super me
Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, membuka Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi bagi Pemangku Kepentingan di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan budaya baca dan literasi.
Dalam sambutannya, Firmansyah menegaskan bahwa pembangunan Kota Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
“Apa artinya kota yang modern jika masyarakatnya belum siap secara kapasitas intelektual dan mental? Di sinilah literasi memegang peranan penting,” ujar Firmansyah.
Ia menjelaskan, salah satu misi pembangunan Kota Batam adalah mewujudkan Batam sebagai kota madani yang modern dan sejahtera. Menurutnya, konsep masyarakat madani tidak hanya identik dengan kemajuan fisik, tetapi juga ditandai oleh masyarakat yang berilmu, berbudaya, dan memiliki pola pikir maju.
“Budaya membaca merupakan pintu utama menuju terwujudnya masyarakat yang madani,” katanya.
Karena itu, lanjut Firmansyah, peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tidak sekadar menjadi target administratif, melainkan menjadi indikator kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan masa depan serta berkontribusi terhadap kemajuan Kota Batam melalui inovasi dan kreativitas.
Ia juga menekankan bahwa penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari satuan pendidikan, perpustakaan, komunitas literasi, hingga masyarakat.
“Mari kita bersinergi dan menyatukan langkah untuk membangun generasi yang cerdas, berbudaya literasi, serta siap membawa Kota Batam semakin maju dan berdaya saing di tingkat global,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Herman Rozie, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai pentingnya budaya baca dan literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurut Herman, penguatan budaya literasi memerlukan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, lembaga pendidikan, perpustakaan, komunitas literasi, maupun masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun sinergi dalam menyusun strategi yang efektif untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Batam,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 28–29 Juli 2026. Peserta berasal dari perwakilan perpustakaan sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kelurahan, serta kepala sekolah se-Kota Batam.
Jakarta - Ascott Indonesia memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 dengan menggelar aksi konservasi mangrove di Jakarta dan Batam sebagai bagian dari program keberlanjutan Ascott CARES. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Di Jakarta, Ascott Indonesia bersama sejumlah properti Somerset dan Pop! Hotels menanam 2.000 bibit mangrove di Pulau Tidung Kecil bekerja sama dengan Mangrove Jakarta. Selain penanaman, peserta juga mengikuti edukasi mengenai pembibitan dan pentingnya konservasi mangrove.
Rangkaian kegiatan di Jakarta juga mencakup pemantauan mangrove yang telah ditanam pada kegiatan sebelumnya serta aksi bersih pantai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan upaya pelestarian mangrove tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga melalui perawatan yang berkelanjutan.
Di Batam, Ascott Regional Batam bersama komunitas menggelar penanaman mangrove di kawasan Mangrove Ecotourism Pandang Tak Jemu, Kampung Tua Bakau Serip, Nongsa. Sebanyak 100 bibit mangrove ditanam dengan dukungan pembiayaan perawatan tahunan agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.

Kegiatan di Batam diikuti oleh 50 perwakilan dari berbagai properti Ascott, di antaranya Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, Fox Hotel Nagoya Batam, Harris Resort Waterfront Batam, Harris Hotel Batam Center, Harris Resort Barelang Batam, Harris Hotel Nagoya Batam, dan Yello Hotel Harbor Bay Batam. Program ini diharapkan menjadi agenda CSR tahunan dengan penambahan bibit mangrove setiap tahun.
Selain penanaman mangrove, peserta juga melakukan coastal clean-up serta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung pariwisata berkelanjutan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Director of Operations Excellence & Sustainability Ascott Indonesia, Reza Dranie, mengatakan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, dan menyerap karbon biru untuk membantu mitigasi perubahan iklim. Melalui Ascott CARES, perusahaan berkomitmen terus menghadirkan berbagai program keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Kontak Media:
Dhita Salsabila Putri
Public Relations & Pre-Opening Senior Executive, The Ascott Limited – Indonesia
Mobile: +62 878 5414 7516
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Makassar, 28 Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk di Indonesia Timur melalui digitalisasi dan inovasi sektor keuangan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan OJK adalah tokenisasi Real World Assets (RWA), yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk aset bernilai besar, tetapi juga untuk mendukung pembiayaan rantai pasok komoditas unggulan daerah, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, pengolah, distributor, hingga eksportir.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso pada Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan" yang diselenggarakan di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Makassar, Senin.
