super me
Jakarta, 11 Maret 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan Program Alih Pengetahuan oleh Bank Umum sebagai upaya memperkuat pengaturan tata kelola pemanfaatan tenaga kerja asing di sektor perbankan serta memastikan terlaksananya program alih pengetahuan kepada tenaga kerja Indonesia secara optimal. Ketentuan ini disusun untuk memastikan pemanfaatan Tenaga Kerja Asing (TKA) di sektor perbankan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kompetensi sumber daya manusia nasional melalui mekanisme alih pengetahuan yang terstruktur. Penerbitan POJK tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan.
Pertama, kebutuhan bank terhadap TKA perlu disesuaikan dengan karakteristik, kompleksitas usaha, serta arah strategis masing-masing bank, sekaligus mendorong proses alih pengetahuan kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sektor perbankan.
Kedua, meningkatnya integrasi kegiatan perbankan global mendorong mobilitas tenaga kerja lintas negara (movement of personnel between countries) dan transfer pengetahuan (transfer of knowledge) antar lembaga keuangan. Kondisi ini membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia di sektor perbankan untuk memperoleh pengalaman dan penugasan di tingkat internasional.
Ketiga, perlunya harmonisasi dan penyelarasan ketentuan penggunaan TKA dengan perkembangan regulasi terkini. Dalam POJK ini diatur penyesuaian jangka waktu penggunaan TKA untuk jabatan Pejabat Eksekutif serta Tenaga Ahli atau Konsultan menjadi paling lama lima tahun, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan pertimbangan OJK. Selain itu, POJK juga mengatur penambahan jabatan tertentu yang membutuhkan kompetensi khusus bagi bank umum yang sahamnya dimiliki lebih dari 25 persen oleh warga negara asing dan/atau badan hukum asing, dengan tetap memerlukan persetujuan OJK.
Untuk memperkuat proses alih pengetahuan dan pengembangan kompetensi SDM nasional, POJK ini menekankan kewajiban bagi bank yang menggunakan TKA untuk menugaskan tenaga kerja Indonesia di internal bank ke luar negeri guna memperoleh pengalaman dan pengembangan kompetensi internasional. Penugasan tersebut dapat dilakukan melalui skema pertukaran talenta, antara lain melalui program secondment maupun intra-corporate transferee secara berkelanjutan. Pelaksanaan penugasan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan OJK dalam memberikan persetujuan penggunaan TKA pada jabatan tertentu di luar Pejabat Eksekutif serta Tenaga Ahli atau Konsultan, termasuk dalam penetapan jangka waktu penggunaan TKA maupun persetujuan perpanjangan penggunaan TKA lebih dari lima tahun.
POJK Nomor 1 Tahun 2026 ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan pada 23 Februari 2026. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan ini, termasuk FAQ, materi sosialisasi, dan abstrak peraturan, dapat diakses melalui aplikasi Sistem Informasi Ketentuan OJK (SIKEPO) pada laman sikepo.ojk.go.id atau melalui aplikasi mobile yang tersedia di Google Play Store dan App Store.
Jakarta, 11 Maret 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk mendorong generasi muda, khususnya para santri, agar mampu melakukan pengelolaan keuangan yang sehat, inklusif, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah, serta mendukung pengembangan kewirausahaan santri dan penguatan kemandirian ekonomi umat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, mewakili Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam gelaran kegiatan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) berkolaborasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang digelar di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3).
Ismail Riyadi dalam sambutannya mengatakan pentingnya peran santri dan peran strategis pondok pesantren dalam mendukung penggunaan produk dan layanan keuangan syariah untuk menciptakan ekosistem halal.
“Santri memiliki peran penting sebagai agen perubahan di masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” kata Ismail.
Ismail menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan syariah menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami, memanfaatkan, dan memperoleh manfaat optimal dari produk serta layanan keuangan syariah.
Ia berharap agar ilmu yang diperoleh di pesantren, termasuk pemahaman tentang keuangan syariah, dapat menjadi bekal bagi para santri untuk berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PBNU KH Fahmi Akbar Idries, dalam sambutannya menekankan bahwa para santri memiliki peran strategis untuk memperkuat perannya selain sebagai pemuka agama, namun juga sebagai wirausaha yang dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan untuk menggerakkan ekonomi umat, yang perlu ditanamkan sejak dini melalui pemanfaatan modul pengajaran kewirausahaan dan literasi keuangan syariah bagi santri.
