Live Streaming
Page 6 of 151

Batam, 9 September 2026 - Panitia Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 Batam-Tanjungpinang resmi membuka pendaftaran seminar internasional, lokakarya dan diskusi publik. Semua kalangan bisa mendaftar sesuai isu yang diminati. Setidaknya terdapat satu seminar internasional dan puluhan lokakarya atau diskusi publik. Isu yang dibahas juga beragam, tentunya tentang pers, Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan, perubahan iklim, transisi energi, hingga persoalan masyarakat adat. Acara seminar internasional, diskusi publik dan lokakarya ini akan dipusatkan di Politeknik Negeri Batam, selama dua hari 19-20 September 2026. Sementara itu pada hari terakhir festival ditutup dengan napak tilas ke Pulau Penyengat Tanjungpinang yang akan diikuti 40 AJI Kota dari Sabang sampai Merauke serta jaringan AJI. Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka, Adam Zulfikar, mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan agenda nasional tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tersebut. “Fesmed Selat Malaka bukan hanya acaranya AJI dan teman-teman media saja tapi ruang bersama untuk kita semua.

Ada banyak isu yang perlu dibahas dan menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami mengajak masyarakat khususnya yang berada di Batam dan Tanjungpinang untuk datang, belajar, berdiskusi, dan ikut menyampaikan gagasannya,” ujarnya. Ia menambahkan, kehadiran Fesmed di Batam dan Tanjungpinang diharapkan dapat memperluas ruang perjumpaan antara media dan masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di kawasan Selat Malaka. “Kami ingin Fesmed menjadi ruang diskusi terbuka yang aman dan nyaman. Semua boleh datang, bukan hanya untuk jurnalis,” kata Adam. Kelas-kelas lokakarya dan diskusi dihadirkan dalam Fesmed, untuk memberikan ruang belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mempertemukan berbagai perspektif dalam melihat persoalan yang dihadapi masyarakat. Pendaftaran bisa melalui laman Fesmed Selat Malaka di https://fesmedselatmalaka.org/program/ atau cari informasinya di akun Instagram @fesmedselatmalaka. Setelah dibanjiri kelas-kelas diskusi selama dua hari, Festival Media Selat Malaka dilanjutkan di Tanjungpinang, tepatnya di Pulau Penyengat.

Ini adalah kegiatan puncak Fesmed Selat Malaka. Di Pulau Penyengat para tamu dari AJI Kota di seluruh Indonesia bersama jaringan AJI akan diajak mengikuti napak tilas sejarah di pulau yang menjadi salah satu pusat peradaban Melayu tersebut. Tidak sekadar berkunjung, para peserta juga akan didorong menuliskan cerita perjalanan mereka selama mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Pulau Penyengat. Dengan demikian, kegiatan napak tilas diharapkan dapat melahirkan berbagai perspektif dan karya jurnalistik yang memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada masyarakat lebih luas. Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi rangkaian Fesmed bukan semata-mata karena statusnya sebagai destinasi wisata sejarah. Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Melayu karena pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang wilayah kekuasaannya membentang hingga Riau, Lingga, Johor, Pahang, dan Singapura. “Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang luar biasa.

Dari pulau kecil inilah lahir banyak pemikiran besar yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu sekaligus turut membentuk perkembangan bahasa Indonesia,” kata Sutana. Rangkaian Acara Fesmed Selat Malaka Berikut ini beberapa rangkaian kegiatan seminar internasional, diskusi publik hingga lokakarya yang dilaksanakan selama Fesmed Selat Malaka.

Pendaftaran bisa dilakukan di link yang sudah tersedia, segera daftarkan diri anda sebelum kuota penuh. Sabtu, 19 September 2026 di Politeknik Negeri Batam:

1. Seminar Internasional Festival Selat Malaka: “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara: Memperkuat Solidaritas Jurnalis Lintas Negara dan Melindungi Kebebasan Ruang Sipil” Pendaftaran: https://s.id/SeminarFesmedSelatMalaka

2. Diskusi Publik: Masyarakat Adat, Transisi Energi dan Perubahan Iklim Pendaftaran: https://s.id/DiskusiMasyarakatAdat

3. Diskusi Publik: Babak Baru PLTS 100 GW: Menakar Kesiapan Industri Hijau Indonesia dari Batam Pendaftaran: https://s.id/DiskusiIndustriHijauPLTS

4. Lokakarya Digital Safety and AI Literacy for Gen-Z (Sesi 1) Pendaftaran: https://s.id/TrainingBatam

5. Lokakarya Mengawal Isu Kelautan Melalui Karya Jurnalistik Berkualitas Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaIsuKelautan

6. Lokakarya Pengembangan Audiens Media di Media Sosial Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaPengembanganAudiens

7. "Sekolah Buruh AJI: Mengorganisir Pekerja Media untuk Membangun Serikat Pekerja yang Lebih Kuat" Pendaftaran: https://s.id/sekolahburuhbatam2026