Dalam kesempatan tersebut, Adi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi keuangan membuka peluang baru bagi pelaku UMKM untuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas, efisien, dan inklusif.
Ruang eksplorasi tokenisasi tersebut antara lain mencakup resi gudang beras, produksi kakao, kontrak pembelian komoditas, hingga pembiayaan infrastruktur daerah.
Adi menjelaskan bahwa berbagai inovasi tersebut bukan lagi sebatas konsep. OJK telah meluluskan sejumlah penyelenggara melalui Regulatory Sandbox dengan model bisnis baru, antara lain tokenisasi emas, tokenisasi Surat Utang Negara melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin Rupiah, serta kustodian aset keuangan digital nonperdagangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi sektor keuangan digital mulai memasuki tahap implementasi pasar.
"Pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi regional dan nasional. Targetnya bukan sekadar seberapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan inklusivitas, memperkuat efisiensi intermediasi sektor keuangan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat," kata Adi.
Adi juga menegaskan bahwa OJK terus membangun ekosistem sektor keuangan yang mendukung agenda pembangunan daerah melalui Program Pengembangan Ekosistem Keuangan Daerah.
"Kami tidak ingin menduplikasi program pemerintah. OJK ingin membangun ekosistem sektor keuangan yang mendukung agenda pembangunan daerah, termasuk penguatan ekonomi kreatif, hilirisasi, dan pengembangan ekonomi daerah," ujar Adi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Deputi Komisioner Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Luthfy Zain Fuady, Advisor Kelompok Spesialis Layanan Digital dan Keamanan Siber OJK Djoko Kurnijanto, dan Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memperkuat sinergi pengembangan UMKM melalui digitalisasi keuangan.
"Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan membangun langkah nyata agar digitalisasi keuangan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur," kata Fatmawati.
Fatmawati juga menekankan pentingnya pendampingan kepada pelaku UMKM, termasuk penguatan literasi keuangan dan pencatatan keuangan usaha agar memiliki kredibilitas dalam mengakses pembiayaan formal. Menurutnya, transformasi digital sektor keuangan akan mendorong UMKM naik kelas, terintegrasi dengan ekosistem digital, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Mochamad Muchlasin menyampaikan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,88 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Ke depan, pengembangan ekonomi daerah akan difokuskan pada hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, penguatan koordinasi antarlembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Langkah selanjutnya yang akan didorong dalam pengembangan ekonomi daerah antara lain hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, koordinasi lembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha,” kata Muchlasin.
Forum Komunikasi Lintas Bidang
Forum ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta diikuti perwakilan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, akademisi, perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya, serta pelaku UMKM, koperasi, dan pelaku usaha sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Forum Komunikasi Lintas Bidang yang bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai pemanfaatan digitalisasi keuangan bagi pengembangan UMKM di wilayah Indonesia Timur, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengidentifikasi tantangan, peluang, dan kebutuhan pengembangan digitalisasi keuangan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan.
Diskusi dipandu oleh Dosen Universitas Katolik Parahyangan Yulius Purwadi Hermawan yang memaparkan berbagai peluang dan tantangan pengembangan ekonomi Indonesia Timur. Pembahasan meliputi potensi ekonomi kawasan, penguatan kolaborasi dan ekosistem pengembangan ekonomi daerah, tantangan pengembangan wilayah, serta peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, OJK bersama pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, akademisi, serta pelaku usaha berkomitmen memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem digitalisasi keuangan yang mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur.
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik peluang kerja sama pendidikan vokasi dengan Jeonju Vision College, Korea Selatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Batam agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.
