Live Streaming
super me

super me

Page 6 of 245

Jakarta, 21 Juni 2026. Penyidik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil menyita dan mengamankan 41 aset yang diduga terkait dengan tindak pidana perbankan syariah pada PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) GP di Kota Medan, Sumatera Utara. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemulihan kerugian bank (asset recovery) dalam proses penyidikan yang saat ini tengah berlangsung.

Penyitaan aset dilakukan pada 17–18 Juni 2026 setelah memperoleh penetapan resmi dari Pengadilan Negeri setempat. Tindakan tersebut merupakan hasil penelusuran aset (asset tracing) yang dilakukan secara intensif oleh Penyidik OJK guna mengamankan barang bukti sekaligus mengoptimalkan pemulihan aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.

Aset yang berhasil disita meliputi 41 aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Sumatera Utara, terdiri atas 8 bangunan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, 29 bidang tanah bersertifikat Hak Milik (SHM) di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, 2 aset di Kota Binjai, serta 2 aset di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

Dalam proses penyidikan, OJK menemukan indikasi bahwa sebagian agunan pembiayaan tidak diikat secara sempurna sesuai ketentuan hukum dan hanya menggunakan instrumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Oleh karena itu, langkah penelusuran dan penyitaan aset menjadi penting untuk memastikan efektivitas proses penegakan hukum dan pemulihan aset.

Penyidikan perkara ini dilakukan terhadap dugaan tindak pidana perbankan syariah yang terjadi di PT BPRS GP, yang sebelumnya telah dicabut izin usahanya oleh OJK pada 17 April 2025. Perkara tersebut melibatkan Sdri. IP selaku Direktur Utama dan Sdr. MIL selaku pengguna dana akhir (end user).

Berdasarkan hasil penyidikan, pada periode Oktober 2019 hingga Maret 2024, para terlapor diduga melakukan pencatatan palsu dalam pembukuan dan dokumen transaksi perbankan melalui pemberian 35 fasilitas pembiayaan atas nama 34 nasabah nominee (pinjam nama) dengan total plafon mencapai Rp15,47 miliar.

Pembiayaan tersebut diduga diberikan menggunakan dokumen identitas dan dokumen pendukung yang tidak sah serta tidak melalui prosedur pembiayaan yang berlaku. Dana hasil pencairan pembiayaan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan untuk menutupi pembiayaan bermasalah lainnya sehingga memengaruhi kualitas pembiayaan bank.

Atas perbuatannya, para terlapor diduga melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), serta ketentuan pidana terkait lainnya.

Keberhasilan penyitaan aset tersebut merupakan hasil sinergi dan koordinasi OJK dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan, Pengadilan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

OJK menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya penelusuran aset dan penegakan hukum terhadap setiap pihak yang melakukan tindak pidana di sektor jasa keuangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga integritas sektor jasa keuangan, melindungi kepentingan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan terhadap industri jasa keuangan nasional.

Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan sumber daya air dan mendorong pengembangan industri berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6).

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi upaya penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Batam ke depan, terutama dalam menjaga ketersediaan sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan dunia usaha.

Menurutnya, sebagai kawasan industri dan investasi yang terus berkembang, Batam membutuhkan dukungan riset dan inovasi agar pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” kata Sudirman.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan hingga industri hijau.

“Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri,” ujarnya.

Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menambahkan kolaborasi ini melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN, serta tiga unit teknis dari BP Batam. Sebanyak, sepuluh aktivitas dari enam topik utama telah dirumuskan untuk dilaknakan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, berdasarkan peta jalan yang telah disusun secara bertahap.

Seluruh aktivitas tersebut dirancang agar hasil riset dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pengembangan kawasan Batam.

“Kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal konkret dalam memperkuat peran riset bagi pembangunan kawasan strategis Batam,” katanya.

Sementara, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri (valley of death).

“BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” imbuh Arif.

Melalui kolaborasi ini, BP Batam meyakini hasil riset dan inovasi dapat menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan sumber daya air, mendorong transformasi industri yang lebih hijau dan mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. 

