TEHERAN — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa jumlah pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang berhasil dijatuhkan oleh angkatan bersenjata Iran jauh lebih banyak dibandingkan angka resmi yang dirilis oleh pihak Washington.
Klaim tersebut disampaikan Araghchi melalui akun X pribadinya. Ia merujuk pada data riset Congressional Research Service (CRS)—lembaga riset di bawah Kongres AS—sambil mempertanyakan transparansi laporan pemerintah AS mengenai kerugian di pangkalan-pangkalan militernya.
Menurut Araghchi, laporan CRS pada Mei sempat mencatat ada 42 pesawat militer AS yang dijatuhkan Iran, sebelum angka tersebut diperbarui menjadi 81 unit. Namun, ia menegaskan bahwa angka sebenarnya di lapangan melebihi catatan tersebut. "Jumlah sebenarnya jauh lebih besar," tulis Araghchi.
Ia juga menyoroti dugaan upaya penutupan kerugian oleh AS, salah satunya dengan mengutip penolakan Komando Pusat AS (CENTCOM) terhadap seorang senator aktif yang hendak memeriksa pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Araghchi menutup pernyataannya dengan mengutip kalimat terkenal Abraham Lincoln mengenai kebohongan yang tidak bisa disembunyikan selamanya dari semua orang.
Sementara itu, laporan CRS terbaru menyebutkan setidaknya 82 pesawat militer dan drone AS mengalami kerusakan atau hilang dalam konflik bersenjata tersebut, dengan total nilai kerugian dan biaya penggantian aset diperkirakan mencapai USD 1,9 miliar hingga USD 3,3 miliar.
Sumber: SindoNews
