Nagoya, Jepang, Pelatih tim nasional padel Indonesia Ariant Moya Rotger menyebut keberhasilan tim putri Indonesia meraih medali perak dan perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai pencapaian luar biasa yang berada di luar ekspektasi.
Pasangan Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati meraih medali perak, sementara pasangan Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu dalam debut cabang olahraga padel di Asian Games.
"Jika seseorang mengatakan tiga bulan lalu bahwa kami akan meraih perak dan perunggu di turnamen ini, saya akan mengatakan tidak mungkin," kata Ariant di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu.
Menurut dia, keberhasilan menempatkan dua pasangan Indonesia di antara tiga tim terbaik yang menempati podium pada cabang olahraga padel Asian Games menjadi pencapaian yang sangat berarti setelah menjalani persiapan dalam waktu relatif singkat.
Ariant mengatakan persiapan mental menjadi salah satu hal yang dilakukan sebelum para pemain menghadapi pertandingan final.
Ia mengakui atmosfer yang tercipta pada pertandingan semifinal sangat luar biasa, terutama dukungan dari tuan rumah Jepang, namun situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi para pemain Indonesia.
"Setelah semifinal, saya memikirkan pertandingan tersebut. Atmosfer yang diciptakan Jepang luar biasa. Luar biasa bagi mereka, tetapi tidak terlalu bagus bagi kami," kata dia.
Karena itu, Ariant menggelar pertemuan dengan para pemain sebelum final untuk mempersiapkan mereka menghadapi atmosfer pertandingan serta kualitas lawan yang menurut dia memiliki level permainan sangat baik.
Ia juga mengingatkan para pemain bahwa target mereka telah tercapai setelah memastikan medali, sehingga pertandingan final harus dijalani dengan menikmati pengalaman dan memberikan kemampuan terbaik.
"Saya mencoba menjelaskan apa yang akan mereka temukan di final, atmosfernya, level lawan yang sangat bagus. Target kami sudah selesai. Jadi sekarang saatnya menikmati, berkompetisi sebanyak mungkin, dan menikmati pengalaman bermain di final pertama pada Asian Games," ujarnya.
Ariant menilai latar belakang para pemain Indonesia yang sebelumnya merupakan atlet tenis turut memberikan keuntungan dalam menghadapi persaingan padel di Asia.
Menurut dia, kemampuan dasar tenis yang kuat menjadi salah satu faktor penting karena membantu para pemain beradaptasi dengan permainan padel.
"Mereka adalah pemain tenis yang bagus dan itu membuat perbedaan. Selain itu, mereka berlatih dengan baik dan keras. Mereka juga berlatih di Spanyol, jadi semua detail itu penting," kata Ariant.
Ia mengungkapkan para pemain menjalani latihan di Spanyol selama lima pekan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games. Setelah kembali ke Indonesia, program latihan dilanjutkan di Jakarta sesuai dengan rencana yang telah disusun tim pelatih.
Ariant mengatakan para pemain menjalani program latihan dengan intensitas tinggi, bahkan mencapai lima hingga tujuh jam dalam sehari.
"Latihannya sulit dan panjang. Mereka melakukan latihan yang luar biasa, meninggalkan keluarga di rumah, meninggalkan pekerjaan, dan datang ke sana untuk berlatih berjam-jam sepanjang hari," ujarnya.
Setelah Asian Games, tim nasional padel Indonesia akan kembali menghadapi agenda internasional. Ariant menyebut babak kualifikasi Piala Dunia Padel di Kuwait menjadi turnamen berikutnya yang akan diikuti Indonesia sekitar 15 hari setelah Asian Games.
Berbeda dengan Asian Games, kualifikasi Piala Dunia tersebut menggunakan format beregu dengan total delapan pemain dalam satu tim.
"Ada empat pemain lagi karena ini adalah turnamen tim. Daftarnya delapan pemain," kata Ariant.
