Live Streaming
Page 9 of 36

Banda Aceh, Kepolisian Resor (Polres) Bener Meriah, Aceh, menetapkan dua pelajar sekolah menengah atas (SMA) sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar di kabupaten tersebut.

"Dalam perkembangan terbaru, penyidik menetapkan dua pelajar, masing-masing berinisial RA (17) dan HR (16), sebagai tersangka," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bener Meriah Iptu Julpandi di Bener Meriah, Selasa.

Sebelumnya, seorang pelajar SMA berinisial T (16) diduga dianiaya sejumlah pelajar lainnya di kawasan Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (22/8). Rekaman video kejadian tersebut kemudian viral di media sosial.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bener Meriah pada Minggu (23/8).

Julpandi mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa para saksi dan menilai alat bukti yang diperoleh cukup untuk menentukan status hukum kedua pelajar tersebut.

Menurut dia, keduanya masih berstatus anak sehingga proses hukum dilakukan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Ia mengatakan polisi sejauh ini telah memeriksa enam saksi serta mengamankan pakaian yang digunakan saat kejadian dan rekaman video yang tersimpan di telepon seluler sebagai barang bukti.

Penyidik juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Selanjutnya, penyidik berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Lhokseumawe, pekerja sosial (peksos) Bener Meriah, dan jaksa penuntut umum (JPU) sekaligus melengkapi berkas perkara.

"Kita memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum, dengan tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak serta memastikan seluruh fakta kejadian terungkap secara objektif," kata Julpandi.

Sumber: Kantor Berita Antara

26 August 2026

WASHINGTON D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan syarat ketat bagi Arab Saudi jika ingin mengantongi kesepakatan kerja sama energi nuklir sipil dengan AS. Trump mendesak Riyadh untuk segera melakukan normalisasi hubungan diplomatik dan berdamai dengan Israel.

Langkah ini menyusul pengiriman rancangan perjanjian kerja sama nuklir sipil antara AS dan Arab Saudi oleh pihak eksekutif kepada Kongres AS untuk ditinjau. Namun, Trump menegaskan bahwa kelanjutan dan pengesahan kesepakatan tersebut bergantung pada kesediaan Arab Saudi untuk bergabung dalam Abraham Accords—kerangka kerja sama dan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Di lain pihak, Pemerintah Arab Saudi konsisten mempertahankan posisinya bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya dapat terwujud jika ada komitmen jelas menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Tuntutan Trump ini dinilai sebagai bagian dari strategi politik luar negeri AS untuk memperluas jangkauan Abraham Accords di kawasan Timur Tengah, sekaligus memanfaatkan ambisi pengembangan energi nuklir sipil Riyadh sebagai kartu tawar utama.
Sumber: CNN Indonesia

26 August 2026

JAKARTA — Penyebab tergelincirnya pesawat jenis Cassa milik TNI di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa (25/8) akhirnya terungkap. Insiden tersebut dipicu oleh kendala teknis pada bagian ban pesawat saat berada di landasan pacu.

Kondisi ban yang bermasalah menyebabkan pesawat tidak stabil saat bergerak di runway, hingga menyimpang ke arah kanan dan keluar dari tepi landasan pacu sejauh kurang lebih 26,2 meter.

Peristiwa tergelincirnya pesawat Cassa di landasan pacu utara-selatan (runway 03-21) ini merupakan insiden kedua yang terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin dalam dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya, pesawat jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 milik TNI AU juga mengalami kecelakaan akibat kendala pada sistem pengereman.

Pihak pengelola bandara memastikan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan profesional. Selama proses penanganan berlangsung, operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti dengan mengalihkan penggunaan ke landasan pacu lainnya.

Sumber: CNN Indonesia

Bendera Merah Putih kembali berkibar di arena internasional. Kali ini di Kamboja. Kontingen Jujitsu Indonesia tampil pada 3rd JJAU Regional Championship Southeast Asia 2026. Kejuaraan regional Asia Tenggara itu berlangsung pada 21–23 Agustus 2026.

