super me
Jakarta, Pelajar asal Cimahi, Jawa Barat, Yudha Pramudya (14), meraih juara pertama kategori usia 14-17 tahun dalam kompetisi fotografi internasional UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads 2026 ke-8 melalui foto tentang perajin kayu Jepara.
Menurut siaran pers UNESCO, Selasa, Yudha yang merupakan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Cimahi itu menjadi juara setelah karyanya berjudul “A Legacy in Every Carving” terpilih dari lebih dari 7.000 karya peserta di 100 negara setelah menjalani seleksi internasional berdasarkan orisinalitas, kekhasan, dan kekuatan visualnya.
Foto tersebut menampilkan seorang pengukir kayu Jepara yang tengah bekerja dengan penuh konsentrasi, sekaligus menggambarkan keberlanjutan pengetahuan dan keterampilan tradisional yang diwariskan lintas generasi.
Yudha mengatakan dirinya mulai tertarik pada fotografi sejak masuk SMP melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ia menemukan informasi kompetisi UNESCO tersebut melalui media sosial Instagram.
“Awalnya ketemu postingan di Instagram tentang lomba foto UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads Photo Contest. Saya langsung berpikir mau coba saja. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali,” tutur Yudha.
Untuk menghasilkan foto tersebut, Yudha meminjam kamera milik temannya dan menyewa lensa. Ia awalnya berencana memotret perajin wayang di Jelekong, tetapi kemudian memilih mencari perajin kayu Jepara hingga menemukan lokasi perajin di kawasan Antapani, Bandung.
“Saya ingin menyampaikan bahwa tradisi kayu Jepara jangan sampai punah. Saya juga ingin mengeluarkan emosi para pengukir kayu saat mengukir,” ujarnya.
UNESCO menyebut karya Yudha memperlihatkan pengukir kayu Jepara yang membuat motif rumit dengan tangan sekaligus menjaga keterampilan tradisional yang diwariskan lintas generasi.
Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO I.G.A.K. Satrya Wibawa mengapresiasi capaian tersebut dan menilai keberhasilan Yudha menunjukkan peran generasi muda dalam pelestarian budaya melalui medium yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Yang lebih penting adalah bagaimana seorang anak berusia 14 tahun melihat warisan budaya Indonesia melalui perspektif generasinya sendiri. Kamera di tangannya menjadi alat untuk bercerita bahwa tradisi bukan sesuatu yang hanya disimpan di masa lalu, tetapi sesuatu yang perlu diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Satrya.
Karya Yudha bersama foto para pemenang dan karya terpilih lainnya akan dimuat dalam album foto *Youth Lens on the Silk Roads* serta berpeluang ditampilkan dalam pameran UNESCO mendatang.
Yudha mengatakan kemenangan tersebut tidak disangka karena awalnya ia mengikuti kompetisi untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mempersiapkan diri masuk sekolah menengah kejuruan yang diimpikannya.
“Ritual, karya seni, tari, dan segala macam tradisi harus terus kita lestarikan agar tidak hilang di masa-masa mendatang,” ujarnya.
Prestasi Yudha menjadi pengingat bahwa diplomasi kebudayaan Indonesia tidak hanya berlangsung di ruang-ruang pertemuan internasional. Ia juga dapat hadir melalui mata seorang pelajar berusia 14 tahun dan sebuah kamera pinjaman. Dimulai dengan satu keputusan sederhana: lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali.
Sumber: Kantor Berita Antara
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri malam puncak Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) Kota Batam di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis serta Pawai Khitong dan Budaya Nusantara sejak siang hari.
Festival tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan melibatkan 60 lembaga keagamaan dan kemasyarakatan serta menampilkan 10 kekayaan budaya Nusantara. Perhelatan ini sekaligus memperkuat semangat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Batam.
Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam suasana kebersamaan dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa dan agama sebagai landasan untuk membangun toleransi. Semangat gotong royong dan persaudaraan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batam yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam, mulai dari Pawai Khitong, Pawai Budaya Nusantara, hingga Mooncake Festival.
