super me
Batam- BatamFM - Bertempat di Gedung Anton Soedjarwo Polda Kepri telah dilaksanakan kegiatan Sidang Terbuka Penetapan Kelulusan Akhir Penerimaan Tamtama Polri T.A. 2023 Polda Kepulauan Riau, Jumat (21/7/2023).
Kegiatan Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Penerimaan Tamtama Polri T.A. 2023 Polda Kepri dibuka oleh Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. dan dihadiri Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Pengawas Internal (Itwasda dan Bidpropam dan Pengawas Eksternal (LSM IKA Kota Batam, Disdik Provinsi Kepri, HMPSI Provinsi Kepri, Disduk Capil Kota Batam dan IDI Kota Batam)
Dalam amanatnya, Wakapolda Kepri Brigjen. Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., bagi peserta yang dinyatakan lulus terpilih, diharapkan untuk segera mempersiapkan diri mengikuti pendidikan pembentukan Tamtama Polri yang akan dilaksanakan di Pusdik Watukosek. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, dihimbau untuk tidak menyerah dan tetap bersemangat dalam mengikuti seleksi selanjutnya di tahun depan.
Lebih lanjut, Wakapolda Kepri Brigjen. Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., mengingatkan agar para peserta yang terpilih untuk melaksanakan pendidikan agar senantiasa menjaga kesehatan dan mematuhi semua persyaratan yang ditetapkan.
Pada sidang terbuka penetapan kelulusan akhir seleksi penerimaan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2023 di Polda Kepulauan Riau, hasilnya menunjukkan bahwa dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 20 orang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan pembentukan Tamtama Polri. Dari jumlah tersebut, tidak ada peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pada proses seleksi ini.
“Polda Kepulauan Riau berterima kasih atas partisipasi seluruh peserta dalam mengikuti proses seleksi hingga tahap akhir. Semoga para calon peserta yang lulus terpilih dapat terus menjunjung tinggi sportifitas dalam berdinas di Kepolisian Republik Indonesia.” Tutup Wakapolda Kepri Brigjen. Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H.,
Batam-BatamFM : Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menerima kunjungan Perusahaan POWIN LCC, Rabu (18/7/2023), di Marketing Center BP Batam. Kunjungan perusahaan asal Amerika tersebut, diterima langsung oleh Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.
Head of International Business Development, POWIN LCC, Miguel Angel Escribano, mengatakan, tujuan dari pihaknya mendatangi BP Batam adalah untuk menjajaki investasi dan mengetahui lebih lanjut peluang investasi di Indonesia, terutama di Batam.
“Kami berencana untuk memperluas pasar ke Asia Tenggara dan kami percaya Indonesia. Terutama Batam, memiliki lokasi yang sangat strategis karena Batam merupakan daerah FTZ dan memiliki banyak kawasan industri serta fasilitas yang mumpuni,” ungkap Miguel.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menyambut baik rencana investasi. Sebab, investasi ini dapat mendorong pengembangan teknologi terbarukan dan berpartisipasi dalam pertumbuhan industri di masa depan.
“BP Batam tentunya menyambut baik akan rencana investasi dari perusahaan Powin ini. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk pembangunan yang berkelanjutan," kata Ariastuty.
Ariastuty mengungkapkan upaya ini sebagai tindak lanjut atas arahan dari Kementerian Perekonomian untuk mendorong pertumbuhan industri semikonduktor di Kota Batam. Khususnya dengan menggandeng perusahaan -perusahaan asal Amerika untuk berinvestasi di Batam.
Diketahui, Powin LCC merupakan perusahaan industri semikonduktor yang ramah lingkungan, berbasis di Amerika dan Asia. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan teknologi energi masa depan, seperti energi surya dan sistem menajemen baterai tercanggih.
“Dari hasil diskusi tadi, mereka datang ke Batam atas rekomendasi dari partner mereka, Vena Energy. Mereka berencana untuk membuat manufaktur yang akan dikirim ke luar negeri dan diperkirakan dapat memproduksi sekitar 11.000 unit setiap tahunnya. Mereka sangat berharap dapat berinvestasi di Indonesia, terutama Batam yang memiliki lokasi strategis,” jelas Tuty.
Ia juga menambahkan, perusahaan ini akan memulai beroperasi paling lambat di tahun 2025 mendatang. Dalam 6 hingga 9 bulan ke depannya, mereka akan terlebih dahulu mengumpulkan data dan informasi investasi di Batam, sebelum mendaftarkan investasinya.