8. "Lokakarya Keamanan, Geopolitik, dan Media di Lintas Batas" Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaKeamananMediaLintasBatas

9. Diskusi Publik: Membaca Perkembangan Teknologi AI dan Data Center Pendaftaran: https://s.id/DiskusiAIdanDataCenter

10. Lokakarya Fotografi bersama PFI Kepri “Kejujuran Visual di Era Serba Digital: Tantangan Foto Jurnalistik Sebagai Literasi Publik” Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaFotografiPFIKepri

Minggu, 20 September 2026 di Politeknik Negeri Batam:

1. Lokakarya Melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Sampai Semua Bebas Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaLawanTPPO

2. Diskusi Publik dan Pemutaran Film Dokumenter “Di Balik Ilusi Tembakau” Pendaftaran: https://s.id/DiskusiFilmDiBalikIlusiTembakau

3. Lokakarya Menjadi Penulis Ilmiah Populer untuk Demokrasi Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaPenulisIlmiahPopuler

4. Lokakarya Mata dari Angkasa: Panduan Praktis Jurnalisme Investigasi Berbasis Citra Satelit Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaMataDariAngkasa

5. Diskusi Publik Ancaman Rentan Kerusakan Lingkungan di Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Pendaftaran: https://s.id/DiskusiKerusakanPesisirdanPulauKecil

6. Lokakarya Proyek Data Center dan Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Energi dan Air di Batam Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaProyekDataCenter

7. Diskusi Publik: Just Energy Transition dan Mengapa Transisi Energi Harus Berkeadilan Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaJustEnergyTransition

8. Lokakarya Merancang Proposal untuk Pendanaan Liputan Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaProposalLiputan

9. Lokakarya untuk Pers Mahasiswa: Menulis Kritis dan Independen untuk Demokrasi Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaMembangunPersMahasiswa

10. Gelar Wicara Membaca Buku Reset Indonesia dan Kondisi Kita Hari Ini Pendaftaran: https://s.id/DiskusiBukuResetIndonesia

Tentang Fesmed Festival Media (Fesmed) adalah kegiatan tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Tahun ini AJI Batam dan AJI Tanjungpinang menjadi tuan rumah mengusung nama Fesmed Selat Malaka. Pelaksanaan Fesmed kali ini juga menjadi catatan sejarah pertama kali dilaksanakan di dua kota dan di dua pulau berbeda. Fesmed bertujuan meningkatkan literasi media kepada masyarakat serta menjadi ajang konsolidasi jaringan masyarakat sipil. Tidak hanya dihadiri jurnalis lokal, panitia juga memboyong perwakilan 40 AJI kota se-Indonesia untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi kolaborasi independen antara masyarakat sipil yang memiliki prinsip dan tujuan sama untuk keberlangsungan demokrasi di tanah air. Selain itu keberadaan media menjadi kekuatan dalam acara, setidaknya terdapat 10 media lokal dan nasional yang menjadi media partner dalam acara tahunan itu.

Tentang AJI Indonesia Aliansi Jurnalis Independen (AJI) adalah organisasi profesi jurnalis yang berdiri pada 7 Agustus 1994. AJI lahir dari semangat memperjuangkan kebebasan pers, profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis. Hingga kini, AJI tetap aktif melakukan advokasi kebebasan pers, peningkatan kapasitas jurnalis, perlindungan terhadap hak-hak pekerja media, serta perjuangan hak publik atas informasi. Tentang AJI Kota Batam AJI Kota Batam berdiri pada 28 November 2008 sebagai bagian dari AJI Indonesia. Organisasi ini aktif memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan kapasitas jurnalis, dan mengembangkan literasi media di wilayah perbatasan. Anggotanya berasal dari Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

Tentang AJI Kota Tanjungpinang AJI Kota Tanjungpinang berdiri pada 12 Agustus 2017 sebagai bagian dari AJI Indonesia. Organisasi ini aktif memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan kompetensi jurnalis, serta mengawal hak publik atas informasi di Kepulauan Riau. Anggotanya berasal dari Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Persatuan Istri Karyawan Otorita (PIKORI) BP Batam memperingati Hari Jadi ke-26 di Balairungsari BP Batam, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menguatkan Peran PIKORI BP Batam Menebar Manfaat”, peringatan tersebut dihadiri langsung Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar, mengatakan momentum Hari Jadi ke-26 menjadi penguat semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh pengurus. Ia mendorong setiap bidang untuk mengambil peran aktif melalui program yang sederhana, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar PIKORI BP Batam maupun masyarakat.

“Tidak perlu banyak dan tidak perlu muluk-muluk program kita, tetapi harus terlaksana dengan baik. Saya berharap seluruh pengurus memiliki peran, semakin solid, dan keberadaan PIKORI BP Batam benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Erlita.

Erlita berharap seluruh unsur kepengurusan dapat saling berkoordinasi dan menjalankan peran sesuai bidang masing-masing. Dengan demikian, program PIKORI dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta semakin menyentuh kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.