Ia belum mengungkapkan nama empat pemain tambahan yang akan memperkuat Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia Padel dan mengatakan daftar tersebut akan diketahui pada pekan berikutnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Tahara, Jepang, Peselancar Indonesia I Made Pajar Ariyana dan Jasmine Studer melaju ke babak semifinal cabang olahraga surfing nomor shortboard putra dan putri Asian Games 2026 setelah memenangi pertandingan perempat final dalam kondisi ombak yang berubah-ubah.
Sementara, dua atlet lainnya dari Indonesia Kya Jo Huer dan Bronson Meydi gagal melaju ke semifinal setelah kalah dari wakil Jepang Minami Nonaka dan Kanoa Igarashi.
"Ombaknya sekarang kondisinya agak susah sedikit soalnya harusnya kencang, dan ombaknya besar, jadi double up," kata Kya ditemui seusai perlombaan di Tahara, Aichi, Jepang, Selasa.
Kya Jo mengumpulkan 6,97 poin, sedangkan Nonaka mencatat 8,10 poin. Sementara, Bronson mencatat total 11,33 poin, sementara Igarashi membukukan nilai 14,00 poin.
Kondisi tersebut membuat para peselancar harus menyesuaikan strategi dengan perubahan ombak selama pertandingan.
Kya mengatakan hujan yang turun tidak menjadi kendala bagi para peselancar. Menurut dia, perubahan kondisi ombak justru menjadi tantangan yang lebih besar dalam pertandingan.
"Hujan tidak menjadi kendala, ombaknya sudah berubah sekali dibanding tadi pas Jasmine main lebih bagus tadi, tapi ya it's all kind of 50 percent luck, 50 percent skill," ujar Kya.
Ia berharap Pajar dan Jasmine mampu mempertahankan penampilan mereka hingga babak final.
"Semoga Jasmine sama Pajar bisa juara emas," kata Kya.
Keikutsertaan dalam Asian Games juga menjadi pengalaman yang berharga bagi Kya. Ia mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
"Saya sangat bersyukur dan sangat senang menjadi bagian di dalamnya, semoga bisa lebih baik lain kali," ujar Kya.
Di sisi lain, Pajar memastikan tiket semifinal setelah mengumpulkan total 12,67 poin, hasil dari 7,67 poin pada wave 1 dan 5,00 poin pada wave 2. Ia mengungguli peselancar China Wu Shindong yang mencatat 11,66 poin.
Sementara itu, Jasmine Studer juga berhasil memenangi perempat final dengan skor 10,67 poin. Jasmine mencatat 6,50 poin pada wave 1 dan 4,17 poin pada wave 2, mengungguli wakil Filipina Juralyn Espanola yang mengumpulkan 6,64 poin.
Sumber: Kantor Berita Antara
Nagoya, Jepang, Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Todotua Pasaribu ingin medali emas perdana tanah air di Asian Games 2026 menjadi pelecut semangat baru untuk para atlet yang masih bertanding.
Todotua berharap kerja keras dan medali emas yang dihasilkan bulu tangkis Indonesia, bisa menjadi pembakar semangat bagi cabang olahraga lain untuk bisa mengikuti jejak tersebut dan meraih medali sebanyak-banyaknya.
"Ahamdulillah emas pertama untuk Indonesia akhirnya datang dari bulu tangkis beregu putra. Indonesia Raya bisa berkumandang dan Merah Putih berkibar," kata Todotua di Nagoya, Jepang, Jumat.
Dia pun mengaku bangga dengan medali emas yang datang dari tim beregu bulu tangkis putra Indonesia itu setelah mengalahkan China di final, Kamis (24/9).
Menurut Todotua, hasil positif tersebut datang dari semangat dan latihan panjang para atlet, pelatih, ofisial dan pengurus Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), sebagai persiapan tampil di kompetisi multicabang terbesar se-Asia tersebut.
Pencapaian emas itu diraih tim bulu tangkis putra dengan heroik lantaran Indonesia tertinggal 0-2 pada dua partai awal. Namun atlet-atlet tepok bulu Indonesia menunjukkan daya juang dan semangat yang tak kalah lawah dari lawan hingga akhirnya mampu memenangi partai ketiga dan keempat.
Aksi tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah menutup perjuangan Indonesia dengan kemenangan di partai terakhir, dan mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-2.
