super me
Jakarta – Tiga dekade perjalanan Ascott di Indonesia telah membawa perusahaan ini melampaui awal perjalanannya sebagai operator serviced residence. Selama bertahun-tahun, Ascott telah menjadi bagian dari berbagai perjalanan hidup masyarakat di seluruh Indonesia, mulai dari perjalanan bisnis dan masa tinggal jangka panjang di kota, hingga liburan keluarga dan perjalanan wisata. Kehadiran tersebut dibangun dengan tujuan yang jelas, menjangkau lebih banyak destinasi dan memenuhi kebutuhan wisatawan yang semakin beragam, sekaligus terus berkembang dari waktu ke waktu. Untuk merayakan momen ini, Ascott menghadirkan “30 & Beyond”, kampanye besar yang meliputi rangkaian penawaran menginap eksklusif, pengalaman kuliner pilihan, serta inisiatif komunitas yang memberikan lebih banyak alasan bagi tamu, mitra, dan masyarakat untuk merayakan sepanjang tahun.
Beyond Stay
Sebagai bagian dari 30 & Beyond, promo “Stay Your Way in Indonesia” menghadirkan penawaran potongan harga hingga 30%, lengkap dengan berbagai keuntungan tambahan untuk masa menginap yang lebih panjang, mulai dari fleksibilitas yang lebih baik hingga berbagai privilese eksklusif yang semakin menyempurnakan pengalaman menginap.
Anggota Ascott Star Rewards (ASR) juga berkesempatan menikmati rangkaian pengalaman eksklusif yang dirancang khusus dan hanya dapat dirasakan sekali seumur hidup. Mulai dari pengalaman menginap di hotel suites bertema Chelsea pertama di Asia yang berada di Ascott Sudirman Jakarta dan Citadines Sudirman Jakarta, hingga perjalanan pulang-pergi dari Jakarta ke London lengkap dengan akses eksklusif menyaksikan pertandingan langsung Chelsea FC dari ASR VIP Box di Stamford Bridge.
Beyond Plates
Sebagai destinasi yang dikenal dengan kekayaan rasa dan ragam kulinernya, Ascott Indonesia menghadirkan promo kuliner “Signature 30”, yang menampilkan pilihan hidangan unggulan lokal dari berbagai properti dalam portofolionya. Menambah keseruan pengalaman bersantap, tamu yang memesan menu dari pilihan “Signature 30” akan mendapatkan Golden Receipt, yang memberikan kesempatan untuk menikmati berbagai reward menarik lainnya.
Beyond Community
Tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi tamu, Ascott Indonesia juga terus berperan aktif dalam mendukung komunitas di berbagai wilayah operasionalnya, sekaligus mendorong praktik yang bertanggung jawab sejalan dengan kerangka keberlanjutan Ascott CARES. Melalui berbagai kolaborasi dan inisiatif keberlanjutan yang terus berjalan, Ascott Indonesia memperkuat perannya sebagai mitra komunitas di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Ascott Indonesia juga akan menghadirkan serangkaian inisiatif berbasis keberlanjutan dalam rangka memperingati World Environment Day, World Mangrove Day, dan World Cleanup Day, yang mengajak partisipasi aktif dari karyawan, tamu, serta komunitas lokal.
Mr. Philip Barnes, Country General Manager, Ascott Indonesia, mengatakan, “Ascott telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia selama tiga dekade, dimulai sebagai operator serviced residence yang terutama melayani kebutuhan pelaku perjalanan bisnis dan para profesional yang berpindah domisili di berbagai kota utama di Indonesia. Bergabungnya TAUZIA ke dalam keluarga besar Ascott sejak tahun 2018 semakin memperkuat fondasi tersebut, sekaligus memperluas jangkauan kami ke lebih banyak kota dan segmen wisatawan. Saat ini, dengan lebih dari 150 properti operasional dan pipeline di lebih dari 20 kota, kami terus memperluas kehadiran ke destinasi resort seperti Bali, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi lainnya, membuka lebih banyak cara bagi tamu untuk menikmati pengalaman Indonesia bersama Ascott. Indonesia merupakan pasar dengan keberagaman yang luar biasa, dan memahami kebutuhan tamu di setiap destinasi selalu menjadi dasar bagaimana kami terus berkembang di sini. Melalui 30 & Beyond, kami merayakan perjalanan yang telah dibangun sekaligus menyambut berbagai kemungkinan tanpa batas di masa mendatang.”
