Badan Pusat Statistik (BPS) merilis , secara tahunan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 3,49% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,87 % (yoy). Inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil sebesar 0,44% (yoy), angkutan udara sebesar 0,30% (yoy), bensin sebesar 0,27% (yoy), nasi dengan lauk sebesar 0,26% (yoy), serta beras sebesar 0,18% (yoy). Besarnya andil pada sejumlah komoditas tersebut menunjukkan bahwa level harganya masih relatif tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumny a. Masih tingginya harga emas perhiasan sejalan dengan perkembangan harga emas global, sementara tarif angkutan udara dan harga bensin masih berada di atas level tahun sebelumnya seiring penyesuaian biaya transportasi dan harga BBM nonsubsidi.
Di sisi lain, harga nasi dengan lauk masih berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, antara lain sebagai dampak akumulasi kenaikan harga yang terjadi pada beberapa periode sebelumnya serta masih tingginya biaya bahan baku dan fakto r produksi. Kondisi tersebut menyebabkan komoditas nasi dengan lauk masih memberikan andil yang relatif besar terhadap inflasi tahunan meskipun tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan pada bulan berjalan . Inflasi Kepri tersebut lebih tinggi dibandingkan nasional yang tercatat inflasi 3,28% (yoy) . Tekanan inflasi nasional terutama berasal dari komoditas emas perhiasan, bensin, ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, dan beras. Dengan demikian, tekanan inflasi Kepri memiliki kesamaan dengan nasional terutama pada emas perhiasan, bensin, dan beras, sementara angkutan udara dan nasi dengan lauk memberikan kontribusi yang relatif lebih dominan di Kepri.
Secara spasial, seluruh Kota dan Kabupaten IHK yakni Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun tercatat meng alami inflasi yang secara bertu rut-turut sebesar 3,65 % (yoy). 3,76 % (yoy), dan 1,63 % (yoy) . Sedangkan di wilayah Sumatera, inflasi Kepri menempati posisi tertinggi ke lima setelah Provinsi Aceh , Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Lampung , dan Provinsi Sumatera Barat deng an realisa si inflasi secara berturut-turut sebesar 5,03 % (yoy), 4,30 % (yoy), 3,51% (yoy), dan 3,50% (yoy). Secara bulanan, Inflasi Kepri pada September 2026 tercatat 0,27% (mtm), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0, 17% (mtm) . Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang inflasi 0,88 % (mtm) dengan andil 0,26 % (mtm). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga cabai merah, kangkung, dan cabai rawit didorong oleh keterbatasan panen dari daerah sentra produksi di Sumatera bagian Utara dan Jawa serta peningkatan harga daging ayam ras didorong oleh permintaan yang meningkat dan pasokan terbatas .
Selain itu kelompok pendidikan turut mengalami inflasi 0,41% (mtm) dengan andil sebesar 0,03 % (mtm). Inflasi pada kelompok tersebut antara lain dipengaruhi oleh akademi/perguruan tinggi didorong oleh pendaftaran ulang perguruan tinggi pada bulan September. Lebih lanjut, inflasi September 2026 yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi yang mengalami deflasi 0,25 % (mtm) d engan andil sebesar 0,03 % (mtm). Deflasi kelompok tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan harga angkutan udara didorong oleh periode low season pasca berakhirnya peningkatan permintaan pada musim liburan .
Memasuki Oktober 2026, terdapat beberapa faktor pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain:
(i) Volatilitas harga emas dunia yang masih tinggi seiring ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik ;
(ii) tekanan terhadap imported inflation; dan
(iii) potensi kenaikan komoditas hortikultura seperti cabai merah dan cabai rawit.
Sinergi dan kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di level provinsi maupun kabupaten/kota tetap terjaga di tengah berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi Kepri . Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan TPID se -Kepri melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi sinergi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional . Berba gai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada September 2026 antara lain (i) High Level Meeting TPID se-Provinsi Kepri dan Rapat Koordinasi TPID Kota SIARAN PERS PERKEMBANGAN INFLASI KEPRI PERIODE SEPTEMBER 2026 No. 2 8/21/Btm/Peng/B Batam; (ii) Penyaluran SPHP secara rutin di berbagai Kab/Kota ; dan (iii) Penyaluran Sarpras Ketahanan Pangan kepada Poktan Unggulan di Kepulauan Riau . Ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri. Peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga terjaganya inflasi Kepri pada akhir tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1% .
