Live Streaming
super me

super me

Page 36 of 215

Yogyakarta, 10 Desember 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat tata kelola sebagai nilai integritas yang menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mewujudkan ekosistem sektor jasa keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena dalam sambutannya pada kegiatan kuliah umum dengan tema “Generasi Muda dan Good Governance: Fondasi Sektor Jasa Keuangan yang Bersih dan Akuntabel”, sebagai bagian dari kegiatan OJK dalam memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Rabu.

Dalam kesempatan itu, Sophia memaparkan bahwa tantangan risiko kecurangan (fraud) di sektor keuangan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, OJK terus memperkuat sistem pertahanan internal melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) standar ISO 37001 dan strategi anti-fraud yang bertumpu pada empat pilar: Asesmen, Pencegahan, Deteksi, dan Respons.

Sophia menegaskan bahwa besarnya kewenangan dan amanah OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan membuat integritas menjadi prinsip yang wajib dijaga oleh seluruh insan OJK. Integritas, menurutnya, bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi fondasi tata kelola yang harus dijalankan secara konsisten.

“Jadi tadi ya kawan-kawan, karena kewenangannya OJK itu gede banget, makanya integritas itu merupakan sangat penting untuk kita kedepankan,” ujar Sophia.

Ia mengajak mahasiswa di Yogyakarta untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen perubahan dengan memulai menolak perilaku koruptif dari hal-hal kecil di lingkungan kampus, seperti tidak menyontek, tidak memanipulasi proposal kegiatan, hingga berani melaporkan pelanggaran pegawai OJK melalui saluran Whistleblowing System (WBS) yang tersedia.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan UNY Lantip Diat Prasojo, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan kuliah umum oleh OJK untuk meningkatkan wawasan mahasiswa terkait OJK selaku regulator sektor jasa keuangan.

Ia berharap dari kuliah umum ini mahasiswa dapat memahami pentingnya tata kelola sebagai bagian nilai-nilai integritas, serta bijak dalam memahami risiko dari produk jasa keuangan ilegal.

Kegiatan kuliah umum dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen UNY secara fisik, serta ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas dan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia secara daring.

Kuliah umum juga turut dihadiri oleh Deputi Komisioner Audit Internal, Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas OJK Djonieri, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Kepala Departemen Penegakan Integritas dan Audit Khusus OJK Siswani Wisudati, Kepala OJK DIY Eko Yunianto, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY Sudirman beserta jajaran.

Melalui kegiatan kuliah umum ini, OJK berharap dapat mencetak mahasiswa sebagai duta-duta integritas yang akan membawa semangat anti-korupsi saat terjun ke dunia profesional nantinya, dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang bebas dari korupsi.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tingkat Kota Batam, Persatuan Istri Karyawan BP Batam (PIKORI BP Batam) menyelenggarakan rangkaian kegiatan bakti sosial pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan dan lembaga pendidikan. Rangkaian bakti sosial tersebut digelar di dua panti asuhan, yakni Panti Asuhan Syamsul Huda Tiban 1 dan Panti Asuhan Al-Muhiddin Sagulung.

Pada kesempatan itu, PIKORI BP Batam menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada pengurus serta anak-anak panti sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Selain menyalurkan bantuan ke panti asuhan, PIKORI BP Batam juga memberikan bantuan sosial pendidikan kepada sejumlah sekolah. Bantuan tersebut diserahkan kepada SMK dan SMA Al-Azhar, SMAS IT Jabal Rahmah Batam, serta SMK Teladan Batam. 

Langkah ini menjadi bentuk dukungan PIKORI BP Batam terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kenyamanan proses belajar mengajar di Kota Batam. Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Melalui bantuan yang disalurkan, kami berharap dapat meringankan kebutuhan adik-adik di panti asuhan serta mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah binaan,” ujar Erlita. 

Ia menambahkan bahwa PIKORI BP Batam berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial berkelanjutan, khususnya yang mendukung pendidikan, kesejahteraan anak, dan pemberdayaan perempuan di Kota Batam.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para pengurus panti dan kepala sekolah. Ketua Yayasan Panti Asuhan Syamsul Huda, Taufiq Ariyanto menyampaikan apresiasinya kepada PIKORI BP Batam atas bantuan tersebut.“Terima kasih kepada Bu Erlita Amsakar Achmad atas bantuan kepada kami, mudah-mudahan bantuan ini dapat membawa keberkahan dan bermanfaat bagi anak-anak di panti asuhan,” harapnya. 

Kegiatan ini ditutup dengan sesi interaksi bersama pengurus panti dan para siswa penerima bantuan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.

Jajaran pejabat struktural di Kedeputian Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, mengikuti Retret di Mako Brimob Polda Kepri, pada 8-10 Desember 2025. Kegiatan ini, dibuka langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan, Senin (8/12/2025) pagi. Dalam sambutannya, Ruslan menegaskan jika Retret ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kerja, memperkuat sinergi, serta membangun budaya kerjasama yang lebih adaptif.

