Jakarta, 6 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan data dan informasi yang semakin komprehensif, akurat, dan mudah diakses guna mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan pembiayaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam peluncuran Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa, mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional sebagai penggerak aktivitas ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja, serta salah satu pilar pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Dian, akses pembiayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas produksi, mendorong transformasi usaha, serta membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar. Namun, pengembangan UMKM juga membutuhkan penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, akses pasar, digitalisasi, serta dukungan regulasi yang kondusif.
“Memperluas pembiayaan UMKM bukanlah tujuan akhir. Tujuan yang sesungguhnya adalah menciptakan UMKM yang lebih produktif, lebih berdaya saing, lebih tangguh menghadapi perubahan, serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dian.
Dian menjelaskan bahwa pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan.
Sektor perbankan masih menjadi sumber utama dengan pangsa 82,62 persen, sementara sektor perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) mencatat pertumbuhan pembiayaan UMKM sebesar 9,92 persen dengan pangsa 17,3 persen.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin beragamnya sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan UMKM sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan tahapan perkembangan usahanya. Diversifikasi sumber pembiayaan juga memberikan ruang bagi industri jasa keuangan untuk memperluas dukungan kepada UMKM secara lebih tepat sasaran.
Perkuat Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Sejalan dengan penguatan ekosistem pembiayaan UMKM, OJK terus meningkatkan ketersediaan data dan informasi yang komprehensif, akurat, dan mudah diakses. Data tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan pembiayaan UMKM, termasuk pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektor ekonomi, wilayah, serta kontribusi masing-masing sektor jasa keuangan.
“Kebijakan yang baik harus dibangun di atas data yang baik. Karena itu, diperlukan basis informasi yang mampu menggambarkan perkembangan pembiayaan UMKM secara lebih utuh, baik dari aspek pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektoral, maupun peran masing-masing sektor jasa keuangan,” ujar Dian.
Untuk memperkuat pemanfaatan data tersebut, OJK menyusun dan menerbitkan Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM secara semesteran. Laporan ini menjadi bagian dari komitmen OJK untuk meningkatkan transparansi informasi sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data.
Laporan tersebut menyajikan data pembiayaan UMKM secara lebih terstruktur dan granular dari berbagai sektor jasa keuangan berdasarkan segmentasi UMKM, sektor ekonomi, dan wilayah. OJK juga melengkapinya dengan publikasi semesteran, infografis bulanan, serta akses data yang lebih rinci melalui Portal Data OJK (data.ojk.go.id).
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengapresiasi langkah OJK dalam menyediakan referensi pembiayaan UMKM yang lebih mutakhir dan mudah dipahami. Menurutnya, ketersediaan data yang berkualitas dapat memperkuat pemahaman mengenai kondisi UMKM sekaligus mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“Kami berharap publikasi ini dapat memperkaya referensi dan literasi mengenai UMKM serta memperluas kolaborasi dan kemitraan untuk mendorong semakin banyak UMKM yang maju,” ujar Riza.
OJK berharap Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM dapat dimanfaatkan secara luas oleh regulator, kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai referensi dalam memahami perkembangan pembiayaan UMKM serta menyusun kebijakan, strategi bisnis, dan program pengembangan UMKM yang semakin tepat sasaran.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan tersebut diarahkan tidak hanya pada peningkatan nominal pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan efektivitas pembiayaan sehingga UMKM semakin produktif, berdaya saing, dan tangguh menghadapi perubahan serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I Tahun 2026 selengkapnya dapat diunduh melalui situs resmi OJK pada tautan berikut: https://ojk.go.id/id/Pages/Laporan-Perkembangan-Kinerja-Pembiayaan-UMKM.aspx
Jakarta, Indonesia, 1 Oktober 2026 – Ascott Indonesia, salah satu perusahaan hospitality terkemuka di Indonesia dan bagian dari The Ascott Limited (Ascott), kembali menghadirkan ajang lari tematik andalannya, PajamASRun, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kedua. Akan berlangsung pada 13 Desember 2026 di Plaza Selatan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), acara ini kembali membawa konsep unik bertema piyama yang memadukan gaya hidup aktif, keseruan, dan semangat kebersamaan dalam pengalaman khas Ascott. Dirancang agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, PajamASRun 2026 ditargetkan diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta melalui tiga kategori lari, yaitu 3K Family Run, 5K Fun Run, dan 8K Fun Run. Baik berlari bersama keluarga, menikmati momen bersama teman, maupun menantang diri untuk mencapai target pribadi, peserta dapat merasakan pengalaman yang merayakan semangat bergerak dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Tema piyama dipilih sebagai representasi dari identitas Ascott yang lekat dengan kenyamanan, momen beristirahat, dan pengalaman menginap yang berkesan. Sejalan dengan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman sekadar akomodasi, Ascott menghadirkan konsep tersebut ke dalam sebuah acara komunitas yang unik, di mana peserta diajak menikmati keseruan berlari dengan mengenakan piyama favorit mereka sambil menikmati energi pagi hari yang penuh semangat. Philip Barnes, Country General Manager, The Ascott Limited Indonesia, mengatakan, "Melanjutkan antusiasme positif yang kami terima pada penyelenggaraan perdana tahun lalu, kami senang dapat menghadirkan kembali PajamASRun dengan lebih banyak kesempatan bagi keluarga, komunitas, dan para pelari rekreasional untuk berpartisipasi.