Peluang kerja sama itu mengemuka saat Amsakar menerima audiensi Traverse Edu bersama perwakilan Jeonju Vision College di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut membahas program pendidikan vokasi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Korea Selatan melalui skema beasiswa, kuliah sambil bekerja paruh waktu, serta dukungan penempatan kerja setelah lulus.
Dalam pemaparannya, delegasi Korea Selatan memperkenalkan Jeonju Vision College yang berlokasi di Kota Jeonju. Perguruan tinggi vokasi tersebut memiliki sekitar 3.000 mahasiswa dari berbagai negara dan menerapkan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.
Amsakar mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap pertemuan ini menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.
“Terima kasih atas kunjungan ini. Kami menyambut baik setiap bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Amsakar.
Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura serta berstatus sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ). Selain itu, Batam juga memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic (BAT), Tanjung Sauh, dan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.
Ia menjelaskan, pertumbuhan investasi yang terus meningkat membuat kebutuhan tenaga kerja kompeten semakin besar. Saat ini, Batam memiliki 31 kawasan industri dan sekitar 135 galangan kapal (shipyard) yang menjadi penggerak utama sektor manufaktur dan maritim.
“Potensi industri Batam sangat besar. Karena itu, kami membutuhkan tenaga kerja yang benar-benar siap memasuki dunia kerja. Saya meyakini Jeonju Vision College dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mencetak SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri di Batam,” katanya.
Amsakar menambahkan, sejumlah sektor yang membutuhkan tenaga terampil antara lain industri galangan kapal, teknologi informasi, pusat data (data center), maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat, hingga energi baru dan terbarukan.
“Sektor-sektor tersebut merupakan potensi besar Batam pada masa mendatang. Karena itu, peningkatan kompetensi generasi muda menjadi sangat penting agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara itu, President Jeonju Vision College, Woo Byung-hun, menyampaikan bahwa kampusnya telah berpengalaman menerima mahasiswa asal Indonesia. Kurikulum yang diterapkan dirancang selaras dengan kebutuhan industri, khususnya pada bidang perkapalan, mesin, dan otomotif.
Selain itu, kampus tersebut juga mengembangkan program pendidikan di bidang energi baru dan terbarukan, seperti energi angin dan tenaga surya, serta industri berbasis sumber daya mineral.
Melihat besarnya potensi industri maritim di Batam, Jeonju Vision College membuka peluang bagi sekitar 20 hingga 30 peserta asal Batam untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan melalui program beasiswa.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada putra-putri Batam untuk belajar di Korea Selatan melalui program beasiswa, kuliah sambil bekerja paruh waktu, mendapatkan pelatihan bahasa, hingga dipersiapkan agar dapat bekerja secara profesional setelah lulus. Kami berharap program ini juga dapat mendukung perkembangan industri di Batam melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Woo Byung-hun.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi. Pemerintah Kota Batam berharap kolaborasi ini dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan kompetensi generasi muda, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Batam dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang di era global.
Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, Santika Indonesia Hotels & Resorts untuk kedua kalinya sukses menyelenggarakan program GM For A Day 2026, sebuah program edukatif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk merasakan pengalaman menjadi General Manager hotel selama satu hari.
Setelah menerima lebih dari 380 pendaftar, sebanyak 43 anak terpilih dari berbagai kota di Indonesia dan dipercaya memimpin operasional di unit Hotel Santika dan Hotel Santika Premiere. Selama satu hari penuh, para GM Cilik akan diajak mengikuti briefing pagi bersama tim hotel, berinteraksi dengan tamu, serta mencoba secara langsung berbagai aktivitas operasional hotel, mulai dari live cooking, making bed hingga berbagai pengalaman menarik lainnya yang telah disiapkan di masing-masing unit hotel.
Prita Gero, Corp. Marcomm Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts, mengatakan bahwa GM For A Day 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan inspiratif. "GM For A Day 2026 kali ini bukan sekadar memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan menjadi seorang General Manager hotel, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang membangun rasa percaya diri, kepemimpinan, komunikasi, serta tanggung jawab sejak usia dini. Kami percaya pengalaman nyata seperti ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan. Harapan kami juga Santika Indonesia akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pencapaian mereka." ujar Prita.