Indonesia turun di beberapa kategori pertandingan, di antaranya, Jiujitsu Gi, Jiujitsu No Gi, dan Fighting System.

Hasilnya manis. Kontingen Jujitsu Indonesia membawa pulang 13 medali. Rinciannya, 5 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Lima emas menjadi kilau paling terang dalam perjalanan tim Merah Putih di Kamboja. Medali emas itu diraih oleh Bumi Magani Abraar Himara pada nomor U18 Fighting System Male -77 Kg. Kemudian Vincentius Kevin Jonan, yang tampil sebagai juara pada nomor Adult Jiujitsu No Gi Male -85 Kg.

Emas berikutnya dipersembahkan Athar Rizky Barasa dari nomor U16 Jiujitsu No Gi Male -62 Kg. Nama Alfonsus Michael Wibisono juga masuk daftar peraih emas. Ia menjadi yang terbaik di nomor Adult Jiujitsu Male -77 Kg. Satu emas lainnya datang dari Ngakan Komang Krisna Wijaya. Ia tampil gemilang pada nomor U18 Jiujitsu Male -52 Kg.

Tiga medali perak turut mempertebal raihan Indonesia. Bumi Magani Abraar Himara kembali naik podium. Kali ini dari nomor U18 Jiujitsu No Gi Male -69 Kg. Medali perak berikutnya diraih Desyana Gemina Maharani pada nomor Adult Jiujitsu Female -63 Kg. Sementara M Dellon Putra Aryanto menyumbangkan perak dari nomor U21 Jiujitsu Male -56 Kg.

Lima medali perunggu melengkapi perjalanan Indonesia di Kamboja. Dhawy Ataya Barasa meraih perunggu pada nomor U14 Jiujitsu Male -32 Kg. Fadhil Rizki Abriyanto menyusul dari nomor U16 Jiujitsu No Gi Male -62 Kg.

Kemudian Ghaida Silmi Adilah, yang meraih perunggu pada nomor Adult Fighting System Female -63 Kg. Perunggu berikutnya dipersembahkan Artz Brilliant Perfecto Tanujaya dari nomor Adult Fighting System Male -77 Kg. Satu perunggu lainnya menjadi milik Alfonsus Michael Wibisono, kali ini pada nomor Adult Jiujitsu No Gi Male -77 Kg.

Pimpinan Delegasi Jujitsu Indonesia, Mahesa Arba, menyebut hasil tersebut sebagai catatan positif.

“Capaian ini merupakan hasil positif bagi kontingen Jujitsu Indonesia pada kejuaraan regional tingkat Asia Tenggara,” ujar Mahesa Arba.

Namun, medali bukan garis akhir. Justru dari podium itu, pekerjaan rumah dimulai. Mahesa mengatakan, hasil kejuaraan ini akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI). Mulai dari penyusunan program pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga persiapan menuju kejuaraan internasional berikutnya.

Mahesa menyebut, ada kemenangan yang harus dipertahankan. "Ada kekurangan yang harus dibenahi," imbuhnya. Dan ada masa depan yang harus disiapkan.

Mahesa, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I PBJI ini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen kontingen.

“Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Indonesia, para pelatih yang telah mendampingi atlet selama persiapan dan pertandingan, serta seluruh official dan tim pendukung yang telah bekerja sehingga keikutsertaan kontingen Indonesia dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Pertandingan telah selesai. Medali dibawa pulang. Namun bagi Jujitsu Indonesia, perjalanan belum usai. Dari Kamboja, 13 medali menjadi oleh-oleh. Sekaligus pengingat. Bahwa untuk tetap berdiri di podium, kerja keras harus terus menyala. Sebab di arena internasional, satu kemenangan hanya menjadi pintu. Di baliknya, selalu ada pertandingan berikutnya.

24 August 2026

Jakarta, 21 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan industri Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending) kepada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus meningkat dan hingga Juni 2026 tumbuh 23,25 persen yoy menjadi sebesar Rp35,12 triliun.