Todotua menilai, apa yang dilakukan tim bulu tangkis beregu putra merupakan implementasi perjuangan dan tidak pantang menyerah.
"Ketika berada dalam posisi tertinggal, kalian tetap percaya, terus berjuang, dan akhirnya membalikkan keadaan. Ini adalah semangat yang ingin kita lihat dari seluruh Tim Indonesia," kata Todotua.
Nagoya, Jepang, 25/9 (ANTARA) - Tim sepak takraw beregu putri Indonesia meraih medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Jepang 2-0 pada laga perebutan tempat ketiga di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jumat.
"Alhamdulillah atlet bermain bagus dan susunan regu sudah pas, semangat dan motivasi anak-anak untuk menang sangat tinggi," kata pelatih timnas sepak takraw putri Indonesia Ramli Komang seusai pertandingan.
Indonesia tampil solid sejak awal pertandingan dan berhasil memenangi dua set langsung dengan skor 15-11 dan 15-9 pada laga pertama. Partai kedua, Indonesia masih belum tergoyahkan dan menguncinya dengan keunggulan 15-5, 15-12.
Hasil tersebut mengulang capaian pada Asian Games Hangzhou 2022, ketika tim putri juga meraih medali perunggu pada nomor tim.
"Capaian ini sama waktu Hangzhou, yaitu perunggu di nomor tim. Kecuali putra, di Hangzhou tidak dapat medali di nomor tim, sekarang dapat perunggu," ujar Ramli.
Sebelumnya, tim beregu putri Indonesia gagal melaju ke final setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada babak semifinal, Kamis (24/9).
Pada pertandingan tersebut, Indonesia yang diperkuat Dini Mita Sari, Fujy Anggy Lestari, Yuliana, Wan Annisa Rachmadi, Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, Kusnelia, Choirunnisa, Dita Pratiwi, dan Frisca Kharisma Indrasari harus mengakui keunggulan Korea Selatan.
Sementara itu, medali emas nomor beregu putri diraih Thailand setelah mengalahkan Korea Selatan 2-0 pada pertandingan final.
Ramli mengatakan perjuangan tim sepak takraw putri Indonesia pada Asian Games 2026 masih berlanjut.
"Masih ada satu nomor pertandingan yaitu quadrant," ujar Ramli.
Medali perunggu juga menjadi hasil yang diraih tim sepak takraw beregu putra Indonesia. Tim putra Indonesia sebelumnya tersingkir di semifinal setelah kalah 1-2 dari Malaysia.
Sumber: Kantor Berita Antara
Jakarta, Tim sepak takraw Indonesia menuju ke semifinal nomor beregu putra sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menekuk Korea Selatan 3-0 dalam di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jepang, Rabu.
Indonesia yang diperkuat Muhammad Hadiansyah Muliang dan Rizki Yusuf Djaina tampil solid sepanjang pertandingan. Keduanya mampu menjaga konsistensi permainan dan mengatasi tekanan dari wakil Korea Selatan dalam tiga pertandingan yang dimainkan.
Pada pertandingan pertama, Muliang dan Djaina langsung tampil agresif sejak awal pertandingan hingga akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor set 2-1 (15-10, 11-15, 15-9). Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk melanjutkan persaingan pada pertandingan kedua.
Memasuki pertandingan kedua, Muliang dan Djaina kembali menunjukkan permainan yang konsisten. Indonesia mampu mengurangi kesalahan dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang untuk mengumpulkan angka.
Duet tersebut berhasil memenangkan dua set secara beruntun dengan skor 15-9, 15-12, yang membuat mereka semakin dekat dengan kemenangan secara keseluruhan sekaligus mengubah kedudukan menjadi unggul 2-0 atas Korea Selatan.
Pada pertandingan ketiga, Korea Selatan yang diperkuat Heeseop Shin dan Hyeongjong Kim berusaha memberikan perlawanan lebih kuat. Wakil Negeri Ginseng tersebut tampil lebih agresif dan mampu memberikan tekanan kepada pasangan Indonesia sejak awal pertandingan.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Korea Selatan berhasil mencuri set pertama dengan skor 15-8. Namun, Muliang/Djaina kemudian mampu mengatasi tekanan dan perlahan mengambil alih kendali permainan pada dua set berikutnya. Keduanya terus menjaga reli dan mampu memanfaatkan kesalahan lawan untuk mengumpulkan poin hingga merebut set kedua dengan 15-12.
