super me
Batam, 26 Agustus 2024. Pemerintah terus mendorong pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai wujud komitmen pembangunan infrastruktur untuk memperkokoh pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berfokus pada pencapaian tujuan jangka panjang, KEK juga turut menjadi tonggak dalam upaya Pemerintah untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat secara keseluruhan.
Dalam kunjungan kerja di Kota Batam, Senin (26/08), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga berkesempatan melakukan pelantikan Alexander Zulkarnain yang menggantikan Wahjoe Triwidijo Koentjoro sebagai Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam. Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pergantian tersebut merupakan tour of duty untuk dapat memberi energi dan penyegaran serta upaya menjaga dan meningkatkan kinerja di lingkungan BP Batam.
“Kami mengucapkan selamat kepada Pak Alexander Zulkarnain, dan tentunya dengan bergabungnya Bapak di jajaran BP Batam dapat berlangsung beradaptasi dan lari kencang, dan sebagai pengganti dari Pak Wahjoe Triwidijo Koentjoro, sehingga BP Batam mendorong kawasan ini menjadi semakin maju. Kepada Pak Wahjoe, terima kasih dan apresiasi, karena Bapak telah menjadi anggota bidang administrasi keuangan sejak tahun 2019. Semoga pengabdian Bapak menjadi ladang amal ibadah Bapak sekeluarga,” ujar Menko Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa masih banyak tantangan ekonomi global yang harus dihadapi seperti tensi geopolitik, persaingan antar negara yang masih kuat, harga-harga komoditas yang mulai melemah, dan juga tingkat suku bunga yang masih higher for longer. Dengan fragmentasi ekonomi yang terjadi dan adanya perubahan iklim membuat negara pesaing melihat Batam sebagai peluang tempat berinvestasi, sehingga sinergi BP Batam dengan Pemkot Batam, Pemprov Kepri, dan Pemerintah Pusat harus semakin erat.
“Kawasan Batam juga sudah menjadi free trade zone, kawasan ekonomi khusus, tidak ada provinsi se-Indonesia Raya ini yang dapat fasilitas seperti Batam. Oleh karena itu saya berharap BP Batam bisa meningkatkan kerja-kerjanya, karena ke depan kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya melalui investasi. Untuk meningkatkan lapangan kerja hanya dengan investasi,” ujar Menko Airlangga.
Lebih jauh, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas investasi ke Batam yang dalam lima tahun ini telah mengalami peningkatan. Pemerintah stelah memberi dukungan yang salah satunya diwujudkan dengan fasilitas KEK, dimana empat dari lima KEK yang ada di Provinsi Kepulauan Riau berada di Pulau Batam.
Kota Batam sendiri merupakan jendela archipelago terdekat ke negara ASEAN lainnya. Menko Airlangga berharap agar fasilitas-fasilitas seperti bandar udara dan pelabuhan feri, serta pelayanan publik lainnya dapat terus berbenah semakin baik sehingga Batam dapat menjadi role model tempat berinvestasi dan pelayanan administrasi yang terbaik di Indonesia serta mencerminkan sebuah rumah besar yang mampu menarik investasi.
“Oleh karena itu saya berharap role model ini bisa terus ditingkatkan. Nah, tentu yang terkait dengan pengembangan Kawasan Rempang, Eco-City itu juga menjadi salah satu percontohan ke depan. Saya minta dengan kelengkapan dari BP Batam, timnya sekarang sudah juga lengkap. Ini akan semakin kuat,” pungkas Menko Airlangga. (nck)
Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Menko Perekonomian RI) Airlangga Hartarto dalam kegiatan Grand Launching Ceremony Wiraraja Industrial Park and National Strategy Project Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park Galang pada Senin (26/8/2024) di Kawasan Industri Wiraraja Kabil.
Berdasarkan Surat Keputusan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas Nomor PK.KPPIP/48/D.VI.M.EKON.KPPIP/05/2024 dan IPW/48/D.VI.M.EKON.KPPIP/04/2023, Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park akan dikelola oleh PT Galang Bumi Industri dan PT Marubeni Global Indonesia akan mengelola Wiraraja Renewable Energy Project.