Sebagaimana yang diketahui bersama, saat ini pengelolaan bandara, pelabuhan dan lalu lintas barang semakin kompleks. “Penting bagi kita untuk memiliki ruang jeda seperti ini, untuk menjadi ruang kita berdiskusi, menyamakan langkah dan memperkuat hubungan antar unit,” ujar Ruslan. Oleh karena itu, lanjut Ruslan, melalui Retret ini dirinya mengajak untuk menetapkan komitmen dan tindakan nyata yang wajib dijalankan bersama.

Adapun komitmen dan tindakan nyata tersebut, dimulai dari adanya evaluasi menyeluruh terhadap SOP dan proses pelayanan di pelabuhan, bandara, terminal penumpang, terminal barang dan lalu lintas barang. Selanjutnya, dilakukannya penyederhanaan minimal 30 persen proses administrasi tanpa mengurangi aspek keselamatan dan hukum, penguatan koordinasi lintas unit, serta percepatan penanganan setiap aduan masyarakat.

Sementara komitmen dan tindakan nyata yang terakhir, harus memperlihatkan hasil evaluasi yang nyata berupa penurunan waktu tunggu pelayanan; peningkatan kecepatan dan kepastian layanan; serta meningkatnya kepuasan pengguna jasa. “Batam tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pandai bicara. Tapi Batam membutuhkan pemimpin yang berani bertindak,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Ruslan berharap Retret ini dapat menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, membangun komunikasi yang lebih terbuka, serta menemukan cara baru untuk bekerja lebih solid dan efisien. “Mari kita manfaatkan acara ini bukan hanya sebagai kegiatan formal, tapi juga sebagai momen untuk menyegarkan pikiran dan memperkuat rasa kebersamaan,” tutupnya.

Jakarta, 09 Desember 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Agama, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta meresmikan pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah DKI Jakarta.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi peresmian EPIKS dan pandangannya terhadap peran strategis pesantren dalam membangun generasi melek keuangan syariah.

“Saya ke sini ingin bersama-sama dengan komunitas di sini, dengan keluarga besar Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, untuk memberikan nilai tambah. Karena semuanya sudah bagus, kita berharap insya Allah bisa memberikan nilai tambah dalam hal literasi dan inklusi keuangan. Saya rasa ini juga suatu bekal yang sangat penting, yaitu untuk santriwan dan santriwatinya agar bisa menyiapkan masa depan dengan lebih baik, dan juga untuk pesantren sendiri. Karena yang kita edukasi bukan hanya santriwan-santriwatinya, tapi juga para pengurus pondoknya, para guru-gurunya, dan seluruh keluarga sekitarnya,” kata Friderica di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Selasa.

Friderica juga menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pelindungan masyarakat dalam menghadapi risiko keuangan di era digital.

“OJK punya satu tugas lagi selain mengatur dan mengawasi, yaitu melindungi, dengan memberikan edukasi. Karena pendidikan, ilmu, dan literasi itulah yang akan menjaga adik-adik semua dari berbagai bahaya yang muncul di era sekarang, era digitalisasi. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari digitalisasi, namun risikonya juga luar biasa,” tegas Friderica.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menyampaikan bahwa EPIKS merupakan bentuk kolaborasi OJK dengan lembaga jasa keuangan dalam menyediakan layanan keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat pesantren. Program ini didesain untuk mendukung pengembangan produk keuangan syariah secara terarah, termasuk tabungan pelajar, pembiayaan UMKM, layanan investasi syariah, serta pelatihan literasi keuangan.

“Dengan terbentuknya EPIKS, kami berharap para pelajar, mahasiswa, santri, tenaga pengajar, serta masyarakat sekitar pesantren dapat lebih mudah dan aktif memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah, sehingga mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah,” ujar Edwin.

Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Chairul Baihaqi dalam kegiatan tersebut juga turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memprakarsai pembentukan EPIKS.

“Semoga program EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dapat menjadi sarana kolaborasi strategis yang berkelanjutan antara berbagai pihak, sekaligus percontohan bagi ekosistem pendidikan Islam lainnya,” ungkap Chairul Baihaqi.

Latar Belakang Program EPIKS

EPIKS merupakan program strategis TPAKD Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses keuangan syariah bagi masyarakat dan menjadi bagian dari roadmap Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DKI Jakarta, yang berfokus pada peningkatan literasi dan edukasi, penguatan lembaga keuangan syariah, pengembangan industri halal, serta pemberdayaan UMKM Syariah.