Jumlah tersebut sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan Pindar yang pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp105,14 triliun dengan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) di posisi 4,26 persen.

”Industri Pindar memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat.

Agusman mengatakan dukungan terhadap pembiayaan UMKM oleh industri Pindar sejalan dengan kebijakan OJK untuk mendorong industri ini sebagai sarana untuk menghadirkan akses pembiayaan yang semakin luas dan berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun yang juga hadir dalam acara itu dan menyampaikan bahwa industri Pindar memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap pembiayaan UMKM dan sejalan dengan program Pemerintah, upaya untuk mengembangkan UMKM harus terus diperkuat.

“Pindar punya kontribusi yang luar biasa dalam pembiayaan UMKM. Untuk itu industri ini harus diberikan ruang yang cukup untuk terus tumbuh dari sisi regulasi, pondasi hukum, serta ekosistem yang mendukung,” kata Misbakhun.

Menurutnya, kontribusi ke sektor UMKM ini sejalan dengan program Pemerintah yang banyak mendukung UMKMsehingga kondisi saat ini merupakan momentum bagi industri Pindar untuk semakin mendukung pembiayaan UMKM.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan fokus industri Pindar selain tumbuh agresif juga harus tumbuh sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

“Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Entjik.

Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster yang hadir dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya industri Pindar semakin memperbesar porsi pembiayaan produktif ke UMKM untuk semakin mendorong perekonomian rakyat.

Dalam acara itu juga digelar Nota Kesepahaman antara sejumlah perusahaan Pindar dengan pelaku UMKM, serta digelar pameran dan bussiness matching UMKM.

24 August 2026

Indonesia baru saja memperingati Hari Kemerdekaan yang jatuh setiap 17 Agustus. Momentum ini juga dapat menjadi kesempatan untuk merefleksikan bentuk kemandirian dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membangun kemandirian finansial adalah melalui investasi. Merdeka finansial tidak selalu berarti memiliki kekayaan dalam jumlah besar atau berhenti bekerja di usia muda. Lebih dari itu, kemandirian finansial dapat dimulai dari kemampuan mengelola keuangan, memenuhi kebutuhan, serta mempersiapkan berbagai tujuan keuangan di masa depan.

Investasi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk membantu mewujudkan berbagai tujuan, mulai dari mempersiapkan dana pendidikan, membeli rumah, hingga merencanakan masa pensiun. Karena itu, sebelum berinvestasi, setiap orang perlu memahami tujuan dan jangka waktu yang ingin dicapai agar dapat menentukan pilihan investasi yang sesuai.

Di pasar modal Indonesia, masyarakat memiliki beragam pilihan produk investasi, antara lain saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta Exchange Traded Fund (ETF). Masing-masing produk memiliki karakteristik, potensi keuntungan, jangka waktu, dan tingkat risiko yang berbeda.

Saham, misalnya, memberikan kesempatan kepada investor untuk memiliki bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan dan memperoleh potensi keuntungan dari kenaikan harga saham maupun dividen. Sementara itu, obligasi dan sukuk merupakan surat berharga yang memberikan potensi imbal hasil melalui pembayaran kupon atau imbalan sesuai karakteristik masing-masing. Reksa dana memungkinkan investor menginvestasikan dana yang dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio aset sesuai dengan jenis reksa dana. Adapun ETF merupakan reksa dana yang diperdagangkan di Bursa Efek sehingga dapat diperjualbelikan selama jam perdagangan bursa.

Memulai investasi juga tidak harus menunggu memiliki dana besar. Yang terpenting adalah memastikan investasi dilakukan sesuai dengan kemampuan finansial, tujuan, jangka waktu, dan profil risiko. Setiap instrumen investasi memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Oleh karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren atau ajakan orang lain, tetapi pada pemahaman yang cukup mengenai instrumen yang dipilih.

Investasi juga bukan semata-mata tentang memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Konsistensi dan disiplin merupakan bagian penting dalam perjalanan investasi. Dengan memulai secara bertahap sesuai kemampuan dan membangun kebiasaan berinvestasi secara konsisten, masyarakat dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan keuangan di masa depan.