Kedua perusahaan ini akan mengelola kawasan industri yang berlokasi di Pulau Galang dan sekitarnya seluas 6.800 Ha dengan proyeksi investasi lima tahun kedepan akan menghasilkan nilai investasi sebesar USD 17,6 milyar serta menyerap sebanyak 36.000 tenaga kerja.
“Dalam Forum G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam urutan top five di angka 5% artinya secara global momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan,” ujar Airlangga dalam sambutannya.
Airlangga turut mengapresiasi peran serta BP Batam dalam meningkatkan investasi dan kemudahan perizinan berusaha sehingga perkembangan industri di Batam terus bertumbuh sebagai pusat perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau.
“Kita sama – sama ketahui bahwa perkembangan industri di Batam bertumbuh secara merata dan menyeluruh karena tidak ada salah satu jenis industri yang menonjol, mulai dari industri berat hingga industri jasa ada disini dan tersebar pada 31 kawasan industri maupun beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada,” terang Airlangga.
“Melalui investasi ini, saya berharap industri di Batam serta pulau – pulau sekitarnya dapat terus berkembang dan Batam mampu menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi sekaligus gerbang masuknya investasi di Provinsi Kepulauan Riau,” pungkasnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Menko Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso; Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Sumatera, Bernard C. Uadan; Konsulat Jenderal Singapura di Batam, Gavin Ang; Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; serta jajaran Forkopimda Provinsi Kepri ini turut dilakukan penandatangan prasasti peresmian delapan perusahaan yang akan mendirikan usahanya di dalam kawasan industri teranyar ini.
Merespon hal ini, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa ia beserta jajaran berkomitmen untuk memberikan berbagai kemudahan dan fasilitas investasi kepada para pelaku usaha.
“Sebagai upaya menjaga kondusifitas iklim investasi yang baik di Batam, kami akan selalu mendukung segala bentuk investasi positif yang masuk ke kawasan ini,” terang Muhammad Rudi.
“Semoga seiring dengan bertumbuhnya investasi di Batam, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat di Batam bisa terus meningkat dan bersama-sama kita nikmati Batam Kota Baru untuk kita semua,” pungkas orang nomor satu di Batam ini. (MI)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto melantik Dr. Alexander Zulkarnain sebagai Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam menggantikan Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Senin (26/8/2024).
Berlangsung di Balairungsari, Airlangga berharap agar Alexander Zulkarnain dapat segera beradaptasi dalam mendukung langkah strategis BP Batam guna meningkatkan nilai investasi ke depannya.
"Pergantian pejabat adalah hal yang lazim dilakukan organisasi sebagai bentuk implementasi dari Tour of Duty. Saya ucapkan selamat kepada Pak Alexander untuk tugas barunya dan terima kasih kepada Pak Wahjoe yang atas dedikasi dan pengabdiannya," ujar Airlangga.
Di samping itu, Airlangga juga mengapresiasi kinerja BP Batam yang sukses mendorong pertumbuhan investasi dalam lima tahun terakhir.
Dimana, peran strategis BP Batam mampu menjadikan Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau sejak beberapa tahun terakhir.
"Saya berharap kehadiran pejabat baru dapat memberikan energi baru bagi BP Batam dalam meningkatkan kerja-kerjanya karena kunci pertumbuhan Indonesia adalah dengan hadirnya investasi," tambahnya.
Ia berpesan kepada seluruh pejabat BP Batam agar bisa menjaga sinergi dengan Pemerintah Kota Batam, Pemerintah Provinsi Kepri, dan Pemerintah RI dalam mendukung pengembangan investasi ke depannya.
Mengingat, Batam merupakan salah satu destinasi investasi di Indonesia dengan berbagai keunggulan di dalamnya. Termasuk hadirnya beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Nongsa Digital Park (NDP) dan Batam Aero Technic (BAT).
"BP Batam perlu mengatasi tantangan ekonomi global, tensi geopolitik yang semakin tinggi dan perubahan iklim saat ini. BP Batam juga harus mampu menjadikan batam lebih berdaya saing sebagai tujuan investasi terkemuka," pungkasnya.