Denpasar, 2 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026-2030 sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi dan meningkatkan daya saing industri perbankan dalam menghadapi dinamika perekonomian ke depan. Roadmap ini bertujuan untuk mewujudkan industri perbankan yang semakin sehat, tangguh, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Peluncuran RP3I 2026-2030 dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae bersama pimpinan industri bank umum di Bali. Friderica dalam sambutannya menyampaikan bahwa Industri perbankan Indonesia memasuki periode yang semakin dinamis. Perubahan lingkungan ekonomi global, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, perubahan perilaku masyarakat, serta meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan dan tata kelola menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri perbankan.
“Untuk itu kita harus membangun perbankan yang resilien dengan modal dan likuiditas dan manajemen risiko yang kuat. Kemudian juga harus inovatif, melalui pemanfaatan teknologi dan memberikan nilai tambah, produktif dalam menyalurkan pembiayaan bagi ekonomi produktif, dan juga inklusif, dengan terus memperhatikan pelindungan konsumen,” kata Friderica. Menurut Friderica, kinerja sektor jasa keuangan Indonesia saat ini tetap terjaga dan berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional meski di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik global. Hingga Agustus, kredit perbankan tumbuh 13,65 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga tumbuh 10,92 persen (yoy) sementara rasio kecukupan modal atau CAR masih solid di 24,1 persen dan NPL gross sebesar 2,11 persen. Sementara itu, Dian Ediana Rae dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini menghadapi kombinasi antara tantangan yang berasal dari perkembangan global dan geopolitik, lingkungan hidup, perubahan teknologi, model bisnis, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan ketahanan keberlanjutan dan perlindungan konsumen, termasuk agenda pembangunan yang berkelanjutan. “Karena itu, industri perbankan perlu memiliki arah pengembangan yang jelas dan mampu merespons perubahan sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam konteks inilah RP31 disusun,” katanya.
Menurut Dian, RP31 juga merupakan bagian dari tindak lanjut dan implementasi Undang-Undang No. 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang memberikan ruang bagi perluasan produk dan aktivitas perbankan, serta selaras dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, khususnya dalam mendorong pendalaman pasar keuangan dan penguatan fungsi intermediasi. Lima Prioritas Strategis Arah pengembangan industri perbankan dalam RP3I 2026–2030 dijabarkan melalui penetapan lima prioritas strategis yaitu:
1. Penguatan Kelembagaan dan Integritas Memperkuat struktur dan kapasitas kelembagaan perbankan, permodalan dan likuiditas, tata kelola, manajemen risiko, serta integritas agar industri semakin sehat, resilien, dan berdaya saing.
2. Modernisasi Teknologi dan Ketahanan Digital Mendorong transformasi dan inovasi digital secara prudent, termasuk pemanfaatan emerging dan frontier technologies, dengan memperkuat tata kelola, keamanan, dan ketahanan digital.
3. Pendalaman Pasar Keuangan dan Penguatan Intermediasi Memperluas produk dan aktivitas perbankan dalam kerangka universal bank, meningkatkan pembiayaan kepada sektor produktif, memperkuat ekosistem supply chain, serta mendorong pengembangan Open Banking–Open Finance untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas intermediasi.
4. Keuangan Berkelanjutan dan Ketahanan Risiko Keberlanjutan Memperkuat penerapan keuangan berkelanjutan dan pengelolaan risiko keberlanjutan, sekaligus mendorong semakin dalamnya pembiayaan yang mendukung transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
5. Perizinan Terintegrasi dan Pengawasan yang Adaptif Mewujudkan proses perizinan yang lebih terintegrasi dan efisien serta pengawasan yang adaptif dan berbasis risiko, termasuk penguatan market conduct dan pengawasan risiko keberlanjutan.