30 & Beyond akan terus hadir sepanjang tahun melalui berbagai inisiatif dan pengalaman lainnya yang akan diperkenalkan di berbagai properti Ascott Indonesia.
Untuk mengikuti perjalanan 30 & Beyond, kunjungi www.discoverasr.com/ascott-indonesia-30-beyond- anniversary dan ikuti Instagram @discoverasrindonesia.
Diskominfo Batam – Kota Batam kembali menjadi daerah rujukan pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ) di Indonesia. Beberapa daerah kerap berkunjung untuk studi tiru terkait penerapannya.
Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipimpin Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, berkunjung langsung ke Batam dan disambut Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif melalui dialog mengenai pengembangan FTZ, investasi, konektivitas antarpulau, hingga peluang kerja sama ekonomi antara Batam dan NTT.
Dalam kesempatan itu, Emanuel menyampaikan pemerintah pusat tengah merancang pengembangan NTT sebagai kawasan FTZ. Menurutnya, posisi geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan dekat dengan Australia menjadi potensi strategis untuk pengembangan ekonomi kawasan.
“Kami ingin belajar dari Batam yang sudah lama menjadi kawasan FTZ dan terbukti memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu kami datang untuk mendengar langsung pengalaman Batam,” ujar Emanuel.
Ia juga menanyakan berbagai strategi Batam dalam menarik investasi dan menciptakan iklim usaha yang kompetitif.
Menanggapi hal tersebut, Amsakar menjelaskan keberhasilan kawasan FTZ tidak hanya ditentukan oleh status kawasan, tetapi juga oleh kemudahan regulasi dan pelayanan investasi yang cepat serta efisien.
“Investor melihat kepastian dan kemudahan. Karena itu pelayanan perizinan harus dipermudah, termasuk melalui digitalisasi agar proses lebih cepat dan akses investasi semakin terbuka,” kata Amsakar.
Dalam dialog tersebut, Amsakar turut menyoroti pentingnya insentif fiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi di kawasan FTZ. Menurutnya, NTT memiliki peluang besar karena berada di jalur strategis perdagangan internasional.
“NTT memiliki posisi geografis yang sangat potensial karena dekat dengan Australia dan Timor Leste. Tinggal bagaimana regulasi pemerintah mampu mendukung kawasan ini agar investor tertarik masuk,” ujarnya.
Pembahasan kemudian berkembang pada persoalan logistik dan konektivitas di wilayah kepulauan. Emanuel mengungkapkan tingginya biaya distribusi masih menjadi tantangan utama di NTT.
“Problem utama provinsi kepulauan adalah biaya logistik yang besar. Jika infrastruktur laut memadai, distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi tentu akan lebih baik,” katanya.
Menanggapi hal itu, Amsakar menawarkan peluang kolaborasi di sektor kemaritiman. Ia menyebut Batam memiliki sekitar 135 perusahaan galangan kapal yang berpotensi mendukung kebutuhan transportasi laut di NTT.
“Jika ada peluang pengoperasian kapal di NTT, tentu ini bisa menjadi ruang kerja sama yang baik. Industri galangan kapal di Batam cukup besar dan dapat mendukung kebutuhan daerah kepulauan,” jelasnya.
Selain membahas ekonomi dan transportasi, pertemuan tersebut juga menyinggung peluang promosi produk dan budaya NTT di Batam. Emanuel menyebut sekitar 40 ribu warga NTT saat ini tinggal di Batam dan menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan kedua daerah.