Inisiatif ini juga bertujuan untuk mendukung visi “Jakarta Top 20 Global City”, khususnya dalam penguatan posisi Jakarta sebagai pusat keuangan yang kompetitif melalui optimalisasi pasar modal syariah dan penguatan ekosistem ekonomi syariah.

Program EPIKS 2025 dan Kolaborasi Terintegrasi

EPIKS dirancang sebagai program literasi dan inklusi keuangan syariah yang menempatkan pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi syariah. Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dipilih mengingat besarnya ekosistem pendidikan, dengan lebih dari 1.600 pelajar, 300 santri, serta lebih dari 22 UMKM yang dapat didorong melalui ekosistem keuangan syariah.

Kolaborasi pelaksanaan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin melibatkan PT Bursa Efek Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Phintraco Sekuritas, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin (STAIMI).

Rangkaian Pelaksanaan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin

Kegiatan inkubasi dan seremoni pembentukan EPIKS meliputi:

  1. Edukasi keuangan syariah dan pasar modal untuk ±750 pelajar dan mahasiswa,
  2. Penyerahan simbolis kartu santri dan tabungan Pelajar sebagai sarana transaksi keuangan syariah,
  3. Pemberdayaan UMKM dan Koperasi menjadi Agen Laku Pandai Syariah sebagai pusat layanan keuangan syariah satu pintu,
  4. Penandatanganan komitmen bersama pembentukan Galeri Investasi Syariah (GIS), yang merupakan GIS pertama yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren di wilayah DKI Jakarta, dan
  5. Inisiatif Green Economy, melalui penyediaan Reverse Vending Machine yang mengintegrasikan pengelolaan botol plastik ke dalam transaksi keuangan, dan kegiatan penanaman pohon.

Selain melalui pembentukan EPIKS, berbagai upaya terus digalakkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.  nasional menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Oktober 2025, OJK dan para pemangku kepentingan telah melaksanakan 1.627 kegiatan edukasi keuangan syariah yang menjangkau 6.220.084 peserta, serta 5.738 kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Syariah dengan total 15.203.488 peserta.

Berbagai program tematik juga digerakkan secara masif, di antaranya Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), School of Syariah (SOS), Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025, dan Syariah Financial Fair (SYAFIF) yang secara kolektif memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Pada saat yang sama, implementasi EPIKS turut menghasilkan pembukaan 93 agen layanan keuangan syariah, pembentukan Galeri Investasi Syariah, peningkatan akses pembiayaan, serta berbagai kegiatan edukasi di pesantren dan wilayah sekitarnya.

Capaian ini melengkapi pelaksanaan program EPIKS pada tahun sebelumnya, di mana sepanjang 2024 OJK telah merealisasikan program tersebut di 10 pondok pesantren, disertai pra-kegiatan di 20 pondok pesantren lainnya di berbagai daerah.

Dihadiri oleh lebih dari 750 Pelajar dan Santri di lingkungan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, peresmian pembentukan EPIKS turut dihadiri oleh Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasaka Ananta, Direktur Phintraco Sekuritas Andre Mahardika, Kepala Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta Fakar Eko Satriyo, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin Dr. Tri Gunawan, perwakilan kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, dan mitra strategis lainnya.

Kegiatan ASR Junior Chef 2025 yang diselenggarakan oleh hotel dalam jaringan The Ascott Limited Regional Batam, bekerja sama dengan Batam Sunday Market berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sebanyak 120 anak mengikuti kegiatan memasak secara langsung, sementara ratusan partisipan lainnya, termasuk orang tua dan komunitas lokal, turut memadati area acara di Citywalk Nagoya Batam. Program yang berlangsung pukul 10.00–14.30 WIB ini menghadirkan aktivitas edukatif seperti Donut Topping Art, Create Your Bento, Making Kimbab, Giant Healthy Cookies, Build-Your-Own Burger, dan Cupcake Make Up. Seluruh kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kreativitas anak serta memperkuat interaksi positif antara anak dan orang tua melalui pengalaman memasak yang menyenangkan. 

Sebagai inisiatif gabungan dari enam properti The Ascott Limited di Batam, yaitu Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Resort Barelang Batam, HARRIS Hotel Nagoya Batam, dan Yello Hotel Harbour Bay Batam, acara ini menunjukkan sinergi yang kuat antarproperti dalam memberikan pengalaman komunitas yang bermakna. Salah satu perwakilan General Manager, Bapak Ryan Damanik, menyampaikan bahwa grup Ascott memiliki komitmen untuk terus menciptakan kegiatan kolaboratif yang berdampak. “Grup Ascott di Batam selalu berupaya menghadirkan kegiatan kolaborasi, tidak hanya event seperti ASR Junior Chef, namun juga berbagai program CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menggabungkan kekuatan agar setiap kegiatan yang dibuat dapat memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya. 