“Kita berharap, semoga ke depannya investasi ini benar-benar bisa terealisasikan. Demi peningkatan realisasi penanaman modal asing di Batam,” pungkasnya. (mh
Batam-BatamFM - Humas BP Batam berkomitmen untuk mendukung langkah Dewan Pers dalam mewujudkan jurnalisme yang berkualitas.
Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, usai perwakilan Humas BP Batam menjumpai Dewan Pers dalam rangka silaturahmi dan koordinasi terkait perkembangan jurnalisme di Kota Batam, Senin (17/7/2023).
"Ini merupakan pertemuan kedua kami yang berlangsung di Sekretariat Dewan Pers. Dalam agenda tersebut, kami menyatakan siap mendukung upaya Dewan Pers untuk mendorong peningkatan kualitas karya jurnalistik di Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam," ujar Ariastuty, Rabu (19/7/2023).
Perempuan yang akrab disapa Tuty itu berharap, langkah Humas BP Batam tersebut dapat memperkuat kemitraan antara BP Batam dan Dewan Pers ke depan.
Mengingat, pers menjadi salah satu pilar demokrasi Bangsa Indonesia.
"Selaras dengan semangat Ketua Dewan Pers, harapannya tentu agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar. Selain itu, kami juga berharap agar informasi hoaks tak lagi beredar sehingga dapat menyebabkan disintegrasi di tengah masyarakat," tambahnya.
Tidak hanya itu, lanjut Tuty, pihaknya juga bersedia untuk menginisiasi suatu program yang nantinya bakal melibatkan Dewan Pers.
"Kami sangat membuka diri terkait itu. Bahkan, BP Batam juga pernah melaksanakan UKW demi meningkatkan kemampuan wartawan di Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam. Artinya, kami tak main-main dalam mendukung jurnalisme yang baik dan benar agar berita yang tersaji untuk masyarakat pun juga berkualitas, bukan berita hoaks," pungkasnya. (DN)
Batam- BatamFM : Prestasi kembali diraih oleh Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dengan meraih opini tertinggi, yakni opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun 2022.
Predikat ini, merupakan ketujuh kalinya yang diraih BP Batam berturut-turut sejak tahun 2017.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Anggota V BPK RI, Ahmadi Noor Supit kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi di Balairungsari BP Batam, Selasa (18/7/23).
Anggota V BPK RI, Ahmadi Noor Supit menyampaikan apresiasi bagi laporan keuangan BP Batam yang disajikan secara baik dengan memenuhi kriteria kesesuaian standar akuntasi pemerintahan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan hingga efektivitas sistem pengendalian intern.
“Sehingga seluruh proses pemeriksaan juga berjalan dengan lancar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.” Kata Ahmadi Noor.
Ahmadi Noor menambahkan, selain opini WTP, BP Batam juga mendapatkan predikat tertinggi atas pencapaian tindak lanjut pemeriksaan BPK RI di lingkup Auditorat Keuangan Negara V BPK RI dengan persentase diatas 90 persen.
“Capaian tersebut menunjukkan komitmen dan upaya nyata seluruh manajemen BP Batam, dalam mendorong perbaikan pengelolaan keuangan negara. Dengan menjalankan dan menerapkan praktik-praktik pengelolaan keuangan yang baik,” kata Ahmadi.
Disamping itu, ia juga mengapresiasi pembangunan di Kota Batam yang sangat pesat. Batam saat ini, sudah sangat jauh berbeda dengan Batam yang dikenalnya dulu.
Pembangunan dan perubahan di Batam sangat signifikan, didukung dengan akses jalan dan infrastruktur lainnya.
“Saya melihat perubahan yang luar biasa di kota ini. Saya melihat capaian pembangunan Batam. Tentunya, saya mengapresiasi hal ini, dan betapa bangganya infrastruktur Batam jika selesai. Indonesia bangga punya Batam,” ujar Ahmadi Noor Supit dengan penuh penghargaan terhadap perkembangan di Batam.
Ke depan, pihaknya juga bertekad untuk melakukan penyesuaian kriteria WTP yakni atas harapan dari masyarakat, tidak hanya sekedar taat aturan, akan tetapi akan dikaitkan dengan kepuasan masyarakat atas kinerja pimpinan daerah maupun badan.