Keberhasilan penyelenggaraan GM For A Day 2026 didukung oleh berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak Indonesia. Majalah Bobo hadir sebagai media partner, MyEraspace menyediakan hadiah istimewa bagi para peserta, CoolVita mendukung pemenuhan nutrisi anak, serta Bluebird Group melalui layanan premium GoldenBird mendukung mobilitas para GM Cilik selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta juga menerima berbagai merchandise eksklusif dari para sponsor dan mitra pendukung. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para GM Cilik di wilayah Jabodetabek juga turut mengikuti sesi edukatif di Animalium – BRIN untuk mengenal dunia satwa dan keanekaragaman hayati, melengkapi pengalaman belajar mereka melalui kegiatan yang menyenangkan.
Melalui penyelenggaraan GM For A Day 2026, Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menegaskan komitmennya sebagai jaringan hotel yang ramah anak dan keluarga. Program ini diharapkan terus menjadi wadah bagi anak-anak Indonesia untuk belajar, berani bermimpi, serta mengembangkan potensi diri melalui pengalaman nyata yang menyenangkan, inspiratif, dan penuh makna.
Hotel Santika Batam merupakan Hotel Santika ke 33 dalam kelompok Hotel Santika berbintang 3 dan merupakan property ke 124 yang saat ini dikelola oleh Santika Indonesia Hotels & Resorts. Sampai saat ini property Santika Indonesia Hotels & Resorts telah tersebar di lebih dari 40 kota di Indonesia. Hotel Santika Batam memiliki 136 kamar dengan 3 tipe kamar: Superior, Deluxe dan Suite. Fasilitas lainnya adalah meeting room, rooftop restaurant, gym dan kolam renang. Terletak di Batam Center, Hotel Santika Batam dilengkapi dengan Gurindam Restaurant yang berada di lantai 11 dan menyajikan pemandangan terbaik kota Batam. Sarana umum seperti Hang Nadim International Airport, Batam Center International Ferry Terminal, Rumah Sakit, pusat perbelanjaan dan berbagai pusat bisnis dapat ditempuh hanya dengan 15 menit berkendara dari Hotel Santika Batam. Untuk kemudahan reservasi dengan harga terbaik, download aplikasi MySantika di iOS atau Google Play Store.
Diskominfo Batam – Keberhasilan Kota Batam menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Challenger 2026 mempertegas posisinya sebagai destinasi penyelenggara ajang olahraga internasional. Menutup rangkaian turnamen yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Sabtu (25/7/2026) malam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat Batam sebagai pusat sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga berskala dunia.
Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional kompang oleh Amsakar bersama Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Nirmala Dewi, serta jajaran pengurus FIBA dan Perbasi.
FIBA 3×3 Challenger merupakan salah satu rangkaian kompetisi internasional yang menjadi jalur kualifikasi bagi tim-tim profesional menuju FIBA 3×3 World Tour Masters, level tertinggi dalam kompetisi basket 3×3 dunia.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada FIBA, Perbasi, panitia pelaksana, serta seluruh atlet yang telah berpartisipasi dan menyukseskan penyelenggaraan turnamen tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet. Terima kasih kepada FIBA dan Perbasi yang telah mempercayai Batam sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional ini,” ujar Amsakar.
Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah event internasional merupakan momentum penting untuk memperkuat citra Batam sebagai kota tujuan olahraga dan pariwisata di tingkat regional maupun internasional.
“Kami sangat bangga Batam dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan basket internasional ini. Hal tersebut semakin menegaskan posisi Batam sebagai salah satu destinasi sport tourism. Selamat bertanding dan terus junjung tinggi sportivitas,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, mengaku terkesan dengan kesiapan Batam dalam menyelenggarakan FIBA 3×3 Challenger 2026. Menurutnya, kualitas fasilitas maupun penyelenggaraan di Batam mampu memenuhi standar internasional.