Amsakar menyambut baik peluang tersebut, termasuk pengembangan promosi kuliner dan kopi khas NTT di Batam serta kolaborasi budaya Melayu Batam dengan budaya NTT.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, menyampaikan pertumbuhan ekonomi NTT saat ini mencapai 4,32 persen dengan inflasi sebesar 2,64 persen.
Ia menjelaskan sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, distribusi produk menuju Kupang yang masih harus melalui Surabaya dan Makassar menyebabkan biaya logistik tinggi dan berdampak pada harga barang.
Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dengan Batam dapat membuka pasar baru bagi produk lokal NTT sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Batam dan NTT dalam bidang investasi, perdagangan, kemaritiman, hingga pengembangan budaya daerah.
BATAM, 10 Mei 2026 – Menyemarakan Hari Ibu Internasional, Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam menyelenggarakan acara makan malam dan konser untuk merayakan sosok ibu dengan cara yang elegan. Acara ini dikemas sangat spesial karena menghadirkan bintang tamu artis bernama Zhuang Xue Zhong (莊學忠), legenda Mandopop asal Malaysia yang berkarier sejak 1986 dengan lebih dari 30 album. Selain itu, acara ini juga dibintangi oleh Liu Ni Ting (刘倪挺) Chrissleo, penyanyi muda berbakat asal Malaysia.
Diadakan di Ballroom Magnolia pada Minggu, 10 Mei 2026, acara ini diramaikan oleh sekitar 900 tamu yang hadir bersama keluarga dan orang-orang terkasih. Terlihat para tamu berbagi momen bahagia dan mempersembahkan hadiah dan bunga kepada para ibu tercinta. Bintang tamu Zhuang Xue Zhong dan Liu Ni Ting juga aktif berinteraksi dengan para tamu.
Malam panjang penuh kebahagiaan itu menyajikan set menu khas ciaktok yang disiapkan oleh tim kuliner dan pelayanan profesional dari Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay. Sebagai informasi, Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam baru saja melakukan soft opening pada 28 April 2026 lalu.
"Perayaan Hari Ibu ini sangat berarti bagi hotel ini, karena selain dapat menjadi saksi kehangatan ratusan keluarga, ini juga merupakan pertama kali kami melayani acara besar" ucap Bapak David Tai, General Manager Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam.
Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam merupakan hotel baru bintang 5 yang berlokasi tepat di sebelah Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, hotel bintang 4 pendahulunya. Hotel ini menghadirkan 168 kamar dan suite, Swiss-Kitchen™️Restaurant, Kolam Renang, Fasilitas Spa, Gym, Kid's Club, dan Executive Lounge. Untuk kebutuhan MICE, hotel ini dilengkapi dengan Ballroom Magnolia berkapasitas 2.000 orang serta 4 ruang pertemuan modern berstandar internasional, menjadikannya pilihan baru untuk konferensi, seminar, hingga gala dinner di Batam.
BATAM, 8 MEI 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk terus mendorong perluasan akses keuangan masyarakat melalui penguatan industri pergadaian yang sehat.
Demikian disampaikan oleh Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya, dalam acara peresmian (Grand Opening) PT Induk Gadai Sejahtera di Kota Batam, Jumat (8/5).
Dalam sambutannya, Sinar Danandjaya mengungkapkan bahwa industri gadai memiliki peran yang sangat strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya sebagai solusi pendanaan cepat dan aman. Di Kepulauan Riau sendiri, geliat industri ini menunjukkan tren yang sangat positif.
"Hingga September 2025, jumlah pergadaian swasta di Kepulauan Riau telah mencapai 19 perusahaan dengan total aset Rp311 miliar, atau tumbuh 16,21% secara year-on-year (yoy). Pinjaman yang diberikan pun tercatat sebesar Rp230 miliar, meningkat 17,56% (yoy). Data ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap industri gadai terus meningkat," ujar Sinar Danandjaya.