“Santri harus memiliki keberanian untuk berperan aktif dalam membangun ekonomi umat. Literasi keuangan yang baik akan membantu santri memahami bagaimana mengelola usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Fahmi.
Rangkaian kegiatan SAKINAH di Pondok Pesantren Darunnajah meliputi pengenalan keuangan syariah dan waspada aktivitas keuangan ilegal oleh OJK, sesi edukasi keuangan dari industri jasa keuangan syariah, serta pemaparan mengenai pengembangan kewirausahaan santri, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama para peserta.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan simbolis pembukaan akses keuangan syariah bagi santri, serta peluncuran Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah, sebagai bentuk komitmen OJK untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Modul ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh seluruh jaringan sekolah di bawah Lembaga Pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Kegiatan ini diikuti secara luring oleh ratusan santri, asatidz, wali santri, dan pengurus pesantren Darunnajah, Jakarta.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kerukunan Beragama Gus Ulun Nuha, dan CEO Pesantren Development sekaligus tokoh muda NU Rozi Ahmad.
Melalui program SAKINAH, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai program edukasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas pesanren. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
BATAM - Ketika musim kemarau ringan mulai menyapa, sejumlah sudut di Kota Batam mendadak berubah warna. Pohon-pohon tabebuya yang berjajar di beberapa ruas jalan kota kini bermekaran, memancarkan bunga berwarna kuning cerah dan merah muda yang memikat perhatian siapa saja yang melintas.
Fenomena mekarnya bunga tabebuya ini tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi magnet baru bagi warga. Banyak masyarakat sengaja datang untuk sekadar menikmati suasana, berjalan santai, hingga mengabadikan momen di bawah rimbunnya bunga yang berguguran.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah titik yang ditanami tabebuya di Batam tampak ramai didatangi warga. Mereka datang bersama keluarga, teman, bahkan pasangan untuk berfoto dengan latar bunga yang menyerupai pemandangan musim semi di negara empat musim.
Tak sedikit pula pengunjung yang memanfaatkan momen ini sebagai bahan konten media sosial. Foto-foto dengan latar tabebuya bermekaran ramai beredar di berbagai platform digital, mulai dari Instagram hingga TikTok. Beberapa bahkan menyebut pemandangan tersebut sebagai “sakura-nya Batam”.
Di bawah naungan pohon tabebuya, suasana terasa berbeda. Kelopak bunga yang jatuh perlahan ke tanah menciptakan hamparan warna yang membuat jalanan kota tampak lebih hidup dan romantis. Banyak warga yang berhenti sejenak, mengangkat ponsel mereka, lalu mengabadikan momen tersebut.
“Bagus sekali bunganya. Rasanya seperti tidak sedang di Batam,” ujar salah seorang warga yang datang bersama keluarganya untuk berfoto.
Pohon tabebuya memang dikenal memiliki daya tarik tersendiri saat berbunga. Tanaman yang berasal dari kawasan Amerika Latin ini kerap dijadikan pohon penghijauan di berbagai kota di Indonesia karena memiliki tajuk yang rapi dan bunga yang indah ketika mekar.
Yang menarik, bunga tabebuya biasanya muncul hampir bersamaan ketika musim kemarau mulai datang. Pada saat itulah pohon-pohon tersebut terlihat seperti “meledak” dengan warna bunga yang cerah, karena daunnya justru banyak yang rontok saat bunga bermekaran.
Fenomena ini menjadikan tabebuya sebagai elemen estetika perkotaan yang unik. Tidak hanya memberi keteduhan, pohon ini juga menghadirkan pengalaman visual yang jarang ditemui di kota-kota tropis.
Bagi warga Batam, mekarnya tabebuya kini menjadi momen yang selalu dinanti setiap tahun. Selain mempercantik wajah kota, bunga-bunga tersebut juga menghadirkan suasana baru yang membuat ruang publik terasa lebih hidup dan hangat.
Di tengah kesibukan kota industri yang bergerak cepat, kehadiran tabebuya yang bermekaran seakan menjadi pengingat bahwa keindahan alam tetap bisa hadir di tengah hiruk pikuk perkotaan.
Dan selama bunga-bunga itu masih bermekaran, sudut-sudut Batam akan terus menjadi tempat singgah bagi warga yang ingin berhenti sejenak, menikmati warna, dan tentu saja, mengambil foto terbaik mereka. (Iman Suryanto)
Perekonomian Batam menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen (year-on-year), melonjak tajam dibandingkan 3,27 persen pada Triwulan IV 2024.