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog yang konstruktif dan menjadikan aspirasi publik sebagai dasar penyempurnaan kebijakan.

 

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan bahwa kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat merupakan elemen penting dalam menghasilkan kebijakan publik yang semakin berkualitas dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

"Kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas kebijakan publik," kata Menteri  Nusron.

 

Menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa, pemerintah menyambut  hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

 

"Setiap kebijakan yang dihasilkan terus dievaluasi dan disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," tutur Nusron.

 

Menurutnya, pejabat publik harus memiliki keterbukaan untuk mendengarkan berbagai pandangan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab dalam melayani kepentingan umum.

 

Lebih lanjut, dalam semangat Bulan Pancasila, pemerintah mendorong budaya dialog, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan agar setiap kebijakan yang dihasilkan selaras dengan nilai-nilai Pancasila serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

 

“Ini di bulan Pancasila, apakah kebijakan publik yang saya ambil dalam pemerintahan, sudah sesuai apa tidak. Sudah sesuai dengan Pancasila atau tidak, kalau belum ayo kita koreksi bersama-sama, item-item apa yang belum sesuai dengan Pancasila,” ungkap Nusron.

 

Melalui pendekatan ini, aksi demonstrasi dari kalangan mahasiswa tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai wadah evaluasi penting yang berharga bagi pemerintah.

 

Pemerintah memastikan bahwa setiap masukan yang disampaikan oleh para mahasiswa dalam demonstrasi tersebut akan dikaji secara mendalam guna menyempurnaan berbagai regulasi agraria dan tata ruang demi kesejahteraan masyarakat luas. [-RWA]

JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke seluruh pelosok Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, program elektrifikasi desa memasuki fase last mile electrification, yakni tahapan penyelesaian akses listrik bagi desa dan dusun yang hingga kini belum menikmati layanan kelistrikan yang andal, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari target pemerintah untuk menuntaskan elektrifikasi pada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun hingga 2029.

 

Kebijakan ini dinilai penting mengingat elektrifikasi memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan produktivitas ekonomi, pertumbuhan usaha masyarakat, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kesejahteraan sosial secara keseluruhan.

 

Komitmen pemerintah dalam memperluas akses listrik juga tercermin dari penguatan dukungan anggaran.

 

Selain melanjutkan Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), pemerintah mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terutama di wilayah yang sulit dijangkau jaringan kelistrikan konvensional.

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga ke desa dan dusun merupakan arahan Presiden Prabowo agar manfaat pembangunan energi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

 

"Semua anggaran yang ada kita fokuskan untuk menyentuh pada program-program yang ada di masyarakat," ungkap Bahlil.

 

Bahlil mengatakan pemerintah masih akan terus mendorong pembangunan jaringan listrik di berbagai wilayah yang belum terlayani secara optimal.

 

Dukungan anggaran untuk mempercepat elektrifikasi juga terus diperkuat. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema kontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) guna mempercepat pembangunan infrastruktur listrik desa.

 

"Untuk skema MYC 2026–2027 dengan target 3.054 lokasi dianggarkan sebesar Rp8,77 triliun. Kedua, untuk skema MYC 2027–2028 dengan target 101 lokasi dialokasikan sebesar Rp977,57 miliar," kata Tri.

 

Upaya tersebut dilakukan untuk menjangkau ribuan wilayah yang hingga kini belum memperoleh akses listrik.

 

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P. Hutajulu mengungkapkan pemerintah menargetkan seluruh wilayah yang belum berlistrik dapat teraliri listrik paling lambat pada 2029.

 

"Masih ada sekitar 8.000 lokasi yang belum mendapatkan akses listrik dan ini harus kita selesaikan. Tahun lalu sekitar 1.500 lokasi berhasil dialiri listrik, dan tahun ini pelaksanaannya ditargetkan lebih masif," jelas Jisman.