“Keberagaman di Batam harus kita rawat bersama. Kebudayaan menjadi bagian dari diplomasi untuk merawat hubungan, mempererat persaudaraan, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, Batam merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan komunitas. Keragaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan daerah.
“Kota Batam merupakan miniatur Indonesia, tempat berpadunya berbagai suku, agama, dan komunitas, seperti Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, Bugis, hingga saudara-saudara kita dari Timur,” katanya.
Amsakar menegaskan, keberagaman tidak hanya menjadi kekayaan sosial dan budaya, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata Batam. Berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan dapat menjadi daya tarik yang mendukung aktivitas pariwisata serta sektor usaha lainnya
Karena itu, Pemko Batam bersama instansi terkait berkomitmen mendorong pemajuan kebudayaan daerah. Salah satunya melalui rencana penyusunan kalender kegiatan pariwisata secara berkelanjutan serta pembangunan Gedung Budaya di kawasan Sukajadi.
“Langkah strategis ini dilakukan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data, dan pusat logistik, tetapi juga tumbuh sebagai kota budaya yang inklusif, rukun, dan maju,” kata Amsakar.
BP Batam menegaskan dukungannya terhadap keberadaan dan peran media dalam membangun komunikasi publik yang terbuka dan konstruktif. Hal itu disampaikan menyusul apresiasi yang diberikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau kepada Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Apresiasi tersebut diberikan dalam malam Apresiasi HUT AMSI Kepri ke-5 yang berlangsung di Nite & Day Laguna Hotel Tanjungpinang, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, apresiasi untuk Amsakar diterima oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir mewakili Kepala BP Batam.
AMSI Kepri menilai Amsakar memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Kota Batam dan mengikuti berbagai dinamika pembangunan daerah. Dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar dinilai memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pengembangan Batam sebagai kawasan investasi dan industri.
Selain rekam pengabdiannya di pemerintahan, AMSI Kepri juga menyoroti keterbukaan Amsakar dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Komunikasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang konstruktif antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Mewakili Amsakar, Ariastuty menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan AMSI Kepri. Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen BP Batam dalam membangun komunikasi publik yang terbuka bersama media.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada AMSI Kepulauan Riau atas apresiasi yang diberikan kepada Bapak Amsakar Achmad. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan teman-teman media,” ujar Ariastuty.
Ia mengatakan, BP Batam memandang media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Terlebih, berbagai kebijakan dan program yang dijalankan BP Batam berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, dunia usaha, maupun calon investor.
“BP Batam tentu sangat mendukung keberadaan media yang profesional dan independen. Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi publik untuk mengetahui perkembangan pembangunan Batam,” katanya.
Menurut Ariastuty, perkembangan industri media siber juga menjadi bagian dari dinamika komunikasi publik yang perlu mendapat dukungan bersama. Karena itu, hubungan antara pemerintah dan media perlu dibangun atas dasar keterbukaan, profesionalisme, serta komitmen untuk menghadirkan informasi yang faktual kepada masyarakat.
“Kami ingin hubungan BP Batam dengan media terus berjalan secara terbuka dan profesional. Kami membutuhkan media sebagai mitra komunikasi untuk menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan, investasi, pelayanan publik, maupun kebijakan yang berkaitan dengan Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap media tidak hanya diwujudkan melalui komunikasi antara pejabat dan wartawan, tetapi juga melalui upaya menciptakan ruang dialog yang sehat antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Ariastuty berharap, momentum HUT ke-5 AMSI Kepri dapat semakin memperkuat kontribusi media siber dalam mengawal pembangunan daerah.
“Kami berharap AMSI Kepri terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam ekosistem informasi di Kepulauan Riau. BP Batam terbuka untuk terus berdialog dan berkolaborasi, sehingga informasi mengenai pembangunan dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi kepada Amsakar tersebut sekaligus menjadi momentum bagi BP Batam untuk menegaskan pentingnya hubungan yang konstruktif dengan media. Bagi BP Batam, komunikasi publik yang terbuka menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan berbagai agenda pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat diketahui secara luas.