Melalui pilihan kategori lari yang dapat dinikmati berbagai kalangan serta tema piyama yang menjadi ciri khas acara ini, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman yang seru, inklusif, dan berkesan. PajamASRun juga mencerminkan komitmen Ascott Indonesia untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan aktif bagi semua usia." Sebagai salah satu program tahunan Ascott Indonesia, PajamASRun juga mencerminkan semangat Ascott Star Rewards (ASR), program loyalitas Ascott. PajamASRun mencerminkan komitmen Ascott dalam menghadirkan pengalaman bermakna lebih dari sekedar menginap di hotel, dengan mempertemukan anggota dan masyarakat luas dalam perayaan yang unik akan gaya hidup sehat, keseruan, dan kebersamaan. Melalui inisiatif ini, Ascott terus menghadirkan berbagai kesempatan bagi para anggotanya untuk terhubung, berinteraksi, dan menciptakan kenangan yang berkesan, baik selama maupun di luar pengalaman menginap mereka.
Lebih dari sekedar ajang lari, PajamASRun 2026 menghadirkan suasana pagi yang meriah dengan beragam hiburan dan aktivitas interaktif. Setelah menyelesaikan rute lari, peserta dapat menikmati pertunjukan music, permainan, aktivitas komunitas, serta berbagai kegiatan menarik di area event village. Menambah keseruan acara, peserta juga didorong untuk mengekspresikan kreativitas melalui kostum yang dikenakan dengan penghargaan khusus bagi peserta dengan kostum piyama paling menarik dan kreatif. Setiap peserta yang terdaftar akan memperoleh race pack ekslusif, medali finisher, serta tiket masuk ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pendaftaran telah dibuka dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Untuk pembelian tiket dan informasi lebih lanjut mengenai PajamASRun, kunjungi discoverasr.com atau ikuti akun Instagram @discoverasrindonesia.
OJK Gelar Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Batang Batang, 5 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Batang untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sarana investasi dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah yang tengah berkembang pesat, dengan tetap mengedepankan pemahaman terhadap risiko, legalitas produk, dan tujuan investasi. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam kegiatan Capital Market Goes to Office (CMGTO) yang merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Batang di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin. Hasan mengatakan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kabupaten Batang membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut memperoleh manfaat dari perkembangan dunia usaha melalui pasar modal. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya menyaksikan perusahaan tumbuh dan berkembang, tetapi dapat berpartisipasi sebagai investor dengan memahami instrumen investasi dan risikonya. “Jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di sekitar kita hanya kita saksikan sebagai penonton. Pasar modal memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut,” ujar Hasan.
Kabupaten Batang saat ini berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan dukungan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang terus menarik investasi domestik maupun global. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada triwulan II 2026 mencapai 8,38 persen, sementara realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp3,88 triliun. Sejalan dengan perkembangan tersebut, jumlah investor pasar modal di Jawa Tengah hingga Agustus 2026 mencapai 3,42 juta SID. Di Kabupaten Batang, jumlah investor telah mencapai lebih dari 66 ribu SID atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hasan mengingatkan masyarakat agar membangun kebiasaan investasi secara bertahap, disiplin, dan berorientasi jangka panjang serta memahami tujuan, profil risiko, dan karakteristik produk investasi yang dipilih.
“Seperti Batik Rifaiyah yang dikerjakan titik demi titik, investasi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan disiplin. Jangan mengejar keuntungan secara instan,” kata Hasan. Hasan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi palsu yang memanfaatkan teknologi digital, termasuk media sosial, WhatsApp, dan teknologi deepfake. Masyarakat perlu menerapkan prinsip Cek 2L, yaitu Legal dan Logis, dengan memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi serta kewajaran keuntungan yang dijanjikan. Masyarakat juga diimbau menghindari penggunaan dana pinjaman untuk berinvestasi dan menggunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi atau uang dingin agar tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari. Masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK 157 untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait sektor jasa keuangan. Pasar modal menyediakan berbagai instrumen investasi, antara lain saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta Exchange Traded Fund (ETF), yang dapat diakses masyarakat dengan nominal investasi mulai dari Rp100 ribu. Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan SEPMT 2026, khususnya CMGTO bagi ASN Kabupaten Batang. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman ASN mengenai investasi pasar modal sekaligus meningkatkan inklusi pasar modal di daerah.
“Jangan hanya mengejar keuntungan secara instan, tetapi pahami juga risiko dan tujuan investasinya agar setiap keputusan keuangan dapat diambil secara lebih bijak,” kata Suyono. Dalam kegiatan CMGTO tersebut, sebanyak 117 ASN Pemerintah Kabupaten Batang membuka Single Investor Identification (SID) melalui Perusahaan Efek. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi Pemerintah Kabupaten Batang. Rangkaian SEPMT 2026 Kegiatan CMGTO di Kabupaten Batang merupakan bagian dari rangkaian SEPMT 2026 di wilayah kerja Kantor OJK Tegal yang menyasar berbagai kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan pasar modal. Selain CMGTO bersama Pemerintah Kabupaten Batang, rangkaian SEPMT 2026 juga mencakup Sosialisasi Pasar Modal sebagai Sumber Pendanaan Perusahaan yang menyasar potensi pengembangan perusahaan di kawasan industri Batang, media gathering untuk meningkatkan literasi pasar modal bagi jurnalis dan wartawan ekonomi lokal, serta Capital Market Goes to Community di Pondok Modern Tazzaka untuk meningkatkan pemahaman mengenai pasar modal syariah kepada pengurus pondok dan santri. Melalui SEPMT 2026, OJK terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Self - Regulatory Organization (SRO), dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal untuk memperluas akses dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap instrumen pasar modal. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pasar modal yang semakin inklusif dan berkualitas sekaligus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan dan investasi untuk mendukung pengembangan perusahaan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menerapkan transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS) pada 1 Oktober 2026. Pada tahap awal, dua Anggota Bursa yang telah memperoleh lisensi Short Selling dari BEI dan menyediakan fasilitas IDSS bagi investor, yaitu PT Ajaib Sekuritas Asia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.