Semangat tersebut mendapat dukungan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Ia mendorong PIKORI untuk terus memperluas kiprahnya sehingga keberadaan organisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarga besar BP Batam, tetapi juga semakin dirasakan masyarakat Kota Batam.

“Kami ingin PIKORI ini eksis. Kami ingin organisasi ini dirasakan kehadirannya, tidak hanya bagi pegawai BP Batam, tetapi juga bagi Kota Batam. Karena itu, harus diformulasikan apa yang menjadi kegiatan taktis dan strategis PIKORI ke depan,” kata Amsakar.

Amsakar juga menekankan pentingnya membangun we feeling atau “rasa berkita” melalui kekompakan, pembagian peran, dan keterlibatan aktif seluruh unsur organisasi. Ia turut mengapresiasi peran keluarga dalam memberikan dukungan kepada para pegawai untuk menjalankan tugas dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Batam.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra dalam memperkuat kolaborasi dan kebersamaan untuk mendukung kemajuan Batam. PIKORI diharapkan turut mengambil peran melalui program sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan yang konkret dan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi PIKORI BP Batam ke-26 yang juga Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan perjalanan PIKORI tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Batam dan transformasi kelembagaan Otorita Batam menjadi BP Batam.

Sejak 7 September 2000, setiap periode kepengurusan telah memberikan warna melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, keagamaan, pembinaan keluarga, hingga pelestarian budaya. Meski terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman, nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian tetap menjadi kekuatan utama PIKORI.

“Dua puluh enam tahun bukan hanya tentang panjangnya perjalanan waktu. Ini tentang orang-orang yang telah mengabdikan diri, kebersamaan yang terus terjaga, kepedulian yang terus tumbuh, serta karya yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” ujar Ariastuty.

Peringatan Hari Jadi PIKORI BP Batam ke-26 turut diisi seminar kesehatan bertajuk “Cantik Bugar di Usia Emas” bersama dokter Rumah Sakit BP Batam, penampilan seni, serta pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun. Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Sudirman Saad; Pembina PIKORI BP Batam, Sri Sudarsono; para senior PIKORI BP Batam; jajaran pengurus dan anggota PIKORI BP Batam; pejabat di lingkungan BP Batam; serta perwakilan pegawai dari unit kerja di lingkungan BP Batam.

Batam, 11 September 2026 — PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak usaha PT Arsari Tambang, dan Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat hilirisasi industri timah Indonesia melalui pengembangan produk solder bernilai tambah, penguatan teknologi dan kualitas, serta perluasan akses pasar.

Penandatanganan MoU berlangsung di pabrik STANIA di Batam dengan tema “Strengthening Indonesia’s Downstreaming Industry through Strategic Partnership” atau “Memperkuat Hilirisasi Industri Timah Indonesia melalui Kemitraan Strategis.”

STANIA merupakan bagian dari ekosistem hilirisasi timah PT Arsari Tambang yang terintegrasi dari pertambangan hingga produk hilir. Pabrik STANIA di Batam diresmikan pada Juli 2025 dengan kapasitas awal 2.000 ton per tahun dan saat ini memproduksi solder bar, serta mengembangkan produk solder bernilai tambah lebih tinggi.

Bagian dari Ekosistem Industri Masa Depan

Aryo P. S. Djojohadikusumo, Direktur Utama PT Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari visi besar Arsari Group untuk membangun ekosistem industri masa depan Indonesia.

“STANIA merupakan bagian dari Arsari Tambang, yang merupakan sub-holding dari Arsari Group. Karena itu, kerja sama hari ini bukan hanya tentang pengembangan produk solder, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi masa depan.”

Arsari Group saat ini mengembangkan ekosistem teknologi dan artificial intelligence (AI) melalui RAIA Grid, yang mencakup connectivity, fiber, data center, cloud, high-performance computing, hingga AI. Arsari Group juga tengah mempersiapkan kemampuan GPU assembly di Indonesia.

Menurut Aryo, pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan industri dan supply chain pendukung.

“Kami ingin melihat timah Indonesia terus bergerak naik dalam rantai nilai—dari komoditas menjadi material bernilai tambah, kemudian terhubung dengan industri electronic manufacturing dan pada akhirnya mendukung ekosistem teknologi dan AI yang sedang dibangun di Indonesia.”

Kemitraan dengan Asahi Solder

Asahi Solder merupakan perusahaan multinasional asal Singapura yang memiliki pengalaman dalam soldering dan electronic interconnect materials, dengan produk yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri elektronik.

Vincent Kho, Pemilik dan Direktur Utama (Managing Director) Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd., menyambut kemitraan tersebut sebagai peluang untuk menggabungkan kapabilitas manufaktur lokal STANIA dengan pengalaman dan teknologi Asahi.