JAKARTA, 28 September 2026 – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) meraih empat pengakuan nasional: peringkat ke-29 Fortune Indonesia 100 2026, KESGI Award 2026 sektor Telekomunikasi, The Sraya Recognition kategori Future Forward melalui Sisternet, dan Indonesia PR of the Year 2026. Pengakuan ini mencerminkan kinerja XLSMART di bidang bisnis, keberlanjutan, pemberdayaan perempuan, dan komunikasi korporat.
Empat pengakuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan transformasi XLSMART dalam membangun perusahaan telekomunikasi yang bertumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan dan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan Responsible Digital Infrastructure, yang saat ini didukung lebih dari 265 ribu BTS dan jaringan 5G di 53 kota, serta diperkuat melalui pengembangan layanan, praktik bisnis berkelanjutan, dan berbagai program pemberdayaan digital. Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya XLSMART menghadirkan konektivitas yang semakin luas, cepat, stabil, dan andal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, “Empat pengakuan bukanlah tujuan akhir namun untuk menegaskan komitmen kami dalam membangun Responsible Digital Infrastructure yang mencakup penguatan bisnis dan jaringan, keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, hingga komunikasi yang transparan dan terpercaya. Penguatan jaringan tersebut kami arahkan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin konsisten dalam mengakses layanan digital, bekerja, belajar, berkomunikasi, menikmati hiburan, hingga menjalankan aktivitas usaha. Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan menjadikan capaian ini sebagai motivasi sekaligus tantangan untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih baik dan semakin luas bagi pelanggan dan masyarakat.”
Fortune Indonesia 100 2026: Peringkat ke-29
XLSMART kembali memperoleh pengakuan independent atas kinerja bisnis dengan meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Fortune Indonesia 100 Gala 2026. Apresiasi ini diselenggarakan oleh Fortune Indonesia kepada 100 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan. XLSMART berhasil masuk dalam daftar ke-29 Fortune Indonesia 100.
Acara penghargaan Fortune Indonesia 100 Gala 2026 yang diadakan di Hotel Mulia Senayan, pekan lalu, dihadiri oleh para eksekutif C-level dari berbagai perusahaan besar di Indonesia. Selain memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100, acara ini juga menjadi ajang diskusi dan networking bagi para pemimpin industri untuk berbagi wawasan dan strategi terkait tantangan bisnis masa depan.
Fortune Indonesia 100 merupakan daftar perusahaan yang paling berpengaruh di Indonesia, disusun setiap tahun berdasarkan pendapatan tahunan masing-masing perusahaan. XLSMART, sebagai salah satu perusahaan terkemuka di sektor telekomunikasi, terus berupaya meningkatkan kinerja dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional melalui inovasi teknologi dan perluasan infrastruktur jaringan yang berkelanjutan.
KESGI Award 2026 Sektor Telekomunikasi
XLSMART meraih KESGI Award 2026 sektor Telekomunikasi dalam ajang Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026. Penilaian dilakukan melalui KESGI Scoring 2026 yang mengukur kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) berdasarkan 15 topik dan lebih dari 150 indikator kontekstual per sektor, dengan melibatkan panel ahli ESG senior. Pengakuan KESGI menjadi salah satu validasi atas pendekatan keberlanjutan XLSMART yang terintegrasi, dengan penilaian mencakup ketiga pilar Environmental, Social, dan Governance (ESG), bukan hanya salah satu aspek keberlanjutan.