IDSS merupakan mekanisme short selling yang mewajibkan posisi transaksi diselesaikan pada Hari Bursa yang sama melalui pembelian kembali (buy back) sebelum berakhirnya waktu perdagangan. Karakteristik tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan IDSS, sekaligus memberikan alternatif strategi transaksi bagi investor.
Transaksi IDSS hanya dapat dilakukan atas saham yang masuk dalam Daftar Efek Short Selling yang ditetapkan BEI. Pada tahap awal, berdasarkan daftar yang diterbitkan BEI per 28 September 2026, terdapat lima saham yang dapat digunakan untuk transaksi IDSS, yaitu ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF. Saham tersebut merupakan saham yang memiliki tingkat free float dan likuiditas yang tinggi. Penerapan saham short selling secara terbatas ini menjadi bagian dari proses pembelajaran pelaku pasar serta pendalaman pasar di pasar modal Indonesia.
BEI juga memastikan kegiatan short selling dapat dilaksanakan secara terukur dengan pengaturan batas transaksi per Anggota Bursa. Besarnya kuota transaksi short selling per Anggota Bursa ditentukan berdasarkan kontribusi rata-rata transaksi harian Anggota Bursa selama satu bulan sebelumnya di Pasar Reguler. Dengan skema tersebut, Anggota Bursa yang memiliki kontribusi nilai transaksi harian yang lebih besar dapat memiliki kuota transaksi short selling yang lebih tinggi.
Untuk Anggota Bursa dengan rata-rata nilai transaksi harian kurang dari Rp750 miliar, transaksi short selling dibatasi paling banyak 0,02% dari jumlah saham tercatat (listed shares) per hari. Bagi Anggota Bursa dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp750 miliar hingga Rp1,5 triliun, batas transaksi ditetapkan paling banyak 0,03% dari jumlah saham tercatat per hari. Sementara itu, Anggota Bursa dengan rata-rata nilai transaksi harian lebih dari Rp1,5 triliun dapat melakukan transaksi short selling paling banyak 0,05% dari jumlah saham tercatat per hari. Pengaturan kuota tersebut menjadi salah satu instrumen untuk menjaga agar aktivitas short selling berkembang secara bertahap dan tetap berada dalam koridor pengelolaan risiko pasar.
BEI juga menerapkan masa transisi dalam penerapan Short Selling. Hingga 31 Desember 2026, fasilitas ini dapat diakses oleh investor individu domestik. Setelah periode tersebut, akses Short Selling akan dibuka secara bertahap kepada investor yang lebih luas dengan mempertimbangkan perkembangan dan kondisi pasar.
Dari sisi investor, IDSS juga memiliki persyaratan jaminan yang harus dipenuhi sejak awal transaksi. Investor yang melakukan IDSS wajib menyetorkan Dana Jaminan Awal paling sedikit sebesar Rp50 juta atau 50% dari nilai transaksi short selling, dengan menggunakan nilai yang lebih tinggi. Selama posisi Short Selling berlangsung, kecukupan jaminan juga dipantau melalui Rasio Short Selling. Ketika harga saham bergerak naik, jaminan akan tergerus karena biaya yang diperlukan untuk membeli kembali saham menjadi lebih besar. Kondisi tersebut dapat menurunkan rasio jaminan dan, apabila mencapai batas yang ditentukan, dapat memicu margin call.
Apabila kewajiban pemenuhan jaminan tidak dipenuhi sesuai ketentuan, tersedia mekanisme pembelian kembali secara paksa (forced buy) sebagai bagian dari pengendalian risiko. Khusus untuk IDSS, mekanisme forced buy otomatis dilakukan setiap akhir Hari Bursa, sehingga investor tidak dapat mempertahankan posisi IDSS hingga Hari Bursa berikutnya. Dengan adanya mekanisme tersebut, penerapan IDSS tidak hanya memperhatikan kesiapan sistem dan Anggota Bursa, tetapi juga memastikan adanya pengendalian risiko selama posisi short selling berlangsung.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, penerapan IDSS dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan mekanisme, infrastruktur, Anggota Bursa, serta aspek pengelolaan risiko. “Penerapan IDSS ini merupakan langkah lanjutan dalam upaya BEI menyediakan mekanisme transaksi yang lebih beragam sekaligus mendukung pengembangan pasar yang lebih dinamis. Penerapan pada tahap awal ini dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kesiapan mekanisme, infrastruktur, serta aspek pengelolaan risiko,” ujar Irvan.
Melalui penerapan IDSS secara bertahap dan didukung oleh kesiapan Anggota Bursa serta mekanisme manajemen risiko, BEI akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan IDSS dengan mempertimbangkan perkembangan dan kondisi pasar. Evaluasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem short selling sekaligus memperkuat pengembangan produk dan mekanisme transaksi di pasar modal Indonesia.
