super me
Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menerima kunjungan Tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dalam rangka pemeriksaan kinerja atas efektivitas pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Senin (3/11/2025).
Kegiatan entry meeting tersebut dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Kabidkeu Polda Kepri, Kabiddokkes Polda Kepri, serta Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri AKP dr. Leonardo, Sp.FM., M.H.
Sementara dari Tim BPK RI turut hadir Ibu Ery Eranovia, S.E., Ak., CA., ACPA., CPA selaku Pengendali Teknis 1, bersama anggota tim lainnya yaitu Bapak Nanda Tri Nico, S.E., CPSAK, CA, ACPA, CertDA, Ibu Elviza, S.E., Ak., Bapak Jonet Patmono, S.ST., CertDA, dan Ibu Keffi Karina, S.T., M.E., ERMAP.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim BPK RI yang melaksanakan pemeriksaan di lingkungan Polda Kepri.
“Saya ucapkan selamat datang kepada Tim BPK RI dalam kegiatan entry meeting pemeriksaan kinerja efektivitas pengelolaan keuangan BLU Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Potensi Rumah Sakit Bhayangkara ini sangat besar, mengingat Batam merupakan kota industri dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kami berharap Rumkit Bhayangkara dapat terus berkembang dan naik level, baik dari sisi layanan maupun pengelolaan keuangan,” ujar Kapolda Kepri.
Lebih lanjut Kapolda menambahkan, dukungan dari Tim BPK RI diharapkan dapat memberikan masukan teknis bagi peningkatan tata kelola keuangan dan manajemen rumah sakit, sehingga Rumkit Bhayangkara Polda Kepri dapat memberikan pelayanan lebih luas hingga ke wilayah industri di Pulau Bintan.
“Batam ini merupakan kota yang berbatasan dengan negara tetangga dan memiliki banyak kawasan industri. Kami berharap pemeriksaan ini dapat memberikan solusi untuk peningkatan kinerja dan kemandirian Rumah Sakit Bhayangkara,” tutup Kapolda Kepri.
Sementara itu, perwakilan Tim BPK RI, Ibu Ery Eranovia, menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan bersifat dialogis dan berorientasi pada perbaikan tata kelola.
“Pemeriksaan ini tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga pada manajemen sumber daya manusia, sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), serta fasilitas pelayanan. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai efektivitas pengelolaan keuangan BLU dalam mendukung kemandirian Rumah Sakit Bhayangkara,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan akan berlangsung selama tanggal 3–7 November 2025 dan berharap dukungan penuh dari jajaran Polda Kepri agar proses pemeriksaan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Kepri menyampaikan bahwa Rumkit Bhayangkara Polda Kepri terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik melalui kerja sama dengan pihak industri maupun penambahan tenaga medis spesialis.
“Saat ini kami memiliki sembilan dokter spesialis dan akan segera bergabung enam dokter baru. Kami juga bekerja sama dengan pihak industri agar pelayanan kesehatan terhadap tenaga kerja, termasuk korban kecelakaan kerja maupun lalu lintas, dapat ditangani langsung oleh Rumah Sakit Bhayangkara,” ungkap Kabiddokkes.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polda Kepri dan BPK RI dapat memperkuat tata kelola keuangan serta meningkatkan efektivitas pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri dalam mendukung tugas-tugas Kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat.
Suasana pagi di Pelataran Parkir BP Batam tampak meriah pada Minggu (2/11/2025).
Para pesepeda bersemangat berkumpul dalam acara “Gowes Bersama BP Batam” yang digelar dalam rangka Hari Bakti BP Batam ke-54.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi oleh Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Turut hadir pula Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, jajaran Anggota/Deputi Bidang BP Batam, serta unsur Forkopimda Kota Batam yang ikut menyemarakkan suasana pagi itu.
Sebelum melepas peserta, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menekankan keselamatan berkendara saat berada di jalan raya.
“Terima kasih atas partisipasi para pesepeda yang menyemarakkan Hari Bakti BP Batam. Jaga ketertiban lalu lintas dan utamakan keselamatan saat bersepeda,” ujar Amsakar.