The Sraya Recognition Kategori Future Forward
Melalui Sisternet, inisiatif pemberdayaan perempuan XLSMART, perusahaan memperoleh The Sraya Recognition kategori Future Forward dalam rangkaian Sraya Nusa 2026. Penghargaan diterima oleh Adelia Panjaitan, Head of Corporate CSR & Channel Strategy XLSMART. Sisternet membuka ruang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas, membangun jaringan, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan diri, karier, kepemimpinan, dan peluang ekonomi. Hingga September 2026, Sisternet telah menjangkau lebih dari 1,6 juta perempuan melalui pelatihan, pengembangan keterampilan digital, mentoring, dan akses ekosistem.
Indonesia PR of the Year 2026
Dalam Indonesia PR of the Year 2026 yang diselenggarakan Majalah MIX MarComm (SWA Media Group), kategori Indonesia PR Practitioners of the Year 2026 – Journalist Choice, Merza Fachys meraih penghargaan sebagai Spokesperson untuk industri Telekomunikasi & Utility, Henry Wijayanto sebagai Senior PR Practitioner untuk industri Telekomunikasi & Utility serta Estalla Maria sebagai Junior PR Practitioner untuk industri Telekomunikasi & Utility. Journalist Choice (dilakukan lewat penyebaran kuesioner kepada para jurnalis desk bisnis). Praktisi PR yang dipilih oleh para jurnalis adalah mereka yang memiliki kinerja media relations terbaik.
Ke depan, XLSMART akan melanjutkan penguatan jaringan dan perluasan layanan digital secara berkelanjutan, sekaligus memastikan pertumbuhan perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelanggan, masyarakat, dan ekosistem digital Indonesia. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun Responsible Digital Infrastructure—menggabungkan kualitas konektivitas, inovasi, keberlanjutan, tata kelola, dan inklusi digital dalam satu agenda pertumbuhan.
BATAM – Pemuda Masjid Bukit Indah Sukajadi sukses menyelenggarakan Kajian Akbar bertajuk “Agar Cinta Tak Sekadar Rasa” pada Sabtu (26/9/2026) malam, bertempat di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Batam. Kegiatan yang menghadirkan dua pendakwah, yakni Ustadz Handy Bonny dan Ustadz Ridlun Artol, ini dihadiri kurang lebih 800 jamaah dari berbagai kalangan.
Kajian akbar ini diselenggarakan oleh Pemuda Masjid Bukit Indah Sukajadi yang merupakan kolaborasi antara Sahabat Hijrah Batam (SAHIB) dan Remaja Masjid Bukit Indah Sukajadi. Kegiatan ini bertujuan menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama, khususnya dalam memaknai cinta sesuai dengan tuntunan Islam.
Hadir sebagai pemateri pertama, Ustadz Handy Bonny, seorang pendakwah nasional yang dikenal dekat dengan kalangan anak muda. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para jamaah untuk memahami bahwa cinta bukan sekadar perasaan, melainkan sesuatu yang harus dijaga dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, Ustadz Ridlun Artol, yang dikenal sebagai ustadznya anak muda Kota Batam, turut memberikan tausiyah yang mengajak generasi muda untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam urusan cinta.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nanang Kurniawan, yang juga merupakan Ketua Sahabat Hijrah Batam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, para pemateri, sponsor, hingga jamaah yang hadir dan memeriahkan kajian akbar tersebut.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas antusiasme jamaah yang luar biasa. Kehadiran kurang lebih 800 jamaah menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan dakwah yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Batam," ungkapnya.
Tidak hanya menghadirkan kajian keislaman, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar UMKM yang memberikan ruang bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka. Kehadiran bazar ini menjadi salah satu bentuk dukungan panitia terhadap pertumbuhan UMKM lokal sekaligus mendorong semangat kewirausahaan di tengah masyarakat.
Kesuksesan kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sponsor dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, yaitu DKM Masjid Bukit Indah Sukajadi, PT Umroh Berkah Indonesia, Rumah Sahabat Qur'an, Sanford Mineral Water, Toteles Bake House, dan Geulis Salon Kecantikan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kajian hingga selesai, serta seluruh panitia dan relawan yang telah bekerja keras demi kelancaran acara.