Final Regional digelar di GOR Dempo Jakabaring, Palembang, 30 September 2026; didukung AXIS 5G AF dan jaringan 5G XLSMART untuk menghadirkan pengalaman digital bagi peserta dan pelanggan
PALEMBANG, 4 Oktober 2026 – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS menggelar Final Regional AXIS Nation Cup (ANC) 2026 Southern Sumatra pada Rabu, 30 September 2026, di GOR Dempo Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. Mempertemukan tim-tim terbaik dari rangkaian Preliminary ANC 2026 di wilayah Southern Sumatra, ajang ini menjadi tahapan menuju Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 yang akan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta. SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu yang meraih Juara 1 pada Final Regional Southern Sumatra akan mewakili wilayah tersebut di panggung nasional.
Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi mengatakan, “AXIS Nation Cup menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan melalui kompetisi. Final Regional Southern Sumatra menjadi momentum bagi para juara dari berbagai kota untuk memberikan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama daerah ke panggung nasional. Kami juga ingin memastikan pengalaman selama kompetisi didukung konektivitas yang cepat, stabil, dan andal, sehingga peserta, supporter, dan pelanggan dapat tetap terhubung dalam berbagai aktivitas digital.”
Hadir pada kesempatan tersebut, Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi; GM Mobile Sales Sumatera Selatan XLSMART, Budi Utama Lubis; GM Mobile Region Operations XLSMART, Aldian Garilbaldi; dan Territory Sales Manager Palembang XLSMART, Suraji.
Palembang sebagai lokasi Final Regional Southern Sumatra telah didukung jaringan 5G XLSMART. Untuk mendukung pengalaman digital selama AXIS Nation Cup, pelanggan dapat merasakan pengalaman AXIS 5G AF (Absolute Fast) yang hadir untuk mendukung berbagai aktivitas digital, mulai dari mengakses media sosial, mengunggah konten pertandingan, berbagi momen bersama komunitas, hingga menikmati berbagai aktivitas digital selama acara.
Penguatan jaringan di Palembang merupakan bagian dari komitmen XLSMART dalam membangun Responsible Digital Infrastructure dan menghadirkan konektivitas yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini, Sumatra Selatan didukung lebih dari 10.000 BTS, sementara Kota Palembang didukung oleh lebih dari 2.500 BTS, termasuk lebih dari 600 BTS 5G. Secara nasional, jaringan XLSMART didukung oleh lebih dari 265 ribu BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan.
Kualitas jaringan XLSMART juga memperoleh pengakuan independen melalui Ookla Speedtest Awards H1 2026. Melalui brand XL, XLSMART meraih empat penghargaan, yaitu Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026. Pengakuan tersebut menjadi bukti independen atas kualitas jaringan XLSMART dalam menghadirkan kualitas jaringan terbaik dan jaringan tercepat bagi masyarakat.
Final Regional Southern Sumatra mempertemukan para juara Futsal Putra dari rangkaian Preliminary yang berlangsung di Bengkulu, Bangka Belitung, Padang, Palembang, Lampung, dan Jambi. Rangkaian tersebut menjadi tahapan awal bagi sekolah-sekolah peserta untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan perjuangan menuju Final Regional.
Pada Preliminary Bengkulu, SMAN 10 Kota Bengkulu menjadi Juara 1 Futsal Putra. Selanjutnya, SMAN 3 Pangkal Pinang menjadi Juara 1 Futsal Putra pada Preliminary Bangka Belitung, sementara SMAN 1 Payakumbuh menjadi Juara 1 Futsal Putra Preliminary Padang.
Dari Palembang, SMAN 18 Palembang menjadi Juara 1 Futsal Putra dan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi Juara 1 Futsal Putri. Pada Preliminary Lampung, SMA Tri Sukses menjadi Juara 1 Futsal Putra. Sementara itu, Preliminary Jambi melahirkan SMAN 5 Kota Jambi sebagai Juara 1 Futsal Putra.
Untuk kategori Futsal Putri, Preliminary Palembang juga mempertemukan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu sebagai Juara 1 dan SMK Dharmapala Lampung sebagai Juara 2. Para peserta tersebut menjadi bagian dari perjalanan kompetisi menuju tahapan Regional dan Nasional AXIS Nation Cup 2026.
Hasil Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Southern Sumatra
Kategori Futsal Putra
Juara 1: SMAN 18 Palembang
Juara 2: SMA Tri Sukses Lampung
Laga Final: SMAN 18 Palembang (1) – SMA Tri Sukses Lampung (0)
Kategori Futsal Putri – Wakil Southern Sumatra
Juara Regional: SMAN 1 Kepahiang Bengkulu
Sebagai juara regional, SMAN 18 Palembang akan membawa nama Southern Sumatra pada kategori putra di Final Nasional AXIS Nation Cup 2026. Sementara SMAN 1 Kepahiang Bengkulu akan menjadi wakil Southern Sumatra untuk kategori putri pada kompetisi nasional tersebut.
Selain pertandingan futsal, AXIS Nation Cup menghadirkan berbagai aktivitas yang dekat dengan karakter generasi muda, mulai dari Supporter Competition, Dance Competition, booth activation, permainan interaktif, hingga aktivitas komunitas. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya AXIS menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, kreativitas, hiburan, dan interaksi komunitas.