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi juga terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 30,3 juta Single Investor Identification (SID), dengan penambahan sekitar 9,9 juta investor sepanjang 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat di pasar modal. Namun, peningkatan jumlah investor perlu diiringi dengan pemahaman yang memadai. Edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengenali karakteristik dan risiko setiap instrumen investasi serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat.

Seperti halnya kemerdekaan yang dibangun melalui perjalanan panjang, kemandirian finansial juga merupakan sebuah proses. Memulai dari langkah sederhana, membangun kebiasaan yang konsisten, dan terus meningkatkan pemahaman dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kondisi finansial yang lebih mandiri.

Sebelum mengambil keputusan investasi, pastikan untuk membekali diri dengan informasi yang cukup, mengenali risiko, dan memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan serta kemampuan finansial. Berbagai informasi dan edukasi seputar investasi di pasar modal dapat dipelajari melalui www.idx.co.id serta media sosial resmi Bursa Efek Indonesia.

21 August 2026

Jakarta, 20 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong masyarakat semakin memahami, percaya, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah secara bijak. Upaya tersebut salah satunya melalui penyelenggaraan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 yang berlangsung pada 20 - 23 Agustus 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta. Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Bermanfaat untuk Semua”, EKSiS 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi, edukasi, serta produk dan layanan keuangan syariah. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam sambutannya pada pembukaan EKSiS 2026, Kamis, menegaskan bahwa pengembangan keuangan syariah tidak sematamata berkaitan dengan transaksi, tetapi juga bagaimana membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemasyarakatan.

“Keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan transaksi, tapi keuangan syariah adalah tentang bagaimana kita membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan,” kata Dicky. Menurut Dicky, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Dicky menjelaskan bahwa keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan eksistensi dan daya saing di tingkat global. Sejalan dengan perkembangan tersebut, industri keuangan syariah nasional juga terus bertumbuh dan berperan dalam mendukung perekonomian. Lebih lanjut, Dicky menegaskan bahwa pertumbuhan industri keuangan tidak hanya perlu dilihat dari sisi besaran industri, tetapi juga dari kemampuan industri dalam memberikan manfaat yang makin meluas dan layanan yang berkualitas. “Industri keuangan harus tumbuh. Tapi tumbuh dengan manfaat yang makin meluas. Tumbuh dengan kualitas,” tegasnya.

Menurutnya, EKSiS menjadi jembatan dari pengetahuan menuju pemahaman, dari pemahaman menuju pilihan, dan dari pilihan menuju keyakinan bahwa produk keuangan syariah merupakan pilihan yang berkualitas serta dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi riil, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Dicky juga menekankan pentingnya sinergi antara peningkatan literasi dan perluasan inklusi keuangan syariah. Masyarakat tidak hanya perlu memahami karakteristik produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga memperoleh akses dan kemudahan untuk menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Penyelenggaraan EKSiS menjadi semakin relevan sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menunjukkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,24 persen. Capaian tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang luas untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah oleh masyarakat. Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa keuangan syariah harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan ekonomi masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas UMKM.

“Ekonomi syariah harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan ekonomi kita. Dia harus membantu menciptakan lapangan kerja, membantu UMKM naik kelas, membantu masyarakat memiliki usaha, membantu generasi muda menjadi entrepreneur, dan pada akhirnya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Anis. Anis menekankan bahwa pengembangan industri keuangan syariah tidak hanya diarahkan untuk tumbuh secara cepat, tetapi juga harus mampu memperbesar skala ekonomi, mendorong UMKM naik kelas, serta memberikan ruang bagi inovasi dengan tetap memperhatikan tata kelola, prinsip kehati-hatian, dan pelindungan konsumen. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan pertumbuhan permintaan masyarakat terhadap produk keuangan syariah perlu berjalan seiring dengan peningkatan inovasi dan kualitas penawaran dari industri.