Melalui kegiatan ini, Pemuda Masjid Bukit Indah Sukajadi berharap semangat dakwah dan ukhuwah Islamiyah di Kota Batam semakin tumbuh. Kajian ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan kepada sesama manusia, tetapi juga tentang bagaimana menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap langkah kehidupan.
Batam, Tidak perlu menunggu waktu untuk bepergian ke berbagai negara demi menikmati cita rasa khasnya. Radisson Golf & Convention Center Batam menghadirkan konsep buffet terbaru bertajuk “Travel The World”, sebuah pengalaman kuliner yang mengajak para tamu menjelajahi beragam cita rasa dari Asia, Eastern hingga Western dalam satu Restaurant.
Berlangsung setiap Sabtu malam di Bite Restaurant, konsep terbaru ini merupakan hasil eksplorasi kuliner dari Executive Chef Radisson Golf & Convention Center Batam, Chef Nofrizal yang menghadirkan pilihan hidangan internasional dalam satu pengalaman buffet yang beragam.
Mulai dari Live Seafood, aneka pasta, pilihan hidangan Asia, sajian Eastern dan Western, hingga berbagai pilihan menu lainnya, Travel The World dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para tamu untuk mencicipi berbagai karakter rasa dari belahan dunia yang berbeda tanpa harus meninggalkan Batam.
“Travel The World kami buat untuk para tamu yang ingin menikmati makanan dari berbagai negara, tetapi mungkin belum memiliki waktu untuk bepergian ke negara tersebut. Jadi, kami menghadirkan pengalaman tersebut di satu restaurant, sehingga tamu tidak perlu pergi jauh dan tetap bisa menikmati beragam pilihan makanan sepuasnya dalam satu malam,” ujar Uci Listyka Putri, Marketing Communication Manager Radisson Golf & Convention Center Batam, saat ditemui di Bite Restaurant.
Travel The World juga menghadirkan live music setiap Sabtu malam, menciptakan suasana makan malam yang lebih hidup dan menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga, pasangan, maupun teman.
Konsep ini membawa lebih dari sekadar buffet dinner. Setiap hidangan menjadi bagian dari perjalanan kuliner yang memungkinkan tamu untuk berpindah dari satu destinasi rasa ke destinasi lainnya, mulai dari kekayaan rempah Asia, karakter hidangan Eastern, hingga pilihan Western yang familiar dan modern.
Nikmati perjalanan kuliner keliling dunia dalam satu malam, tanpa perlu boarding pass, cukup datang ke Bite Restaurant.
Festival Media Selat Malaka Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2026 sukses digelar di Batam dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 19–21 September 2026.
Mengusung semangat kolaborasi dan kebebasan pers, rangkaian kegiatan menghadirkan seminar internasional, lebih dari 20 lokakarya dan diskusi, pentas seni dan budaya, konser, sarasehan, hingga konsolidasi AJI dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembukaan Fesmed Selat Malaka 2026 dengan tema “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara”, berlangsung di Politeknik Negeri Batam, Sabtu (19/9/2026). Acara ditandai dengan pemukulan kompang oleh Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana, Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan, Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka 2026 Adam Zulfikar, Ketua AJI Batam Yogi Eka Sahputra, dan Ketua AJI Tanjungpinang Sutana.
Hampir 500 peserta hadir dalam pembukaan dan seminar internasional yang menjadi agenda awal festival.
Membaca Kebebasan Pers di Asia Tenggara
Seminar internasional membahas kondisi kebebasan pers dan jurnalisme di Asia Tenggara. Selain Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, seminar menghadirkan sejumlah pembicara dari jaringan media dan organisasi pers internasional.
Mereka antara lain James Gomez, Regional Director Asia Centre; Pongpan Chunjai dari Prachatai Thailand; Koordinator Gerakan Media Merdeka (Geramm) Alyaa Alhadjri; hingga Editor-in-Chief Japan Fact-check Center Daisuke Furuta.