Implementasi RP3I 2026–2030 didukung oleh empat enablers sebagai fondasi pendukung, yaitu: Ekosistem Ekonomi Pendukung; Kesiapan Data, Teknologi, dan Infrastruktur Digital; Penguatan Kapasitas SDM; dan Koordinasi Pengawasan Lintas Sektor dan Otoritas. Sebagai bagian dari implementasi RP3I 2026-2030, dalam kesempatan ini OJK turut menerbitkan Panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis atau CRMS 2026, yang merupakan penyempurnaan dari CRMS yang telah diterbitkan sebelumnya, sebagai upaya memperkuat pengelolaan risiko iklim di sektor perbankan. CRMS merupakan kerangka kerja komprehensif untuk mengukur ketahanan sektor perbankan, yang mengintegrasikan risiko iklim ke dalam tata kelola, strategi bisnis, manajemen risiko, pengukuran dan target, serta pengungkapan. Penerbitan CRMS 2026 mempertimbangkan berbagai masukan dari industri untuk memperkuat kerangka kerja yang telah dibangun.
Pengkinian utama pada CRMS 2026 meliputi: a. metodologi penghitungan emisi karbon pada Buku 3 b. asumsi makroekonomi dan skenario iklim pada Buku 4, c. perluasan cakupan risiko fisik pada Buku 5, serta d. penerbitan Buku 7 Standardized Solutions, instrumen penting untuk membantu bank mengimplementasikan CRMS secara lebih terstruktur dan konsisten. OJK mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam mendukung penyusunan RP3I 2026-2030 dan CRMS 2026, termasuk lembaga think tanks, lembaga internasional, asosiasi, dan industri perbankan. Melalui penerbitan dan implementasi RP3I 2026-2030 dan CRMS 2026 diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat dari regulator, industri perbankan, dan pemangku kepentingan terkait untuk mewujudkan industri perbankan yang semakin modern, tangguh, dan inklusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mendukung kemajuan industri pers Indonesia melalui berbagai program yang didedikasikan bagi rekan-rekan jurnalis. Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” serta CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 yang telah diselenggarakan sejak 2025. Sebagai kelanjutan dari kedua program tersebut, CIMB Niaga hari ini mengumumkan tujuh jurnalis penerima beasiswa dan empat karya jurnalistik terbaik dalam SJF 2026.
Corporate Communications Head CIMB Niaga Hery Kurniawan menyatakan, kedua program tersebut merupakan wujud apresiasi sekaligus komitmen CIMB Niaga dalam mendukung pengembangan kapasitas insan pers Indonesia agar terus menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, memperkaya pemahaman publik, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh rekan jurnalis yang telah mengikuti proses seleksi, dan selamat kepada para peserta yang terpilih. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan dedikasi yang ditunjukkan sepanjang rangkaian program beasiswa dan Sustainability Journalism Fellowship. Kami berharap kedua program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi para jurnalis sekaligus mendukung terciptanya industri media yang sehat dan berkualitas. Inisiatif ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, yaitu mendukung nasabah dan masyarakat, termasuk rekan-rekan jurnalis, untuk mewujudkan mimpi dan aspirasinya melalui peningkatan pendidikan serta wawasan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Hery di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Beasiswa untuk Jurnalis
Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” merupakan program yang dihadirkan CIMB Niaga bagi jurnalis yang akan melanjutkan pendidikan Magister (S2) melalui pemberian tunjangan beasiswa senilai Rp70 juta per orang. Program ini merupakan bentuk apresiasi CIMB Niaga kepada insan pers yang berperan penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Melalui program ini, CIMB Niaga berharap dapat mendukung peningkatan kompetensi jurnalis agar semakin siap menghadapi dinamika dan perkembangan industri media.
Setelah dibuka sejak September 2025, program ini mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 32 peserta terpilih mengikuti psychometric assessment yang diselenggarakan bersama mitra independen. Dari jumlah tersebut, 15 peserta terbaik melanjutkan ke tahap wawancara untuk menilai motivasi, kesiapan studi, serta potensi kontribusinya terhadap profesi jurnalistik.
Selanjutnya, 10 finalis mengikuti penilaian karya jurnalistik oleh dewan juri berdasarkan aspek orisinalitas, relevansi tema, kualitas penulisan atau produksi, kedalaman analisis, serta dampak dan kreativitas. Berdasarkan keseluruhan proses seleksi tersebut, tujuh jurnalis akhirnya terpilih sebagai penerima Program Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga”. Mereka dinilai memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan kompetensi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang memberikan kontribusi positif bagi industri media dan masyarakat.