“Kami menyambut baik terjalinnya kemitraan strategis dengan STANIA. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri hilir timah, dan kami meyakini bahwa perpaduan antara kemampuan manufaktur STANIA di dalam negeri dengan pengalaman Asahi Solder dalam produk solder dan material interkoneksi elektronik dapat menciptakan peluang baru untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi serta memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok industri elektronik global.”

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengeksplorasi pengembangan produk, teknologi, kualitas, dan pasar, termasuk peluang pengembangan produk solder bernilai tambah lebih tinggi seperti solder paste.

Hilirisasi yang Berkelanjutan

Pengembangan STANIA juga menjadi bagian dari komitmen PT Arsari Tambang terhadap industri timah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Fasilitas STANIA dikembangkan dengan memperhatikan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan aspek lingkungan.

Bagi Arsari Group, hilirisasi harus berjalan bersama dengan inovasi dan keberlanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan agenda Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong hilirisasi, investasi, dan penguatan industri nasional.

Kemitraan STANIA dan Asahi Solder sekaligus mencerminkan semakin besarnya ruang bagi sektor swasta untuk berinvestasi, membangun kapasitas industri, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Dari timah Indonesia menuju material bernilai tambah, manufaktur, dan ekosistem teknologi masa depan.

Pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, menandai milestone pembangunan CANDLE Cable System sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang akan menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang.
 
Batam, 11 September 2026  PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat infrastruktur digital Indonesia melalui pembangunan CANDLE Cable System, sistem komunikasi kabel laut (SKKL) sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang akan menghubungkan Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang. Dikembangkan melalui XLSMART for BUSINESS dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, infrastruktur ini menjadi bagian dari komitmen XLSMART dalam menghadirkan konektivitas yang berkualitas, berkelanjutan, dan bertanggung jawab untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. 
 
Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, mengatakan, “CANDLE merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan kebutuhan konektivitas Indonesia dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan kapasitas yang semakin besar dan akses yang semakin luas ke jaringan global. Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan investasi infrastruktur ini dapat membuka akses yang lebih besar bagi dunia usaha Indonesia untuk tumbuh dan terhubung dengan ekosistem digital regional.” Pembangunan CANDLE kini memasuki salah satu tahapan penting dengan pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, Jumat (11/9). Proyek yang dimulai sejak Desember 2024 ini akan menghadirkan jalur berkapasitas besar sekaligus menambah pilihan konektivitas internasional antara Indonesia dan sejumlah negara di Asia. CANDLE Cable System dikembangkan melalui kolaborasi XLSMART bersama Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, dan SoftBank Japan, dengan NEC sebagai mitra teknologi. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari pembangunan sistem kabel laut yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang.
 
Pemilihan Tanjung Bemban, Batam, sebagai salah satu titik pendaratan CANDLE mempertimbangkan potensi pertumbuhan wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Batam, yang menjadi hub bagi sejumlah hyperscaler dan perusahaan telekomunikasi. Posisi tersebut menjadikan Batam strategis dalam pengembangan konektivitas internasional dan ekosistem data center. Jaringan CANDLE nantinya juga akan menghubungkan data center di Batam dengan negara-negara yang berada di sepanjang rutenya. Konektivitas tersebut akan mendukung kebutuhan pelanggan enterprise terhadap layanan berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable, termasuk untuk perkembangan cloud, AI, serta berbagai layanan digital. Andrijanto menambahkan, “Bagi pelanggan enterprise, CANDLE memberikan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable. Kapabilitas tersebut penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang terus berkembang seiring semakin besarnya penggunaan data dan layanan digital.”
 
Dalam pelaksanaannya, XLSMART terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Pemerintah mendukung pembangunan CANDLE, sementara proses perizinan terus berjalan untuk memastikan proyek dilaksanakan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. Bagi Batam, kehadiran salah satu landing point CANDLE membuka peluang untuk semakin memperkuat perannya dalam ekosistem digital regional. Keterhubungan dengan sejumlah negara di Asia dapat mendukung perkembangan data center dan aktivitas bisnis berbasis digital di wilayah tersebut. Andrijanto menegaskan, “CANDLE bukan hanya tentang membangun jalur konektivitas baru, tetapi membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia ke ekosistem digital regional. Kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha, mendukung pertumbuhan ekosistem digital, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital Asia.”
 
Tentang XLSMART
 PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART” atau “IDX: EXCL”) adalah perusahaan telekomunikasi terpadu terbaru di Indonesia yang terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Mengusung semangat “innovation with heart”, XLSMART hadir memimpin era digital Indonesia dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan siap menghadapi masa depan bagi lebih dari 69,4 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Dengan warisan keunggulan teknologi dan pelayanan pelanggan dari dua perusahaan besar, XLSMART menggabungkan keahlian XL Axiata dalam layanan seluler dan tetap sebagai bagian dari Axiata Group, serta inovasi Smartfren dalam layanan 4G, VoLTE, dan eSIM sebagai bagian dari Grup Sinar Mas. Dengan tagline “Bersama, Melaju Tanpa Batas”, XLSMART berkomitmen untuk mendorong inklusi digital, mempercepat kemajuan nasional, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.
 