Kehadiran konektivitas 5G di lokasi penyelenggaraan juga memungkinkan pelanggan dan masyarakat menikmati berbagai aktivitas digital dengan pengalaman jaringan yang cepat, stabil, dan andal. Hal ini menjadi bagian dari upaya XLSMART menghadirkan manfaat konektivitas yang semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Secara nasional, AXIS Nation Cup 2026 mengusung tema “Laga Para Juara” dan menjadi rangkaian kompetisi futsal pelajar yang digelar di 40 kota. Melalui kompetisi, pembinaan talenta, sportainment, serta dukungan konektivitas, ANC menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun pengalaman dan jejaring melalui olahraga.
Perjalanan SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu selanjutnya akan berlanjut ke Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026. Keduanya akan membawa semangat “Laga Para Juara” dari Southern Sumatra dan bersaing bersama para juara Regional lainnya di panggung nasional.
Melalui AXIS Nation Cup, XLSMART terus menghadirkan kombinasi olahraga, pembinaan talenta, sportainment, dan konektivitas digital sebagai bagian dari komitmen menjadi perusahaan infrastruktur digital terpercaya yang mendukung aktivitas masyarakat serta generasi muda Indonesia.
Jakarta, Polda Metro Jaya mengerahkan personel pengamanan yang ditempatkan sesuai kebutuhan dan karakter di 59 kegiatan masyarakat yang terdata berlangsung di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin.
Dari puluhan agenda tersebut, sebanyak 47 di antaranya merupakan aksi penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan 12 lainnya merupakan kegiatan masyarakat umum, termasuk pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
“Polri hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi. Kami juga menyiapkan pengamanan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pertandingan sepak bola di GBK, agar seluruh aktivitas dapat berlangsung tertib dan saling menghormati,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Senin.
Budi mengonfirmasi penempatan personel difokuskan pada titik penyampaian aspirasi, lokasi kegiatan massa, hingga kawasan yang membutuhkan penanganan lalu lintas.
Ia memaparkan bahwa petugas mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis saat mengawal aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Sementara itu, untuk penanganan kegiatan massa seperti pertandingan sepak bola, pengamanan dan pengaturan lalu lintas diterapkan secara situasional guna mendukung mobilitas penonton dan kelancaran acara.
Polda Metro Jaya mengimbau para peserta aksi untuk menjaga ketertiban serta fasilitas umum.
Kepolisian juga mengajak seluruh suporter untuk mendukung Tim Garuda secara sportif agar iklim keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Polda Metro Jaya menerjunkan 3.983 personel gabungan yang terdiri atas 3.219 personel Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemda DKI Jakarta, dan 400 personel pengamanan dalam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan selain mengawal jalannya penyampaian aspirasi di lokasi aksi dan jalur pergerakan massa, kepolisian juga menyiapkan langkah pengaturan arus lalu lintas secara fleksibel.
"Rekayasa jalan diterapkan secara situasional agar hak warga untuk menyampaikan pendapat dan hak mobilitas pengguna jalan lainnya dapat berjalan seimbang," ucapnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis , secara tahunan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 3,49% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,87 % (yoy). Inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil sebesar 0,44% (yoy), angkutan udara sebesar 0,30% (yoy), bensin sebesar 0,27% (yoy), nasi dengan lauk sebesar 0,26% (yoy), serta beras sebesar 0,18% (yoy). Besarnya andil pada sejumlah komoditas tersebut menunjukkan bahwa level harganya masih relatif tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumny a. Masih tingginya harga emas perhiasan sejalan dengan perkembangan harga emas global, sementara tarif angkutan udara dan harga bensin masih berada di atas level tahun sebelumnya seiring penyesuaian biaya transportasi dan harga BBM nonsubsidi.
Di sisi lain, harga nasi dengan lauk masih berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, antara lain sebagai dampak akumulasi kenaikan harga yang terjadi pada beberapa periode sebelumnya serta masih tingginya biaya bahan baku dan fakto r produksi. Kondisi tersebut menyebabkan komoditas nasi dengan lauk masih memberikan andil yang relatif besar terhadap inflasi tahunan meskipun tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan pada bulan berjalan . Inflasi Kepri tersebut lebih tinggi dibandingkan nasional yang tercatat inflasi 3,28% (yoy) . Tekanan inflasi nasional terutama berasal dari komoditas emas perhiasan, bensin, ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, dan beras. Dengan demikian, tekanan inflasi Kepri memiliki kesamaan dengan nasional terutama pada emas perhiasan, bensin, dan beras, sementara angkutan udara dan nasi dengan lauk memberikan kontribusi yang relatif lebih dominan di Kepri.
Secara spasial, seluruh Kota dan Kabupaten IHK yakni Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun tercatat meng alami inflasi yang secara bertu rut-turut sebesar 3,65 % (yoy). 3,76 % (yoy), dan 1,63 % (yoy) . Sedangkan di wilayah Sumatera, inflasi Kepri menempati posisi tertinggi ke lima setelah Provinsi Aceh , Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Lampung , dan Provinsi Sumatera Barat deng an realisa si inflasi secara berturut-turut sebesar 5,03 % (yoy), 4,30 % (yoy), 3,51% (yoy), dan 3,50% (yoy). Secara bulanan, Inflasi Kepri pada September 2026 tercatat 0,27% (mtm), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0, 17% (mtm) . Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang inflasi 0,88 % (mtm) dengan andil 0,26 % (mtm). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga cabai merah, kangkung, dan cabai rawit didorong oleh keterbatasan panen dari daerah sentra produksi di Sumatera bagian Utara dan Jawa serta peningkatan harga daging ayam ras didorong oleh permintaan yang meningkat dan pasokan terbatas .