Tercatat lebih dari 1.300 peserta dari berbagai komunitas bersepeda di Kota Batam ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, dengan dua pilihan rute, yaitu 54 kilometer bagi peserta yang ingin tantangan jarak jauh, serta 12 kilometer bagi peserta yang memilih jalur santai.
Salah satu peserta yang berasal dari komunitas Bright Cycling Club (BCC), Yani, mengaku antusias dapat ikut serta dalam kegiatan ini.
“Kami sangat senang BP Batam memberikan wadah pecinta gowes di Kota Batam. Acaranya juga sangat seru, di jalanan sangat teratur. Harapan saya semoga bisa jadi agenda tahunan,” ujarnya.
Selain bersepeda, suasana semakin semarak dengan adanya pengundian lucky draw berhadiah menarik bagi peserta yang beruntung.
Melalui kegiatan ini, BP Batam berharap dapat terus mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antarinstansi dan komunitas di Kota Batam.
Jakarta – Pasar obligasi Indonesia pada September 2025 menunjukkan dinamika yang menarik sekaligus menantang. Indeks obligasi komposit, Indonesia Composite Bond Index (ICBI), terus mencatatkan performa positif sepanjang tahun ini dengan kenaikan lebih dari sembilan persen secara year-to-date. Pergerakan tersebut mencerminkan rally yang cukup kuat baik di obligasi pemerintah maupun korporasi, meskipun sempat terkoreksi tipis dalam basis mingguan. Hal ini menegaskan bahwa obligasi tetap menjadi instrumen penting yang menopang stabilitas pasar keuangan di tengah ketidakpastian global.
Jika dilihat dari sisi fundamental, spread antara yield obligasi pemerintah Indonesia dan obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun relatif stabil di kisaran 228 basis poin. Hal ini menunjukkan premi risiko Indonesia masih terjaga, meski terdapat pelemahan rupiah yang cukup signifikan pada bulan September. Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp16.752 per dolar AS, sejalan dengan penguatan indeks dolar global. Indonesia tercatat sebagai salah satu mata uang yang mengalami pelemahan terdalam di kawasan Asia, meskipun tekanan ini juga dialami negara lain akibat sentimen suku bunga The Fed dan ketidakpastian perdagangan global.
Di sisi permintaan, lelang obligasi pemerintah sepanjang bulan tetap mencatatkan minat yang tinggi, khususnya dari investor lokal. Pada lelang terakhir, porsi penawaran dari asing hanya sekitar 13 persen dari total bid, jauh menurun dibandingkan awal tahun yang mencapai 30 persen. Tren ini memperlihatkan semakin pentingnya peran investor domestik dalam menopang pasar obligasi. Institusi lokal seperti perbankan, asuransi, dan dana pensiun menjadi pembeli utama yang menjaga stabilitas pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap arus modal asing yang volatil.
Sementara itu, volatilitas pasar global meningkat pada bulan September, tercermin dari kenaikan indeks VIX hampir sembilan persen secara bulanan. Peningkatan risiko global dipicu oleh beberapa faktor, antara lain kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump yang masih menyisakan ketidakpastian, konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, serta arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat. The Fed akhirnya mulai memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00–4,25 persen, setelah lama dinantikan oleh pelaku pasar. Langkah ini diharapkan dapat meredakan tekanan pada perekonomian global, namun pasar masih menunggu kepastian apakah siklus pemangkasan akan berlanjut atau berhenti sementara.
Di dalam negeri, Bank Indonesia juga menempuh kebijakan moneter yang akomodatif dengan memangkas BI 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak lima kali sepanjang 2025, total sebesar 125 basis poin. Penurunan suku bunga acuan ini dilakukan untuk mendukung daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang rendah. Meski demikian, terdapat kekhawatiran bahwa pelonggaran moneter yang agresif bisa memperlemah rupiah lebih jauh, sehingga menimbulkan dilema kebijakan. Kombinasi kebijakan BI dan Fed akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pasar obligasi pada kuartal berikutnya.
