanya ada di sini," kata Azuri dalam kegiatan GMP 2026.
Menurut dia, kehadiran produk dari berbagai daerah tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas tanpa harus membawa konsumen langsung ke daerah asal produk.
Salah satu produk baru yang diperkenalkan dalam GMP 2026 adalah Lapana Snack. Produk tersebut menawarkan sejumlah varian makanan ringan, termasuk keripik kentang dan olahan kulit kentang dengan cita rasa salted egg.
Inovasi pemanfaatan kulit kentang menjadi salah satu produk yang ditawarkan sebagai bagian dari diversifikasi produk UMKM.
Selain makanan ringan, Gebyar Pesisir Melayu Mart juga menyediakan berbagai produk pangan olahan seperti rendang, termasuk rendang ikan tongkol dan rendang jamur, sambal ikan tuna asap, bumbu sup ikan khas Batam, bawang goreng, saus, sambal, produk berbahan jahe, kopi, hingga berbagai makanan siap santap.
Produk berbahan ikan asap dari Natuna juga menjadi salah satu produk yang dipasarkan. Salah satu produk disebut dijual dengan harga sekitar Rp35.000 per kemasan.
Beragam produk tersebut menunjukkan potensi pengembangan komoditas pangan lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan dalam bentuk kemasan dan memiliki daya jangkau pasar lebih luas.
Dari sisi penjualan, Azuri menyebut respons pengunjung pada hari pertama GMP 2026 cukup positif. Nilai transaksi di Gebyar Pesisir Melayu Mart disebut mencapai sekitar Rp15 juta pada hari pertama penyelenggaraan.
"Respon hari pertama itu hampir sekitar Rp15 juta," ujarnya.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator awal pergerakan transaksi selama pameran. Pengelola menargetkan total penjualan selama kegiatan dapat mencapai Rp5 miliar.
"Karena kita Mart, keseluruhan target kita di tahun ini Rp5 miliar," kata Azuri.
Target tersebut mencakup keseluruhan aktivitas penjualan produk yang tersedia di area Mart selama penyelenggaraan GMP 2026.
Selain area Mart, pengunjung juga dapat menemukan tenant kuliner di area luar yang menawarkan berbagai makanan siap santap.