Berikut profil Dr. Alexander Zulkarnain yang saat ini menjabat sebagai Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam :
Nama : Dr. Alexander Zulkarnain, Ak., M.M
Tempat Tanggal Lahir : Tegal, 13 September 1965
Riwayat Pendidikan :
1. Doktoral/S3 Universitas Negeri Jakarta HRM Lulus Tahun 2013
2. Magister Manajemen/S2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta Finance Lulus Tahun 1999
3. Sarjana/DIV Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Akuntansi Tahun 1994
Riwayat Jabatan :
1. Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan 2013 - 2024
2. Inspektur Bidang Investigasi 2021 - 2023
3. Inspektur VII 2020 - 2021 (*)
Santika Indonesia Hotels & Resorts adalah jaringan perhotelan yang dikenal dengan pelayanan khas Indonesia yang memikat di berbagai kota di seluruh negeri. Hadir lebih dari 50 kota di Indonesia, Santika berkomitmen untuk menyajikan pengalaman menginap yang otentik dengan mengintegrasikan tradisi lokal dan sentuhan pribadi dalam setiap aspek hotelnya. Tak tekecuali Hotel Santika Batam.
Dengan ciri khas pelayanan serta produknya yang lekat dengan tradisi Indonesia, hotel yang dibuka sejak Oktober 2022 ini telah memberi warna baru di industri perhotelan Batam. “Kuliner Indonesia menjadi ciri khas yang paling ditonjolkan di setiap unit hotel Santika”, ungkap Yossie selaku Public Relations. Di Hotel Santika Batam, Anda dapat menjumpai berbagai sajian dari berbagai daerah di tanah air. Keberagaman kuliner ini dapat ditemui mulai dari menu breakfast buffet, a la carte lunch & dinner, serta menu all-you-can-eat yang disediakan hotel ini setiap akhir pekan. Tak tanggung-tanggung, menu yang dihadirkan juga diganti setiap 3 bulan sekali dengan tema masakan dari berbagai daerah di Indonesia sehingga tamu dapat merasakan sensasi wisata kuliner keliling Indonesia.
Di bulan Agustus 2024, Hotel Santika Batam kembali memperkenalkan program buffet all-you-can-eat dengan rangkaian menu baru yang menggugah selera. Chef Rahmad selaku Executive Chef Hotel Santika Batam ditemui di sela-sela event launching menjelaskan program terbaru bertema Kuliner Wong Kito dan Wisata Rasa. Setiap Jumat siang Gurindam Restaurant hadir dengan menu all-you-can-eat baru bertema “Kuliner Wong Kito”, yaitu aneka sajian khas Palembang, Sumatera Selatan. Promo makan siang ini dapat dinikmati pukul 11:30 hingga 14:30 setiap Jumat dengan harga Rp 99.000 ner per orang. Aneka menu seperti Pempek, Pindang Tulang, Malbi Ayam, Pempek, Tekwan, Bolu Kojo, Laksan, dan masih banyak menu lainnya akan disajikan untuk memanjakan pecinta kuliner Batam.
Tak hanya menu makan siang, all-you-can-eat buffet juga dapat dinikmati setiap hari Jumat dan Sabtu malam sambil menikmati penampilan live music di rooftop restaurant Hotel Santika Batam. Beberapa menu yang dihadirkan dibagi menjadi beberapa kategori mulai dari makanan pembuka, sup, makanan utama, aneka grill, stall, makanan penutup, dan aneka minuman. Masing-masing kategori menu menyajikan menu khas Indonesia dan mancanegara untuk namun tetap menciptakan keharmonisan rasa. Sebut saja Nasi Goreng Kambing, Butter Chicken, Tongkong Suwir Pedas, Aneka Sate, Mie Aceh, Ayam Panggang, dan puluhan menu lain yang dapat Anda nikmati dengan harga Rp 179.000 net per orang. Untuk menikmati aneka sajian ini, Anda dapat melakukan reservasi melalui akun Instagram resmi hotel Santika Batam @hotelsantikabatam atau no WhatsApp.//
Badan Pengusahaan (BP Batam) melalui Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) bersama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) tanda tangani Perjanjian Kerja Sama Laboratorium pada Kamis (22/8/2024) di Ruang Rapat Industri Hijau BBSPJPPI Semarang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BBSPJPPI, Dr. Sidik Herman; Direktur BU Fasling, Binsar Tambunan; Direktur Peningkatan Kinerja dan Manajemen Risiko, Konstantin Siboro; General Manager Pengelolaan Lingkungan, Iyus Rusmana; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BU Fasling.