Diskominfo Batam – Kota Batam kembali mengukir prestasi tingkat nasional. Kali ini Batam meraih penghargaan pada kategori Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi. Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam, Yusfa Hendri.

Amsakar mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan dan lembaga di Batam. Menurutnya, capaian itu tidak terlepas dari kolaborasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

“Apa yang kita peroleh hari ini adalah kerja kolektif kita bersama, baik Pemko Batam dan BP Batam,” ujar Amsakar.

Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi penambah semangat kita untuk terus membangun kota yang kita cintai,” katanya.

Amsakar juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam. Ia menegaskan, kemajuan kota tidak dapat dicapai hanya melalui kerja pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Saya bersama Ibu Li Claudia Chandra mengucapkan terima kasih atas kontribusi kita semua,” ucapnya.

Menurut Amsakar, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pemko Batam untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan, terutama dalam menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan terbuka.

Ia mengatakan, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Akses informasi yang baik memungkinkan masyarakat mengetahui berbagai program, kebijakan, dan capaian pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Amsakar menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah untuk terus melakukan pembenahan. Setiap program pembangunan, kata dia, harus memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi pemacu semangat kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan membangun Batam yang semakin maju,” katanya.

Apresiasi tersebut diberikan media nasional, KompasTV, melalui ajang bertema “Indonesia B15A”. Ia berharap penghargaan dari KompasTV tersebut semakin mendorong seluruh jajaran pemerintahan dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas serta pemerintahan yang transparan dan responsif. 

BATAM – Aktivitas pembangunan dan penimbunan lahan di sekitar kawasan Panaran, Batam, Kepulauan Riau, menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan jalur pipa transmisi gas yang disebut sebagai salah satu infrastruktur strategis penyaluran energi ke Batam.

Kekhawatiran muncul setelah terdapat aktivitas kendaraan dan alat berat yang melintasi salah satu titik jalur pipa transmisi tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pipa apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam Wendi Purwanto membenarkan hal tersebut pada hari Selasa pagi (8/9/2026). Pihaknya menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan bagian dari sistem penyaluran gas yang berasal dari Sumatra menuju Batam .

“Ukuran pipanya 28 inci. Pipa dari Sumatra menuju Batam, kemudian dari Batam menuju Singapura,” ujarnya.

Wendi menambahkan, terdapat satu titik di kawasan Panaran yang saat ini menjadi perhatian karena jalur aktivitas kendaraan dan alat berat melintasi pipa transmisi.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan aktivitas pembangunan biasa. Sebab, pipa yang melintas di kawasan tersebut memiliki fungsi penting dalam menopang sistem energi Batam.

Pihak PGN menegaskan kekhawatiran yang disampaikan bukan berarti kepanikan, melainkan perhatian terhadap aspek keamanan dan keselamatan infrastruktur.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan, pipa tersebut merupakan jalur penyaluran gas yang dioperasikan oleh PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Jalurnya berasal dari Sumatra, tepatnya dari wilayah Kuala Tungkal, kemudian melalui jalur laut menuju Panaran, Batam.

Dari Batam, sistem penyaluran tersebut kemudian berlanjut menuju kawasan Dapur 12 dan selanjutnya menuju Kepulauan Pemping sebelum diteruskan ke Singapura.

Dengan demikian, jalur tersebut memiliki posisi strategis bukan hanya bagi kebutuhan energi di Batam, tetapi juga terkait penyaluran gas menuju Singapura.

Pihak PGN menyebut apabila penyaluran melalui pipa tersebut sampai mengalami gangguan serius, dampaknya dapat dirasakan pada sistem kelistrikan Batam dan penyaluran energi menuju Singapura.

Di sisi lain, pihak PGN menyatakan aktivitas pembangunan atau penimbunan yang berada di sekitar jalur pipa tersebut bukan dilakukan oleh PGN. Mengenai siapa pihak yang melakukan pembangunan, narasumber mengaku belum mengetahui secara pasti.

Ia menyarankan persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, terutama menyangkut perizinan pembangunan dan alokasi lahan di lokasi tersebut.

Perhatian utama saat ini adalah memastikan aktivitas kendaraan berat maupun pekerjaan penimbunan tidak mengganggu keselamatan pipa transmisi.

Sebab, selain berdiameter 28 inci, jalur tersebut merupakan bagian penting dari sistem pasokan energi yang menghubungkan Sumatra, Batam dan Singapura. Karena itu, aspek keselamatan dan pengamanan jalur pipa menjadi penting untuk mencegah potensi gangguan penyaluran gas yang dapat berdampak luas terhadap sistem energi di kawasan.

Natuna, 6 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Kabupaten Natuna melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026 yang menjangkau sekitar 1.700 masyarakat.

OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan PT Pegadaian menggelar rangkaian kegiatan edukasi keuangan untuk mendorong masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan” dan berlangsung di Alun-alun Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Minggu (6/9). Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat dan dilanjutkan dengan edukasi keuangan bagi masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau yang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Manajer Madya Roy Aditia Perangin-angin menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan dan ketahanan finansial.

“Konsumen yang cerdas tidak hanya mampu menggunakan produk keuangan, tetapi juga mampu memilih produk sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, mengetahui hak dan kewajibannya, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak. Semangat tersebut terus kami dorong melalui program GENCARKAN,” ujar Roy.

Pelaksanaan GENCARKAN di Kabupaten Natuna menunjukkan perkembangan positif dan terus diperkuat secara berkelanjutan. Pada 2025, OJK bersama pemangku kepentingan telah melaksanakan 22 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 1.150 peserta. Sementara itu, hingga Juli 2026, jumlah kegiatan meningkat menjadi 32 kegiatan dengan jumlah peserta mencapai 2.500 orang yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat, antara lain pelajar, perempuan, pelaku usaha, dan masyarakat umum.

Perkembangan tersebut sejalan dengan capaian literasi dan inklusi keuangan di Kepulauan Riau. Berdasarkan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat di Kepulauan Riau mencapai 98,43%, sedangkan indeks literasi keuangan mencapai 78,29%. Kedua capaian tersebut berada di atas indeks inklusi keuangan nasional sebesar 93,61% dan indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57%.

Roy menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat edukasi dan akses keuangan masyarakat. 

“Capaian literasi dan inklusi keuangan di Kepulauan Riau menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas edukasi keuangan dan memperkuat akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Roy.

Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik menyampaikan apresiasi kepada OJK dan Pegadaian atas sinergi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan akses terhadap layanan keuangan.

“Peningkatan pengetahuan keuangan dan kemudahan akses terhadap layanan keuangan diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri secara finansial,” ujar Jarmin.

Dari sisi industri jasa keuangan, PT Pegadaian turut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara tepat dan bijak. Kepala Pegadaian Cabang Natuna Jufriadi menyampaikan bahwa GENCARKAN menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kepulauan Riau Aris Suroso mengajak masyarakat Kabupaten Natuna untuk mengelola pendapatan secara lebih bijak, termasuk ketika masyarakat memiliki keterbatasan pendapatan. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan secara lebih terencana.

OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan industri jasa keuangan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui GENCARKAN, OJK mendorong masyarakat agar tidak hanya semakin mudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga semakin cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.

Ekonomi Batam pada Triwulan II 2026 tumbuh 7,28% (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan Kepri 6,99% dan nasional 5,29%. Di antara kabupaten/kota di Kepri, Batam berada pada tiga besar pertumbuhan tertinggi, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi daerah berbasis industri, investasi, perdagangan, dan jasa.

AMSAKAR: JAGA MOMENTUM, PERKUAT DAYA SAING

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.

“Pertumbuhan 7,28 persen adalah hasil kerja bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum melalui pelayanan yang semakin cepat, infrastruktur yang semakin baik, dan iklim investasi yang semakin kompetitif.”

LI CLAUDIA: PERTUMBUHAN HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”
Karena itu, penguatan layanan dasar, air bersih, transportasi, dan infrastruktur perkotaan akan terus menjadi prioritas.

FARY FRANCIS: DARI INVESTASI KE LAPANGAN KERJA

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa investasi harus menghasilkan dampak ekonomi nyata.

“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja.”

Menurutnya, keberhasilan investasi diukur bukan hanya dari nilai yang masuk, tetapi dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang tercipta, dan jumlah pekerjaan yang dihasilkan.

BP Batam akan terus mendorong investasi berkualitas pada sektor manufaktur maju, data center, industri digital, energi, dan logistik, sejalan dengan visi Batam sebagai hub industri dan ekonomi digital Asia Tenggara.

BATAM: TUMBUH TINGGI, TUMBUH BERKUALITAS

Pertumbuhan 7,28 persen menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi.

“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.” 

Diskominfo Batam – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Indra Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (5/9/2026) malam, untuk mengikuti Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam. Menurutnya, banyak sifat mulia Rasulullah yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kita memperbincangkan Rasulullah SAW, kita memperbincangkan sosok Al Amin, penutup para rasul dan suri teladan yang baik bagi kita semua,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid Nabi, tetapi juga dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau.

Amsakar juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Basahi lisan kita dengan senantiasa bershalawat kepada Rasulullah. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Rasulullah membawa keberkahan dalam kehidupan kita,” katanya.

Menurut Amsakar, tema yang diangkat dalam Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 “Mempererat Rasa Kasih Sayang dan Persaudaraan di Era Digitalisasi Menuju Batam Maju” relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi dan digitalisasi, kata dia, perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kasih sayang dan persaudaraan.