“Ini harus sejalan antara Opini WTP, dengan perubahan yang dirasakan oleh masyarakat, yang bisa mencerminkan kepuasan masyarakat. Kepuasan masyarakat menjadi salah satu fokus penting dalam upaya penyesuaian kriteria WTP,” ungkap Ahmadi Noor.
Atas prestasi tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaiaan yang diraih. Menurutnya, capaian WTP itu merupakan hasil kerja keras semua pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pemeriksaan Laporan Keuangan BP Batam yang telah dilakukan oleh Tim Audit BPK RI.” Kata Muhammad Rudi.
“BP Batam akan selalu bekerjasama, berusaha dan berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel,” tegas Muhammad Rudi.
Meski demikian kata Muhammad Rudi, perolehan itu menjadi tekad dari BP Batam untuk terus menjaga trend penyelesaian tindak lanjut di atas 90 persen.
Sebagaimana tahun sebelumnya, BP Batam meraih penyelesaian terbanyak di lingkup Audit Keuangan Negara V BPK RI dengan berbagai upaya.
“Hasil pemeriksaan ini juga akan dijadikan dorongan dan motivasi untuk terus memperbaiki pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dan meningkatkan kinerja organisasi BP Batam,” pungkasnya.
Johor, 19 Juli 2023 - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Visit Media ke Duta Besar Negara Tetangga yakni Malaysia dan Thailand, Rabu (19/7/23). Rencananya, rombongan yang berjumlah 14 orang tersebut akan membahas isu strategis diperbatasan.
Ketua Umum IJTI Kepri Herik Kurniawan mengatakan, kegiatan visit media ini sangat apresiatif. Mengingat Kepri sebagai daerah perbatasan, sangat bersentuhan langsung dengan negara tetangga.
"Rombongan nantinya akan berkunjung dan disambut oleh pejabat KJRI di Johor Baharu, Malaysia sebelum melanjutkan ke Kedubes RI di Kuala Lumpur. Kegiatan ini akan membahas isu dan perkembangan di perbatasan negara dan meningkatkan pemahaman jurnalistik di negara tetangga," katanya.
Herik menyebut, kegiatan ini perlu dulakukan lantaran perkembangan teknologi informasi sangat pesat. Disamping itu, rombongan akan berkunjung ke beberapa stasiun televisi di Malaysia untuk bertukar pengalaman dan melihat dapur redaksi masing-masing televisi dalam meracik produk jurnalistik sekala Internasional.
"Selain membahas isu strategis dan perkembangan kerja sama antar negara tetangga, rombongan rencananya akan berkunjung ke stasiun televisi Astro, Bernama dan TV3 di Malaysia. Kegiatan ini juga untuk bertukar informasi dan menambah wawasan terkait produk jurnalistik," ujarnya.
Ketua IJTI Pengda Kepri Gusti Yenosa menambahkan, kegiatan visit media ini akan berlangsung selama 5-6 hari. Perjalanan dimulai dari Batam, Kepri menuju Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Johor Baharu. Kemudian rombongan bertolak ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur Malaysia.
"Rencananya tim visit media bertolak ke KBRI Bangkok, Thailand dengn misi yang sama. Rombongan juga akan membahas perkembangan penanganan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik secara legal maupun ilegal. Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) juga menjadi topik utama nanti," terangnya.
Diharapkan, setelah visit media tersebut dilaksanakan, anggota IJTI Pengda Kepri yang mengikuti kegiatan dapat lebih memahami dan mencermati perkembangan isu antar negara diperbatasan. Baik hubungan bilateral, ekonomi, sosial dan budaya. (nck)
Batam - Komisi VI DPR RI dalam kunjungan kerjanya ke Kota Batam, melakukan peninjauan fasilitas, layanan dan rencana pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim, Sabtu (15/7/2023).
Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi VI DPR RI didampingi Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Wan Darussalam serta pejabat eselon II BP Batam.
Purwiyanto mengatakan, dalam kunjungan itu, Komisi VI DPR RI ingin mengetahui rencana dari pembangunan terminal II dan revitalisasi terminal I Bandara Internasional Hang Nadim.
Khususnya, rencana pengembangan Bandara Hang Nadim Batam oleh PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) setelah dilakukannya Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
"Komisi VI DPR RI mengapresiasi rencana-rencana kedepan untuk Bandara Internasional Hang Nadim. Maka, kami berharap dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI dalam pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim kedepannya," ujar Purwiyanto.