Selain itu kelompok pendidikan turut mengalami inflasi 0,41% (mtm) dengan andil sebesar 0,03 % (mtm). Inflasi pada kelompok tersebut antara lain dipengaruhi oleh akademi/perguruan tinggi didorong oleh pendaftaran ulang perguruan tinggi pada bulan September. Lebih lanjut, inflasi September 2026 yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi yang mengalami deflasi 0,25 % (mtm) d engan andil sebesar 0,03 % (mtm). Deflasi kelompok tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan harga angkutan udara didorong oleh periode low season pasca berakhirnya peningkatan permintaan pada musim liburan .
Memasuki Oktober 2026, terdapat beberapa faktor pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain:
(i) Volatilitas harga emas dunia yang masih tinggi seiring ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik ;
(ii) tekanan terhadap imported inflation; dan
(iii) potensi kenaikan komoditas hortikultura seperti cabai merah dan cabai rawit.
Sinergi dan kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di level provinsi maupun kabupaten/kota tetap terjaga di tengah berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi Kepri . Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan TPID se -Kepri melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi sinergi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional . Berba gai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada September 2026 antara lain (i) High Level Meeting TPID se-Provinsi Kepri dan Rapat Koordinasi TPID Kota SIARAN PERS PERKEMBANGAN INFLASI KEPRI PERIODE SEPTEMBER 2026 No. 2 8/21/Btm/Peng/B Batam; (ii) Penyaluran SPHP secara rutin di berbagai Kab/Kota ; dan (iii) Penyaluran Sarpras Ketahanan Pangan kepada Poktan Unggulan di Kepulauan Riau . Ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri. Peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga terjaganya inflasi Kepri pada akhir tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1% .
Denpasar, 2 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026-2030 sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi dan meningkatkan daya saing industri perbankan dalam menghadapi dinamika perekonomian ke depan. Roadmap ini bertujuan untuk mewujudkan industri perbankan yang semakin sehat, tangguh, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Peluncuran RP3I 2026-2030 dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae bersama pimpinan industri bank umum di Bali. Friderica dalam sambutannya menyampaikan bahwa Industri perbankan Indonesia memasuki periode yang semakin dinamis. Perubahan lingkungan ekonomi global, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, perubahan perilaku masyarakat, serta meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan dan tata kelola menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri perbankan.
“Untuk itu kita harus membangun perbankan yang resilien dengan modal dan likuiditas dan manajemen risiko yang kuat. Kemudian juga harus inovatif, melalui pemanfaatan teknologi dan memberikan nilai tambah, produktif dalam menyalurkan pembiayaan bagi ekonomi produktif, dan juga inklusif, dengan terus memperhatikan pelindungan konsumen,” kata Friderica. Menurut Friderica, kinerja sektor jasa keuangan Indonesia saat ini tetap terjaga dan berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional meski di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik global. Hingga Agustus, kredit perbankan tumbuh 13,65 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga tumbuh 10,92 persen (yoy) sementara rasio kecukupan modal atau CAR masih solid di 24,1 persen dan NPL gross sebesar 2,11 persen. Sementara itu, Dian Ediana Rae dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini menghadapi kombinasi antara tantangan yang berasal dari perkembangan global dan geopolitik, lingkungan hidup, perubahan teknologi, model bisnis, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan ketahanan keberlanjutan dan perlindungan konsumen, termasuk agenda pembangunan yang berkelanjutan. “Karena itu, industri perbankan perlu memiliki arah pengembangan yang jelas dan mampu merespons perubahan sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam konteks inilah RP31 disusun,” katanya.
Menurut Dian, RP31 juga merupakan bagian dari tindak lanjut dan implementasi Undang-Undang No. 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang memberikan ruang bagi perluasan produk dan aktivitas perbankan, serta selaras dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, khususnya dalam mendorong pendalaman pasar keuangan dan penguatan fungsi intermediasi. Lima Prioritas Strategis Arah pengembangan industri perbankan dalam RP3I 2026–2030 dijabarkan melalui penetapan lima prioritas strategis yaitu:
1. Penguatan Kelembagaan dan Integritas Memperkuat struktur dan kapasitas kelembagaan perbankan, permodalan dan likuiditas, tata kelola, manajemen risiko, serta integritas agar industri semakin sehat, resilien, dan berdaya saing.
2. Modernisasi Teknologi dan Ketahanan Digital Mendorong transformasi dan inovasi digital secara prudent, termasuk pemanfaatan emerging dan frontier technologies, dengan memperkuat tata kelola, keamanan, dan ketahanan digital.
3. Pendalaman Pasar Keuangan dan Penguatan Intermediasi Memperluas produk dan aktivitas perbankan dalam kerangka universal bank, meningkatkan pembiayaan kepada sektor produktif, memperkuat ekosistem supply chain, serta mendorong pengembangan Open Banking–Open Finance untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas intermediasi.
4. Keuangan Berkelanjutan dan Ketahanan Risiko Keberlanjutan Memperkuat penerapan keuangan berkelanjutan dan pengelolaan risiko keberlanjutan, sekaligus mendorong semakin dalamnya pembiayaan yang mendukung transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
5. Perizinan Terintegrasi dan Pengawasan yang Adaptif Mewujudkan proses perizinan yang lebih terintegrasi dan efisien serta pengawasan yang adaptif dan berbasis risiko, termasuk penguatan market conduct dan pengawasan risiko keberlanjutan.