Akselerasi kuat pada akhir tahun tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 sebesar 6,76 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,64 triliun.
Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren meningkat secara konsisten, dari 5,17 persen pada Triwulan I, 6,66 persen pada Triwulan II, 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai puncaknya 7,49 persen pada Triwulan IV.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kinerja tersebut mencerminkan kuatnya peran industri dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan Batam.
“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujarnya.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pada Triwulan IV menjadi indikator bahwa investasi yang masuk mulai terkonversi menjadi output produksi.
“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi yang mendekati dua digit menandakan Batam mulai memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.
“Manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Batam dengan kontribusi 57,01 persen terhadap PDRB. Pertumbuhan sektor listrik dan gas sebesar 11,90 persen serta real estate 14,70 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi,” jelasnya.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat setiap triwulan, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia, terutama dengan dukungan investasi yang terus menguat.
Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025 tercatat 5,88 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 5,11 persen.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Batam terus memperkuat perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Indonesia.
Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepulauan Riau, Batam menempati posisi teratas dalam pertumbuhan ekonomi tanpa migas. Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan 6,43 persen, diikuti Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, serta Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara itu Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen akibat dinamika sektor ekonomi tertentu.
Selain mencatat pertumbuhan tertinggi, Batam juga menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kepulauan Riau, dengan kontribusi mencapai 66,44 persen terhadap total ekonomi provinsi pada tahun 2025.
Kinerja ekonomi Batam didorong oleh meningkatnya aktivitas industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi dan logistik, serta arus investasi yang terus menguat. Struktur ekonomi yang berbasis manufaktur, perdagangan internasional, dan jasa logistik memberikan fondasi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas tersebut menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi.
“Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen tanpa migas menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujar Fary.
Menurutnya, pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan.
“Sektor migas sangat dipengaruhi oleh harga energi dunia dan volume produksi, sehingga sering menimbulkan fluktuasi yang tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri yang terus dilakukan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global,” kata Fary.
Capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas yang tertinggi di Kepulauan Riau ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam terus melaju sebagai pusat aktivitas ekonomi modern, kawasan industri strategis, serta gerbang investasi internasional di wilayah barat Indonesia.
Memaknai bulan Ramadan sebagai momentum untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial, Ascott Indonesia kembali menyelenggarakan program Ascott Takes Part Ramadan. Inisiatif tahunan ini menjadi bagian dari upaya Ascott Indonesia, unit bisnis penginapan di Indonesia yang merupakan bagian dari The Ascott Limited dan dimiliki sepenuhnya oleh CapitaLand Investment Limited, dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial bagi mereka yang membutuhkan.
Memasuki tahun kelima, program Ascott Takes Part Ramadan menegaskan komitmen berkelanjutan Ascott Indonesia dalam menjalankan program keberlanjutan Ascott CARES. Tahun ini, Ascott Indonesia bersama seluruh jaringan propertinya di 17 kota di Indonesia melaksanakan rangkaian kegiatan sosial yang berlangsung dari 4 hingga 11 Maret 2026. Sebanyak 6.500 kotak makanan dari seluruh properti didistribusikan ke 30 titik di berbagai wilayah.
Doddy, General Manager Ascott Regional Batam, menyampaikan, "Hari ini momen yang sangat istimewa bagi kami. Kehadiran kami di Kampung Belian merupakan bagian dari kampanye Ascott Takes Part Ramadan 2026 sekaligus merayakan 30 tahun perjalanan The Ascott Limited di Indonesia. Kami bersyukur bisa berbagi kebahagiaan dan momen berarti dengan masyarakat di sini, serta di 30 lokasi lain di seluruh Indonesia."
Melalui program ini, setiap wilayah menghadirkan kegiatan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Di Batam, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, dilakukan pembersihan masjid, penyaluran alat kebersihan, dan pembagian takjil. Hari kedua, warga menerima bantuan bahan pokok serta pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Baloi Permai. Sebagai puncaknya, sore ini dilakukan berbuka puasa bersama dan pembagian 450 paket kotak makanan bagi warga Kampung Belian.
Dengan kegiatan ini, Ascott Indonesia berharap dapat terus menebar manfaat dan kebahagiaan, sekaligus memperkuat nilai kepedulian dan keberlanjutan di masyarakat. Program Ascott Takes Part Ramadan menjadi bukti nyata komitmen Ascott untuk berkontribusi positif dan menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momen berbagi yang bermakna bagi semua.