“Saya bangga sekali dengan Batam. Awalnya memang ada kekhawatiran karena Batam belum pernah menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Challenger maupun Women’s Series. Namun, setelah melihat seluruh persiapannya, kualitas venue dan penyelenggaraannya tidak kalah dengan event internasional di negara lain,” ujarnya.
Tingginya antusiasme masyarakat serta dukungan infrastruktur yang memadai, lanjut Nirmala, menjadi modal penting bagi Batam untuk kembali dipercaya menggelar ajang serupa pada masa mendatang.
“Melihat kesiapan dan semangat masyarakat Batam, saya optimistis kerja sama ini dapat terus berlanjut. Bahkan, Batam sangat layak menjadi tuan rumah untuk beberapa tahun ke depan,” tutupnya.
Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat komunikasi merek dan mendukung pertumbuhan Batam sebagai destinasi bisnis, pariwisata, dan hospitality yang terus berkembang.
BATAM – Di tengah persaingan industri hospitality yang semakin dinamis, membangun sebuah hotel tidak lagi hanya bergantung pada fasilitas atau lokasi. Cara sebuah merek berkomunikasi, membangun hubungan dengan para tamu, serta menghadirkan cerita yang autentik kini menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman yang berkesan.
Berangkat dari semangat tersebut, Swiss-Belhotel International resmi menunjuk Mochd R sebagai Assistant Cluster Director of Marketing Communications untuk wilayah Batam, efektif mulai 27 Juli 2026.
Dalam peran barunya, Mochd R akan memimpin strategi Marketing Communications untuk portofolio Swiss-Belhotel International di Batam, meliputi Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Riahi by Swiss-Belhotel Nirup Island, Swiss-Belinn Baloi Batam, Zest Harbour Bay Batam, serta beberapa proyek pengembangan mendatang.
Memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di bidang Marketing Communications, Public Relations, Digital Marketing, dan Destination Branding, Mochd R dikenal telah menangani berbagai strategi komunikasi dan pengembangan merek di industri hospitality, pariwisata, lifestyle, dan industri kreatif. Ia juga aktif sebagai Managing Editor Digital Fashion Week serta pernah terlibat dalam sejumlah proyek berskala internasional, termasuk The Doraemon Exhibition Singapore.
Melalui peran barunya, ia akan berfokus pada penguatan brand positioning, strategi komunikasi terpadu, hubungan media, pemasaran digital, kemitraan strategis, serta inisiatif promosi yang semakin memperkuat eksistensi portofolio Swiss-Belhotel International di Batam, baik di pasar domestik maupun internasional.
"Saya percaya bahwa setiap hotel memiliki cerita dan setiap destinasi memiliki identitas yang layak dikenal lebih luas. Marketing Communications bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi bagaimana membangun hubungan, kepercayaan, dan pengalaman yang membuat orang ingin datang, kembali, serta menjadi bagian dari cerita tersebut," ujar Mochd R.
Penunjukan ini sekaligus mencerminkan komitmen Swiss-Belhotel International untuk terus memperkuat strategi komunikasi dan membangun kolaborasi yang lebih erat dengan media, pelaku industri, pemerintah, serta komunitas, seiring berkembangnya Batam sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
Batam – Polda Kepulauan Riau menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka mengantisipasi balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta kejahatan jalanan di wilayah Kota Batam, Sabtu (25/7/2026) malam. Kegiatan diawali dengan apel di Parkiran Ruko Business Center Welcome To Batam dan dipimpin oleh Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol. Ronalzie Agus, S.I.K.,
Kegiatan tersebut melibatkan 248 personel gabungan dari Polda Kepri dan Polresta Barelang yang terdiri dari fungsi Lalu Lintas, Samapta, Reskrim, Intelkam, Binmas, Propam, serta didukung personel TNI. Selanjutnya, seluruh personel melaksanakan patroli dan pengamanan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya balap liar maupun gangguan kamtibmas di wilayah Kota Batam.