Sustainability Journalism Fellowship 2026
Adapun Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026 merupakan program kolaborasi antara CIMB Niaga, Indonesian Institute of Journalism (IIJ), dan didukung Global Reporting Initiative (GRI) yang diselenggarakan sejak Maret 2026. Program ini bertujuan memperkuat peran jurnalis dalam mendorong aksi keberlanjutan melalui implementasi ide yang memberikan dampak positif bagi sosial maupun lingkungan. SJF lahir dari keyakinan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen CIMB Niaga untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pada pelaksanaannya, SJF 2026 berhasil menjaring 233 proposal ide keberlanjutan dari jurnalis di berbagai daerah di Indonesia. Melalui proses seleksi yang melibatkan CIMB Niaga, IIJ, dan GRI, terpilih 20 jurnalis penerima fellowship yang masing-masing memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp10 juta untuk merealisasikan proyek keberlanjutan yang mereka usulkan. Selama tiga bulan, para peserta mengikuti rangkaian sustainability masterclass, pendampingan bersama para ahli, serta mengimplementasikan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan di wilayah masing-masing.
Sebagai bagian dari program tersebut, para peserta menghasilkan karya jurnalistik yang mendokumentasikan proses, pembelajaran, serta dampak dari proyek yang dijalankan. Berdasarkan hasil kurasi dan penilaian dewan juri, terpilih empat karya jurnalistik SJF 2026. Para penulis karya terbaik tersebut berkesempatan mengikuti field trip ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan peliputan sekaligus mempelajari berbagai program keberlanjutan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengangkat isu keberlanjutan secara lebih mendalam dan kontekstual.
Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Journalism (IIJ) Umar Idris menyampaikan program SJF 2026 dirancang untuk memperkuat peran strategis jurnalis dan media dalam mengawal transisi menuju keberlanjutan sekaligus mendorong aksi konkret di tengah masyarakat. Ia menilai jurnalisme berkelanjutan perlu bergerak melampaui ruang pemberitaan konvensional menuju aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh komunitas lokal. “Selamat kepada para pemenang. Mari bersama-sama kita wujudkan masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Umar.
Program Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” dan Sustainability Journalism Fellowship 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 CIMB Niaga yang diperingati pada 26 September 2026. Melalui berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan insan media sekaligus mendukung lahirnya karya-karya jurnalistik yang berkualitas, berdampak, dan berkontribusi bagi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penerima Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” 2026
- Abdullah Fikri Ashri (Harian Kompas)
- Romualdus San Udika (Stabilitas)
- Mazka Hauzan Naufal (Tribun Jateng)
- Anton Chrisbiyanto (Kabarindo.com)
- Chyntia Sami Bhayangkara (Suara.com)
- Budi (Koran Jakarta)
- Aditya Putra Perdana (Harian Kompas)
Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026
- Rahmat Utomo (Kompas.com) “Kisah Perempuan Pemulung di TPA Terjun, Penjaga Lingkungan yang Tak Terlindungi”
- Rheza Maulana (National Geographic Indonesia) “Tenggelamnya Desa Mayangan: Ketika Dampak Perubahan Iklim Terjadi Tepat di Depan Mata”
- Nina Susilo (Harian Kompas) “Sabun Cuci Ekoenzim, Cara Cari Cuan dari Sampah Organik”
- Ahmad Hadi Ramdhani (Mongabay Indonesia) “Harapan Pulihkan Mangrove di Tengah Tambak Pesisir Sugian”
Jakarta, 30 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri pergadaian yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas usaha serta perluasan jangkauan layanan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha dari tingkat provinsi menjadi tingkat nasional kepada dua perusahaan pergadaian, yaitu PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar. Persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha nasional kepada PT Gadai Mulia Sejahtera diberikan melalui Surat OJK Nomor S-79/PL.02/2026 tanggal 18 September 2026, sedangkan PT Solusi Gadai Pintar diberikan melalui Surat OJK Nomor S-80/PL.02/2026 tanggal 21 September 2026.
Persetujuan tersebut diberikan setelah perusahaan memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen perizinan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pergadaian sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2025. Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar dapat menyelenggarakan kegiatan usaha pergadaian di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan tetap memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku serta prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
Sebelumnya, OJK juga telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha nasional kepada empat perusahaan pergadaian swasta, yaitu PT Gadai Mas Nusantara, PT Gadai Sakti Indonesia (d/h PT Gadai Sakti Jakarta), PT Pusat Gadai Indonesia, dan PT Gadai Elektronik Jakarta. Kehadiran perusahaan-perusahaan berskala nasional tersebut semakin melengkapi ekosistem industri pergadaian di Indonesia, berdampingan dengan PT Pegadaian (Persero) yang telah lebih dahulu hadir dan beroperasi secara nasional dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di seluruh pelosok negeri. Saat ini terdapat beberapa perusahaan gadai yang telah mengajukan permohonan dan sedang dalam proses perizinan peningkatan lingkup usaha menjadi nasional.