Kondisi fiskal pemerintah juga tidak kalah menarik untuk diperhatikan. Pendapatan negara mengalami kontraksi, terutama dari penerimaan pajak, sementara belanja justru meningkat, khususnya pada transfer ke daerah dan program bantuan sosial. Dengan demikian, kebutuhan pembiayaan melalui penerbitan surat utang negara berpotensi meningkat pada akhir tahun. Hal ini bisa menambah pasokan obligasi di pasar, meskipun pemerintah berupaya menjaga keseimbangan dengan stimulus ekonomi baru melalui berbagai program percepatan.
Ke depan, terdapat tiga skenario utama bagi pasar obligasi Indonesia. Skenario dasar yang paling mungkin adalah penurunan suku bunga secara bertahap baik oleh The Fed maupun Bank Indonesia, dengan implikasi yield obligasi cenderung menurun, arus masuk asing meningkat, serta penerbitan obligasi korporasi bertambah. Skenario positif yang lebih optimistis mencakup pemangkasan suku bunga yang agresif, stabilitas rupiah, dan lonjakan besar dalam penerbitan obligasi korporasi. Namun, tidak dapat diabaikan pula skenario negatif, yakni jika The Fed kembali bersikap hawkish akibat lonjakan inflasi, sehingga Bank Indonesia tidak bisa melanjutkan pemangkasan suku bunga. Dalam kondisi tersebut, yield obligasi bisa naik, investor asing keluar, dan penerbitan obligasi korporasi menurun.
Dari seluruh dinamika ini, jelas terlihat bahwa pasar obligasi Indonesia tengah berada pada persimpangan penting. Di satu sisi, faktor domestik seperti kebijakan moneter longgar, dukungan investor lokal, dan stimulus fiskal memberikan landasan positif. Namun di sisi lain, tekanan eksternal berupa pelemahan rupiah, ketidakpastian global, dan arus keluar modal asing tetap membayangi. Bagi investor, memahami keseimbangan faktor-faktor ini sangat krusial untuk menentukan strategi investasi yang tepat. Obligasi masih menawarkan peluang menarik, tetapi dengan risiko yang perlu dikelola secara hati-hati, terutama terkait volatilitas pasar global dan arah kebijakan suku bunga ke depan.
BP Batam menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperkuat tata kelola layanan perizinan.
Melalui Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Radisson Hotel, Jumat (31/10/2025), Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengajak IPB untuk berkolaborasi menghadirkan inovasi baru.
Selain itu, kerja sama ini juga menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi Batam menuju kawasan investasi modern dan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama kolaborasi tersebut adalah mendorong tata kelola perizinan yang lebih efektif dan transparan. Sejalan dengan visi BP Batam untuk menjadikan kawasan berpenduduk sekitar 1,3 juta ini sebagai kawasan modern dan strategis yang mendorong iklim investasi inklusif.
“Kami berharap IPB dapat membantu BP Batam dalam memaksimalkan tata kelola perizinan. Kami ingin ada rencana aksi yang sejalan dengan spirit pembangunan berkelanjutan,” ujar Amsakar.
Lebih lanjut, Amsakar menegaskan bahwa BP Batam memiliki target untuk mengoptimalkan potensi investasi yang terus berkembang.
Oleh karena itu, layanan perizinan menjadi perhatian serius agar mampu memberikan kenyamanan sekaligus kepastian hukum kepada para investor.
“Bahwa saat ini ada perkembangan yang sangat dahsyat di Batam. Kemajuan ini tentu membutuhkan dukungan yang luar biasa dari banyak pihak, termasuk adanya peningkatan mutu pelayanan,” tambah Amsakar.
Sementara, Rektor IPB, Arif Satria, menyampaikan bahwa pihaknya mengaku bangga atas kerja sama ini.
Melalui peningkatan human capital dan pengembangan sains teknologi, Arif percaya, kebijakan BP Batam mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan industri di Provinsi Kepulauan Riau.
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan Batam. Industrialisasi yang masif telah menjadikan Batam kawasan strategis dengan daya saing tinggi,” jelasnya.
Jakarta, 01 November 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa transformasi keuangan digital harus mendorong inklusi dan memperluas kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (KE IAKD) OJK Hasan Fawzi dalam penutupan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu.
“Transformasi keuangan digital harus menjadi sarana untuk memperluas akses dan kesempatan, bukan menciptakan kesenjangan baru. OJK berkomitmen memastikan setiap inovasi berjalan secara bertanggung jawab, beretika, dan berkelanjutan,” ujar Hasan.