Kehadiran PT Induk Gadai Sejahtera, dengan ruang lingkup operasional di Kota Batam, diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem keuangan daerah dan menjadi mitra bagi pelaku usaha mikro serta masyarakat Batam. OJK Kepri meminta agar seluruh jajaran pengurus dan pegawai senantiasa menjunjung tinggi nilai Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Inklusivitas, dan tetap menjadi insan yang Visioner.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PPGI Provinsi Kepulauan Riau Iwan Gunawan, menyampaikan dukungannya atas kehadiran kantor baru ini. Iwan menekankan pentingnya kolaborasi dan soliditas internal.
"Kami berharap PT Induk Gadai Sejahtera bisa terus berkolaborasi dengan para stakeholders dan senantiasa kompak dalam memajukan industri pergadaian di wilayah ini," tuturnya.
Menanggapi harapan tersebut, Direktur PT Induk Gadai Sejahtera Supriyanto, menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi bagi ekonomi lokal.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Kota Batam, memperluas akses keuangan, serta senantiasa menjaga kepatuhan terhadap peraturan dalam setiap kegiatan operasional gadai kami," tegasnya.
OJK akan terus mengawal pertumbuhan industri pergadaian agar tetap berada dalam koridor yang sehat dan berkelanjutan. Peresmian PT Induk Gadai Sejahtera ini bukan sekadar seremoni pembukaan kantor baru, melainkan simbol optimisme bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Batam. Dengan sinergi yang kuat antara regulator, asosiasi, dan pelaku industri, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan akses permodalan, tetapi juga perlindungan konsumen yang terjamin, demi mewujudkan masyarakat Kepulauan Riau yang lebih sejahtera dan inklusif secara finansial.
Batam, 11 Mei 2026 – Dalam rangka merayakan anniversary pertamanya, Grand Mercure Batam Centre, bagian dari jaringan premium Accor, menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa donor darah pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Cemara 1 & 2, lantai 2 hotel.
Mengusung tema “1st Anniversary Grand Mercure Batam Centre”, kegiatan ini menjadi wujud komitmen hotel dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas, mitra, dan para tamu di Kota Batam.
Kegiatan donor darah ini terselenggara bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam dan Puskesmas setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial bagi masyarakat.
Melalui kegiatan donor darah ini, Grand Mercure Batam Centre berhasil mengumpulkan sebanyak 40 kantong darah yang selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pihak terkait. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari aksi kemanusiaan, tetapi juga mencerminkan semangat kepedulian dan komitmen hotel untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, Grand Mercure Batam Centre turut menghadirkan berbagai hadiah menarik melalui undian, mulai dari voucher Food & Beverage senilai IDR 500.000, voucher sarapan untuk 2 orang dewasa, hingga voucher menginap termasuk sarapan untuk 2 orang dewasa.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dengan antusiasme tinggi dari para peserta serta dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan program CSR ini.
General Manager Grand Mercure Batam Centre, Samian Rais, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari komitmen hotel untuk merayakan momen anniversary dengan memberikan manfaat yang bermakna bagi masyarakat.
“Dalam menyambut anniversary pertama Grand Mercure Batam Centre, kami ingin merayakan momen ini melalui kegiatan yang memberikan nilai positif dan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini. Semoga setiap kantong darah yang terkumpul dapat memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan serta menginspirasi semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Samian Rais.
Melalui kegiatan ini, Grand Mercure Batam Centre kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program CSR yang berdampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan dan keterlibatan sosial di Kota Batam.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan Grand Mercure Batam Centre, silakan menghubungi WhatsApp resmi hotel di +628155707500 atau melalui email di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..
Pemulihan lingkungan di area bekas (eks) lahan tambang pasir ilegal, khususnya di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) mendapat perhatian khusus dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Melalui perhatian khusus ini, diharapkan kondisi lingkungan yang selama ini mengalami eksploitasi dapat kembali pulih dan meningkatkan keselamatan operasional penerbangan.