Perluasan lingkup wilayah usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha perusahaan, memperluas jangkauan layanan pergadaian yang legal dan terdaftar, serta memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat di berbagai daerah. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri pergadaian melalui peningkatan skala usaha, penguatan tata kelola, dan perluasan akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat. OJK mencatat, penyaluran pinjaman industri pergadaian pada Juli 2026 tumbuh sebesar 50,73 persen yoy menjadi Rp160,78 triliun dengan tingkat risiko kredit yang terjaga.
Pinjaman terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp136,39 triliun atau 84,43 persen dari total pinjaman yang disalurkan industri pergadaian. Sumber pendanaan pergadaian periode Juli 2026 sebesar Rp126,93 triliun meningkat 65,71 persen yoy. Sumber pendanaan Perusahaan Pergadaian berasal dari Pinjaman yang Diterima sebesar Rp111,46 triliun (87,81 persen) dan Surat Berharga Yang Diterbitkan sebesar Rp15,47 triliun (12,19 persen). OJK akan terus mendorong pengembangan industri pergadaian yang sehat, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan inklusi keuangan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal di seluruh Indonesia.
Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 28 September 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP), masing-masing 3,75% untuk simpanan Rupiah di bank umum, 6,25% untuk simpanan Rupiah di Bank Perekonomian Rakyat, dan 2,00% untuk simpanan valuta asing (valas) di bank umum. TBP tersebut berlaku sejak 1 Oktober 2026 sampai dengan 31 Januari 2027. Keputusan mempertahankan TBP diambil dengan mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga simpanan Rupiah dan valas di perbankan yang terbatas, kinerja intermediasi dan kondisi likuiditas industri perbankan yang tetap positif, serta cakupan penjaminan simpanan yang tetap tinggi. Atas dasar itu, LPS memandang bahwa TBP yang berlaku saat ini masih memadai untuk dipertahankan dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan mendukung stabilitas sistem keuangan.
LPS akan melakukan evaluasi terhadap TBP secara berkala dengan terus mencermati perkembangan perekonomian global dan domestik, arah kebijakan moneter dan fiskal, serta perkembangan likuiditas dan suku bunga perbankan. Intermediasi Perbankan Tetap Tumbuh Positif Dari sisi intermediasi, kinerja perbankan tetap menunjukkan perkembangan positif. Pada Agustus 2026, simpanan masyarakat atau Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh sebesar 10,94% (yoy), diikuti penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 13,66% (yoy). Perkembangan tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan berjalan baik dalam mendukung kinerja perekonomian nasional. Perkembangan kinerja intermediasi yang positif tersebut turut didukung oleh kondisi likuiditas, profitabilitas, Equity Tower Lantai 20, SCBD Lot 9, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 Telephone: 021-5151 000 (hunting) Fax: 021-5140 1500/600 www.lps.go.id Halaman 2 dari 3 dan permodalan perbankan yang tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan perbankan. Cakupan Penjaminan Simpanan Tetap Tinggi Berdasarkan hasil evaluasi, TBP yang berlaku saat ini dipandang masih selaras dengan upaya menjaga tingkat cakupan penjaminan tetap tinggi.
Data per Agustus 2026 menunjukkan bahwa jumlah rekening nasabah bank umum dengan saldo simpanan sampai dengan Rp2 miliar, sehingga seluruh simpanannya masuk dalam nilai penjaminan LPS, mencapai 706,75 juta rekening atau 99,94% dari total rekening. Sementara itu, jumlah rekening nasabah BPR dan BPR Syariah dengan saldo simpanan sampai dengan Rp2 miliar mencapai 15,59 juta rekening atau 99,97% dari total rekening. LPS akan terus memantau perkembangan cakupan penjaminan sejalan dengan pergerakan suku bunga pasar simpanan dan dinamika penghimpunan dana pihak ketiga. Transparansi TBP dan Perlindungan Nasabah Terus Diperkuat Sebagaimana diketahui, mengacu kepada UU LPS, LPS menjamin simpanan nasabah perbankan dengan saldo sampai dengan Rp2 miliar per nasabah per bank sepanjang memenuhi tiga kriteria atau disingkat 3T, yaitu: Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat suku bunga yang diterima tidak melebihi TBP, dan Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya melakukan fraud yang mengakibatkan kerugian atau membahayakan kelangsungan usaha bank.