Di samping menghadirkan kegiatan edukatif untuk anak, The Ascott Limited juga menegaskan komitmennya dalam mendukung kreativitas dan pertumbuhan UMKM local, yang juga ikut bagian dalam Batam Sunday Market, salah satu bazaar preloved dan kuliner lokal yang sedang digemari. Kebijakan grup diarahkan untuk melibatkan pelaku UMKM dalam berbagai aktivitas perhotelan, mulai dari penyediaan produk lokal untuk kebutuhan operasional hotel, hingga menampilkan karya UMKM di area hotel. Dengan cara ini, hotel berupaya memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk 

berkembang dan memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih besar, sekaligus memperkuat hubungan antara industri perhotelan dan sektor kreatif lokal. 

Acara ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ASR (Ascott Star Rewards), program loyalitas global dari The Ascott Limited yang menawarkan beragam keuntungan eksklusif. Melalui ASR, tamu dapat mendapatkan keuntungan dan penawaran eksklusif di ratusan properti Ascott di seluruh dunia. 

Dengan dukungan dari Batam Sunday Market serta kolaborasi semua hotel dalam naungan The Ascott Limited Batam, ASR Junior Chef 2025 berhasil menjadi wadah edukasi, kreativitas, dan pemberdayaan komunitas yang memperkuat hubungan antara keluarga, pelaku kreatif, UMKM, dan industri perhotelan di Batam.

 

 

Jakarta, 9 Desember 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses pembiayaan dan mendorong pendalaman pasar keuangan melalui pemanfaatan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, dalam sambutannya pada webinar “Penguatan Peran Pemeringkat Kredit Alternatif Mendorong Inklusi dan Pendalaman Pasar” yang diselenggarakan bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) yang digelar secara daring, Selasa.

Hasan menambahkan bahwa penguatan regulasi, pemanfaatan data alternatif, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan kunci untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi segmen yang belum terlayani perbankan.

“Tema ini sangat relevan di tengah akselerasi transformasi digital saat ini, di mana kemajuan teknologi telah menghadirkan berbagai inovasi yang membuka peluang besar dalam memperluas inklusi serta memperdalam pasar keuangan nasional,” kata Hasan.

Hasan juga menyampaikan perkembangan pesat pemanfaatan PKA di Indonesia, termasuk meningkatnya jumlah inquiry data kredit dan kolaborasi antara penyelenggara PKA dengan lembaga jasa keuangan. Hasan menekankan bahwa penggunaan PKA menjadi solusi konkret bagi UMKM yang selama ini terkendala akses kredit akibat keterbatasan dokumen formal, meskipun memiliki aktivitas ekonomi yang produktif.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu RI Masyita Crystallin menyampaikan mengenai peran penguatan pemeringkat kredit alternatif dalam strategi pembiayaan dan pengembangan sektor keuangan yang inklusif.

“Seluruh sektor, termasuk UMKM, masih menghadapi hambatan dalam memperoleh akses pembiayaan bukan karena tidak layak atau tidak produktif, melainkan karena data yang dimiliki belum terbaca dan terstruktur dengan baik. Padahal, pada dasarnya mereka mampu memanfaatkan layanan pembiayaan. Oleh karena itu, relevansi penilaian kredit dengan pemanfaatan sumber data yang kaya di Indonesia dapat dioptimalkan dan digunakan dalam membuka akses pembiayaan,” kata Masyita.

Masyita menegaskan bahwa pendekatan berbasis data perilaku yang digunakan PKA mampu menghilangkan data gap yang selama ini menjadi penghalang akses pembiayaan UMKM, sehingga penilaian kredit menjadi lebih objektif, inklusif, dan akurat.

Webinar ini menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktur P4 DJPK Kementerian Keuangan Adi Budiarso, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK Djoko Kurnijanto, dan Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Bisnis Kemenko Perekonomian Gunawan Pribadi. Diskusi dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal II AFTECH, Saat Prihartono, dan turut dihadiri penanggap dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta CEO AIForesee.

Turut hadir para penanggap dari berbagai sektor, antara lain Direktorat Kredit Program dan Investasi Lainnya, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan; Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi; serta CEO AIForesee.

Webinar yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari berbagai sektor termasuk pelaku industri jasa keuangan (BPR/BPRS), asosiasi, kementerian dan lembaga, akademisi, serta pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap dapat membangun kesadaran dan dukungan bersama untuk mendorong pemanfaatan PKA secara lebih luas, inklusif, dan bertanggung jawab. Penguatan peran PKA diharapkan mampu mempercepat penyaluran pembiayaan, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  menyelenggarakan Naker Inspirational Leadership Award 2025, Senin, (8/12/2025), di Balai Kartini, Jakarta.

Dalam acara Naker Inspirational Leadership Award 2025 itu dihadiri Para pemimpin daerah, pelaku industri, serta pemangku kebijakan ketenagakerjaan nasional .