 

Dengan dukungan anggaran yang semakin besar, penguatan Program Lisdes dan BPBL, serta pemanfaatan PLTS sebagai solusi elektrifikasi di kawasan 3T, pemerintah optimistis target elektrifikasi nasional dapat tercapai sesuai rencana. *

Jakarta - Upaya memperkuat pencegahan korupsi terus menjadi bagian penting dalam mendorong efektivitas reformasi birokrasi nasional.

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mempercepat implementasi Program Pembelajaran Integritas berbasis e-Learning bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diluncurkan secara nasional pada 17 Juni 2026.

 

Program tersebut dirancang untuk memperluas pendidikan antikorupsi kepada lebih dari 6,5 juta ASN di seluruh Indonesia.

 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat budaya integritas di lingkungan birokrasi sekaligus mencegah praktik korupsi sejak dini.

 

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ASN merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang bersih dan profesional.

 

Menurutnya, reformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membutuhkan internalisasi nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

 

“Penguatan integritas ASN menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun birokrasi yang profesional dan bebas dari praktik korupsi. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui budaya integritas yang tertanam dalam sistem kerja,” ujar Setyo.

 

Melalui platform e-Learning ASN Berintegritas yang dikembangkan Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi (ACLC) KPK, peserta akan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai nilai-nilai antikorupsi sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pelayanan publik.

 

Direktur ACLC KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, mengungkapkan bahwa program tersebut telah dipersiapkan secara matang melalui berbagai tahapan uji coba dan evaluasi.

 

Hingga saat ini, modul pembelajaran telah diuji kepada lebih dari 54.000 ASN di 12 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

 

“Persiapan implementasi nasional telah dilakukan lebih dari satu tahun melalui forum diskusi, penyusunan kurikulum bersama ahli, hingga evaluasi menyeluruh untuk memastikan kualitas program,” kata Yonathan.

 

Dukungan terhadap penguatan pencegahan korupsi juga datang dari DPR. Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengapresiasi komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

 

“Kita hormati semua proses yang ada dan kita apresiasi spirit pemerintah Bapak Presiden dalam penegakan hukum memberantas korupsi,” ujar Cucun.

 

Ia menambahkan DPR akan terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap tata kelola, perencanaan, hingga penganggaran di berbagai lembaga sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan mendukung reformasi birokrasi yang berkelanjutan.

Ascott Regional Batam bekerja sama dengan PMI Kota Batam sukses menyelenggarakan kegiatan donor darah yang berlangsung di Mega Mall Batam. Kegiatan sosial ini melibatkan tujuh properti di bawah naungan Ascott Regional Batam, yaitu Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, Fox Hotel Nagoya Batam, Yello Hotel Harbour Bay Batam, Harris Hotel Batam Center, Harris Resort Waterfront Batam, Harris Resort Barelang Batam, dan Harris Hotel Nagoya Batam.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Ascott Cares ini berhasil mengumpulkan 84 kantong darah dari 108 calon pendonor yang mendaftarkan diri. Ratusan pengunjung Mega Mall dari berbagai latar belakang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat Batam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Ascott Regional Batam bersama PMI Kota Batam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam mendukung kebutuhan sosial yang berdampak langsung bagi kehidupan banyak orang.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dodi Putra selaku perwakilan General Manager Properti Ascott Regional Batam. Menurutnya, donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang telah menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Ascott melalui program Ascott Cares.

"Kegiatan ini merupakan salah satu dari berbagai aksi sosial yang telah dan akan terus kami lakukan bersama. Kami percaya bahwa kolaborasi mampu menciptakan dampak yang lebih besar bagi sesama dan lingkungan. Karena itu, kami selalu berupaya menghadirkan berbagai program melalui Ascott Cares sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat, serta pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap kegiatan donor darah ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berbagi dan peduli terhadap sesama," ujar Dodi.