Ditambahkannya, setelah dilakukannya KPBU dengan PT BIB pada 21 Desember 2021 lalu, akan dilakukan perbaikan terminal I dan pembangunan terminal II. Dimana, dari kerja sama pengelolaan tersebut senilai Rp 6,8 triliun.
"Dan ini segera dimulai. Jadi harapannya nanti kita akan segera mempunyai bandara yang lebih maju dari sebelumnya," imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat, Martin Manurung mengapresiasi KPBU antara BP Batam dan konsorsium PT BIB. Sebab, dengan adanya KPBU ini, akan ada pembangunan terminal II dan revitalisasi terminal I.
Ia berharap, dengan adanya KPBU, Bandara Internasional Hang Nadim bisa menjadi salah satu bandara modern di Indonesia.
Sebab, PT BIB yang merupakan konsorsium dari tiga perusahaan, salah satunya adalah Incheon International Airport Corporation, yang telah berpengalaman dalam menangani kargo dan penumpang.
"Ini bisa menjadi bandara yang modern, karena sudah bekerjasama dengan incheon Korea," katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Harris Turino Kurniawan.
Ia mengungkapkan, dalam semester pertama tahun 2023 ini Bandara Internasional Hang Nadim telah mencatatkan 2 juta penumpang dan akan mencapai 4,6 juta penumpang pada akhir tahun.
"Sehingga dengan rencana pengembangan terminal 2 dengan kapasitas dua kali lipat atau 10 juta penumpang per tahun, rasanya adalah langkah yang masuk akal," ujarnya.
Sehingga, dirinya mendukung penuh langkah pembangunan terminal II dan revitalisasi terminal I.
"Ini langkah yang menurut saya tepat dilakukan untuk mendukung posisi Batam sebagai pusat pariwisata karena dengan Singapura," katanya.
Ia menambahkan, Komisi VI DPR RI juga akan mendorong Garuda Indonesia yang merupakan BUMN untuk menambah jumlah penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim.
Sebab dari data PT BIB, Lion Group menjadi maskapai penerbangan yang paling banyak mengangkut penumpang dengan persentase hampir 70 persen.
"Ini masukan dan PR (pekerjaan rumah) bagi kami di Komisi VI. Kami harus mendukung supaya Garuda Indonesia dan groupnya Citilink bisa untuk memiliki share lebih besar di cakrawala Indonesia," imbuhnya.
Batam-BatamFM : Ketua Bhayangkari Kepri Ny. Imelda Tabana Bangun memimpin dan menyaksikan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kepri dari Ny. Titi Agus Suharnoko kepada Ny. Detta Asep Safrudin yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua YKB Daerah Kepri, Ny. Sandra Romin, Pengurus Daerah Bhayangkari Kepri dan Pengurus YKB Daerah Kepri, serta Ketua Bhayangkari Cabang dan Pengurus se-daerah Kepri serta Pengurus YKB se-daerah Kepri yang diselenggarakan di Gedung Anton Sudjarwo Polda Kepri. Jumat (14/7/2023).
Selanjutnya dalam sambutannya Ketua Bhayangkari Kepri Ny. Imelda Tabana Bangun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ny. Titi Agus Suharnoko yang telah mengemban tugas dan jabatan sebagai Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kepri serta Ny. Leni Boy Herlambang sebagai Pengurus Daerah Bhayangkari Kepri dengan penuh tanggung jawab serta kesungguhan dalam hal membantu dan membina seluruh anggota bhayangkari se-daerah Kepulauan Riau sehingga dapat berkiprah sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing.
“Kegiatan Serah Terima Jabatan ini merupakan kelanjutan dari alih tugas di lingkungan Polri dan suatu hal yang biasa dilakukan dalam rangka pengembangan atau perubahan personil pada organisasi Polri. Hal ini dikarenakan Bhayangkari merupakan organisasi yang tidak dapat dipisahkan dari tubuh Polri dan konsekuensi dari bentuk jabatan fungsional yang diemban oleh suami, oleh sebab itu sebagai anggota Bhayangkari dengan sendirinya harus mengikuti gerak dinamika mutasi di tubuh Polri”. Ucap Ketua Bhayangkari Kepri Ny. Imelda Tabana Bangun
“Terakhir kepada Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kepri yang baru Ny. Detta Asep Safrudin dan Pengurus Daerah Bhayangkari Kepri Ny. Maya Trisno Eko saya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung serta selamat bertugas di lingkungan Bhayangkari Daerah Kepulauan Riau, saya berharap ibu-ibu dapat segera menyesuaikan diri di kepengurusan Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kepulauan Riau. Sekali lagi saya ucapkan selamat bertugas semoga kesuksesan selalu menyertai ibu-ibu sekalian, Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungannya dimanapun ibu-ibu bertugas”. Tutup Ketua Bhayangkari Kepri Ny. Imelda Tabana Bangun
Batam - BatamFM : Sebanyak 12.000 bibit pohon jati emas telah disiapkan untuk ditanam di sepanjang jalan dari Laluan Madani hingga kawasan Nongsa.