Diskusi membahas berbagai tantangan yang dihadapi media dan jurnalis di kawasan Asia Tenggara, termasuk pentingnya memperkuat jaringan lintas negara.
Daisuke Furuta mengatakan, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mempererat hubungan dengan jaringan pers internasional. Menurut dia, dukungan dari jaringan internasional dapat membantu memperluas perhatian terhadap kasus-kasus yang dialami jurnalis di kawasan.
“Dan harapannya ada aksi nyata yang mengikutinya,” kata Daisuke dalam seminar tersebut.
Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka 2026 Adam Zulfikar mengatakan, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan jurnalis, tetapi juga ruang untuk memperluas diskusi mengenai kondisi media dan jurnalisme.
“Di tengah situasi seperti sekarang, ruang untuk berdiskusi, bertukar perspektif, dan membicarakan berbagai persoalan mesti terus diperbanyak,” katanya.
Menurut Adam, tantangan jurnalisme tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan di sejumlah negara Asia Tenggara. Karena itu, Selat Malaka dipilih sebagai ruang pertemuan untuk membicarakan berbagai persoalan lintas negara secara independen.
“Dari sini, kita melihat ada banyak isu melampaui batas negara yang bisa dibicarakan bersama, terutama terkait media, jurnalisme, lingkungan, demokrasi, dan masyarakat sipil,” ujarnya.
Lebih dari 20 Lokakarya dan Diskusi
Setelah pembukaan dan seminar internasional, peserta mengikuti lebih dari 20 lokakarya, seminar, diskusi publik, dan gelar wicara yang digelar di berbagai ruang di Politeknik Negeri Batam.
Berbagai isu yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik menjadi pembahasan, mulai dari pembangunan data center dan kaitannya dengan kebutuhan energi dan air, isu kelautan dan pulau-pulau kecil, tindak pidana perdagangan orang, peningkatan kapasitas jurnalistik, jurnalisme warga, hingga penulisan ilmiah populer bagi akademisi.
Adam mengatakan, panitia tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap kelas-kelas Fesmed cukup tinggi. Hampir seluruh kelas dipenuhi peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerintah, jurnalis, hingga masyarakat umum. “Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih peduli dengan keadaan sosial masyarakat yang berada di sekitar mereka,” kata Adam.
Efek Rumah Kaca Memperkuat Solidaritas
Rangkaian Fesmed juga diisi dengan pentas seni dan budaya pada malam hari pertama. Para delegasi berkumpul di auditorium untuk menyaksikan pertunjukan dari Kumpulan Anak Seni (KUAS) Politeknik Negeri Batam, Malaykustik, hingga penampilan joget lambak.
Pada akhir acara, panitia juga menyerahkan plakat kepada para delegasi. Plakat tersebut dibuat dari sampah plastik melalui kolaborasi AJI Batam dan Free The Sea. Ketua AJI Batam Yogi Eka Sahputra mengatakan, kolaborasi menjadi kunci dalam fesmed ini. Tidak hanya bekerjasama dengan sponsor yang seprinsip dengan AJI. Panitia juga melibatkan hampir 100 orang panitia mahasiswa dari Politeknik Negeri Batam, diantaranya Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma, PEC, Komunitas Anak Seni (Kuas) Politeknik Negeri Batam, Pamdal, tentunya pihak berbagai kampus di Batam.
"Terima kasih untuk semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam kolaborasi ini," kata Yogi.
Yogi juga mengucapkan terima kasih kepada Panitia Fesmed Selat Malaka. Hampir 1 tahun persiapan Fesmed membuahkan acara berkualitas seperti sekarang. "Banyak apresiasi untuk panitia dari tamu undangan kita, semoga ini menjadi kenangan terindah untuk kita semua," katanya.
Pada malam kedua, rangkaian Fesmed dilanjutkan dengan penampilan grup musik Efek Rumah Kaca (ERK). Konser tersebut menjadi penampilan perdana di Kota Batam, selama 26 tahun berkiprah.