Sejalan dengan itu, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap TBP, LPS kembali menyampaikan kepada nasabah dan calon nasabah bank bahwa TBP merupakan batas maksimum suku bunga simpanan agar simpanan nasabah memenuhi salah satu kriteria program penjaminan simpanan LPS. Oleh karena itu, LPS selalu mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan yang ditawarkan bank. Selain itu, LPS juga meminta perbankan untuk secara aktif dan transparan menyampaikan informasi mengenai TBP melalui seluruh kanal komunikasi, termasuk kanal digital, sebagai bagian dari transparansi dan perlindungan nasabah
Hadirkan rangkaian aktivitas olahraga dan hiburan, mulai dari zumba, UMKM lokal, hingga doorprize, sekaligus membawa pengalaman konektivitas 5G SMARTFREN lebih dekat dengan masyarakat Palembang.
PALEMBANG, 29 September 2026 – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui merk layanan SMARTFREN menghadirkan SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang, yang diikuti lebih dari 1.000 peserta pada Minggu, 27 September 2026, mulai pukul 06.00 WIB di Halaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Mengusung konsep yang memadukan olahraga dan hiburan, kegiatan ini menghadirkan Fun Run 5K, zumba, hiburan, UMKM lokal, serta berbagai doorprize puluhan juta rupiah untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi peserta. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya SMARTFREN menghadirkan pengalaman konektivitas yang relevan dengan aktivitas masyarakat melalui kualitas jaringan yang cepat, stabil, dan andal.
Hadir pada kesempatan tersebut, Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi; Senior Vice President Marketing Segment-Smartfren XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo; GM Mobile Sales Sumatera Selatan XLSMART, Budi Utama Lubis; GM Mobile Region Operations XLSMART, Aldian Garilbaldi; dan GM Brand Marketing Smartfren XLSMART, Edtine Pamilien Gensana.
Senior Vice President Marketing Segment-Smartfren XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo mengatakan, “SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang menjadi kesempatan bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman yang menggabungkan aktivitas olahraga, hiburan, dan konektivitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat menikmati aktivitas bersama dengan semangat SMARTFREN Jagoan Sinyal Se-Indonesia, sekaligus merasakan manfaat konektivitas untuk berbagai aktivitas digital.
Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang dirancang sebagai ruang interaksi bagi peserta, komunitas, masyarakat, dan pelaku UMKM lokal. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Fun Run 5K, kemudian dilanjutkan dengan zumba dan hiburan yang dapat dinikmati peserta. Kehadiran UMKM lokal juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
Kegiatan ini turut memperkenalkan pengalaman SMARTFREN Unlimited 5G, yang dapat dimanfaatkan pelanggan ketika terhubung ke jaringan 5G XLSMART. Layanan tersebut memberikan manfaat Tanpa Batas Kecepatan dan Tanpa Batas Kuota selama pelanggan memenuhi ketentuan layanan, dengan kecepatan hingga 500 Mbps sesuai kondisi jaringan, perangkat, lokasi, trafik, dan faktor teknis lainnya.
Kehadiran SMARTFREN FUN RUN 5G di Palembang juga sejalan dengan penguatan infrastruktur jaringan XLSMART di Sumatra Selatan. Saat ini, wilayah Sumatra Selatan didukung lebih dari 10.000 BTS, sementara Kota Palembang didukung oleh lebih dari 2.500 BTS, termasuk lebih dari 600 BTS 5G. Penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat yang terus berkembang, termasuk aktivitas bisnis, pendidikan, UMKM, hiburan, hingga ekonomi digital.
Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi mengatakan, “Palembang memiliki aktivitas masyarakat yang dinamis dengan kebutuhan konektivitas yang terus berkembang. Karena itu, kami terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan agar dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Penguatan jaringan ini merupakan bagian dari komitmen XLSMART dalam membangun infrastruktur digital Indonesia yang bertanggung jawab dan menghadirkan konektivitas yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.”