Saat ini ribuan bibit pohon jati emas itu masih terawat dengan baik dan tidak ada yang mati di kebun BP Batam, kawasan Marina. Bahkan, dari 12.000 ribu bibit yang tersedia, 2.000 diantaranya merupakan bibit baru hasil pengembangan BP Batam.
Kasubdit Fasilitas Wisata dan Lingkungan Hidup BP Batam, Wulung Dahana mengatakan, saat ini masih ada tersisa 300 bibit pohon jati emas yang telah ditanam pada tahap I, pada 24 Oktober 2022 lalu.
Pohon yang telah mulai tumbuh itu, akan terus dilakukan perawatan maksimal, agar tumbuh dengan baik.
"Diperkirakan pada akhir tahun ini kita lakukan penanaman kembali, sesuai dengan (target dari selesainya) pekerjaan jalan. Pekerjaan jalan sudah selesai, lahan untuk penanaman juga selesai, kita akan langsung melakukan penanaman," ujarnya, Selasa (11/7/2023).
Ia menambahkan, perawatan pohon jati emas ini dilakukan secara khusus. Berbeda dari jenis tanaman lainnya, sehingga perawatannya dilakukan oleh petugas yang sudah mempunyai pengalaman.
Sebab, jati emas ini harus menyesuaikan dengan iklim di Kota Batam sampai bisa hidup dengan subur.
"Tentunya butuh penyesuaian. Mulai dari perawatan pengairan hingga pemupukan. Faktor cuaca yang berbeda, untuk penyiraman dan lain sebagainya tentunya juga berbeda," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait memastikan bahwa pembangunan saat ini tidak akan menghambat program penghijauan Batam dengan penanaman pohon jati emas yang telah dimuali sejak akhir November 2022.
“Program penghijauan kami pastikan tidak akan terganggu. Untuk mereduksi resiko kerusakan, pohon akan dipindah pada titik yang sesuai. Dan mengantisipasi apabila terdapat kerusakan pada proses pengerjaan jalan, kami sudah siapkan 12.000 pohon jati emas yang sehat yang saat ini direhab di Temiang," ujar Tuty.
Pihaknya memastikan BP Batam akan bertanggungjawab terhadap pohon jati emas ini sebagai komitmen terhadap penghijauan Kota Batam.
"Pengusaha yg sudah berpartisipasi dalam program CSR (corporate rate responsibility) ini tidak perlu khawatir, BP Batam akan bertanggung jawab agar pohon jati emas dapat terus tumbuh dengan baik," tegas Tuty.
Batam-BatamFM : Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan SPAM Hulu BP Batam bersama Polresta Barelang melakukan penertiban tambang pasir ilegal di Kawasan Nongsa, Kelurahan Sambau, pada Selasa (11/7/2023) siang.
“Terdapat kurang lebih seratus orang dari personel gabungan yang dikerahkan untuk melakukan operasi penertiban penambangan pasir ilegal ini,” kata Kepala subdit Pengamanan Lingkungan dan Hutan BP Batam, Tony Febri.
Disebutkan, penertiban tersebut dilakukan di tiga titik lokasi berbeda dan berhasil mengeluarkan mesin-mesin pencuci pasir, membongkar tangkah (tempat penampungan pasir yang sudah dicuci), dan mengamankan sejumlah pipa penyedot pasir.
Sementara, Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen. Pol. Moch Badrus, mengimbau kepada pelaku tambang pasir ilegal, untuk tidak lagi melakukan kegiatan tersebut.
"Selain merusak lingkungan, tambang ilegal tersebut juga merugikan negara dan masyarakat banyak,” pungkasnya.