Hasan juga menambahkan bahwa OJK akan terus menjaga keseimbangan antara dorongan terhadap inovasi dengan mitigasi risiko yang mungkin timbul, serta memperkuat pelindungan konsumen.
“Kami di OJK akan terus hadir dan menjaga keseimbangan antara inovasi di satu sisi dengan kemampuan memitigasi risiko-risiko yang mungkin ditimbulkan, antara terus mendorong pertumbuhan dengan menghadirkan pelindungan terhadap konsumen dan nasabah tanpa kompromi,” ungkapnya.
Hasan juga menegaskan bahwa arah kebijakan yang dikeluarkan OJK selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, peningkatan produktivitas, serta pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan wilayah, di mana transformasi digital menjadi instrumen pembangunan nasional yang adil dan berkelanjutan.
Penutupan FEKDI x IFSE 2025 turut dihadiri oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti serta Sekretaris Jenderal Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manansang.
Pada kesempatan tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya sinergi, inovasi, dan akselerasi sebagai tiga kunci utama dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia.
“Tanpa sinergi maka kita tidak akan bisa mencapai tujuan digitalisasi secara optimal. Tanpa inovasi kita juga tidak akan mencapai sasaran dari digitalisasi secara tepat. Dan yang ketiga adalah akselerasi transformasi ekonomi,” jelas Destry.
Destry juga menyoroti bahwa digitalisasi di sektor keuangan tidak dapat dilakukan secara terpisah dan menegaskan pentingnya power of we sebagai filosofi kolaborasi dalam inovasi.
“Di pasar uang, walaupun mandatnya adalah Bank Indonesia, tapi dalam meningkatkan pasar uang kita, gak mungkin Bank Indonesia jalan sendiri. Bank Indonesia bersama-sama dengan OJK dan industri membangun infrastruktur bersama,” kata Destry.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan KEK Rizal Edwin Manansang menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2025 sebagai simbol sinergi nasional dalam mempercepat transformasi digital.
“FEKDI dan IFSE tahun ini bukan sekadar festival, tetapi cerminan dari semangat kolaborasi dan inovasi nasional untuk membangun transformasi ekonomi yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Edwin.
Lebih lanjut, Edwin menekankan pentingnya inovasi frugal sebagai pendekatan yang tepat untuk mendorong efisiensi dan keterjangkauan dalam pemanfaatan teknologi digital, agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Inovasi yang hemat sumber daya atau frugal innovation menekankan pada efisiensi, keterjangkauan, dan skalabilitas agar setiap terobosan teknologi dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk mereka yang belum pernah tersentuh oleh layanan keuangan formal,” tambahnya.
Selama tiga hari penyelenggaraan (30 Oktober–1 November 2025), FEKDI x IFSE 2025 menjadi wadah kolaborasi strategis antara OJK, BI dan Kemenko Perekonomian, serta melibatkan pelaku industri keuangan digital, startup, akademisi, dan masyarakat. Forum ini menghadirkan berbagai sesi diskusi, pameran teknologi, hingga kompetisi inovasi seperti Hackathon BI–OJK 2025 dan QRIS Jelajah 2025, yang mendorong generasi muda Indonesia untuk menghadirkan solusi keuangan digital nyata bagi masyarakat.
Pada kegiatan penutupan FEKDI x IFSE juga dilakukan pengumuman pemenang Hackaton:
Kategori Mahasiswa
- MTAF IMPACT
- KancaKids
- Chain Intelligence
Kategori Profesional
- Dewantara
- Meaningfull Intelligence
- Niriksagara
FEKDI x IFSE 2025 menjadi wujud kolaborasi pemerintah, regulator, industri, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang tangguh dan berdaya saing global. Forum ini juga menegaskan posisi Indonesia dalam mendukung ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) serta komitmen menuju ekonomi digital regional bernilai 2 triliun dolar AS pada 2030.
OJK memandang kolaborasi lintas otoritas seperti FEKDI x IFSE 2025 sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan digital dan memastikan inovasi berkembang berlandaskan tata kelola, etika, dan pelindungan konsumen.
OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat regulasi, mendorong inovasi yang bertanggung jawab, dan memastikan transformasi ekonomi digital nasional berlangsung inklusif, aman, dan berkeadilan.
BP Batam bersama Anggota Dewan Pengawas (Dewas) menggelar rapat koordinasi untuk membahas sejumlah agenda strategis dalam memperkuat tata kelola, akselerasi kinerja, serta arah kebijakan ekonomi ke depan, Jumat (31/10/2025).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program dan kebijakan BP Batam berjalan efektif serta memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.
Agenda rapat kali ini mencakup beberapa hal penting seperti laporan realisasi target PNBP dan kinerja lembaga, perkembangan proyek Rempang Eco-City serta kesiapan implementasi tiga regulasi baru. Yaitu PP Nomor 25, Nomor 28, dan Nomor 47 Tahun 2025.
Ketiga regulasi ini akan menjadi dasar penguatan tata kelola kelembagaan sekaligus mendorong efektivitas pelaksanaan kebijakan ekonomi di Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad juga melaporkan capaian positif realisasi investasi hingga Oktober 2025. Dengan total realisasi mencapai Rp54,7 triliun, atau 91,22 persen dari target Rp60 triliun.
Menurut Amsakar, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Batam, sementara PMA (Penanaman Modal Asing) juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
“Kami tengah menyiapkan regulasi turunan dari peraturan pemerintah yang baru, agar iklim investasi tetap kondusif dan aman. Tahun 2026 akan menjadi momentum lompatan besar bagi Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Amsakar.
*Optimalisasi Kinerja BP Batam Menuju 2026*
Amsakar juga meminta arahan dari Dewan Pengawas agar seluruh indikator kinerja utama BP Batam bisa terealisasi optimal di tahun mendatang.
Salah satu fokusnya adalah upaya peningkatan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)melalui efisiensi tata kelola dan percepatan layanan investasi.
“Hasil rapat ini akan kami tindak lanjuti agar setiap unit kerja dapat segera menyusun rencana aksi. Harapannya agar pertumbuhan investasi mampu berkontribusi besar terhadap ekonomi Batam secara keseluruhan,” tambah Amsakar.
Melalui penguatan tata kelola, optimalisasi investasi, serta implementasi kebijakan baru, BP Batam berkomitmen untuk menjadikan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi di tahun-tahun mendatang.
*Dewan Pengawas Apresiasi Kinerja BP Batam Sepanjang Tahun 2025*
Sementara, Sekretaris Kemenko Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, mengapresiasi kerja keras BP Batam dalam mengoptimalkan potensi daerah untuk mendorong pertumbuhan investasi.
“Realisasi investasi Batam sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa mendorong investasi yang lebih maksimal ke depan,” ujar Susiwijono.
Senada, Dewan Pengawas BP Batam, Elen Setiadi, juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan program BP Batam untuk mendukung pertumbuhan investasi telah berjalan maksimal.
Namun demikian, Elen berharap agar BP Batam dapat terus membenahi pelayanan perizinan.
“Kami yakin pelaksanaan program BP Batam sudah berjalan baik. Namun, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius agar hasilnya semakin optimal,” ujar Elen.
Batam – Polda Kepri bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Rapat Evaluasi Bulanan Gugus Tugas Daerah Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PP-TPPO) Tahun 2025 di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Jumat (31/10/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., Pejabat Utama Polda Kepri, serta penanggung jawab Gugus Tugas Daerah PP-TPPO Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah dan instansi vertikal atas sinergi dalam menjalankan mandat nasional pencegahan perdagangan orang.
Kapolda Kepri menegaskan bahwa pembentukan Satgas TPPO merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri dan kementerian terkait untuk melindungi warga dari praktik mafia perdagangan orang. Kapolda menyoroti pentingnya optimalisasi evaluasi kinerja, khususnya terhadap modus baru perekrutan pekerja migran ilegal lintas provinsi melalui wilayah Kepri.
“Kita bertanggung jawab penuh atas penegakan hukum, tanpa melihat asal daerah korban. Siapa pun tekong atau calo yang menyalurkan tenaga kerja secara ilegal, akan kita usut sampai tuntas,” ujar Kapolda Kepri.