Dalam arahannya, Karo Ops Polda Kepri menegaskan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Kepri untuk meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan. Seluruh personel diinstruksikan bertindak secara humanis, profesional, dan tidak melakukan pengejaran terhadap pelanggar guna menghindari risiko yang dapat membahayakan masyarakat maupun petugas.
Selama pelaksanaan kegiatan, Satlantas Polresta Barelang melakukan penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas, di antaranya tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, tidak melengkapi kaca spion, serta menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar.
Dalam doorstop kepada awak media, Karo Ops Polda Kepri menyampaikan bahwa sasaran KRYD tidak hanya balap liar, tetapi juga kejahatan jalanan dan berbagai gangguan kamtibmas yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat pada malam hari. Seluruh wilayah Kota Batam menjadi sasaran patroli dengan waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa Kota Batam aman bagi warga, nyaman bagi wisatawan maupun pengunjung. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya balap liar, kejahatan jalanan, dan berbagai gangguan kamtibmas lainnya. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Batam tetap aman dan kondusif," ujar Karo Ops Polda Kepri.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam secara gratis apabila membutuhkan bantuan maupun ingin menyampaikan pengaduan kepada pihak Kepolisian.
Batam, 24 Juli 2026 – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkomitmen penuh mendukung perluasan inklusi dan literasi keuangan digital di masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif OJK Kepri dalam gelaran Creative and Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL) 2026 yang berlangsung di Harbour Bay Downtown, Batam, pada 24–26 Juli 2026.
Dalam festival ekonomi digital terbesar di Kepulauan Riau ini, OJK Kepri menghadirkan armada Mobil Edukasi Keuangan (SiMOLEK). Kehadiran SiMOLEK bertujuan untuk menjemput bola dalam memberikan edukasi, layanan konsumen, serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban dalam menggunakan produk jasa keuangan.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menegaskan bahwa akselerasi teknologi harus berjalan beriringan dengan tameng proteksi konsumen yang kuat.
"Digitalisasi keuangan itu ibarat kendaraan super cepat; jika tidak diimbangi dengan rem literasi yang pakem, masyarakat bisa tergelincir ke jurang penipuan digital. OJK Kepri hadir di CERNIVAL 2026 bukan untuk mengerem inovasi, melainkan memastikan masyarakat Kepri bisa melaju dengan aman dan terlindungi," ujar Sinar Danandjaya.
Lebih lanjut, Sinar Danandjaya menyampaikan bahwa sinergi antara OJK, Bank Indonesia, dan Pemerintah Daerah sangat krusial dalam membangun ekosistem digital yang sehat. "CERNIVAL 2026 adalah momentum tepat mendorong masyarakat beralih ke transaksi non-tunai. Namun, percepatan digitalisasi ini wajib diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat terhindar dari risiko kejahatan siber, judi online, pinjol ilegal, dan investasi bodong. Melalui SiMOLEK, kami membawa pusat layanan OJK langsung ke tengah-tengah panggung rakyat," tambahnya.
Selama tiga hari pelaksanaan event, masyarakat dan pengunjung CERNIVAL 2026 dapat memanfaatkan berbagai fasilitas gratis di Mobil SiMOLEK OJK, antara lain:
- Layanan Edukasi Keuangan: Sosialisasi interaktif mengenai pengelolaan keuangan, pengenalan produk jasa keuangan, serta tips bertransaksi digital dengan aman.
- Fasilitas Cek SLIK Mandiri: Layanan gratis bagi pengunjung untuk memeriksa riwayat kredit secara langsung di lokasi.
- Layanan Pengaduan Konsumen: Ruang konsultasi langsung bagi masyarakat yang menghadapi masalah atau membutuhkan informasi terkait lembaga jasa keuangan resmi.
- Games dan Souvenir Literasi: Pemberian materi edukasi berbasis digital yang dilengkapi dengan berbagai quiz interaktif menarik untuk generasi muda.
