Live Streaming
Tuesday, 26 May 2026 11:51

Kemenhub Aan resmikan penambahan 19 unit bus Trans Batam

Batam, 26/5 - Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirhubda) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan meresmikan penambahan 19 unit armada baru Trans Batam untuk memperkuat layanan transportasi publik di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Aan mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Batam yang dinilai terus berinvestasi dalam pengembangan transportasi massal perkotaan.

“Batam sudah mulai berinvestasi di transportasi publik, mulai dari penambahan unit, penguatan koridor, hingga rute bus dengan akses ke berbagai fasilitas seperti pelabuhan dan bandara. Ini langkah yang sangat baik,” ujarnya di Batam, Selasa.

Ia mengatakan pengembangan Trans Batam melalui skema Buy The Service (BTS) menjadi bentuk kolaborasi pemerintah daerah dengan operator transportasi untuk meningkatkan layanan publik.

 

“Pemda membeli layanan dari operator. Dengan skema BTS ini membantu pemerintah daerah sekaligus operator karena ada kepastian layanan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar mengatakan penambahan 19 unit bus dilakukan untuk meremajakan armada lama sekaligus memperluas jangkauan layanan.

“Tujuannya ada dua, yakni peremajaan armada dan memperluas akses layanan transportasi publik. Trans Batam melayani sembilan koridor dan pada 2026 total armada akan bertambah menjadi 52 unit,” kata dia.

Menurut dia, armada baru tersebut akan ditempatkan di sejumlah koridor strategis, yakni lima unit untuk koridor Jodoh-Batam Center, enam unit Piayu-Batam Center, enam unit Nongsa-Batam Center, serta masing-masing satu unit untuk koridor Sekupang-Batam Center dan Sekupang-Tanjung Uncang.

“Khusus koridor Nongsa-Batam Center nantinya juga akan diintegrasikan ke Bandara Internasional Hang Nadim mulai dari tanggal 1 Juni,” ujarnya.

Ia menambahkan sebagian armada baru digunakan untuk menambah kapasitas layanan, sementara sebagian lainnya menggantikan bus lama yang sudah tidak layak beroperasi.

“Pemkot Batam mempertahankan tarif flat Trans Batam sebesar Rp5.000 untuk umum dan Rp2.000 bagi pelajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto mengapresiasi pengembangan sistem pembayaran non tunai pada layanan Trans Batam.

 

Menurutnya, saat ini Trans Batam telah mendukung pembayaran menggunakan QRIS Tap sehingga transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.

“Sebelumnya pembayaran QRIS Tap belum tersedia, sekarang sudah bisa digunakan di Trans Batam. Ini bagian dari percepatan digitalisasi ekonomi untuk memudahkan masyarakat dalam membayar,” ujarnya.

Ia mengatakan dengan adanya pembayaran melalui QRIS, transaksi akan lebih cepat dan uang tersebut dapat langsung diterima oleh instansi pemerintah.

Sumber: AntaraNews

Read 6 times

Instagram

Tentang Kami