Dr. Sidik Herman menuturkan pihaknya menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan siap mendukung transformasi Batam menuju kawasan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan kehidupan penduduk secara bersamaan.
"Seiring bertumbuhnya Batam sebagai kawasan yang maju dan mengingat aturan dari Pemerintah Pusat terkait lingkungan yang semakin ketat, kolaborasi ini tentu sangat baik untuk memperlancar tugas pokok BP Batam sebagai pengelola kawasan tersebut," ujar Dr. Sidik.
"Melalui kerja sama ini, kami siap mendukung apa yang menjadi kebutuhan BP Batam dalam pengelolaan lingkungan untuk mewujudkan Batam sebagai Smart Green City" imbuhnya.
Menanggapi hal yang disampaikan oleh Dr. Sidik, Direktur BU Fasling, Binsar Tambunan menghaturkan terima kasih atas penerimaan yang baik dari Kepala BBSPJPPI beserta jajaran.
"Terima kasih atas penerimaan yang baik dari Kepala BBSPJPPI beserta jajaran, kami ingin kerja sama ini menjadi langkah awal terbentuknya laboratorium uji dengan pola kerja seperti di negara maju, contohnya Singapura," terang Binsar.
Binsar berharap, pengelolaan lingkungan di Batam dapat berkembang sejalan dengan pesatnya pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
"Langkah ini merupakan salah satu upaya BP Batam untuk mengimbangi pesatnya pembangunan infrastruktur dan kemajuan Batam dari sisi pengendalian dan pengelolaan lingkungan," ujar Binsar.
"Kita berkomitmen untuk mengubah tantangan menjadi harapan dalam rangka mewujudkan Batam Kota Baru yang berwawasan lingkungan" pungkasnya.
Pada kesempatan ini, rombongan dari BU Fasling turut berkeliling kantor BBSPJPPI untuk melihat laboratorium dan teknologi yang diterapkan oleh Balai di bawah naungan Kementerian Perindustrian ini.
Sebagai informasi bahwa BP Batam memiliki layanan laboratorium uji yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelaku usaha dan masyarakat di Batam untuk mendukung kelancaran usahanya hingga edukasi.
Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan laboratorium BP Batam, masyarakat dan pelaku usaha dapat menghubungi kontak +62 813 6464 8689/+62 822-8793-6760 atau mengunjungi akun Instagram @faslingbpbatam. (MI)
Pemandangan berbeda dirasakan para pengguna jalan saat memasuki jalur pendestrian Batam Center pada akhir Agustus ini. Sebab, penanaman pohon bunga tabebuya yang diinisiasi oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi pada akhir tahun 2022 lalu mulai bermekaran.
Keindahan bunga tabebuya yang berwarna putih dan merah muda (pink) yang berasal dari Amerika Latin tersebut, mengingatkan pada suasana musim semi di Jepang. Sekilas, bunga yang memiliki nama latin Handroanthus Chrysotrichus ini, memang mirip dengan bunga sakura.
Kehadiran bunga tabebuya di sepanjang jalan tersebut, diperuntukkan untuk menambah estetika kota dan penghijauan kawasan Batam Center, yang merupakan etalase kota Batam sebagai pusat pemerintah, jasa dan pemukiman.
Muhammad Rudi mengatakan, penanaman pohon bunga tabebuya disepanjang jalur pedestrian tersebut, merupakan langkahnya dalam menata kota dan peningkatan fasilitas bagi masyarakat Kota Batam maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Batam. Pohon bunga tabebuya sendiri dipilih karena mempunyai ketahanan hidup yang sangat tinggi dan mampu beradaptasi dalam rentang kondisi yang cukup luas.
"Pohon tabebuya juga mampu membersihkan udara dari polutan yang berbahaya. Karena itu, penanaman pohon ini diharapkan memberikan manfaat bagi Kota Batam," kata Muhammad Rudi.
Oleh karenanya, Muhammad Rudi berpesan agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas yang sudah dibangun, agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
"Fasilitas yang sudah dibangun ini wajib kita jaga dan rawat bersama, agar dapat terus digunakan hingga generasi penerus kita nantinya," harapnya.