Melalui kehadiran Mobil SiMOLEK di CERNIVAL 2026, OJK Kepri berharap dapat menciptakan masyarakat Kepri yang tidak hanya cakap secara digital (digital savvy), tetapi juga cerdas dan berdaya secara finansial (financially literate).
Batam, 24 Juli 2026 – Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal S.E.,M.M bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus secara resmi membuka Creative and Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL) 2026 di Harbour Bay Downtown, Batam. Diselenggarakan pada tanggal 24 s.d. 26 Juli 2026, CERNIVAL 2026 mengusung konsep “Pesta Rakyat Digital Kepulauan Riau” yang memadukan edukasi keuangan digital, hiburan, kompetisi, pemberdayaan UMKM, pelayanan publik, serta pengalaman langsung menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang merupakan salah satu inovasi Bank Indonesia dalam mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Setiap tahunnya, perkembangan transaksi QRIS di Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan yang akseleratif. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS tercatat mencapai 99,44 juta transaksi, tumbuh sebesar 193,05% secara tahunan (yoy). Sementara itu, hingga akhir Mei 2026, volume transaksi QRIS telah mencapai 57,60 juta transaksi. Dari sisi nominal, transaksi QRIS sepanjang 2025 mencapai Rp11,55 triliun, tumbuh sebesar 129,58% (yoy), sedangkan hingga akhir Mei 2026 telah mencapai Rp6,74 triliun atau tumbuh sebesar 101,38% (yoy). Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi QRIS dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pada era digital.
Untuk itu, CERNIVAL 2026 hadir sebagai wadah edukasi literasi keuangan bagi masyarakat melalui pendekatan yang inklusif, interaktif, dan dekat dengan aktivitas sehari-hari. Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah Pasar Malam Digital, yang menghadirkan berbagai wahana permainan dan aktivitas berhadiah yang dapat dinikmati hanya dengan transaksi QRIS senilai Rp1. Melalui pengalaman tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat serta terbiasa menggunakan pembayaran digital secara mudah dan aman.
Ardhienus dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan transaksi digital lintas negara. Melalui QRIS Cross-Border Experience, CERNIVAL 2026 memperkenalkan kemudahan transaksi menggunakan QRIS kepada masyarakat dan wisatawan mancanegara. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, mendukung sektor pariwisata, serta memperkuat daya tarik Kepulauan Riau sebagai destinasi yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
CERNIVAL 2026 juga menjadi ruang promosi dan pemberdayaan UMKM Kepulauan Riau melalui bazar kuliner yang menghadirkan produk pelaku usaha lokal, UMKM binaan Bank Indonesia, serta merchant binaan perbankan. Seluruh transaksi pada bazar dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS. Selain memperluas akses pasar UMKM, CERNIVAL juga memperkenalkan QRIS Cross Border kepada masyarakat dan wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, transaksi QRIS Antarnegara yang dilakukan wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Thailand di Kepulauan Riau meningkat 511,54% (yoy) dengan total volume transaksi mencapai 221.812 transaksi, atau sebesar 3,77% dari total volume transaksi nasional. Implementasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik Kepulauan Riau sebagai destinasi pariwisata yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, bakat, dan semangat kompetitif, CERNIVAL 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi Pramuka, E-Sport, band, fashion show, dance, dan fitness. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan anak muda dan masyarakat Kepulauan Riau dalam kampanye literasi keuangan digital serta menghadirkan ruang publik yang produktif, kreatif, dan kolaboratif.
Pelaksanaan CERNIVAL 2026 juga diperkuat melalui sinergi dengan Bapenda Kota Batam, Samsat Keliling, dan Otoritas Jasa Keuangan. Kolaborasi tersebut menghadirkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan serta pajak kendaraan bermotor secara nontunai, disertai edukasi mengenai literasi keuangan dan pelindungan konsumen. Selain itu, tersedia Ruang Edukasi Bank Indonesia yang memberikan informasi mengenai QRIS dan uang Rupiah. Melalui CERNIVAL 2026, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat literasi, akseptasi, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