Konser digelar secara intim dan diperuntukkan bagi peserta yang telah mengikuti lokakarya atau seminar selama rangkaian Fesmed berlangsung.
Penampilan ERK mendapat sambutan antusias dari penonton. Hingga penghujung acara, suasana konser berlangsung meriah dan menjadi salah satu momen yang dikenang peserta Fesmed. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Jurnalis Independen,” kata Bagus, salah seorang pengunjung.
Penyengat dan Konsolidasi AJI
Rangkaian Fesmed Selat Malaka 2026 berlanjut pada hari ketiga di Tanjungpinang dan Pulau Penyengat.
Para delegasi berangkat dari Batam menuju Tanjungpinang pada Senin pagi, 21 September 2026. Mereka kemudian mengikuti napak tilas di Pulau Penyengat sekaligus membuat catatan perjalanan.
Setelah itu, para delegasi kembali ke Tanjungpinang dan berkumpul di Aula Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang diawali dengan makan berhidang khas Melayu.
Menjelang sore, para delegasi AJI mengikuti konsolidasi internal yang dipimpin Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana.
Ketua AJI Tanjungpinang Sutana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan terlibat dalam pelaksanaan Fesmed Selat Malaka 2026.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini,” ujar Sutana.
Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida turut mengapresiasi pelaksanaan Fesmed Selat Malaka 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pengurus AJI dari berbagai daerah untuk bertemu, bertukar informasi, sekaligus membahas rencana dan program organisasi.
Ia menilai komunikasi antara pengurus nasional dan AJI kota penting untuk memperkuat organisasi ke depan.
Nany juga mengajak seluruh pengurus AJI di daerah untuk menjaga komunikasi dan hubungan setelah rangkaian Fesmed berakhir.
“Senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman untuk menyampaikan semua rencana-rencana. Kita berharap ke depannya AJI semakin kuat,” ujar Nany.
Nany kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia Fesmed Selat Malaka 2026 yang telah bekerja secara sukarela dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
“Jadi, kita berharap betul-betul ikut teman-teman semangat. Selamat kembali besok ke tempat masing-masing dan tetap jaga hubungan,” katanya.
Sepanjang perjalanan Festival Media, gelaran kali ini adalah kali pertama pelaksanaannya di dua kota sekaligus.
Festival Media Selat Malaka AJI 2026 menjadi ruang pertemuan bagi jurnalis, akademisi, mahasiswa, masyarakat sipil, dan masyarakat umum untuk bertukar pengetahuan serta membicarakan berbagai isu publik. Seluruh rangkaian kegiatan digelar melalui kolaborasi berbagai pihak dengan semangat memperkuat jejaring media dan masyarakat sipil di kawasan Selat Malaka. (*)
Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis mengatakan kepastian tarif listrik, keandalan pasokan energi, dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam transformasi Batam sebagai pusat data center regional.
Hal itu disampaikan Fary dalam Sosialisasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam yang digelar PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.
BP Batam mendorong paradigma “Utility First, Investment Follows”, yakni kesiapan utilitas menjadi bagian dari fondasi sebelum investasi baru masuk.
Paradigma itu mencakup lima prioritas, yakni tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan-jangan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi antara investasi dan kesiapan utilitas.
“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” kata Fary.
Lebih lanjut disebutkan, kebutuhan energi sektor tersebut diproyeksikan menjadi salah satu tantangan utama sistem kelistrikan Batam dalam beberapa tahun mendatang.
Fary mengatakan 2029 akan menjadi titik puncak. Pada tahun itu, kebutuhan listrik untuk data center diperkirakan mulai melampaui separuh beban puncak listrik Batam.
Di sisi lain, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, daya mampu pasok direncanakan meningkat hingga 3.691 MW.
Menurut Fary, pertumbuhan kebutuhan energi tersebut harus diikuti perubahan pendekatan dalam pengembangan investasi.