Sementara itu, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., menekankan posisi strategis Kepri sebagai wilayah perbatasan yang di satu sisi membuka peluang ekonomi, namun juga menjadi rawan aktivitas kejahatan lintas negara seperti perdagangan orang dan narkotika.
Gubernur Kepri juga mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi antarlembaga serta melakukan pelatihan bagi tenaga kerja lokal agar siap bersaing di dunia kerja.
“Kita tidak bisa hanya mencegah tanpa memberi solusi. Karena itu, perlu kerja sama lintas provinsi untuk mempersiapkan SDM yang layak dan berkompeten agar tidak terjebak dalam jaringan TPPO,” ucap Gubernur Kepri.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Kepri bebas dari praktik perdagangan orang melalui penguatan sistem pencegahan, penegakan hukum, perlindungan korban, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selanjutnya, Karoops Polda Kepri Kombes. Pol. Taswin, S.I.K., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa setiap subgugus tugas telah diminta membuat rencana aksi dan laporan evaluasi bulanan. Ia juga menekankan pentingnya dua subgugus utama norma hukum dan kerja sama lintas sektor sebagai fondasi memperkuat tata kelola Satgas.
“Kita ingin Gugus Tugas ini tidak hanya sebagai lembaga formal, tapi menjadi bagian penting dari sistem negara yang aktif mencegah, menangkal, dan mengolah potensi kerawanan menjadi peluang bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Karoops Polda Kepri.
Rapat evaluasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Polda Kepri dalam upaya menekan tindak pidana perdagangan orang melalui sinergi kebijakan, pengawasan ketat terhadap jalur keluar-masuk wilayah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar lebih berdaya saing dan terlindungi secara hukum.
Salam Presisi
Bidang Humas Polda Kepri
Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Kabidhumas Polda Kepri
E-Mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri
Batam, 31 October 2025 – Bayangkan sore yang perlahan berubah menjadi malam. Langit oranye keemasan mencerminkan cahaya di permukaan air kolam renang, angin lembut berhembus membawa aroma daging panggang yang menggoda. Diiringi petikan gitar akustik yang menenangkan, suasana itu terasa sempurna untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota.
Itulah pengalaman yang ingin dihadirkan oleh Harris Hotel & Suites Nagoya Batam lewat program kuliner terbarunya, “Charcoal & Chill”, sebuah BBQ dinner all you can eat di area kolam renang luar ruangan dengan pemandangan perkotaan urban khas Batam.
Dibuka setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 17.00 WIB, Charcoal & Chill bukan sekadar makan malam — melainkan sebuah perayaan rasa dan suasana. Para tamu akan disambut dengan aroma arang yang membara, daging-daging premium pilihan yang dipanggang langsung oleh chef profesional, serta hidangan pendamping yang menggugah selera. Dari smoked brisket, smoked chicken, Wellington hingga seafood segar yang dibumbui sempurna — semua bisa dinikmati sepuasnya hanya dengan IDR 400.000 nett per orang.
Perpaduan antara cita rasa premium dan pemandangan kolam yang diterangi cahaya lembut menciptakan atmosfer yang hangat dan romantis. Alunan musik akustik mengisi udara, menjadikannya lokasi ideal bagi pasangan, keluarga, hingga sahabat untuk menikmati malam. Momen ini merupakan esensi dari apa yang ingin disajikan oleh Harris Hotel & Suites Nagoya Batam.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman makan malam yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga hati. Charcoal & Chill adalah tentang menikmati waktu, rasa, dan kebersamaan dengan latar pemandangan sunset yang indah,” ujar Lestari Hutagaol, F&B Manager Harris Hotel & Suites Nagoya Batam.
BATAM, OKTOBER 2025 — ARTOTEL Batam melalui ARTSPACE kembali menghadirkan pameran seni rupa kontemporer bertajuk “Lost Boy in Wonderland”, sebuah pameran tunggal karya Alexander Chris yang dikurasi oleh Frigidanto Agung. Pameran ini resmi dibuka pada Jumat, 31 Oktober 2025 di ARTSPACE, lantai lobby ARTOTEL Batam, dan akan berlangsung hingga 31 Januari 2026. Melalui pameran ini, Alexander Chris mengajak publik untuk menelusuri perjalanan manusia dalam memahami ruang hidup dan makna eksistensi di tengah laju modernitas.