Implementasi RP3I 2026–2030 didukung oleh empat enablers sebagai fondasi pendukung, yaitu: Ekosistem Ekonomi Pendukung; Kesiapan Data, Teknologi, dan Infrastruktur Digital; Penguatan Kapasitas SDM; dan Koordinasi Pengawasan Lintas Sektor dan Otoritas. Sebagai bagian dari implementasi RP3I 2026-2030, dalam kesempatan ini OJK turut menerbitkan Panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis atau CRMS 2026, yang merupakan penyempurnaan dari CRMS yang telah diterbitkan sebelumnya, sebagai upaya memperkuat pengelolaan risiko iklim di sektor perbankan. CRMS merupakan kerangka kerja komprehensif untuk mengukur ketahanan sektor perbankan, yang mengintegrasikan risiko iklim ke dalam tata kelola, strategi bisnis, manajemen risiko, pengukuran dan target, serta pengungkapan. Penerbitan CRMS 2026 mempertimbangkan berbagai masukan dari industri untuk memperkuat kerangka kerja yang telah dibangun.
Pengkinian utama pada CRMS 2026 meliputi: a. metodologi penghitungan emisi karbon pada Buku 3 b. asumsi makroekonomi dan skenario iklim pada Buku 4, c. perluasan cakupan risiko fisik pada Buku 5, serta d. penerbitan Buku 7 Standardized Solutions, instrumen penting untuk membantu bank mengimplementasikan CRMS secara lebih terstruktur dan konsisten. OJK mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam mendukung penyusunan RP3I 2026-2030 dan CRMS 2026, termasuk lembaga think tanks, lembaga internasional, asosiasi, dan industri perbankan. Melalui penerbitan dan implementasi RP3I 2026-2030 dan CRMS 2026 diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat dari regulator, industri perbankan, dan pemangku kepentingan terkait untuk mewujudkan industri perbankan yang semakin modern, tangguh, dan inklusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mendukung kemajuan industri pers Indonesia melalui berbagai program yang didedikasikan bagi rekan-rekan jurnalis. Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” serta CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 yang telah diselenggarakan sejak 2025. Sebagai kelanjutan dari kedua program tersebut, CIMB Niaga hari ini mengumumkan tujuh jurnalis penerima beasiswa dan empat karya jurnalistik terbaik dalam SJF 2026.
Corporate Communications Head CIMB Niaga Hery Kurniawan menyatakan, kedua program tersebut merupakan wujud apresiasi sekaligus komitmen CIMB Niaga dalam mendukung pengembangan kapasitas insan pers Indonesia agar terus menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, memperkaya pemahaman publik, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh rekan jurnalis yang telah mengikuti proses seleksi, dan selamat kepada para peserta yang terpilih. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan dedikasi yang ditunjukkan sepanjang rangkaian program beasiswa dan Sustainability Journalism Fellowship. Kami berharap kedua program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi para jurnalis sekaligus mendukung terciptanya industri media yang sehat dan berkualitas. Inisiatif ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, yaitu mendukung nasabah dan masyarakat, termasuk rekan-rekan jurnalis, untuk mewujudkan mimpi dan aspirasinya melalui peningkatan pendidikan serta wawasan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Hery di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Beasiswa untuk Jurnalis
Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” merupakan program yang dihadirkan CIMB Niaga bagi jurnalis yang akan melanjutkan pendidikan Magister (S2) melalui pemberian tunjangan beasiswa senilai Rp70 juta per orang. Program ini merupakan bentuk apresiasi CIMB Niaga kepada insan pers yang berperan penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Melalui program ini, CIMB Niaga berharap dapat mendukung peningkatan kompetensi jurnalis agar semakin siap menghadapi dinamika dan perkembangan industri media.
Setelah dibuka sejak September 2025, program ini mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 32 peserta terpilih mengikuti psychometric assessment yang diselenggarakan bersama mitra independen. Dari jumlah tersebut, 15 peserta terbaik melanjutkan ke tahap wawancara untuk menilai motivasi, kesiapan studi, serta potensi kontribusinya terhadap profesi jurnalistik.
Selanjutnya, 10 finalis mengikuti penilaian karya jurnalistik oleh dewan juri berdasarkan aspek orisinalitas, relevansi tema, kualitas penulisan atau produksi, kedalaman analisis, serta dampak dan kreativitas. Berdasarkan keseluruhan proses seleksi tersebut, tujuh jurnalis akhirnya terpilih sebagai penerima Program Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga”. Mereka dinilai memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan kompetensi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang memberikan kontribusi positif bagi industri media dan masyarakat.
Sustainability Journalism Fellowship 2026
Adapun Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 merupakan program kolaborasi antara CIMB Niaga, Indonesian Institute of Journalism (IIJ), dan didukung Global Reporting Initiative (GRI) yang diselenggarakan sejak Maret 2026. Program ini bertujuan memperkuat peran jurnalis dalam mendorong aksi keberlanjutan melalui implementasi ide yang memberikan dampak positif bagi sosial maupun lingkungan. SJF lahir dari keyakinan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen CIMB Niaga untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pada pelaksanaannya, SJF 2026 berhasil menjaring 233 proposal ide keberlanjutan dari jurnalis di berbagai daerah di Indonesia. Melalui proses seleksi yang melibatkan CIMB Niaga, IIJ, dan GRI, terpilih 20 jurnalis penerima fellowship yang masing-masing memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp10 juta untuk merealisasikan proyek keberlanjutan yang mereka usulkan. Selama tiga bulan, para peserta mengikuti rangkaian sustainability masterclass, pendampingan bersama para ahli, serta mengimplementasikan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan di wilayah masing-masing.