Mekarnya bunga tabebuya di sepanjang pendestrian Batam Center tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang melewati jalan-jalan yang dihiasi bunga tersebut, untuk dijadikan tempat berswafoto.
Abdul Muthallib mengaku senang dengan mekarnya bunga tabebuya, karena memperindah sepanjang jalan protokol yang ditanami pohon tersebut.
"Dengan mekarnya bunga Tabebuya ini, tentunya menambah keindahan kawasan Batam Center. Dengan warna putih dan merah muda, serasa berada di Jepang seperti melihat bunga Sakura," ujar warga Bengkong ini dengan antusias. (*)
PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry pelabuhan Punggur menerapkan system tiket online, yang mana system ini sudah di sosialisasikan, pada bulan Mei tahun 2024, adapun nama aplikasi nya trip.ferizy.com
Menurut General Manager ASDP pelabuhan Punggur Batam, Hermin Welkis pada hari Rabu 21 Agustus 2024 ASDP menerapkan sistem tiket online dan terlihat antrian yang lumayan panjang.
"Saya kira antrian ini sudah kebiasaan pengguna jasa, dengan adanya tiketing online ini dengan kedepan pengguna jasa itu sudah dapat reservasi tiket nya jauh-jauh hari, ketika jadwal itu sudah di buka," ujar Hermin, saat di temui di kantornya, dalam keterangan pers pada hari Rabu (21/08/24) siang,
"Sosialisasi edukasi kepada masyarakat ini sudah kami lakukan pada bulan Mei 2024, dan bersyukur Alhamdulillah kami hari ini launching penggunaan tiket online ini," kata Hermin.
"Kami juga secara bertahap mengedukasi kepada para pengguna jasa bisa merubah budaya antri di pelabuhan ini membeli tiket lebih awal," ucapnya.
"Saya berharap khususnya kepada pengguna jasa di wilayah Kepulauan Riau ini khususnya di Kota Batam, agar dapat memiliki tiket secara online, sehingga tidak terjadi antrian di pelabuhan, dan banyak kegunaan pembelian tiket secara online ini," harap Hermin.
"Jadi yang terjadi antrian pada hari ini adalah antrian seperti kalau di bandara itu antrian chek in," katanya.
"Untuk tata cara itu ada tutorial nya dan mendownload aplikasi ferizy ini, kami juga tempatkan beberapa petugas bukan hanya di pelabuhan saja tapi di buferzone," tambah Hermin.
"Harapan kami kedepan untuk pengguna jasa khususnya penyebrangan di pelabuhan Punggur sudah kami terapkan tiket online," pungkas Hermin Welkis. (Red)
BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap tujuh Kepala Keluarga (KK) yang terdampak rencana pembangunan Rempang Eco-City, Kamis (22/8/2024).
Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 187 KK.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pergeseran ini merupakan bentuk komitmen warga dalam mendukung proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian's Economic Growth.
"Sebagian warga mulai membuka diri terhadap rencana investasi di Rempang. Kami berharap, seluruh komponen daerah pun dapat mendukung realisasi proyek strategis nasional ini agar bisa berjalan lancar," ujar Ariastuty dalam keterangan resminya.
Di samping itu, Ariastuty menyebut jika BP Batam masih terus berupaya maksimal untuk menggesa pengerjaan hunian baru yang berlokasi di Tanjung Banon.
Pihaknya menargetkan, sebanyak 100 hunian baru dapat terselesaikan hingga bulan September 2024 mendatang.
Dengan harapan, warga yang terdampak pembangunan pun bisa segera menempatinya dan menikmati fasilitasi yang ada di kawasan permukiman tersebut.
"Hingga saat ini, tim di lapangan masih terus bekerja keras agar hunian baru di Tanjung Banon bisa selesai tepat waktu," tambah Ariastuty.
Ia juga menekankan bahwa BP Batam selalu berkomitmen untuk menuntaskan proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia.
Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru seiring industri yang berjalan di kawasan tersebut.