Dalam rangkaian karya yang dihadirkan, Chris mengeksplorasi hubungan antara masa lalu dan masa kini, antara kesendirian dan keramaian, dalam ruang sosial yang terus bereksperimen dan berubah. Frigidanto Agung selaku kurator pada pameran seni ini menjelaskan dalam teks kuratorialnya bahwa pameran ini mengupas dinamika manusia yang hidup dalam ruang-ruang terfragmentasi oleh waktu dan tempat. “Chris mencoba menghadirkan subyek sejarah ke dalam konteks kekinian, menjabarkan otentisitas masa lalu sebagai fondasi nilai hari ini.
Melalui warna, cipratan, dan narasi visualnya, ia menandai bahwa kekinian selalu berakar dari masa lalu,” ujar Frigidanto. Estetika karya Alexander Chris dibangun melalui teknik yang ekspresif, penuh lapisan simbolik, dan sarat refleksi. Ia memanfaatkan pengalaman sosial dan studi sejarahnya sebagai landasan berkarya, menciptakan bentuk-bentuk artifisial yang kaya akan interpretasi dan emosi. Konsep “Lost Boy” sendiri menjadi representasi dari pencarian identitas manusia di tengah “wonderland” modern—sebuah dunia yang indah sekaligus membingungkan.
“Melalui ARTSPACE, kami ingin terus menghadirkan ruang bagi seniman Indonesia untuk berekspresi dan berinteraksi langsung dengan publik, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota kreatif yang berkembang pesat” ujar M. Isa Ismail General Manager Caretaker ARTOTEL Batam. Pameran “Lost Boy in Wonderland” dapat dikunjungi oleh masyarakat umum setiap hari di ARTOTEL ARTSPACE, Lantai Lobby, tanpa biaya masuk. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi artotelbatam.com, akun Instagram @artotelbatam atau WhatsApp +62 811 7758 922.
Batam — Suasana pagi di Batam terasa berbeda. Sejak pukul enam pagi, deru sepeda mulai terdengar di sepanjang jalan kota. Pesepeda dari berbagai kalangan bersemangat mengikuti kegiatan “Gowes Berkah: Satu Gowesan Kecil, Sejuta Senyum Terukir”, sebuah ajang olahraga sekaligus aksi sosial yang digagas oleh Telkom Indonesia bersama Netra Data Center, Nxera, Teman Ngopi Cycle Club (TNCC), komunitas Sedekah Jumat (Sejuk) Batam, dan jurnalis se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat (31/10/2025) pagi.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang bersepeda santai, tetapi menjadi simbol sinergi antara dunia usaha, komunitas, dan media dalam menebar semangat berbagi kepada sesama.
Dengan tema “Satu Gowesan Kecil, Sejuta Senyum Terukir”, para peserta memulai perjalanan mereka dari titik kumpul di kawasan Plaza Telkom Pelita Batam. Cuaca cerah dan semangat kebersamaan menambah hangat suasana pagi itu.
Para peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga menebarkan energi positif kepada warga yang ditemui di sepanjang rute gowes.
Hadir juga pada kesempatan tersebut, Ketua Batam Folding Bike, Rizal Saputra bersama Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ady Indra Pawennari.
Di garis finish, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada Pondok Pesantren Tahfidz Al Amin Wal Mutun Al Ilmiah, yang dipimpin oleh Ustadz Sharif Rumbouw.
Bantuan yang diberikan meliputi 125 kilogram beras, 20 liter minyak goreng, 4 dus mi instan, 10 papan telur, sabun, pasta gigi, serta perlengkapan mandi dan kebersihan. Bagi santri dan pengurus pesantren, bantuan ini menjadi bentuk kepedulian nyata dari para pesepeda dan komunitas Telkom terhadap keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan di pesantren.
Saat membuka acara, Sabri Rasyid, AVP External Communication menyampaikan bahwa kegiatan ini berawal dari ide spontan namun penuh makna.