Pada set penentuan, persaingan berlangsung ketat karena kedua pasangan saling mengejar perolehan angka. Muliang/Djaina akhirnya mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan dan mengamankan set ketiga dengan skor 15-13. Hasil tersebut membuat Indonesia memenangkan pertandingan ketiga dengan skor 2-1 sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 atas Korea Selatan.
Kemenangan tersebut memastikan tim Merah Putih melaju ke babak semifinal sebagai wakil Grup A bersama Thailand. Hasil itu sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk bersaing memperebutkan medali pada nomor beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pada babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung Kamis (24/9), Indonesia akan menghadapi Malaysia. Sementara itu, Thailand akan bertemu tuan rumah Jepang pada pertandingan semifinal lainnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Nagoya, Jepang, Vallensia Fahira Hotmauli mempersembahkan tambahan medali perunggu Indonesia dari Asian Games 2026 berkat keberhasilannya finis urutan ketiga dari cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) putri kelas -54Kg, Senin.
Vallensia membuat Indonesia mendapatkan perunggu yang keenamnya dari Asian Games ini setelah terhenti pada semifinal semifinal yang dihelat di Inae Sports Center, Nagoya.
Pada babak empat besar Vallensia dipaksa mengakui keunggulan atlet Thailand Kanjutha Phattaraboonsorn dengan skor 0-3.
Sebelumnya dalam babak perempat final pada Minggu (20/9), Vallensia lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Adelina Murzagalieva.
Vallensia menjadi salah satu dari dua atlet Merah Putih yang berlaga dalam MMA nomor -65 Kg.
Satu lainnya adalah Gibran Alfarizi, yang lebih dulu terdegradasi dari susunan permainan.
Hingga hari kedua, Indonesia mengantongi enam medali perunggu dari lima cabang olahraga.
Kelima medali perunggu lainnya disumbangkan oleh Leica Al Humaira Lubis dari Karate, tim beregu putra soft tenis, Yoga Ardika Putra dai teqball, serta Seraf Naro Siregar dan Euginia Diva Widodo dari wushu.
Indonesia sudah mengumpulkan tujuh medali, termasuk satu medali perak yang sejauh ini menjadi perolehan medali tertinggi Indonesia pada Asian Games 2026.
Sumber: Kantor Berita Antara
Jakarta, Tim nasional basket putri dan voli putri Indonesia akan mengawali perjuangan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis, dengan pertandingan yang berlangsung di Aichi, Jepang.
Tim basket putri Indonesia akan menghadapi Thailand pada laga pertama di Aichi International Arena pukul 11.00 WIB.
Indonesia membawa 12 pemain untuk basket putri 5x5, yakni Agustin Gradita, Erinindita Madafa, Faizzatus Shoimah, Priscilla Karen, Kartika Hatta, Kimberley Pierre-Louis, Angelique Aritonang, Nicole Lukito, Lea Kahol, Yualita Rency, Nathania Orville, dan Ayu Sriartha.
Setelah melawan Thailand, Indonesia kembali bertanding menghadapi China pada Senin (21/9) pukul 17.00 WIB.
Timnas voli putri Indonesia juga akan memulai pertandingan pada Kamis dengan menghadapi Nepal pada pukul 17.20 WIB. Indonesia kemudian menghadapi tuan rumah Jepang pada Jumat (18/9) pukul 17.20 WIB.
Pada cabang teqball, Yoga Ardika Putra akan menjalani sejumlah pertandingan nomor tunggal putra. Dia bakal menghadapi Vietnam, Laos, Republik Korea, Jepang, dan Filipina di Grup B.
Pasangan Husni Uba/La Ode Mardan M akan turun pada nomor ganda putra Grup A dengan menghadapi Thailand dan Filipina. Kedua nomor tersebut juga memiliki agenda perempat final dan repechages sesuai hasil pertandingan sebelumnya.