"Sejak awal, proyek strategis Rempang Eco-City memang bertujuan untuk memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi Batam dan Provinsi Kepri," pungkasnya. (*)
Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berkomitmen untuk menuntaskan pemenuhan hak-hak warga yang terdampak pengembangan proyek strategis nasional Rempang Eco City.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dengan dukungan instansi terkait tengah berupaya maksimal untuk menuntaskan pergeseran terhadap warga yang terdampak pengembangan tahap awal Rempang Eco-City.
"Warga yang telah mendaftar akan segera dipindahkan ke hunian sementara dan haknya meliputi uang sewa dan uang biaya hidup juga langsung diberikan," kata Ariastuty, Kamis (22/8) pagi.
"Itu adalah bentuk komitmen BP Batam dalam menyelesaikan rencana investasi di Rempang," sambungnya.
Dalam mendukung realisasi Rempang Eco-City, Ariastuty menyebut, jika BP Batam memiliki dua tugas penting. Pertama, menyelesaikan hak warga terdampak. Lalu, Kedua, menyediakan rumah baru.
Kedua tugas itu, dikatakan merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Adapun jumlah warga Rempang yang telah menempati hunian sementara hingga saat ini menjadi sebanyak 180 KK.
Ariastuty menyebut, masyarakat yang terdampak perlahan mulai membuka diri terhadap pengembangan Kawasan Rempang.
"Sejak awal, BP Batam selalu mengedepankan pendekatan dan komunikasi persuasif. Hal ini pula yang kemudian membuat sebagian besar warga di sana mulai menerima rencana investasi di kampung mereka," sebutnya.
Tuty mengungkapkan jika warga meyakini, proyek strategis Rempang Eco-City memberikan secercah harapan untuk dapat meningkatkan taraf perekonomian mereka. Satu di antaranya adalah dengan terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan.
"Proyek ini akan memberikan banyak manfaat ekonomi. Selain memiliki hunian baru, peluang kerja bagi masyarakat juga cukup besar apabila rencana investasi ini bisa terealisasi," serunya.
Warga asal Desa Pasir Panjang, Indra Harahap berharap proyek Rempang Eco-City dapat memberikan manfaat ekonomi terhadap masyarakat.
"Semoga masyarakat tempatan menjadi prioritas dalam proyek di Rempang. Dengan begitu, ekonomi warga bisa lebih maju," ungkapnya.
Sebelumnya, warga Desa Mekar Sari Sembulang, Budi Yansyah juga mengapresiasi perhatian pemerintah melalui BP Batam yang telah membantu pergeseran terhadap keluarganya.
Budi mengaku, tidak ada intervensi ataupun paksaan dari pihak manapun terhadap keputusannya yang mendukung penuh pengembangan proyek Rempang Eco-City.
"Saya sudah tinggal di sini 15 tahun lamanya. Semoga dengan hadirnya proyek ini, ekonomi keluarga kami bisa sejahtera dan menjadikan kampung ini lebih maju," imbuhnya.
BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap 14 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City.
Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 180 KK.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mendukung percepatan realisasi proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian's Economic Growth.
Sesuai instruksi Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Ariastuty menyebut jika tim di lapangan selalu mengedepankan pendekatan persuasif terhadap warga yang terdampak pembangunan agar bersedia untuk bergeser ke hunian sementara.
"Kami berharap, seluruh komponen daerah dapat mendukung realisasi program Rempang Eco-City yang menjadi proyek strategis nasional. BP Batam akan bekerja secara maksimal agar seluruh proses ini berjalan lancar," ujar Ariastuty, Rabu (21/8/2024).
Ia menjelaskan, tiap warga yang bergeser akan mendapatkan santunan berupa biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa.
Tidak hanya itu, lanjut Ariastuty, BP Batam juga memberikan biaya sewa rumah dengan jumlah yang sama yakni Rp 1,2 juta per bulan untuk masing-masing kepala keluarga.
"Kepada tiap warga, kami juga membebaskan mereka untuk memilih hunian sementara yang akan ditempati. Bisa pilih mandiri atau yang telah kami siapkan," tambahnya.
Sementara, warga asal Desa Pasir Panjang, Indra Harahap berharap proyek Rempang Eco-City dapat memberikan manfaat ekonomi terhadap masyarakat.
"Semoga masyarakat tempatan menjadi prioritas dalam proyek di Rempang. Dengan begitu, ekonomi warga bisa lebih maju," ungkapnya. (*)