Pada gelaran tersebut  Disnakertrans Provinsi Kepri sukses memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus yaitu:

  • Peringkat 3 Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Nasional
  • Penghargaan Pengupahan dan Kesejahteraan Ketenagakerjaan Terbaik
  • Penghargaan Kesempatan Kerja Terbaik.

Penghargaan diterima langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nanyang Haris Pratamura, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kepri. Pencapaian ini menjadi penegasan bahwa Kepri terus berada pada jalur yang tepat dalam membangun sektor ketenagakerjaan yang modern, inklusif, dan berdaya saing.

Wakil Gubernur Nyanyang Haris mengatakan, Menaker mengapresiasi daerah-daerah yang menunjukkan langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan memperluas kesempatan kerja. Kepri dinilai konsisten menghadirkan kebijakan yang sejalan dengan kebutuhan industri sekaligus berpihak kepada pekerja.

"Ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, pengusaha dan pekerja," ucap Wagub Nyanyang, Selasa (9/12/2025).

Wagub Nanyang Haris menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan hasil dari kerja bersama seluruh elemen di Kepri. Mulai dari pemerintah daerah, pengusaha, serikat pekerja, hingga lembaga pelatihan vokasi yang terus berupaya memastikan kualitas tenaga kerja semakin meningkat.

Keberhasilan ini juga merefleksikan karakter Kepri sebagai wilayah kepulauan berbasis industri yang dinamis dan kompetitif. "Pertumbuhan sektor manufaktur, perdagangan, serta investasi yang terus bergerak positif menjadi fondasi kuat bagi ekosistem ketenagakerjaan di kepri," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menyampaikan rasa syukur sekaligus optimisme atas penghargaan yang diterima. Ia menyebut bahwa capaian tahun ini merupakan dorongan bagi pihaknya untuk terus memperbaiki pelayanan ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kualitas SDM, optimalisasi pelatihan berbasis kompetensi, hingga penegakan hubungan industrial yang harmonis.

“Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk bekerja lebih keras. Kami ingin memastikan Kepri menjadi daerah industri yang aman, nyaman, dan memiliki hubungan industrial yang semakin kondusif,” tutup Diky Wijaya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau

 

Ternate, 9 Desember 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Kantor OJK Provinsi Maluku Utara sebagai upaya memperkuat pengawasan dan pengaturan sektor jasa keuangan, pengembangan ekonomi daerah, serta pelindungan konsumen di wilayah Indonesia Bagian Timur. 

Peresmian dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di Kantor OJK Provinsi Maluku Utara yang berlokasi di Jl. Jati Besar, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Selasa, sekaligus melakukan pengukuhan Kepala OJK Provinsi Maluku Utara yang dijabat oleh Adi Surahmat.

Acara peresmian juga dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, Gubernur Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda, Anggota DPD RI Namto Roba, Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Sarbin Sehe, para Wakil Bupati di Provinsi Maluku Utara, Walikota Ternate, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Perwakilan dari Pemerintah Daerah, dan Organisasi Perangkat Daerah.

Mahendra dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran Kantor OJK di daerah memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi perekonomian daerah melalui optimalisasi program dan kebijakan, peningkatan intermediasi lembaga keuangan dalam mendukung pembiayaan, dan inklusi keuangan.

“Hadirnya Kantor OJK di Provinsi Maluku Utara ini merupakan komitmen kami untuk lebih dekat dengan masyarakat dan meningkatkan efektivitas koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat. Dengan demikian, kebijakan dan program OJK dapat dijalankan dengan lebih responsif, inklusif, dan sejalan dengan kebutuhan wilayah,” kata Mahendra.

Menurutnya, kehadiran Kantor OJK Provinsi Maluku Utara juga memiliki peran untuk meningkatkan pelindungan konsumen, nasabah, masyarakat, dan juga korban dari berbagai aktivitas keuangan ilegal maupun penipuan dengan berbagai modus yang kerap mengancam masyarakat yang menggunakan digitalisasi keuangan.

Mahendra menyatakan kesiapan OJK dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah di Provinsi Maluku Utara, sesuai dengan prioritas sektor atau komoditas yang menjadi program andalan pemerintah, maupun seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Maluku Utara.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda menyambut hadirnya Kantor OJK di Maluku Utara sebagai momentum penting untuk memperkuat edukasi dan pelindungan masyarakat dari berbagai risiko keuangan digital, termasuk maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang selama ini merugikan warga.

Lebih lanjut, dengan keberadaan OJK di daerah, masyarakat kini memiliki tempat yang jelas untuk memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan terkait layanan keuangan.

“Sekarang masyarakat Maluku Utara tahu kemana harus curhat, berdiskusi, dan melapor,” ujar Sherly.