Penguatan jaringan di Palembang juga menjadi bagian dari perluasan jaringan 5G XLSMART di Indonesia. Secara nasional, jaringan XLSMART didukung oleh lebih dari 265 ribu BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan, sementara jaringan 5G XLSMART telah tersedia di lebih dari 53 kota dan kabupaten.
Kualitas jaringan XLSMART juga memperoleh pengakuan melalui Ookla® Speedtest Awards™ H1 2026, dengan empat penghargaan, yaitu Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari bukti independen atas upaya XLSMART dalam menghadirkan kualitas jaringan terbaik dan jaringan tercepat bagi masyarakat.
“Melalui SMARTFREN FUN RUN 5G, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat dan komunitas di Palembang. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk bergerak bersama, menikmati hiburan, mendukung UMKM lokal, dan merasakan berbagai manfaat konektivitas dalam aktivitas sehari-hari,” tambah Desy.
Penyelenggaraan SMARTFREN Fun Run Palembang 2026 didukung oleh Pristine, ISOPLUS, Zinc, Posh, Paseo, Fitbar, Indomobil, AMH, Wonhae, RX Relaxology, Benings, CV Hanif, Emados dan Fotoyu.
Kehadiran SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang menjadi bagian dari komitmen XLSMART untuk terus menghadirkan inovasi layanan dan pengalaman yang dekat dengan masyarakat. Melalui jaringan dan portofolio XL, AXIS, dan SMARTFREN, XLSMART terus memperkuat perannya sebagai perusahaan infrastruktur digital terpercaya yang menghadirkan konektivitas bagi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia.
JAKARTA, 28 September 2026 – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) meraih empat pengakuan nasional: peringkat ke-29 Fortune Indonesia 100 2026, KESGI Award 2026 sektor Telekomunikasi, The Sraya Recognition kategori Future Forward melalui Sisternet, dan Indonesia PR of the Year 2026. Pengakuan ini mencerminkan kinerja XLSMART di bidang bisnis, keberlanjutan, pemberdayaan perempuan, dan komunikasi korporat.
Empat pengakuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan transformasi XLSMART dalam membangun perusahaan telekomunikasi yang bertumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan dan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan Responsible Digital Infrastructure, yang saat ini didukung lebih dari 265 ribu BTS dan jaringan 5G di 53 kota, serta diperkuat melalui pengembangan layanan, praktik bisnis berkelanjutan, dan berbagai program pemberdayaan digital. Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya XLSMART menghadirkan konektivitas yang semakin luas, cepat, stabil, dan andal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, “Empat pengakuan bukanlah tujuan akhir namun untuk menegaskan komitmen kami dalam membangun Responsible Digital Infrastructure yang mencakup penguatan bisnis dan jaringan, keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, hingga komunikasi yang transparan dan terpercaya. Penguatan jaringan tersebut kami arahkan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin konsisten dalam mengakses layanan digital, bekerja, belajar, berkomunikasi, menikmati hiburan, hingga menjalankan aktivitas usaha. Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan menjadikan capaian ini sebagai motivasi sekaligus tantangan untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih baik dan semakin luas bagi pelanggan dan masyarakat.”
Fortune Indonesia 100 2026: Peringkat ke-29
XLSMART kembali memperoleh pengakuan independent atas kinerja bisnis dengan meraih penghargaan dalam ajang bergengsi Fortune Indonesia 100 Gala 2026. Apresiasi ini diselenggarakan oleh Fortune Indonesia kepada 100 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan pendapatan. XLSMART berhasil masuk dalam daftar ke-29 Fortune Indonesia 100.
Acara penghargaan Fortune Indonesia 100 Gala 2026 yang diadakan di Hotel Mulia Senayan, pekan lalu, dihadiri oleh para eksekutif C-level dari berbagai perusahaan besar di Indonesia. Selain memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100, acara ini juga menjadi ajang diskusi dan networking bagi para pemimpin industri untuk berbagi wawasan dan strategi terkait tantangan bisnis masa depan.
Fortune Indonesia 100 merupakan daftar perusahaan yang paling berpengaruh di Indonesia, disusun setiap tahun berdasarkan pendapatan tahunan masing-masing perusahaan. XLSMART, sebagai salah satu perusahaan terkemuka di sektor telekomunikasi, terus berupaya meningkatkan kinerja dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional melalui inovasi teknologi dan perluasan infrastruktur jaringan yang berkelanjutan.