“Semakin banyak masyarakat menggunakan produk syariah, semakin besar pula dorongan bagi industri untuk berinovasi. Permintaan dan penawaran terus tumbuh bersama dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujar Farid. Farid berharap keikutsertaan LPS dalam EKSiS dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM, sehingga semakin percaya diri dalam memahami dan memanfaatkan layanan keuangan syariah secara bijak. Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Muhammad Herizkianto, mengatakan digitalisasi memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan informasi dan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. “Dalam konteks tersebut, digitalisasi dapat menjadi enabler yang strategis. Memanfaatkan teknologi digital memungkinkan informasi dan edukasi keuangan syariah dapat menjangkau masyarakat dengan lebih mudah, cepat, dan luas, kapan pun dan di mana pun,” kata Herizkianto. Herizkianto menambahkan bahwa tantangan pengembangan keuangan syariah tidak hanya terletak pada kemampuan masyarakat memahami produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga memastikan masyarakat dapat mengakses dan memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan.

EKSiS 2026 berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan 34 booth Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) syariah serta enam booth produk halal dan ekosistem syariah. Masyarakat juga dapat mengenal keuangan syariah lebih dekat melalui berbagai sesi edukasi dan talkshow yang dikemas secara menarik dan inspiratif. Pembukaan EKSiS 2026 turut dihadiri Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, serta pimpinan kementerian/lembaga terkait, Pemerintah Daerah, dan direksi serta pimpinan PUJK syariah. Melalui EKSiS 2026, OJK terus memperkuat kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan pemanfaatan keuangan syariah. OJK mendorong pengembangan produk dan layanan keuangan syariah yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, perluasan jaringan layanan, serta penguatan literasi berbasis komunitas dan pendidikan keagamaan agar keuangan syariah semakin inklusif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta perekonomian nasional.

20 August 2026

Jakarta, 19 Agustus 2026. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Rabu ini di Jakarta melantik dan mengambil sumpah jabatan Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).

Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan OJK dalam menjalankan mandat Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Harapan negara sangat besar akan suksesnya bursa mineral dan komoditas strategis ini. Banyak sekali kita mendengarkan harapan banyak pihak, terutama dari Bapak Presiden, bahwa nantinya bursa ini yang akan menjawab banyak hal, terutama terkait praktik transfer pricing dan under-invoicing yang sangat merugikan bangsa Indonesia,” kata Friderica.

Lebih lanjut, Friderica mengatakan Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai mineral dan komoditas strategis, namun selama ini belum memperoleh manfaat optimal dari posisi tersebut, antara lain karena pembentukan harga sejumlah komoditas belum berlangsung di dalam negeri.

Keberadaan BMKS diharapkan dapat memperkuat tata kelola perdagangan sekaligus mendukung pembentukan harga yang lebih transparan sehingga Indonesia dapat memperoleh nilai tambah yang lebih optimal.

Mandat OJK dalam pengaturan dan pengawasan BMKS juga menjadi bagian dari perhatian Presiden dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026.

Menurut Friderica, hal tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi negara terhadap OJK untuk memastikan penyelenggaraan BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai mandat yang diberikan.

“Tentunya kita perlu mempersiapkan sejak awal, mulai dari POJK, pengaturan, hingga pengawasan, agar kehadiran BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan mandat yang diberikan kepada OJK,” ujar Friderica.

Pengisian jabatan Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS menjadi salah satu langkah awal OJK dalam mempersiapkan kerangka pengaturan, pengawasan, dan pengembangan ekosistem BMKS.

Fungsi tersebut diharapkan dapat memastikan penyelenggaraan perdagangan mineral dan komoditas strategis berlangsung secara teratur, transparan, dan berintegritas, sekaligus memperkuat pengelolaan risiko dan tata kelola.

Dengan penguatan kelembagaan dan kerangka pengaturan serta pengawasan yang disiapkan sejak awal, OJK berkomitmen memastikan BMKS dapat berkembang sebagai bagian dari ekosistem perdagangan mineral dan komoditas strategis yang kredibel.