“Kita ini awalnya hanya ingin olahraga bareng. Tapi ketika teman-teman dari komunitas mengusulkan agar sekalian berbagi, kami langsung sepakat. Tidak perlu rencana panjang—yang penting niatnya baik. Alhamdulillah, hari ini bukan cuma berkeringat karena gowes, tapi juga berkeringat karena bahagia bisa berbagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Sabri menambahkan bahwa semangat berbagi ini diharapkan bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin Telkom bersama komunitas di Batam.
“Ini bukan soal siapa yang memberi dan siapa yang menerima, tapi tentang bagaimana kita bisa saling menguatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ahmad Reza, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Indonesia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Telkom untuk hadir di tengah masyarakat.
“Kami ingin hubungan dengan media dan komunitas tidak sebatas transaksi pemberitaan. Telkom ingin membangun hubungan yang lebih bermakna. Kami percaya perusahaan besar harus memberi kontribusi positif, tidak hanya bagi pelanggan, tapi juga bagi masyarakat di sekitarnya,” ungkap Reza di hadapan para peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun citra dan komunikasi publik yang sehat.
“Teman-teman media adalah stakeholder utama kami. Melalui kolaborasi seperti ini, kita bisa berbagi inspirasi, bukan sekadar informasi. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan, mungkin setiap tiga bulan sekali,” ujarnya penuh harap.
Selain menjadi sarana olahraga, gowes kali ini juga menjadi momentum silaturahmi antara Telkom, komunitas pesepeda, jurnalis, dan masyarakat. Reza menegaskan bahwa kebersamaan inilah yang menjadi sumber kekuatan bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi di Batam.
Reza menambahkan, Batam memiliki posisi strategis dalam perkembangan infrastruktur digital dan ekonomi Indonesia.
“Kebutuhan digital di Batam sangat tinggi. Lokasi yang strategis menjadikan Batam sebagai magnet pertumbuhan, baik untuk bisnis maupun inovasi. Kami berharap dengan adanya kegiatan positif seperti ini, sinergi antar sektor semakin kuat,” katanya.
Ia juga mendorong para jurnalis dan komunitas di Batam untuk terus memanfaatkan teknologi dan digitalisasi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam menghadirkan konten yang lebih kreatif dan relevan.
Sementara itu, komunitas Teman Ngopi Cycle Club (TNCC), Andi yang juga menjadi salah satu koordinator kegiatan mengungkapkan rasa syukurnya atas kolaborasi yang terjalin.
“Ini kali kedua kami gowes bareng Telkom. Alhamdulillah, semangat teman-teman luar biasa. Tidak hanya bersepeda, kami juga bisa berbagi kepada yang membutuhkan. Ini bukti bahwa olahraga bisa jadi ladang amal,” ujarnya.
“Kami ingin menjadikan gowes seperti ini sebagai wadah silaturahmi. Kita gowes bareng, tertawa bareng, dan berbagi bareng. Kalau semua pihak terlibat, dampaknya pasti luar biasa,” tambahnya.
Rasa haru terlihat di wajah Ustadz Sharif Rumbouw, pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al Amin Wal Mutun Al Ilmiah, saat menerima bantuan sembako.
“Kami sangat berterima kasih kepada Telkom dan seluruh komunitas yang telah peduli. Bantuan ini sangat berarti bagi santri kami. Semoga Allah membalas dengan kebaikan berlipat untuk semua pihak yang terlibat,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ustadz Sharif juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Berbagi itu bukan soal banyak atau sedikit, tapi tentang keikhlasan. Dan pagi ini saya melihat keikhlasan itu nyata,” tambahnya.
Acara Gowes Berkah ditutup dengan foto bersama seluruh peserta. Senyum mengembang di setiap wajah, menggambarkan rasa puas dan bahagia karena telah menjadi bagian dari kegiatan yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menumbuhkan jiwa sosial.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana — dari satu gowesan kecil yang mampu menebar sejuta senyum di hati banyak orang.
“Semoga ini bukan yang terakhir,” kata Reza menutup acara.
“Karena selama masih ada semangat untuk berbagi, Telkom dan komunitas Batam akan selalu mengayuh bersama.”