Lebih lanjut Fary mengatakan kebijakan energi di Batam harus mampu memberikan tiga manfaat sekaligus, yakni menyediakan listrik yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, keandalan pelayanan air, memberikan kepastian operasional bagi investor, serta menopang pertumbuhan ekonomi Batam secara berkelanjutan dan seimbang.
“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi Batam harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” ujar Fary.
Melalui pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”, program CSR unggulan XLSMART tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi menghubungkan talenta muda dengan kebutuhan industri dan peluang kerja nyata. Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini, menuju target 1.000 talenta hingga akhir tahun.
JAKARTA, 25 September 2026 – Di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat peran program XLSMART Future Ready untuk membantu generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja nyata.
Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui Future Ready. Program rekrutmen dan pengembangan talenta akan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan target sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready pada akhir 2026.
Pencapaian tersebut menjadi milestone penting bagi Future Ready, program CSR unggulan XLSMART yang dibangun dengan pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”. Program dirancang untuk membangun jalur yang lebih terintegrasi mulai dari pengembangan kompetensi, sertifikasi dan kesiapan karier, hingga mempertemukan peserta dengan kebutuhan serta proses rekrutmen XLSMART dan perusahaan mitra.
Hingga September 2026, lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi Future Ready. Sementara itu, platform pembelajaran digital melalui website XLSMART Future Ready telah diakses oleh lebih dari 50 ribu pengguna.
Group Head Corporate Communications & Sustainibility XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan, “Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan. Hingga September, 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini. Kami menargetkan angka tersebut mencapai 1.000 hingga akhir 2026.”
“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Indonesia,” lanjutnya.
Dari Pelatihan hingga Pekerjaan
Future Ready dikembangkan agar tidak berhenti pada tahapan pelatihan. Melalui pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, peserta memperoleh rangkaian pengembangan mulai dari peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sertifikasi dan pembekalan kesiapan karier, hingga akses terhadap peluang dan proses rekrutmen di XLSMART maupun perusahaan mitra.
Program dijalankan melalui pelatihan tatap muka dan daring, Career Day, sertifikasi, e-learning, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan informasi dan peluang karier.
Pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business, termasuk keterampilan pendukung seperti communication skill, negotiation skill, career readiness, dan kemampuan profesional lainnya.
Kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama Future Ready. XLSMART bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.
Kolaborasi juga dikembangkan bersama institusi pendidikan dan berbagai mitra, antara lain Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, serta perusahaan dan mitra industri.
Melalui kolaborasi tersebut, XLSMART berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, dan rekrutmen, sehingga kompetensi yang dikembangkan peserta semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
850 Talenta Muda Direkrut XLSMART dan Mitra
Selain meningkatkan keterampilan, Future Ready mulai menunjukkan dampak langsung terhadap akses ketenagakerjaan. Hingga September 2026, 850 peserta telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui ekosistem Future Ready.
Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian program rekrutmen dan pengembangan talenta hingga Desember 2026. XLSMART menargetkan setidaknya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir tahun.
Untuk memperluas jangkauan, mulai September hingga akhir 2026 XLSMART juga menjalankan Future Ready Goes to Campus di 10 kampus, yang ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Program menyasar mahasiswa, fresh graduates, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan kebutuhan industri dan ekosistem rekrutmen yang dibangun bersama XLSMART dan perusahaan mitra.
Workshop IoT Targetkan 1.000 Peserta
Penguatan kompetensi teknologi juga dilakukan melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT) yang menargetkan sekitar 1.000 peserta.
Program dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus memberikan pengalaman praktis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Kegiatan perdana telah berlangsung di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta. Rangkaian selanjutnya direncanakan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi workshop di BBPVP Bekasi. Secara keseluruhan, rangkaian ini mencakup tujuh lokasi/sesi, terdiri dari satu kegiatan yang telah terlaksana dan enam agenda lanjutan.
Melalui Future Ready, XLSMART ingin mendorong konektivitas berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang membantu generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.
Future Ready akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan komunitas agar semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan, tetapi juga mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang kerja nyata.