Ia juga menegaskan perlunya memperluas akses pembiayaan bagi nelayan, petani, dan pelaku UMKM, termasuk melalui penyaluran kredit tanpa kolateral agar masyarakat tidak lagi bergantung pada layanan keuangan ilegal.

Peran Strategis Kantor OJK di Daerah

Kantor OJK Provinsi Maluku Utara bertanggung jawab atas pengawasan dan pengembangan sektor jasa keuangan di dua kota dan delapan kabupaten di Provinsi Maluku Utara, yaitu Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Sula, Kabupaten Pulau Morotai, dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Sampai triwulan III tahun 2025, jumlah perbankan di wilayah Provinsi Maluku Utara sebanyak 21 Kantor Cabang Bank Umum Konvensional dan Kantor Cabang Bank Umum Syariah, 5 Kantor Pusat Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah, serta 133 Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas BU, BUS, BPR, dan BPRS.

Sementara itu, terdapat 73 jaringan kantor lembaga jasa keuangan nonbank di Provinsi Maluku Utara, yang terdiri dari 8 jaringan kantor sektor Pasar Modal, 16 jaringan kantor sektor Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun, serta 49 jaringan kantor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML).

Kehadiran Kantor OJK di Provinsi Maluku Utara, diharapkan dapat mengoptimalkan pengawasan dan pengembangan sektor jasa keuangan mendukung pertumbuhan ekonomi regional, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan di Provinsi Maluku Utara.

 Jakarta – Bagi banyak orang, pasar saham terlihat seperti dunia yang rumit dan penuh angka bergerak. Namun di balik pergerakan harga harian dan istilah teknis yang sering terdengar asing. Ada satu alat penting yang bisa membantu investor memahami arah pasar secara lebih sederhana, yaitu indeks saham. Indeks saham adalah cermin besar yang menunjukkan bagaimana kinerja saham-saham di suatu bursa, apakah sedang mengalami pertumbuhan, stagnasi, atau justru penurunan. 

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi acuan utama yang menggambarkan seluruh pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG mencakup ratusan saham dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, teknologi, konsumsi, dan lainnya. Ketika IHSG naik, berarti secara rata-rata harga saham-saham tersebut mengalami kenaikan. Sebaliknya, penurunan IHSG menandakan sentimen pasar sedang melemah. Karena sifatnya yang menyeluruh, IHSG sering disebut sebagai “termometer ekonomi Indonesia”, yang mengukur seberapa hangat atau dingin kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional. 

Selain IHSG, terdapat pula indeks lain yang lebih spesifik. Indeks LQ45, misalnya, berisi 45 saham yang paling likuid dan memiliki kapitalisasi besar, sehingga sering digunakan sebagai acuan bagi investor institusi. Ada juga Indeks IDX30, versi yang lebih ramping namun fokus pada saham-saham unggulan dengan volume transaksi tinggi dan fundamental kuat. Bagi investor yang ingin berinvestasi secara syariah, terdapat Jakarta Islamic Index (JII),Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan indeks syariah lainnya yang hanya memuat saham-saham sesuai prinsip syariah. Selain itu, indeks tematik seperti Indeks IDX ESG Leaders berisikan kumpulan perusahaan berkomitmen terhadap lingkungan dan keberlanjutan, atau Indeks IDX Growth30 bagi saham-saham dengan pertumbuhan tinggi. 

Tujuan utama dari adanya berbagai indeks ini adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja kelompok saham tertentu. Misalnya, jika Indeks LQ45 naik sedangkan IHSG turun, berarti mengindikasikan saham-saham besar masih kuat sementara saham-saham lainnya tertekan. Dengan memahami hal ini, investor bisa melihat ke mana arah dana besar bergerak, serta mengukur risiko dan peluang yang muncul di pasar. 

Namun, memahami indeks saham tidak berhenti pada angka saja. Di balik setiap pergerakan indeks, ada kombinasi dari banyak faktor, ekonomi, politik, bahkan psikologis. Ketika ekonomi tumbuh, konsumsi meningkat, dan laba korporasi membaik, indeks cenderung menguat. Sebaliknya, ketika muncul isu global seperti kenaikan suku bunga Amerika Serikat, perang, atau ketegangan geopolitik, indeks bisa terkoreksi. Karena itu, memahami indeks saham berarti juga belajar membaca interaksi antara data ekonomi, geopolitik dan sentimen pasar. 

Bagi investor pemula, indeks saham dapat menjadi panduan awal dalam mengambil keputusan investasi. Dengan memantau pergerakan IHSG dan indeks sektoral, investor bisa menilai apakah saat ini pasar sedang dalam tren naik (bullish), turun (bearish), atau stagnan (sideways). Indeks juga menjadi acuan penting bagi produk investasi seperti reksa dana indeks dan Exchange-Traded Fund (ETF) yang meniru pergerakan suatu indeks. Melalui produk ini, investor bisa berinvestasi secara pasif, tanpa harus memilih saham satu per satu, namun tetap mengikuti pertumbuhan pasar secara keseluruhan. 