Anggota/Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, saat ini jajaran BP Batam tengah melakukan penutupan sejumlah lubang bekas galian yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Dengan perkiraan total luas kegiatan pertambangan yang ditinggalkan dan perlu dipulihkan seluas 100 ribu meter persegi, dengan volume 347 ribu meter kubik.
“Saat ini proses penutupan bekas galian terus berlangsung. Untuk progresnya sampai dengan saat ini sudah mencapai 30 persen dan akan dilakukan penghijauan untuk kedepannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).
Ariastuty menegaskan, KKOP merupakan obyek vital dalam mendukung konektivitas logistik dan orang, serta menjadi salah satu kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi di Batam.
Oleh karena itu, pengamanan kawasan KKOP menjadi krusial untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus melindungi aset negara dari potensi gangguan.
“Wilayah KKOP ini harus terus kita jaga bersama kedepannya. Tidak boleh ada aktivitas apapun disana. Bagi siapapun yang dapat mengganggu operasi penerbangan, akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, disamping pemulihan yang saat ini tengah dilakukan, koordinasi dengan lintas sektor hingga pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di Bandara Hang Nadim juga telah dilakukan.
Diskominfo Batam – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Batam berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Sebanyak 5.120 pelajar SD dan SMP dari se-Kota Batam memadati Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (11/5/2026), untuk menampilkan tarian massal Zapin Ngenang bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Ribuan pelajar yang mengenakan busana Melayu tampak menari serempak dengan penuh antusias. Penampilan tersebut menghadirkan suasana semarak di pusat pemerintahan Kota Batam sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya daerah di kalangan generasi muda.
Kemeriahan semakin terasa ketika Amsakar dan Li Claudia turut membaur bersama para pelajar. Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga ikut menari bersama dalam suasana penuh keakraban.
Sebelum kegiatan tari massal dimulai, peringatan Hardiknas diawali dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Amsakar sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.
“Pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan pendampingan untuk menumbuhkan potensi terbaik setiap anak bangsa,” ujar Amsakar saat membacakan sambutan menteri.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun karakter dan peradaban yang kuat. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas tempat proses belajar berlangsung.
Dalam amanat tersebut juga disinggung kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai konsep pendidikan yang menekankan nilai asah, asih, dan asuh sebagai fondasi utama pendidikan Indonesia. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.
“Jika ingin memajukan bangsa, maka pendidikan harus diperkuat. Dan jika ingin memperbaiki pendidikan, maka pembenahan harus dimulai dari dalam kelas,” lanjutnya.
Amsakar turut menyampaikan bahwa kualitas sumber daya manusia di Kota Batam terus menunjukkan peningkatan. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam dari 83,32 pada 2024 menjadi 83,80 pada 2025.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pendidikan di Kota Batam, mulai dari guru, tenaga pendidik, orang tua, hingga para siswa,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Pemerintah Kota Batam melanjutkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi murid baru SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Bantuan tersebut meliputi seragam nasional lengkap beserta atribut dan seragam kurung Melayu sebagai penguatan identitas budaya lokal.
Menutup peringatan Hardiknas 2026, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.
Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi strategisnya sebagai pusat investasi di kawasan Asia Tenggara dengan mempererat kolaborasi ekonomi bersama India.
Langkah ini dilakukan melalui kunjungan kerja Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, kepada Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, Jumat (8/5/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan memperluas komunikasi strategis sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru antara Batam dan institusi ekonomi India.
Fary mengungkapkan, hubungan ekonomi Batam dan India menunjukkan tren positif yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Berdasarkan data BP Batam, nilai investasi India di Batam sepanjang periode 2016–2025 telah menembus angka Rp258,6 miliar, dengan pencapaian tertinggi terjadi pada 2025 dengan realisasi sebesar Rp95,2 miliar,” ungkap Fary.