Program donor darah merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh berbagai properti Ascott di Indonesia. Melalui Ascott Cares, perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif yang berfokus pada keberlanjutan, kepedulian sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Di Batam, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama berkontribusi melalui aksi sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berdasarkan wawancara dengan beberapa pengunjung Mega Mall yang turut berpartisipasi, mereka menilai kegiatan donor darah ini sangat bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendonorkan darah. Sejumlah pendonor juga mengaku telah rutin mengikuti kegiatan serupa di berbagai kesempatan dan berharap kegiatan donor darah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi Ascott Regional Batam atas partisipasi para pendonor, setiap pendonor yang berhasil mendonorkan darah menerima bingkisan berupa 5 kilogram beras. Selain itu, suasana acara semakin meriah dengan berbagai aktivitas interaktif yang dipandu oleh pembawa acara. Sejumlah hadiah menarik turut dibagikan kepada peserta, mulai dari goodie bag hingga voucher hotel yang disediakan oleh properti-properti di bawah Ascott Regional Batam.

Melalui kolaborasi bersama PMI Kota Batam, Mega Mall Batam, serta dukungan dari masyarakat, Ascott Regional Batam berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi sesama sekaligus memperkuat budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Ke depannya, Ascott Regional Batam berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program Ascott Cares yang tidak hanya memberikan pengalaman menginap yang berkualitas, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas tempat perusahaan beroperasi.

 

Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat merespons masukan Komisi VI DPR terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam.

Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), BP Batam langsung menerjunkan tim untuk mengecek 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut.

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana beserta jajaran.

Guna menyelaraskan langkah, BP Batam juga menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.

Sebelas lokasi yang ditinjau mencakup sejumlah kawasan strategis, antara lain Orchard Park di Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga area depan Panbil Industrial Estate yang belakangan kerap tergenang saat hujan deras.

Langkah ini diambil setelah Anggota Komisi VI DPR Sturman Panjaitan menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas drainase dalam RDP sehari sebelumnya.

Sturman mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam yang pesat harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menegaskan, verifikasi faktual di lapangan ini sangat krusial untuk memetakan akar masalah secara akurat sebelum merumuskan solusi teknis.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan karena setiap lokasi memiliki karakteristik persoalan yang berbeda. Penanganannya harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” ujar Mouris.

Ia menambahkan, respons cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Keduanya menekankan agar setiap aspirasi publik maupun legislatif segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.

“Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, selalu menegaskan bahwa persoalan masyarakat tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat. Setiap masukan, termasuk yang disampaikan DPR RI, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata dan solusi di lapangan,” tegas Mouris.

Melalui peninjauan bersama Pemerintah Kota Batam ini, skema penanganan di setiap titik mulai disusun.

Rencana kerja tersebut meliputi normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran, hingga kolaborasi teknis lintas sektoral demi mewujudkan infrastruktur Batam yang andal dan berkelanjutan. 

Batam, 18 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Batam terus mendorong peningkatan literasi keuangan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam melalui Seminar “Cerdas Finansial Era Digital: Optimalisasi Literasi Keuangan Menuju Masyarakat yang Bijak Berutang dan Adaptif terhadap Risiko Keuangan Digital”, Kamis. 

Seminar yang dilaksanakan di Harmoni One Hotel, Batam dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi wanita kota batam, pelaku usaha, serta mahasiswa dari Universitas Ibnu Sina Batam dan Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional Batam. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar, dalam sambutannya, menekankan bahwa perkembangan teknologi memberikan kemudahan, namun juga turut menciptakan kerentanan baru jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang memadai. “Bersama TPAKD, literasi keuangan kepada masyarakat Kota Batam dapat dilaksanakan senantiasa dari waktu ke waktu agar masyarakat dapat adaptif dan cerdas dalam memanfaatkan keuangan digital,” kata Suhar.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Batam Firman Hidayat turut menyampaikan bahwa seminar ini dapat membekali masyarakat dengan keterampilan mengelola keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memprioritaskan pembayaran untuk meminimalkan beban utang.  Kegiatan yang diselenggarakan di Kota Batam ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Batam Firman Hidayat, Kepala Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau dalam hal ini diwakilkan oleh Manajer Senior Bagian Pelindungan Konsumen M. Rizky, perwakilan Bank Indonesia, dan perwakilan Bank Riau Kepri Syariah Kota Batam. 