Dari cabang modern pentathlon, Caroline Andita Bangun dan Nurfa Inayah Nurul Qalbi tercantum dalam semifinal A, sementara Sri Wahyuni berada di semifinal B pada nomor obstacle, swimming, dan laser run.
Sumber: Kantor Berita Antara
Bima, Layar perahu yang mengejar angin di perairan Sangiang dan langkah para pelari yang menembus savana Tambora telah lama meninggalkan garis start dan finis. Namun, kesan dari kedua acara tersebut masih terekam kuat.
Di Sangiang, riuh sorak warga dan wisatawan mengiringi perahu-perahu tradisional yang berlomba menuju daratan. Beberapa hari kemudian, di kaki Gunung Tambora, ratusan pelari dari berbagai daerah berdatangan untuk menaklukkan jalur dari pesisir hingga pegunungan. Meski berlangsung dalam suasana yang berbeda, kedua acara ini menyisakan cerita serupa: ketika masyarakat menikmati tradisi dan alam, roda ekonomi warga ikut berputar.
Warung-warung membludak, dagangan UMKM laris manis, jasa transportasi kebanjiran penumpang, dan produk lokal makin dikenal. Sebuah bar kopi di arena Tambora Jungle Run bahkan mampu melipatgandakan omsetnya, memutar modal modal Rp1 juta menjadi penjualan sebesar Rp2 juta hanya dalam kurun waktu kurang dari sehari.
Di sinilah Festival Sangiang Api dan Tambora Jungle Run 2026 memperlihatkan wajah lain dari pariwisata Pulau Sumbawa. Sebuah acara bukan sekadar keramaian yang usai saat panggung dibongkar, melainkan pintu masuk bagi rantai ekonomi wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Sumber: Kantor Berita Antara
SKO Riau Jadi Juara Laga Para Juara Wakili Northern Sumatra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
Empat Juara Daerah Bertanding di Medan untuk Memperebutkan Tiket ke Panggung Nasional
MEDAN, 14 September 2026. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS menggelar Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Northern Sumatra di Stadion Kebun Bunga, Medan, Sabtu (12/9). Mempertemukan empat juara dari babak preliminary di wilayah Northern Sumatra, laga regional ini menetapkan SKO Riau sebagai Juara Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Northern Sumatra dan wakil kategori putra menuju Grand Final AXIS Nation Cup 2026 di Jakarta.
Pada laga final, SKO Riau menghadapi SMAN 9 Tunas Bangsa Banda Aceh dan berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1 dari adu pinalti. Hasil tersebut menjadi puncak persaingan empat tim terbaik yang sebelumnya telah menjadi juara di wilayah masing-masing, yaitu SMAN 9 Tunas Bangsa, SMA PAB 4 Sampali, SKO Riau, dan SMAN 5 Batam.
Sementara itu, untuk kategori futsal putri, SMAN 25 Batam akan menjadi perwakilan Northern Sumatra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026. SMAN 25 Batam sebelumnya berhasil menjadi Juara 1 Futsal Putri Preliminary Batam, sehingga mendapatkan kesempatan untuk langsung bertanding di Grand Final Nasional bersama perwakilan putri dari regional lainnya.
Baik perwakilan putra maupun putri Northern Sumatra akan melanjutkan perjuangan pada Grand Final AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026. Dengan demikian, Final Regional Northern Sumatra menjadi penentu wakil putra, sementara SMAN 25 Batam telah memastikan tempat di kompetisi nasional untuk kategori putri.
Antusiasme terhadap Final Regional Northern Sumatra juga terlihat dari kehadirann lebih dari seribu pengunjung dan supporter yang menyaksikan rangkaian pertandingan di Medan. Dukungan komunitas sekolah turut menjadi bagian dari pengalaman kompetisi dan memperkuat semangat “Laga Para Juara” yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai daerah.
Regional Group Head XLSMART Northern Sumatra, Winetou Lubis mengatakan, “Selamat kepada SKO Riau yang berhasil menjadi juara Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Northern Sumatra. Seluruh tim telah menunjukkan kemampuan, kerja sama, semangat kompetisi, dan sportivitas sepanjang pertandingan. Kami juga mengapresiasi SMAN 25 Batam yang akan membawa nama Northern Sumatra pada kategori putri di Grand Final.”