KESGI Award 2026 Sektor Telekomunikasi
XLSMART meraih KESGI Award 2026 sektor Telekomunikasi dalam ajang Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026. Penilaian dilakukan melalui KESGI Scoring 2026 yang mengukur kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) berdasarkan 15 topik dan lebih dari 150 indikator kontekstual per sektor, dengan melibatkan panel ahli ESG senior. Pengakuan KESGI menjadi salah satu validasi atas pendekatan keberlanjutan XLSMART yang terintegrasi, dengan penilaian mencakup ketiga pilar Environmental, Social, dan Governance (ESG), bukan hanya salah satu aspek keberlanjutan.
The Sraya Recognition Kategori Future Forward
Melalui Sisternet, inisiatif pemberdayaan perempuan XLSMART, perusahaan memperoleh The Sraya Recognition kategori Future Forward dalam rangkaian Sraya Nusa 2026. Penghargaan diterima oleh Adelia Panjaitan, Head of Corporate CSR & Channel Strategy XLSMART. Sisternet membuka ruang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas, membangun jaringan, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan diri, karier, kepemimpinan, dan peluang ekonomi. Hingga September 2026, Sisternet telah menjangkau lebih dari 1,6 juta perempuan melalui pelatihan, pengembangan keterampilan digital, mentoring, dan akses ekosistem.
Indonesia PR of the Year 2026
Dalam Indonesia PR of the Year 2026 yang diselenggarakan Majalah MIX MarComm (SWA Media Group), kategori Indonesia PR Practitioners of the Year 2026 – Journalist Choice, Merza Fachys meraih penghargaan sebagai Spokesperson untuk industri Telekomunikasi & Utility, Henry Wijayanto sebagai Senior PR Practitioner untuk industri Telekomunikasi & Utility serta Estalla Maria sebagai Junior PR Practitioner untuk industri Telekomunikasi & Utility. Journalist Choice (dilakukan lewat penyebaran kuesioner kepada para jurnalis desk bisnis). Praktisi PR yang dipilih oleh para jurnalis adalah mereka yang memiliki kinerja media relations terbaik.
Ke depan, XLSMART akan melanjutkan penguatan jaringan dan perluasan layanan digital secara berkelanjutan, sekaligus memastikan pertumbuhan perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelanggan, masyarakat, dan ekosistem digital Indonesia. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun Responsible Digital Infrastructure—menggabungkan kualitas konektivitas, inovasi, keberlanjutan, tata kelola, dan inklusi digital dalam satu agenda pertumbuhan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, membantah tegas temuan Ombudsman RI terkait dugaan pungutan liar (pungli) serta penyediaan fasilitas mewah bagi warga binaan di lapas yang berlokasi di Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor tersebut. Bantahan ini disampaikan Wisnu saat mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto serta Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto melakukan peninjauan pada Jumat (25/9/2026). Ia menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak ada di tempatnya dan meminta agar pihak yang menuding dapat menyampaikan bukti secara langsung.
Selain menampik isu pungli dan fasilitas mewah, Wisnu juga membantah tuduhan Ombudsman mengenai lemahnya standar pengamanan serta dugaan petugas yang sempat menghalangi tim sidak. Sebelumnya, pihak Ombudsman mengungkapkan bahwa kedatangan mereka pada Rabu (23/9/2026) sempat mendapat penolakan dan dibuat menunggu tanpa kejelasan selama setengah jam. Menanggapi hal tersebut, Wisnu menegaskan bahwa seluruh operasional di Lapas Cibinong telah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan jajarannya selalu bersikap kooperatif terhadap Ombudsman.
Pernyataan Kalapas ini berbanding terbalik dengan temuan Ombudsman RI saat menggelar sidak beberapa hari sebelumnya. Tim Ombudsman menemukan adanya area hunian berfasilitas lengkap dan mewah untuk warga binaan, bahkan menemukan minuman keras di dalam kulkas fasilitas tersebut. Tak hanya itu, Ombudsman juga mendapati aduan dari pengunjung atau keluarga narapidana yang mengaku dibebani pungli hingga Rp150.000 setiap minggunya, yang kini tengah ditindaklanjuti melalui investigasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sumber: CNN indonesia