Selain itu, indeks saham juga membantu investor melihat arah investasi asing. Investor global biasanya tidak memantau setiap perusahaan tercatat satu per satu, melainkan melihat pergerakan indeks sebagai tolok ukur. Ketika IHSG stabil dan menunjukkan tren positif, kepercayaan asing terhadap pasar Indonesia meningkat, sehingga arus modal masuk bertambah. Namun, ketika terjadi ketidakpastian global, arus modal keluar bisa menekan indeks secara signifikan. Karena itu, stabilitas indeks sering dianggap sebagai cerminan stabilitas ekonomi dan kepercayaan dunia terhadap Indonesia. 

Pandemi Covid-19 menjadi contoh nyata bagaimana indeks saham bisa menggambarkan dinamika ekonomi. Pada awal 2020, IHSG sempat jatuh tajam hingga lebih dari 30% karena kepanikan global. Namun, seiring pemulihan ekonomi, program vaksinasi, dan dukungan kebijakan fiskal, indeks perlahan bangkit. Dari pengalaman itu, investor belajar bahwa indeks saham bukan sekadar angka yang naik-turun setiap hari, melainkan cermin dari daya tahan ekonomi dan kepercayaan masyarakat akan masa depan. 

Dalam konteks global, pergerakan IHSG juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika indeks dunia seperti Dow Jones Industrial Average, Nasdaq, Nikkei 225, atau MSCI Emerging Markets Index. Pasar saham saat ini saling terhubung erat. Ketika Wall Street melemah, efeknya dapat terasa di Asia, termasuk Indonesia. Karena itu, investor lokal perlu menyadari bahwa memahami indeks saham berarti juga memahami hubungan antar pasar global. 

Pada akhirnya, mempelajari indeks saham bukan hanya soal teknis atau analisis angka. Ini tentang memahami cerita di balik pasar modal. Tentang pertumbuhan, harapan, dan kepercayaan. Indeks saham mengajarkan kita untuk melihat gambaran besar, untuk tidak terjebak dalam euforia jangka pendek, dan untuk memahami bahwa pasar bergerak karena sentimen pelaku pasar modal yang kompleks. Bagi investor pemula, mengenal indeks saham adalah langkah pertama menuju literasi pasar modal yang lebih matang. Sedangkan bagi bangsa, menjaga agar indeks tetap stabil dan tumbuh adalah bagian dari menjaga optimisme publik terhadap masa depan ekonomi Indonesia. 

Karena itu, ketika kita melihat IHSG bergerak di layar berita keuangan, jangan sekadar membaca angka. Lihatlah ia sebagai cermin besar yang memantulkan perjalanan ekonomi negeri yang naik, terkoreksi, lalu bangkit lagi. Sebuah refleksi yang mengingatkan kita bahwa pasar, seperti kehidupan, selalu bergerak dinamis. Di balik setiap pergerakan, ada pelajaran berharga bagi siapa pun yang mau memahami.*** TIM BEI

 

Yogyakarta, 8 Desember 2025. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan bahwa peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia merupakan momen reflektif yang mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, melainkan oleh seberapa kuat upaya menjaga integritas dalam setiap langkah pembangunan.

“Tahun ini, tema besar yang diangkat, Simfoni Integritas, Kolaborasi Inovasi dan Ekspresi Cegah Korupsi, adalah tema yang menegaskan kembali pentingnya kolaborasi, inovasi, dan ekspresi dalam memperkuat budaya anti-korupsi, baik di sektor publik maupun dunia usaha,” kata Mahendra dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Anti-korupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar di Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin.

Menurut Mahendra, sektor jasa keuangan harus terus tampil sebagai jangkar stabilitas perekonomian dengan selalu memperkuat integritas. Seperti yang tertuang dalam visi Asta Cita, integritas merupakan fondasi yang menopang nilai akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme.

Untuk terus mendukung integritas di sektor jasa keuangan, OJK telah memperkuat agenda integritas melalui tiga fokus utama. Pertama, memperkuat pengawasan berbasis risiko dan data. OJK terus meningkatkan kapabilitas melalui sup-tech dan reg-tech, memperkuat early warning system, serta mengintegrasikan data lintas sektor untuk mendeteksi potensi fraud dan pelanggaran governance secara lebih cepat, akurat, dan komprehensif.

Kedua, menegakkan tata kelola dan market conduct yang kuat. OJK secara konsisten meningkatkan pengawasan terhadap perilaku usaha dan menerapkan tindakan tegas terhadap pelanggaran integritas. Langkah ini sejalan dengan implementasi strategi anti-fraud, seperti POJK 12/2024 sebagai bentuk pelindungan bagi jasa keuangan, konsumen, dan stabilitas sistem keuangan.