Tanjungpinang – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Operasi Ketupat Seligi 2026 dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, yang dilaksanakan di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., Ketua DPRD Provinsi Kepri H. Iman Sutiawan, S.E., unsur Forkopimda Provinsi Kepri, Wakapolda Kepri, para Pejabat Utama Polda Kepri, para Kapolres/Ta jajaran, serta para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Kepulauan Riau bersama instansi terkait.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri menyampaikan bahwa Rakor Linsek ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh instansi dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.
“Operasi Ketupat bukan hanya tugas kepolisian, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui sinergi lintas sektor, kita ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman dan lancar,” ujar Kapolda Kepri.
Kapolda Kepri juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk keberhasilan Provinsi Kepulauan Riau dalam mengendalikan inflasi, sehingga potensi kerawanan menjelang Idul Fitri dapat diminimalisir.
Sementara itu, Karoops Polda Kepri dalam paparannya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Seligi 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, yang diawali dengan Gelar Pasukan pada 12 Maret 2026.
Operasi ini merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum serta kegiatan kehumasan guna menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat selama bulan Ramadan hingga arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
Dalam kesempatan tersebut, BMKG Tanjungpinang juga memaparkan prakiraan cuaca di wilayah Kepulauan Riau yang secara umum diprediksi didominasi hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah. Oleh karena itu, instansi terkait diharapkan dapat mengantisipasi kondisi cuaca terhadap aktivitas transportasi laut yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.
Selain itu, dalam sesi tanggapan, sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026, termasuk penguatan pengamanan wilayah, pengawasan transportasi laut, serta pengendalian distribusi bahan pokok menjelang Idul Fitri.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. menekankan pentingnya kesiapan transportasi serta aspek keselamatan penumpang, khususnya pada transportasi laut.
“Melalui Rakor Linsek ini diharapkan seluruh instansi dapat memperkuat sinergi dan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif serta masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman,” ungkap Gubernur Kepri.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian, ingin mengetahui informasi peta kerawanan, maupun menyampaikan pengaduan agar dapat menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam, atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps yang tersedia di Google Play Store dan App Store.
Jakarta, 9 Maret 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan standar internasional sekaligus mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi peserta serta menjaga stabilitas sektor keuangan.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam rangkaian kegiatan OECD Financial Markets Week yang berlangsung pada 2–5 Maret 2026 di Kantor Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Paris, Prancis.
Ogi Prastomiyono memimpin delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan OJK dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk berpartisipasi dalam berbagai forum strategis yang membahas perkembangan kebijakan sektor keuangan global.
Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut merupakan bagian dari proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD, di mana Indonesia saat ini berstatus sebagai accession country dan merupakan negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang memperoleh status tersebut.
Keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai forum OECD menjadi bagian penting dalam mendukung proses penilaian dan dialog kebijakan dengan negara-negara anggota OECD.
Dalam rangka mendukung proses aksesi tersebut, Ogi pada Rabu (4/3), menyampaikan presentasi self-evaluation terhadap dua instrumen hukum OECD terkait sektor dana pensiun, yaitu Core Principles of Private Pension Regulation dan Good Design of Defined Contribution Pension Plans di hadapan delegasi negara anggota OECD.
Dalam pemaparannya, Ogi menjelaskan berbagai aspek sistem dana pensiun nasional, antara lain struktur industri dana pensiun di Indonesia, kerangka regulasi dan pengawasan, penerapan tata kelola dan manajemen risiko, serta implementasi pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision) yang mendukung stabilitas industri dan perlindungan peserta.
Indonesia juga secara objektif mengidentifikasi beberapa area penguatan dibandingkan dengan standar OECD, antara lain pengembangan strategi investasi berbasis life-cycle, penguatan desain manfaat pensiun yang lebih mendorong pembayaran berkala sebagai pendapatan pensiun, serta peningkatan cakupan kepesertaan program pensiun.
“OJK terus mendorong penguatan sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan praktik terbaik internasional. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat pensiun bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional,” kata Ogi.
Selain menghadiri forum OECD, OJK juga berpartisipasi dalam pertemuan International Organisation of Pension Supervisors (IOPS), di mana OJK saat ini merupakan anggota Executive Committee IOPS. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diselenggarakan pertemuan gabungan antara IOPS dan OECD Working Party on Insurance and Pensions (WPIP) yang membahas berbagai isu kebijakan dan praktik pengawasan dana pensiun di tingkat global.