“Perjalanan para wakil Northern Sumatra belum berakhir. Kami berharap SKO Riau dan SMAN 25 Batam dapat memberikan penampilan terbaik di Grand Final, sekaligus membawa nama sekolah dan daerahnya bersaing di tingkat nasional,” tambah Winetou.
Empat Juara Daerah Bertemu di Medan
Perjalanan menuju Final Regional Northern Sumatra dimulai dari babak preliminary yang digelar di masing-masing daerah.
SMA PAB 4 Sampali menjadi juara Medan setelah melalui persaingan yang diikuti 40 tim futsal SMA/SMK sederajat, yang terpilih dari lebih dari 90 sekolah pendaftar. Pada babak tersebut, SMAN 7 Binjai menjadi juara kedua.
Dari Aceh, SMAN 9 Tunas Bangsa menjadi wakil setelah meraih posisi terbaik di wilayahnya. Sementara SKO Riau menjadi juara Preliminary Pekanbaru dan SMAN 5 Batam menjadi juara Preliminary Batam.
Keempat juara tersebut kemudian bertemu dalam Final Regional Northern Sumatra di Medan. Sesuai jadwal pertandingan, fase grup diawali dengan laga SMA PAB 4 Sampali vs SKO Riau pada pukul 10.00 WIB dan SMAN 5 Batam vs SMAN 9 Tunas Bangsa pada pukul 11.00 WIB.
Pertandingan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB dan 14.00 WIB berdasarkan hasil fase grup, sebelum dua tim terbaik bertemu pada laga final pukul 16.00 WIB untuk menentukan juara regional.
Pertemuan empat juara daerah tersebut menjadi bagian dari konsep “Laga Para Juara”, yang memberikan kesempatan bagi tim terbaik dari masing-masing wilayah untuk kembali berkompetisi dan menentukan satu wakil Northern Sumatra menuju tingkat nasional.
Hasil Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Northern Sumatra
Kategori Futsal Putra
Juara 1 : SKO Riau
Juara 2 : SMAN 9 Tunas Bangsa Banda Aceh
Laga Final : SKO Riau (2) – SMAN 9 Tunas Bangsa Banda Aceh (1)
Kategori Futsal Putri – Wakil Northern Sumatra
Juara Preliminary Batam: SMAN 25 Batam
Juara 2 Preliminary Batam: SMK Negeri 7 Batam
Sebagai juara regional, SKO Riau akan membawa nama Northern Sumatra pada kategori putra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026. Sementara SMAN 25 Batam akan menjadi wakil Northern Sumatra untuk kategori putri pada kompetisi nasional tersebut.
Dua Wakil Northern Sumatra Menuju Panggung Nasional
Kehadiran SMAN 25 Batam di Grand Final menambah representasi Northern Sumatra pada kompetisi nasional AXIS Nation Cup 2026. Kategori futsal putri menjadi bagian dari komitmen AXIS untuk memberikan ruang yang semakin luas bagi pelajar perempuan dalam mengembangkan potensi dan berprestasi melalui futsal.
Pada Grand Final AXIS Nation Cup 2026, SKO Riau dan SMAN 25 Batam akan membawa nama Northern Sumatra dan bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai regional di Indonesia. Grand Final dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, AXIS Nation Cup 2026 menjangkau 40 kota di Indonesia dengan target partisipasi sekitar 1.680 sekolah dan 16.800 pelajar. Kompetisi ini juga memperkuat pembinaan talenta melalui kolaborasi AXIS bersama Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Para juara mendapatkan kesempatan mengikuti Intensive Training Program bersama pelatih berlisensi serta proses talent scouting, sehingga AXIS Nation Cup tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga membuka akses bagi talenta muda menuju jenjang olahraga yang lebih tinggi.
Dalam tiga tahun penyelenggaraan sebelumnya, sebanyak lima alumni AXIS Nation Cup telah bergabung dengan Tim Nasional Futsal U-19 Indonesia dan turut mengantarkan Indonesia meraih posisi runner-up AFF U-19 Futsal Championship 2025.