Ketiga, membangun budaya integritas di internal OJK secara konsisten. Transformasi One OJK tidak hanya menyatukan proses kerja, tapi juga memperkuat nilai-nilai integritas melalui zona integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan penguatan whistleblowing system. Standar etik juga akan terus diperkuat dan pembinaan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan agar nilai integritas benar-benar menjadi budaya kerja.

Acara Talkshow yang mengusung tema “Simfoni Integritas, Kolaborasi Inovasi dan Ekspresi Cegah Korupsi” ini digelar OJK untuk memperingati Hakordia 2025, yang diselenggarakan secara hybrid diikuti oleh lebih dari  4.000 orang peserta dari industri jasa keuangan, insan OJK, pemerintah daerah, civitas academica, dan pemangku kepentingan lainnya, di Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ekosistem Berintegritas

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas untuk mengawal sektor jasa keuangan.

“Program pencegahan korupsi hanya akan efektif jika didukung tata kelola yang kuat di semua level dan diperlukan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya membangun budaya integritas dan anti-korupsi di internal organisasi, OJK juga berkomitmen untuk mewujudkan ekosistem sektor jasa keuangan yang berintegritas dan menerapkan tata kelola yang baik (good governance),” tutur Sophia.

Ia menegaskan, bahwa OJK sebagai otoritas memiliki tanggung jawab untuk memastikan penguatan tata kelola agar tidak menjadi celah terjadinya fraud atau korupsi di internal OJK, dengan membangun budaya integritas secara berkesinambungan, di antaranya melalui sertifikasi SNI ISO 37001-2016, yaitu terkait sistem manajemen anti penyuapan. Sementara di eksternal, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan POJK terkait dengan penguatan tata kelola dan integritas di sektor jasa keuangan.

OJK, lanjut Sophia, melalui kebijakan yang telah dikeluarkan, menanamkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik agar lembaga jasa keuangan tetap sehat, melindungi dana masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik.

Talkshow menghadirkan narasumber yang inspiratif, yakni Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Eniya Listiani Dewi, serta Sutradara dan Penulis Skenario Rahabi Mandra.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titik Eko Rahayu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah DIY Tri Saktiyana, Deputi Informasi dan Data KPK Eko Marjono, Komite Etik Level Governance OJK Eko Prasojo dan Niki Lukviarman, Pimpinan Bidang ARK OJK, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto, Jajaran Pimpinan Forkopimda DIY, Pimpinan Universitas dan Akademisi, serta pimpinan Industri Jasa Keuangan.

Integrity Fest Tahun 2025 dan Sertifikasi API/PAKSI

Sebagai bagian dari rangkaian talkshow adalah pengumuman pemenang Integrity Fest Tahun 2025, sebagai penghargaan kepada Kantor OJK, Kepala Satuan Kerja, dan pegawai OJK atas implementasi nyata penerapan budaya integritas dan anti-korupsi, seperti Pelaporan LHKPN dan Pakta Integritas, serta Deklarasi Gratifikasi dan Deklarasi Benturan Kepentingan.

Pemenang Integrity Fest 2025:

  • 5 Pemenang Terbaik (Kantor Pusat OJK dan Kantor OJK Daerah);
  • 10 Pemenang Terfavorit (Kantor Pusat OJK dan Kantor OJK Daerah); dan
  • Pelapor Gratifikasi Terinspiratif (Kepala Satuan Kerja dan Pegawai OJK).

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan perwakilan pegawai OJK yang telah mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai Ahli Pembangun Integritas (API)/Penyuluh Anti-korupsi (PAKSI) Tahun 2025 yang diselenggarakan OJK bermitra dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menjadi role model dalam penguatan nilai-nilai integritas dan pencegahan korupsi di tengah masyarakat.

Sertifikasi kompetensi API/PAKSI Tahun 2025:

  • 39 pegawai dengan sertifikasi API; dan
  • 51 pegawai dengan sertifikasi PAKSI

Selain Talkshow, rangkaian kegiatan lain yang diselenggarakan OJK dan KPK dalam memperingati Hakordia 2025:

  • Integrity Expo, diselenggarakan pada tanggal 6 s.d.9 Desember 2025 bertempat di Benteng Vredeburg Fort Museum, Kota Yogyakarta; dan
  • HAKORDIA Run 2025, diselenggarakan pada tanggal 7 Desember 2025 bertempat di Benteng Vredeburg Fort Museum, Kota Yogyakarta.

Melalui penyelenggaraan Hakordia 2025, OJK dan KPK mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama membangun sektor jasa keuangan yang bersih dan berintegritas, sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem keuangan yang berdaya saing, kredibel, dan mampu mendukung pembangunan ekonomi nasional yang stabil, kuat, dan berkelanjutan.

Page 36 of 215

Instagram

Tentang Kami