Delegasi negara anggota OECD menyambut baik presentasi yang disampaikan Indonesia dan mengapresiasi pendekatan terbuka yang dilakukan dalam memetakan kekuatan serta area penguatan sistem dana pensiun nasional.
Masukan dari OECD tersebut akan menjadi referensi penting dalam penyempurnaan kebijakan serta penguatan sistem dana pensiun nasional ke depan, sekaligus mendukung tahapan lanjutan dalam proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD.
Keikutsertaan OJK dalam forum internasional tersebut juga mencerminkan komitmen OJK untuk terus memperkuat kualitas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan Indonesia agar sejalan dengan standar global. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sistem keuangan nasional, memperkuat kepercayaan investor, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Aceh Tamiang, 10 Maret 2026 – Di Ramadan, koneksi bukan sekadar soal sinyal. Ia adalah penyambung silaturahmi, penenang di perjalanan mudik, dan jembatan kebersamaan. Memahami hal tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memastikan masyarakat Provinsi Aceh tetap terhubung dengan lancar dan aman sepanjang Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menghadirkan dampak sosial nyata melalui program Surau Berdaya sebagai bagian dari komitmen #LebihBaikIndosat.
Sebagai wujud kesiapan tersebut, Indosat menggelar "Ekspedisi Jaringan Andal #LebihBaikIndosat" Medan ke Aceh Tamiang untuk memastikan secara langsung performa jaringan di sepanjang jalan non-tol dan tol, serta titik-titik di keramaian Aceh Tamiang terutama di meunasah atau surau yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat paska bencana banjir Desember tahun lalu.
Kegiatan ini menjadi bukti transparansi sekaligus komitmen Indosat dalam memastikan pengalaman digital pelanggan tetap stabil di momen paling bermakna.
Ramadan merupakan salah satu periode dengan lonjakan trafik data tertinggi, khususnya menjelang waktu berbuka hingga malam hari. Aktivitas seperti video call, streaming, media sosial, transaksi digital, hingga akses layanan keagamaan meningkat signifikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Indosat melakukan penguatan kapasitas jaringan dan optimalisasi layanan berbasis analisis trafik AI secara real-time.
Agus Sulistio, EVP - Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, “Di momen Ramadan, masyarakat mengandalkan koneksi untuk menjaga silaturahmi dan menjalankan aktivitas digital sehari-hari. Melalui analisis trafik berbasis AI, kami dapat memantau pergerakan beban jaringan secara lebih akurat dan real-time, sehingga penguatan kapasitas dapat dilakukan tepat di titik yang dibutuhkan. Di Provinsi Aceh, kami telah berhasil memulihkan lebih dari 800 BTS yang terdampak bencana dan saat ini 100% BTS Indosat sudah kembali beroperasi.”
Jaringan Andal untuk Momen Paling Bermakna
Sebagai bagian dari kesiapan Ramadan dan Lebaran, Indosat melakukan:
* Monitoring jaringan 24/7 selama periode Ramadan–Lebaran
* Penguatan kapasitas di site prioritas dan jalur mobilitas masyarakat
* Pengerahan BTS bergerak di titik dengan lonjakan trafik tinggi
* Optimalisasi berbasis analisis data AI untuk menjaga stabilitas dan kecepatan akses
Langkah ini memastikan masyarakat Aceh Tamiang tetap dapat menelepon, berkirim pesan, melakukan transaksi digital, dan mengakses layanan daring tanpa hambatan.
Lebih dari Sekadar Jaringan: Hadir di Ruang Komunitas
Tidak hanya menghadirkan konektivitas yang andal, Indosat juga menegaskan komitmennya melalui program Surau Kita Berdaya yang terlaksana di 13 surau mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Pidie Jaya dan area terdampak lainnya. Salah satu meunasah di Aceh Tamiang yaitu Mushola AL-Ikhlas direnovasi Indosat yang menampung 500 jamaah dan menjadi tempat penampungan saat terjadi bencana.
Program ini merupakan bagian dari pilar kepedulian sosial dalam kampanye #LebihBaikIndosat, menghadirkan dukungan fasilitas dan penguatan aktivitas produktif masyarakat di sekitar rumah ibadah. Kehadiran jaringan yang kuat mendukung aktivitas komunitas, memperlancar komunikasi, serta memperkuat kebersamaan selama Ramadan.
