JAKARTA — Mengusung tema "Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Tepercaya dan Tangguh", Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO)—BEI, KPEI, dan KSEI—resmi menggelar peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia pada Senin (10/8/2026).
Momen bersejarah ini ditandai dengan peluncuran perdana ETF Emas Syariah dari lima Manajer Investasi. Produk ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi emas melalui bursa tanpa perlu memiliki fisik emas.
Di tengah tantangan ekonomi global, pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. Hingga awal Agustus 2026, jumlah investor pasar modal melonjak signifikan hingga mencatatkan sejarah baru sebanyak 30,3 juta investor. Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal berhasil menembus angka Rp122,8 triliun dengan total 962 perusahaan tercatat, menjadikan Indonesia peringkat kedua terbesar di ASEAN.
Melalui momentum ini, OJK dan SRO berkomitmen untuk terus mempercepat reformasi regulasi, modernisasi infrastruktur transaksi, serta meningkatkan efisiensi kliring guna membangun pasar keuangan nasional yang transparan dan berdaya saing global.