Tidak hanya di sektor investasi, India kini telah menjelma sebagai tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Batam.
Pada kuartal I-2026, nilai ekspor ke India mencapai USD521,6 juta, atau menyumbang 11,14 persen dari total ekspor Batam.
“India adalah mitra strategis dengan potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan kami. Pertumbuhan investasi dan volume perdagangan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam,” ujar Fary.
Fary menambahkan, BP Batam tengah fokus memantapkan ekosistem investasi melalui pengembangan kawasan industri, logistik, dan perdagangan internasional.
Sektor-sektor yang potensial untuk dikolaborasikan mencakup manufaktur, energi terbarukan, sektor maritim, hingga penguatan rantai pasok industri.
Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal India, Ravi Shankar Goel, mengapresiasi kemajuan pembangunan ekonomi di Batam.
Menurutnya, India memandang Indonesia sebagai mitra strategis untuk tumbuh bersama sebagai negara maju.
“Batam adalah salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Keunggulan geografis yang dekat dengan Singapura, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadi daya tarik utama bagi investor,” kata Ravi.
Sebagai langkah konkret, kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan forum presentasi bisnis secara hibrida.
Forum ini direncanakan mempertemukan pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.
Selain sebagai sarana promosi, pertemuan tersebut diharapkan mampu memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor secara lebih detail melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS).
Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan memperkokoh posisi Batam sebagai kawasan pelabuhan bebas yang dinamis di kancah global
Jakarta, 8 Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) atas ketidakpatuhan dalam pengelolaan dan pengawasan kegiatan penagihan, khususnya yang dilakukan melalui pihak ketiga.
Sanksi tersebut merupakan tindak lanjut atas pemeriksaan khusus yang dilakukan OJK terhadap Indosaku dalam rangka memastikan kepatuhan Penyelenggara terhadap ketentuan perilaku penagihan, tata kelola penggunaan pihak ketiga, serta prinsip pelindungan konsumen.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, OJK menemukan adanya ketidakpatuhan dalam pengelolaan dan pengawasan kegiatan penagihan, terutama dalam memastikan kegiatan penagihan oleh pihak ketiga dilaksanakan secara patuh, profesional, beretika, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sehubungan dengan hal tersebut, OJK mengenakan sanksi administratif kepada Indosaku berupa:
- denda administratif sebesar Rp875.000.000,00 (delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah);
- peringatan tertulis kepada Direktur Utama Indosaku; dan
- perintah untuk menyusun dan melaksanakan rencana tindak perbaikan kegiatan penagihan, khususnya yang dilakukan melalui pihak ketiga.
Rencana tindak yang diperintahkan OJK wajib mencakup paling sedikit:
- perbaikan dan penyempurnaan kebijakan serta prosedur penagihan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
- evaluasi menyeluruh dan penguatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak ketiga, termasuk pengaturan mengenai standar perilaku, kewajiban kepatuhan, mekanisme pengawasan, pelaporan, dan sanksi;
- penyempurnaan mekanisme pengendalian kualitas yang mencakup aspek kinerja operasional, kepatuhan, etika, dan kualitas perilaku penagihan; serta
- penguatan pelatihan, pemantauan, dan evaluasi berkala terhadap tenaga penagihan, termasuk mekanisme penanganan pengaduan konsumen.
OJK menegaskan bahwa penggunaan pihak ketiga dalam kegiatan penagihan tidak mengalihkan maupun mengurangi tanggung jawab Penyelenggara. Setiap Penyelenggara wajib memastikan bahwa pihak ketiga yang ditunjuk menjalankan kegiatan penagihan secara patuh, profesional, beretika, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
OJK juga meminta komitmen Direksi Indosaku untuk melaksanakan langkah perbaikan tersebut secara menyeluruh dan tepat waktu. OJK akan melakukan pemantauan secara ketat terhadap implementasi rencana tindak dimaksud. Apabila di kemudian hari ditemukan ketidakpatuhan atau pelanggaran lanjutan, OJK akan mengambil langkah pengawasan dan penegakan yang lebih tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), OJK meminta untuk terus memperkuat pengawasan dan memastikan bahwa setiap kegiatan penagihan kepada konsumen, termasuk yang dilakukan melalui pihak ketiga, dilaksanakan sesuai kode etik dan ketentuan peraturan perundang‑undangan yang berlaku.