Dukungan Konektivitas 5G untuk Aktivitas Digital
Penyelenggaraan Final Regional AXIS Nation Cup 2026 di Medan juga didukung oleh penguatan jaringan XLSMART. Medan, Binjai, dan Deli Serdang telah didukung lebih dari 1.000 BTS 5G XLSMART, sebagai bagian dari perluasan jaringan 5G di Sumatra Utara.
Dukungan konektivitas tersebut melengkapi aktivitas generasi muda selama penyelenggaraan ANC. Melalui AXIS 5G AF (Absolute Fast), pelanggan dapat menikmati pengalaman konektivitas 5G yang cepat dan stabil untuk mendukung berbagai aktivitas digital, termasuk berkomunikasi, membuat konten, dan berbagi momen pertandingan.
Kehadiran jaringan tersebut juga sejalan dengan komitmen XLSMART dalam membangun Responsible Digital Infrastructure, dengan menghadirkan konektivitas yang mendukung kebutuhan digital masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui AXIS Nation Cup 2026, XLSMART terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mengejar prestasi. Setelah menjadi bagian dari Laga Para Juara Northern Sumatra, SKO Riau dan SMAN 25 Batam kini bersiap membawa nama wilayah tersebut ke Grand Final AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, 31 Oktober 2026.
Jakarta, Pegokart muda Morgan Holiondo Sonmoahi menjadikan musim pertamanya di Eshark ROK Cup Indonesia sebagai proses pembelajaran untuk tampil lebih baik pada tahun depan setelah menutup musim 2026 sebagai runner-up nasional kelas Mini ROK. "Ya, itu harapan saya. Semoga tidak ada aral melintang hingga saya bisa mewujudkan keinginan itu," kata Morgan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Pembalap Dewa United Motorsport itu baru mulai menekuni gokart pada awal tahun ini, namun mampu menjaga konsistensi sepanjang musim hingga menempati posisi kedua klasemen akhir kejuaraan nasional. Hasil tersebut menjadi modal bagi Morgan untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan pada musim berikutnya. Pada putaran keenam sekaligus seri terakhir Eshark ROK Cup Indonesia di Sirkuit Karting Internasional Sentul, Bogor, akhir pekan lalu, Morgan sebenarnya mengawali akhir pekan dengan cukup baik. Ia mencatatkan hasil terbaik pada sesi kualifikasi sebelum finis kelima pada heat dan kembali menempati posisi kelima pada prefinal.
Namun, kendala mesin pada balapan final membuat Morgan hanya mampu menyelesaikan perlombaan di posisi ke-15. Hasil tersebut tidak mengubah posisinya secara signifikan karena poin yang dikumpulkan sejak awal musim cukup untuk mengamankan peringkat kedua klasemen akhir Mini ROK. Morgan mengatakan pengalaman sepanjang musim pertamanya memberikan banyak pelajaran yang ingin ia gunakan untuk meningkatkan performa pada 2027. Ia juga bertekad berlatih lebih keras agar dapat tampil lebih konsisten dan bersaing memperebutkan gelar nasional. Morgan sebenarnya memiliki kesempatan tampil pada Kejuaraan Dunia ROK Cup di Italia setelah juara nasional Michael Vino tidak mengambil tiket tersebut.
Namun, keluarga memilih memprioritaskan pendidikan karena Morgan yang saat ini duduk di kelas P6 akan menghadapi ujian untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. "Morgan saat ini kelas P6 dan akan menghadapi ujian nasional untuk ke tingkat selanjutnya. Jadi, pastinya kami akan lebih memprioritaskan sekolah dulu," kata ayah Morgan, Merlion Sonmoahi. Merlion berharap pengalaman satu musim penuh tersebut dapat membantu Morgan berkembang dan kembali mendapatkan kesempatan tampil di tingkat internasional melalui hasil yang diraih sendiri. "Semoga saja tahun depan bisa juara nasional sehingga bisa berangkat dengan tiket dari hasil usaha sendiri sebagai juara nasional," ujarnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