Sebagai bagian dari program tersebut, para peserta menghasilkan karya jurnalistik yang mendokumentasikan proses, pembelajaran, serta dampak dari proyek yang dijalankan. Berdasarkan hasil kurasi dan penilaian dewan juri, terpilih empat karya jurnalistik SJF 2026. Para penulis karya terbaik tersebut berkesempatan mengikuti field trip ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan peliputan sekaligus mempelajari berbagai program keberlanjutan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengangkat isu keberlanjutan secara lebih mendalam dan kontekstual.
Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Journalism (IIJ) Umar Idris menyampaikan program SJF 2026 dirancang untuk memperkuat peran strategis jurnalis dan media dalam mengawal transisi menuju keberlanjutan sekaligus mendorong aksi konkret di tengah masyarakat. Ia menilai jurnalisme berkelanjutan perlu bergerak melampaui ruang pemberitaan konvensional menuju aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh komunitas lokal. “Selamat kepada para pemenang. Mari bersama-sama kita wujudkan masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Umar.
Program Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” dan Sustainability Journalism Fellowship 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 CIMB Niaga yang diperingati pada 26 September 2026. Melalui berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan insan media sekaligus mendukung lahirnya karya-karya jurnalistik yang berkualitas, berdampak, dan berkontribusi bagi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penerima Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” 2026
- Abdullah Fikri Ashri (Harian Kompas)
- Romualdus San Udika (Stabilitas)
- Mazka Hauzan Naufal (Tribun Jateng)
- Anton Chrisbiyanto (Kabarindo.com)
- Chyntia Sami Bhayangkara (Suara.com)
- Budi (Koran Jakarta)
- Aditya Putra Perdana (Harian Kompas)
Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026
- Rahmat Utomo (Kompas.com) “Kisah Perempuan Pemulung di TPA Terjun, Penjaga Lingkungan yang Tak Terlindungi”
- Rheza Maulana (National Geographic Indonesia) “Tenggelamnya Desa Mayangan: Ketika Dampak Perubahan Iklim Terjadi Tepat di Depan Mata”
- Nina Susilo (Harian Kompas) “Sabun Cuci Ekoenzim, Cara Cari Cuan dari Sampah Organik”
- Ahmad Hadi Ramdhani (Mongabay Indonesia) “Harapan Pulihkan Mangrove di Tengah Tambak Pesisir Sugian”
Jakarta, 30 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri pergadaian yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas usaha serta perluasan jangkauan layanan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha dari tingkat provinsi menjadi tingkat nasional kepada dua perusahaan pergadaian, yaitu PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar. Persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha nasional kepada PT Gadai Mulia Sejahtera diberikan melalui Surat OJK Nomor S-79/PL.02/2026 tanggal 18 September 2026, sedangkan PT Solusi Gadai Pintar diberikan melalui Surat OJK Nomor S-80/PL.02/2026 tanggal 21 September 2026.
Persetujuan tersebut diberikan setelah perusahaan memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen perizinan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pergadaian sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2025. Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar dapat menyelenggarakan kegiatan usaha pergadaian di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan tetap memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku serta prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
Sebelumnya, OJK juga telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha nasional kepada empat perusahaan pergadaian swasta, yaitu PT Gadai Mas Nusantara, PT Gadai Sakti Indonesia (d/h PT Gadai Sakti Jakarta), PT Pusat Gadai Indonesia, dan PT Gadai Elektronik Jakarta. Kehadiran perusahaan-perusahaan berskala nasional tersebut semakin melengkapi ekosistem industri pergadaian di Indonesia, berdampingan dengan PT Pegadaian (Persero) yang telah lebih dahulu hadir dan beroperasi secara nasional dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di seluruh pelosok negeri. Saat ini terdapat beberapa perusahaan gadai yang telah mengajukan permohonan dan sedang dalam proses perizinan peningkatan lingkup usaha menjadi nasional.
Perluasan lingkup wilayah usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha perusahaan, memperluas jangkauan layanan pergadaian yang legal dan terdaftar, serta memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat di berbagai daerah. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri pergadaian melalui peningkatan skala usaha, penguatan tata kelola, dan perluasan akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat. OJK mencatat, penyaluran pinjaman industri pergadaian pada Juli 2026 tumbuh sebesar 50,73 persen yoy menjadi Rp160,78 triliun dengan tingkat risiko kredit yang terjaga.
Pinjaman terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp136,39 triliun atau 84,43 persen dari total pinjaman yang disalurkan industri pergadaian. Sumber pendanaan pergadaian periode Juli 2026 sebesar Rp126,93 triliun meningkat 65,71 persen yoy. Sumber pendanaan Perusahaan Pergadaian berasal dari Pinjaman yang Diterima sebesar Rp111,46 triliun (87,81 persen) dan Surat Berharga Yang Diterbitkan sebesar Rp15,47 triliun (12,19 persen). OJK akan terus mendorong pengembangan industri pergadaian yang sehat, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan inklusi keuangan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal di seluruh Indonesia.