OJK juga mengimbau masyarakat untuk segera menyampaikan pengaduan kepada OJK apabila mengalami praktik penagihan yang mengandung ancaman, intimidasi, pelecehan, penyebaran data pribadi, atau tindakan lain yang tidak sesuai dengan ketentuan.
OJK menyatakan bahwa pelindungan konsumen harus diimbangi dengan tanggung jawab konsumen dalam menggunakan layanan jasa keuangan. Debitur wajib memahami hak dan kewajibannya, menilai kemampuan bayar sebelum meminjam, serta memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian.
Masyarakat juga diminta untuk menggunakan layanan keuangan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan pinjaman di luar kemampuan bayar, serta hanya meminjam dari penyelenggara yang berizin dan diawasi oleh OJK.
Melalui langkah ini, OJK kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga disiplin pasar, memperkuat tata kelola industri jasa keuangan, serta meningkatkan pelindungan konsumen guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
Diskominfo Batam – Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Jumat (8/5/2026), tidak hanya membahas pengelolaan persampahan, tetapi juga menjadi momentum penguatan identitas budaya Melayu melalui pengesahan Peraturan Daerah tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam. Dalam sidang tersebut, finalis Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 turut memperagakan berbagai busana adat Melayu yang menjadi bagian dari pelestarian budaya daerah.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, tersebut. Tak hanya pengambilan keputusan tentang Ranperda LAM, paripurna tersebut juga mengagendakan penyampaian tanggapan dan jawaban pemerintah daerah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Ranperda Perubahan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Persampahan.
Suasana sidang tampak berbeda dengan hadirnya penampilan finalis Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 yang memperagakan beragam pakaian adat Melayu. Peragaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Melayu sebagai identitas masyarakat Batam.
Adapun busana adat yang diperagakan meliputi pakaian harian Siku Keluang, pakaian harian Teluk Belanga Dagang Dalam, pakaian resmi Kebaya Labuh, pakaian resmi Baju Kurung Cekak Musang, pakaian Melayu kebesaran, hingga pakaian pengantin Melayu.
Penampilan tersebut mendapat perhatian para peserta sidang dan tamu undangan. Selain menampilkan keindahan busana tradisional Melayu, kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi budaya kepada masyarakat.
Amsakar menyampaikan bahwa pengesahan perda tentang LAM Kepulauan Riau Kota Batam menjadi langkah penting dalam menjaga nilai adat, tradisi, dan kearifan lokal di tengah pesatnya pembangunan daerah.
“Kami berharap dengan disahkannya perda ini, Lembaga Adat Melayu dapat semakin berperan aktif menjaga adat istiadat, memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan harmoni sosial bersama berbagai komunitas paguyuban yang ada di Kota Batam,” ujar Amsakar.
Menurutnya, pembangunan Kota Batam tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan karakter masyarakat melalui pelestarian budaya dan nilai-nilai adat Melayu.
Pada agenda sebelumnya, Amsakar juga menyampaikan tanggapan pemerintah daerah terkait Ranperda Perubahan Perda Pengelolaan Persampahan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Batam harus dilakukan secara modern, terpadu, dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha.
“Pemerintah Kota Batam mendukung paradigma baru yang menempatkan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara produktif dan inovatif,” katanya.
Pemko Batam, lanjutnya, juga terus mendorong penguatan gerakan reduce, reuse, recycle (3R), peningkatan peran bank sampah, serta edukasi lingkungan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli kebersihan di Kota Batam.