Keberadaan BMKS diharapkan tidak hanya meningkatkan transparansi dan integritas perdagangan, tetapi juga memperkuat pembentukan harga di dalam negeri serta mengoptimalkan nilai tambah sumber daya mineral dan komoditas strategis bagi kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara.

20 August 2026

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18–19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility 4,75%, dan suku bunga Lending Facility 6,50%. Keputusan ini diambil guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah, menjaga sasaran inflasi 2026–2027 di level 2,5±1%, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Langkah ini dipadu dengan penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, termasuk perluasan insentif swap lindung nilai hingga 12,5%, optimalisasi strategi operasi moneter, serta koordinasi erat bersama Pemerintah dan KSSK.

Kondisi perekonomian global masih diliputi ketidakpastian tinggi dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang belum kuat (3,0%) dan inflasi global yang tinggi (4,5%), memicu pengetatan kebijakan moneter global seperti perkiraan kenaikan Fed Funds Rate (FFR). Di tengah tekanan eksternal tersebut, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5,29% (yoy) pada triwulan II 2026, ditopang oleh stimulus fiskal pemerintah seperti belanja pegawai dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7%, didukung oleh ketahanan eksternal yang terjaga melalui surplus neraca perdagangan dan posisi cadangan devisa sebesar 145,3 miliar dolar AS per akhir Juli 2026.

Sektor keuangan dan moneter dalam negeri menunjukkan kinerja positif. Nilai tukar Rupiah menguat ke posisi Rp17.855 per dolar AS pada 18 Agustus 2026 berkat strategi intervensi dan skema insentif BI. Inflasi IHK Juli 2026 melambat ke angka 2,88% (yoy), didukung oleh terkendalinya inflasi inti dan panen komoditas pangan. Di sisi perbankan, penyaluran kredit tumbuh signifikan sebesar 13,58% (yoy) pada Juli 2026 yang didorong oleh Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), sejalan dengan kondisi perbankan yang tetap kuat dengan rasio permodalan (CAR) 23,70% dan NPL bruto yang rendah di level 2,09%.

Digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran terus mengalami akselerasi. Volume transaksi pembayaran digital tumbuh 28,69% (yoy) pada Juli 2026, ditopang pesatnya lonjakan transaksi QRIS yang mencapai 82,42% (yoy) serta BI-FAST yang tumbuh 31,62% (yoy). Untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital dan keandalan infrastruktur, Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada 17 Agustus 2026, bersiap memperluas kebijakan MDR QRIS 0% untuk transaksi di bawah Rp100.000 per 1 Oktober 2026, serta menyelenggarakan FEKDI dan IFSE 2026 pada akhir September.

Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat berdampak pada infrastruktur telekomunikasi di daerah tersebut. Tercatat sebanyak 91 Base Transceiver Station (BTS) milik operator XLSmart mengalami gangguan pasokan listrik dan kendala teknis pascabencana.

Merespons gangguan tersebut, tim teknis XLSmart bergerak cepat melakukan percepatan pemulihan jaringan di area-area terdampak. Langkah darurat yang diambil meliputi pengerahan genset portabel untuk mengatasi pemadaman listrik PLN serta optimalisasi rute jaringan (routing) alternatif agar konektivitas masyarakat tetap terjaga.

Berkat penanganan intensif di lapangan, XLSmart berhasil memulihkan mayoritas fasilitas pemancarnya secara bertahap. Hingga saat ini, proses pemulihan telah mencapai tahap akhir dengan menyisakan hanya 5 BTS yang masih dalam penanganan akibat akses lokasi yang terisolasi atau kerusakan sarana pendukung yang cukup berat.

Pihak manajemen XLSmart menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perbaikan seluruh BTS yang tersisa dalam waktu singkat. Langkah ini penting guna memastikan kelancaran komunikasi warga, memfasilitasi koordinasi tim penanggulangan bencana, serta mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan di wilayah NTT.

 

Sumber: Suara.com

Page 9 of 36

Instagram

Tentang Kami