Dalam kesempatan tersebut, Manajer Senior Bagian Pelindungan Konsumen M. Rizky mewakili Kepala Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau dan sebagai narasumber mengajak seluruh peserta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal dan investasi ilegal yang masih marak ditemukan. Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan penyalahgunaan data pribadi.

Selain itu, seminar ini juga menghadirkan narasumber Ketua Program Studi Bisnis Digital Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional Renniwaty Siringoringo dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang Ulfa Oktavani Nasution yang membahas mengenai bijak berutang dan pengelolaan keuangan yang baik.  Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Kepulauan Riau bersama TPAKD Kota Batam berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, bijak dalam berutang, mampu beradaptasi dengan perkembangan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab, serta waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal.   

Jakarta, 19/6 - Massa yang terdiri dari petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, mahasiswa, buruh, pemuda, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah yang tergabung dalam Tani Merdeka Indonesia (TMI) datang ke Jakarta dan menggelar aksi damai mendukung kebijakan kerakyatan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Patung Kuda, Jumat pagi.

Aksi damai tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian. Massa dari berbagai daerah itu datang untuk menyampaikan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Peserta menggelar aksi damai tersebut dengan membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi. Secara bergantian, mereka juga menyampaikan pernyataan sikap dari atas mobil komando.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan dukungan itu diberikan karena berbagai program pemerintah dinilai menyentuh kepentingan rakyat, terutama dalam sektor pertanian, ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Kami menyatakan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Don.

Menurut dia, dukungan tersebut dibarengi komitmen untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami hadir untuk mengawal agar seluruh program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan tidak diselewengkan oleh mafia maupun oknum yang menghambat kepentingan masyarakat,” ujar Don.

 

Lebih lanjut, Don mengatakan berbagai kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa, mulai dari kemudahan memperoleh pupuk hingga penyerapan hasil panen yang semakin baik.

Selain itu, dia juga menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal karena meningkatkan permintaan terhadap produk pangan di daerah.

Dia pun bercerita sebelumnya, hasil panen, seperti kubis, sering tidak laku, namun sekarang terserap melalui program MBG. Kemudian, sektor peternakan, buah-buahan, dan perkebunan juga ikut merasakan manfaatnya.

“Karena itu, kami sangat bersyukur memiliki program yang benar-benar menyentuh masyarakat desa,” ucap Don.

Dia menegaskan aksi damai yang digelar itu bukan merupakan aksi tandingan terhadap kelompok tertentu, namun semata-mata murni ditujukan untuk menyampaikan aspirasi dan pengalaman masyarakat desa yang merasakan manfaat dari berbagai program pemerintah.

“Kami hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa warga desa sangat puas dengan berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Don.

Tak berhenti sampai di situ, dia juga mengeluarkan pernyataan mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar menindak tegas mafia pangan, mafia pupuk, mafia tanah, mafia impor, serta berbagai praktik yang dinilai merugikan rakyat dan menghambat pelaksanaan program pemerintah.

Selain itu, dia juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan infrastruktur pendukung di pedesaan.

 

Isu reforma agraria pun turut menjadi perhatian. Massa meminta agar pemerintah segera membentuk Badan Nasional Penyelesaian Reforma Agraria untuk menangani berbagai konflik lahan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Dalam aksi damai tersebut, Don mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.

Menurut dia, kondisi yang aman dan kondusif menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, serta menciptakan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan. Jangan sampai perbedaan pandangan memecah persatuan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa,” tegas Don.

Dia memandang stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan, sehingga seluruh komponen masyarakat perlu mengedepankan dialog, persatuan, dan semangat gotong royong agar pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

“Kami juga meminta DPR RI menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap pelaksanaan program-program kerakyatan agar berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu,” tutur Don.

Aksi damai tersebut berakhir dalam suasana,

 tertib. Massa membubarkan diri secara teratur setelah menyampaikan seluruh aspirasi dan pernyataan sikap. 

 

 Sumber : Kantor Berita Antara

Jakarta, 19/6 - Tim nasional Meksiko memperkuat posisi di puncak Grup A Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada laga kedua di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko, Jumat WIB.