Badrus juga mengatakan, bahwa pihaknya di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Muhammad Rudi memberikan atensi khusus terhadap aset-aset yang dimiliki utamanya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan.
Sebelumnya, puluhan orang berhasil ditangkap oleh Polresta Barelang karena keterlibatannya dalam proses tambang pasir ilegal di Sambau, Kecamatan Nongsa, Selasa (11/7) dini hari.
Batam - Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang dilakukan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Batam. Proyek ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2024 mendatang.
General Manajer Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana mengatakan, proyek pembangunan IPAL ini bersumber dari pinjaman luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah pusat, yang berasal dari Economic Development Coorperation Fund (EDCF) Korea Selatan.
Pinjaman itu, selanjutnya diberikan pemerintah pusat ke Kota Batam untuk membangun IPAL.
"BP Batam tidak menanggung biaya pengembalian. Itu tanggungjawabnya pemerintah pusat. Jadi pelaksananya BP Batam, tapi pengembalian pinjaman lunaknya oleh pemerintah indonesia. Kita hanya diminta untuk mengcover biaya operasional dan pemeliharaannya saja," ujar Iyus, Rabu (12/7/2023).
Ia menjelaskan, alasan dari pemerintah pusat menjadikan Kota Batam sebagai prioritas karena Batam merupakan salah satu kawasan investasi dan pariwisata. Sehingga, dari sisi lingkungan harus dikelola dan terjaga dengan baik. Salah satunya dengan membangun IPAL yang saat ini progresnya sudah diatas 90,8 persen.
Air limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik, maka akan mencemari lingkungan, sebagaimana hal ini sudah bisa terlihat di Waduk Baloi, yang dulunya dapat menyediakan air baku untuk air minum sebesar 30 lpd, namun saat ini tidak dapat dimanfaatkan lagi karena pencemaran air limbah domestik yang sangat berat.
"Bagaimana kita mengantisipasi itu, salah satunya dengan membangun IPAL. Mungkin sekarang tidak terasa, tapi kalau dibiarkan 5 sampai 10 tahun kedepan akan kotor. Dam Duriangkang yang merupakan waduk terbesar memenuhi kebutuhan air minum jangan sampai tercemar," jelasnya.
Pencemaran yang sudah sampai ke waduk, akan berdampak pada biaya operasional dan produksi yang meningkat. Begitu juga dengan dampak kesehatan yang akan menimbulkan berbagai penyakit hingga menyuburkan tanaman eceng gondok yang dapat menurunkan kapasitas air baku.
"Jadi tujuan pembangunan IPAL ini sangat baik, menjadikan Batam kota baru dengan smart city nya dari sisi lingkungan hidup, pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. JIKA lingkungan terlihat bersih, hijau dan tertata rapi, orang akan senang berinvestasi dan wisatawan juga akan meningkat," tuturnya.
Ia menambahkan, pengolahan limbah domestik ini juga menggunakan teknologi terkini dan menghasilkan air baku dengan baku mutu lingkungan yang baik. Sehingga, air limbah yang sudah diolah tersebut dikembalikan ke waduk Duriangkang untuk diolah kembali seperti saat ini.
Sebagaimana diketahui juga, air baku yang ada di waduk Duriangkang selama ini juga berasal dari perumahan-perumahan melalui drainase besar dan kecil yang dialirkan ke waduk. Sehingga, dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan mengalir ke waduk Duriangkang, maka kondisi waduk ini dikhawatirkan akan tercemar juga.
"Listrik dan air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Proyek ini dibangun untuk menyiapkan tingkat standar kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kedepannya, kita harus menjadikan saluran drainase bersih dari sampah dan limbah. Sehingga, terlihat indah seperti halnya di negara lain," imbuhnya.
Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi mengatakan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan bentuk dari upaya dari pemerintah untuk mengamankan lingkungan.
Karena jika ingin membangun industri di Kota Batam, syaratnya adalah kota ini harus bersih dan tersedia fasilitas pengelolaan limbah, baik pengelolaan limbah industri maupun limbah domestik.
"Fokus kami adalah bagaimana pengelolaan air limbah di Kota Batam dapat terakomodir,” ujar Muhammad Rudi.
Menurutnya, apabila IPAL BP Batam sudah mengakomodir seluruh rumah di Batam, pencemaran lingkungan akan teratasi.
Muhammad Rudi berharap, seluruh air limbah domestik dapat dikembalikan diolah menjadi pupuk organik dan air bersih.