Ia menilai, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Tema yang diangkat ini adalah tema yang paling relevan. Di tengah era digitalisasi, bagaimana kita tetap mempererat kasih sayang dan persaudaraan. Batam harus maju, tetapi kemajuan itu harus tetap dibangun dengan kebersamaan,” ujar Amsakar.

Amsakar berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga berharap seluruh ikhtiar masyarakat dan pemerintah dalam membangun Batam senantiasa mendapat keberkahan.

“Semoga Batam selalu menjadi negeri yang dirahmati,” tutupnya.

Suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat yang menggema di kawasan Belakang Padang. Masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, termasuk tausiah yang disampaikan penceramah Muhammad Aldiansyah atau Gus Aldi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada Masjid Nurul Huda sebagai juara pertama Pawai Belakang Padang Bershalawat Jilid 2. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan tersebut.

Persoalan sampah di Batam mulai diarahkan menjadi peluang sektor energi terbarukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan konsep waste to energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang, dengan potensi pengolahan sekitar 1.205 ton sampah yang dihasilkan Kota Batam setiap hari.

Gagasan tersebut disampaikan BP Batam dalam gelaran Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, Jepang, 3-4 September 2026. Dalam forum itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjadi salah satu narasumber dan panelist dalam sesi bertajuk “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities” pada 4 September.

Ariastuty tampil bersama perwakilan World Bank, JFE Engineering Corporation, serta Pemerintah Kota Makassar. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi BP Batam untuk memperkenalkan kebutuhan dan peluang pengembangan WtE di Batam, sekaligus membuka ruang kemitraan dengan pihak yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam pengelolaan energi dari sampah.

BP Batam membuka peluang kerjasama untuk penyusunan feasibility study (FS) sebagai langkah awal untuk membangun sektor energi terbarukan (WtE) di Kota Batam. Untuk penyusunan FS tersebut, BP Batam akan mengkoordinasikannya dengan Kementrian/Lembaga terkait.

“Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Ariastuty.

Respons awal datang dari JFE Engineering Corporation. Setelah sesi presentasi, BP Batam langsung melakukan pertemuan dengan perusahaan Jepang tersebut untuk membahas peluang pengembangan WtE di Batam. Berdasarkan estimasi awal JFE Engineering, volume sampah yang dihasilkan Batam berpotensi menghasilkan listrik sekitar 20 megawatt (MW).

Dengan kapasitas tersebut, listrik yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20.000 rumah. Namun, angka tersebut masih merupakan estimasi awal dan memerlukan pembahasan serta kajian lebih lanjut untuk menentukan kelayakan proyek.

JFE Engineering selanjutnya menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Batam dan mendalami peluang pengembangan proyek tersebut. Pembahasan juga akan melibatkan PT PLN (Persero) sebagai pihak yang akan membeli listrik yang dihasilkan dari proyek WtE.

Selain membahas peluang investasi, BP Batam juga memanfaatkan momentum APCC 2026 untuk membuka kembali peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Yokohama. Pada 3 September, BP Batam bertemu dengan Wakil Wali Kota Yokohama. Dalam pertemuan tersebut dibahas tawaran kerjasama antara Yokohama dan Kota Batam.

Langkah BP Batam di Yokohama menunjukkan upaya membuka peluang sektor energi terbarukan, circular economy, teknologi, kemitraan, dan pemanfaatan energi terbarukan yang dapat dikembangkan di Batam.

“Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah, bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir,” tutup Ariastuty.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengendalian Investasi, Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadjad Widagdo dan Kepala Biro Keuangan, Siswanto. 

Upaya pemulihan dan peningkatan layanan air minum di Kota Batam terus dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi). Pasca perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning, pemantauan kondisi suplai air terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Hasil pemantauan teknis menunjukkan suplai air di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak kini berangsur normal.

Sementara itu, sejumlah lokasi seperti Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, serta kawasan Marina, termasuk Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter dan sekitarnya, masih menjadi perhatian dalam penguatan layanan.

BP Batam menjelaskan, kondisi pasokan di sejumlah wilayah tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh pekerjaan perbaikan pipa di Muka Kuning. Secara teknis, kawasan tersebut merupakan stress area atau berada di ujung jaringan (end of line) dengan elevasi relatif tinggi, sehingga sejak sebelumnya menerima suplai dengan tekanan terbatas atau durasi aliran yang pendek.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad turun langsung meninjau kondisi salah satu stress area di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, Jumat (4/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk mencari solusi atas kondisi warga yang mengalami keterbatasan hingga tidak memperoleh aliran air.

Di lokasi tersebut, warga menyampaikan bahwa persoalan suplai air telah berlangsung cukup lama. RT 3 terdiri sekitar 21 kepala keluarga, sementara RT 5 dengan sekitar 45 kepala keluarga. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 65 kepala keluarga yang terdampak.

Salah seorang warga, Parna, menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Kepala BP Batam terhadap kondisi masyarakat dan upaya mencari solusi atas persoalan tersebut.