Sejak menit awal, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Korea Selatan langsung mencoba menekan melalui pergerakan cepat Son Heung-min dan Lee Kang-in, namun pertahanan Meksiko masih cukup disiplin. Bahkan pada menit-menit awal, Lee Kang-in sudah mendapatkan kartu kuning akibat pelanggaran keras pada menit ke-4.

Meksiko menanggapi dengan beberapa peluang berbahaya. Pada menit ke-7, Brian Gutierrez dan Roberto Alvarado melepaskan tembakan yang berhasil diamankan kiper Korea Selatan. Tekanan tuan rumah terus berlanjut, namun belum membuahkan hasil.

Korea Selatan juga beberapa kali mengancam, termasuk situasi berbahaya di menit ke-18 ketika Edson Álvarez harus melakukan sapuan krusial di garis gawang untuk menggagalkan peluang Son Heung-min.

Hingga pertengahan babak pertama, kedua tim saling bergantian menyerang, tetapi belum ada gol yang tercipta.

Memasuki akhir babak pertama, Korea Selatan mulai lebih dominan dalam penguasaan bola dan beberapa kali menekan pertahanan Meksiko. Lee Kang-in kembali mencoba peruntungannya pada menit ke-44, namun belum membuahkan hasil. Babak pertama akhirnya ditutup dengan skor imbang 0-0 setelah tambahan waktu lima menit.

 

Memasuki babak kedua, Meksiko tampil lebih agresif. Anak-anak asuhan pelatih Javier Aguirre langsung meningkatkan intensitas serangan dan menciptakan beberapa peluang awal, termasuk upaya Luis Romo pada menit ke-50 yang masih bisa diamankan kiper Korea Selatan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50, ketika Luis Romo mencetak gol tunggal pertandingan. Gol tersebut berawal dari situasi kacau di dalam kotak penalti Korea Selatan. Bola liar hasil serangan Meksiko gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang lawan, dan Romo dengan sigap menyambar bola ke gawang yang sudah terbuka, membawa Meksiko unggul 1-0.

Setelah gol tersebut, Ksatria Taegeuk meningkatkan intensitas serangan. Lee Kang-in menjadi motor serangan dan beberapa kali mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, termasuk pada menit ke-78 dan ke-90+2 melalui situasi sepak pojok. Namun, upaya tersebut selalu gagal menembus pertahanan Meksiko.

 

Kiper Meksiko, Rangel, menjadi pahlawan di menit-menit akhir pertandingan. Ia melakukan penyelamatan luar biasa pada menit ke-87 dan masa tambahan waktu, menggagalkan peluang emas Cho Gue-sung dan Hwang In-beom yang nyaris menyamakan kedudukan.

Anak-anak asuhan pelatih Myung-Bo Hong terus menekan hingga menit akhir dengan sejumlah sepak pojok berturut-turut pada masa tambahan waktu, namun pertahanan Meksiko tetap kokoh. Wasit akhirnya meniup peluit panjang yang menandai kemenangan Meksiko 1-0.

Dengan hasil ini, Meksiko menjaga peluang besar untuk lolos sebagai pemuncak Grup A, sementara Korea Selatan harus mencari poin penting di laga berikutnya untuk tetap bersaing di fase grup.

Susunan pemain:

Meksiko (4-1-2-3): Raul Rangel, Jorge Sanchez, Edson Alvarez, Johan Vasquez, Jesus Gallardo, Erik Lira, Luis Romo, Brian Gutierrez, Raul Jimenez, Julian Quinones, Roberto Alvarado.
Pelatih: Javier Aguirre Onaindia

Korea Selatan (3-4-3): Kim Seunggyu, Lee Hanbeom, Kim Minjaem, Kim Moonhwan, Seol Youngwoo, Lee Gihyuk, Hwang Inbeom, Paik Seungho, Lee Jaesung, Lee Kangin, Son Heung-min.
Pelatih: Myung-Bo Hong.

Sumber : Kantor Berita Antara

Page 6 of 245

Instagram

Tentang Kami