Melalui Surau Kita Berdaya, Indosat ingin memastikan bahwa konektivitas tidak hanya menghadirkan pengalaman digital yang lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan kesiapan jaringan berbasis AI dan inisiatif sosial yang berkelanjutan, Indosat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang relevan, andal, dan bermakna bagi masyarakat Indonesia, karena Ramadan seharusnya dijalani dengan tenang, tanpa drama.
Batam – BPJS Kesehatan Cabang Batam memastikan layanan kesehatan bagi peserta tetap berjalan saat mudik nanti. Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari layanan administrasi terbatas hingga kesiapan fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran.
"Pihaknya telah menyiapkan berbagai skema pelayanan untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap memperoleh akses layanan kesehatan meskipun dalam masa libur panjang,'begitu yang disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah saat konferensi pers terkait kesiapan layanan libur Lebaran di ruang rapat lantai 2 Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, Senin (9/3/2026).
“Pada sore hari ini, BPJS Kesehatan Kantor Pusat bersama Perhimpunan Rumah Sakit, Korlantas Polri serta Yayasan Konsumen menggelar konferensi pers terkait kesiapan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan selama musim mudik Lebaran tahun 2026,” ujar Harry.
Ia menjelaskan, untuk wilayah kerja Cabang Batam yang mencakup Kota Batam dan Kabupaten Karimun, BPJS Kesehatan tetap membuka layanan administrasi pada beberapa tanggal tertentu selama periode libur.
Petugas piket akan tetap memberikan pelayanan kepada peserta pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026. Layanan tersebut dibuka mulai pukul 08.00 hingga 13.30 WIB.
Menurut Harry, keberadaan petugas piket ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi kepesertaan meskipun sebagian besar instansi menjalani libur Lebaran.
“Di Kantor Cabang Batam dan Kantor Kabupaten Karimun kami tetap menyiapkan petugas piket yang melayani peserta BPJS Kesehatan pada tanggal-tanggal tersebut,” jelasnya.
Selain layanan administrasi, BPJS Kesehatan juga telah melakukan pemetaan terhadap fasilitas kesehatan yang akan tetap beroperasi selama periode mudik dan libur Lebaran.
Pemetaan ini dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan mudah. Fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik pratama di wilayah Batam dan Karimun dipastikan tetap tersedia dengan jadwal operasional yang telah disesuaikan.
“Ada fasilitas kesehatan yang tetap buka selama masa Lebaran, ada juga yang buka setelah Lebaran. Semua sudah kami petakan sehingga peserta tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan,” kata Harry.
Sementara itu, untuk pelayanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan memastikan layanan emergensi tetap beroperasi tanpa henti selama masa libur Lebaran.
Di wilayah kerja Cabang Batam sendiri terdapat sekitar 25 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, baik di Kota Batam maupun Kabupaten Karimun.
“Untuk rumah sakit tidak ada yang tutup. Pelayanan emergensi tetap berjalan selama 24 jam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Harry menegaskan bahwa peserta BPJS Kesehatan yang berasal dari luar daerah juga tetap dapat memperoleh layanan kesehatan selama berada di Batam atau Karimun, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik atau berkunjung ke wilayah tersebut.
Dengan kata lain, peserta JKN tetap bisa mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan meskipun berada di luar daerah tempat mereka terdaftar.
“Peserta yang terdaftar di luar wilayah Batam tetap bisa dilayani selama mereka berada di Batam atau Karimun, misalnya karena mudik atau sedang berkunjung,” ujarnya.
Namun demikian, Harry mengingatkan agar peserta memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif agar dapat memperoleh layanan tanpa kendala.
Peserta dapat melakukan pengecekan status kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8165-165, atau melalui Care Center 165.
“Yang paling penting dipastikan adalah status kepesertaannya aktif. Jika statusnya aktif, maka peserta tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga dapat memanfaatkan kartu digital JKN melalui aplikasi Mobile JKN sehingga tidak perlu lagi membawa kartu fisik saat mengakses layanan kesehatan.
Harry menambahkan, dalam kondisi darurat atau emergensi, pasien tetap wajib ditangani oleh fasilitas kesehatan meskipun rumah sakit tersebut belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Jika kondisi pasien emergensi, maka fasilitas kesehatan wajib memberikan penanganan terlebih dahulu, baik yang bekerja sama maupun yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” katanya.
Melalui berbagai kesiapan tersebut, BPJS Kesehatan berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih tenang, tanpa khawatir terhadap akses pelayanan kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa selama musim mudik Lebaran tahun ini, peserta JKN tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” tutup Harry.