Amsakar mengatakan, sejak memperoleh informasi mengenai relokasi pipa Muka Kuning, dirinya langsung meninjau kondisi di lapangan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat harus segera mendapatkan solusi, sembari pekerjaan penguatan jaringan diselesaikan.

“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Amsakar pada jajaran SPAM dan ABH.

Ia meminta jajaran terkait menghitung kebutuhan armada tangki secara tepat agar distribusi air bersih dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

BP Batam juga menyiapkan langkah penambahan armada tangki, termasuk melalui pengalihan anggaran multiyears untuk memperkuat dukungan distribusi air.

“Harapan saya, paling lambat akhir November atau Desember, pekerjaan ini selesai dan selama prosesnya warga tetap mendapat suplai air bersih,” ujarnya.

Tangki Air Dikirim Secara Terjadwal

Sebagai penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi mengerahkan armada mobil tangki air secara intensif dan terjadwal ke sejumlah wilayah prioritas atau dedicated area.

Wilayah yang menjadi fokus antara lain Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong Permai, Bengkong Harapan, Bengkong Palapa, Kavling Berseri, serta titik layanan publik dan permukiman prioritas lainnya sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Distribusi tangki dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses penguatan jaringan berlangsung. Kebutuhan di lapangan juga terus dievaluasi agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Penguatan Jaringan Dikebut

Selain penanganan jangka pendek, BP Batam bersama PT ABHi terus menjalankan penguatan infrastruktur jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, serta sebagian wilayah Marina, termasuk Fantasy Residence, Jupiter, Galaxy dan sekitarnya, penguatan jaringan distribusi telah masuk dalam agenda prioritas atau Quick Win. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan debit dan tekanan air sehingga suplai ke kawasan ujung jaringan menjadi lebih stabil.

Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026, sedangkan pekerjaan pada jaringan sekunder ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2026. Secara keseluruhan, proyek penguatan jaringan di kawasan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Sementara itu, untuk kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan Bengkong, BP Batam telah lebih dahulu menjalankan penguatan jaringan melalui Segmen Sukajadi–M3G dan Segmen Ozon–Bukit Senyum. Pekerjaan yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026.

Dengan selesainya proyek tersebut, keandalan dan kestabilan aliran air di kawasan terkait diharapkan semakin meningkat.

Dua Langkah untuk Satu Tujuan

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa BP Batam bersama PT ABHi menjalankan penanganan dengan skala prioritas yang jelas, yakni memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memperkuat sistem jaringan secara permanen.

“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa, baik yang rampung September ini maupun yang ditargetkan selesai akhir 2026, sehingga warga di area ujung pipa dapat menikmati suplai air yang lebih optimal dan permanen,” tegas Denny.

Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada solusi sementara. Penguatan jaringan terus dilakukan agar masyarakat, khususnya yang berada di kawasan ujung jaringan, memperoleh layanan air yang lebih stabil dan andal dalam jangka panjang.

“Target kami jelas, bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat Batam ke depan semakin baik,” ujarnya.

BP Batam menyampaikan apresiasi atas dukungan, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan dan peningkatan infrastruktur berlangsung.

BP Batam bersama PT ABHi juga berkomitmen menyampaikan perkembangan kondisi operasional di lapangan secara terbuka, akurat, dan berkala sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian layanan air kepada masyarakat Kota Batam. 

Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Singapore National Day Reception di Grand Ballroom Hotel Radisson, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kamis (3/9/2026) malam.

Kehadiran Amsakar-Li Claudia menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan kerja sama antara Batam dan Singapura, khususnya di bidang ekonomi, investasi, pariwisata, serta kemitraan strategis yang telah terjalin selama ini.

Minister of State, Ministry of Foreign Affairs and Ministry of Home Affairs Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap hubungan harmonis dan kolaborasi yang terus terjaga antara Indonesia dan Singapura.

“Kami berharap kerja sama antara Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, dengan Singapura terus berjalan dengan sangat baik. Semoga kedua negara senantiasa maju, sejahtera, dan terus bertumbuh bersama dalam semangat kemitraan yang solid,” ujarnya.

Usai mengikuti rangkaian acara, Amsakar menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Singapura.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat Kota Batam, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-61 untuk Republik Singapura,” ucap Amsakar.

Menurut Amsakar, hubungan baik yang telah terbangun antara Batam dan Singapura perlu terus dipelihara dan diperkuat. Kedekatan geografis kedua wilayah menjadi modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai Singapura juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, baik melalui investasi maupun kunjungan wisatawan.

“Hubungan baik yang sudah terjalin sangat erat selama ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Kedekatan geografis ini merupakan modal besar untuk terus membuka berbagai peluang kerja sama baru, baik di sektor ekonomi, investasi, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang saling menguntungkan kedua pihak,” tambahnya.

Amsakar berharap hubungan yang semakin erat antara Batam dan Singapura dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kedua wilayah, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia-Singapura.

Page 6 of 151

Instagram

Tentang Kami